Biografi Sapardi Djoko Damono - Sastrawan Indoneisa

Biografi Sapardi Djoko Damono - Sastrawan Indoneisa

 Sapardi Djoko DamonoBiodata Sapardi Djoko Damono
  • Nama lahir: Sapardi Djoko Damono
  • Lahir: 20 Maret 1940 Surakarta, Jawa Tengah
  • Pekerjaan: Sastrawan, Guru besar
  • Tahun aktif: 1958 - sekarang

Sapardi Djoko Damono adalah seorang Sastrawan, mantan Dekan Fakultas Sastra UI. Sejak tahun 1957 beliau aktif menulis sajak, penerjemah, juri pelbagai sayembara penulisan, lomba baca puisi, dan festival teater.

Sapardi juga menerbitkan belasan buku kumpulan sajak sejak 1969 hingga saat ini. Beberapa di antaranya, 'Duka-Mu Abadi', 'Mata Pisau', 'Akuarium' dan yang terbaru 'Melipat Jarak dan Babad'. Sajak-sajaknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Hindi, Jepang, Tiongkok, Prancis, Inggis, dan lainnya. Sajak-sajak peraih berbagai penghargaan di bidang sastra ini juga telah dikutip untuk undangan pernikahan, kalender, poster, t-shirt, blocknote, bahkan sajak-sajak Sapardi telah dimusikalisasi dan diadopsi menjadi film.


Riwayat hidup

Masa mudanya dihabiskan di Surakarta (lulus SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955 dan SMA Negeri 2 Surakarta tahun 1958). Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar. Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.


Karya-karya

Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola. Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.


Karya-karya SDD (berupa kumpulan puisi), serta beberapa esei.

Fiksi (Puisi dan Prosa)
  • "Duka-Mu Abadi", Bandung (1969)
  • "Lelaki Tua dan Laut" (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
  • "Mata Pisau" (1974)
  • "Sepilihan Sajak George Seferis" (1975; terjemahan karya George Seferis)
  • "Puisi Klasik Cina" (1976; terjemahan)
  • "Lirik Klasik Parsi" (1977; terjemahan)
  • "Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak" (1982, Pustaka Jaya)
  • "Perahu Kertas" (1983)
  • "Sihir Hujan" (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
  • "Water Color Poems" (1986; translated by J.H. McGlynn)
  • "Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (1988; translated by J.H. McGlynn)
  • "Afrika yang Resah" (1988; terjemahan)
  • "Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia" (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
  • "Hujan Bulan Juni" (1994)
  • "Black Magic Rain" (translated by Harry G Aveling)
  • "Arloji" (1998)
  • "Ayat-ayat Api" (2000)
  • "Pengarang Telah Mati" (2001; kumpulan cerpen)
  • "Mata Jendela" (2002)
  • "Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?" (2002)
  • "Membunuh Orang Gila" (2003; kumpulan cerpen)
  • "Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
  • "Mantra Orang Jawa" (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
  • "Before Dawn: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (2005; translated by J.H. McGlynn)
  • "Kolam" (2009; kumpulan puisi)
  • "Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita" (2012)
  • "Namaku Sita" (2012; kumpulan puisi)
  • "The Birth of I Lagaligo" (2013; puitisasi epos "I La Galigo" terjemahan Muhammad Salim, kumpulan puisi dwibahasa bersama John McGlynn)
  • "Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak" (edisi 1994 yang diperkaya dengan sajak-sajak sejak 1959, 2013; kumpulan puisi)
  • "Trilogi Soekram" (2015; novel)
  • "Hujan Bulan Juni" (2015; novel)
  • Selain menerjemahkan beberapa karya Kahlil Gibran dan Jalaluddin Rumi ke dalam bahasa Indonesia, Sapardi juga menulis ulang beberapa teks klasik, seperti Babad Tanah Jawa dan manuskrip I La Galigo. kobe

Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi karya SDD dimulai pada tahun 1987 ketika beberapa mahasiswanya membantu program Pusat Bahasa, membuat musikalisasi puisi karya beberapa penyair Indonesia, dalam upaya mengapresiasikan sastra kepada siswa SLTA. Saat itulah tercipta musikalisasi Aku Ingin oleh Ags. Arya Dipayana dan Hujan Bulan Juni oleh H. Umar Muslim. Kelak, Aku Ingin diaransemen ulang oleh Dwiki Dharmawan dan menjadi bagian dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), dibawakan oleh Ratna Octaviani.

Beberapa tahun kemudian lahirlah album "Hujan Bulan Juni" (1990) yang seluruhnya merupakan musikalisasi dari sajak-sajak Sapardi Djoko Damono. Duet Reda Gaudiamo dan Ari Malibu merupakan salah satu dari sejumlah penyanyi lain, yang adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Album "Hujan Dalam Komposisi" menyusul dirilis pada tahun 1996 dari komunitas yang sama.

Sebagai tindak lanjut atas banyaknya permintaan, album "Gadis Kecil" (2006) diprakarsai oleh duet Dua Ibu, yang terdiri dari Reda Gaudiamo dan Tatyana dirilis, dilanjutkan oleh album "Becoming Dew" (2007) dari duet Reda dan Ari Malibu. Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata "Ars Amatoria" yang berisi interpretasinya atas puisi-puisi SDD serta karya beberapa penyair lain.


Nonfiksi
  • "Sastra Lisan Indonesia" (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
  • "Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan"
  • "Dimensi Mistik dalam Islam" (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel "Mystical Dimension of Islam", salah seorang penulis.
  • "Jejak Realisme dalam Sastra Indonesia" (2004), salah seorang penulis.
  • "Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas" (1978).
  • "Politik ideologi dan sastra hibrida" (1999).
  • "Pegangan Penelitian Sastra Bandingan" (2005).
  • "Babad Tanah Jawi" (2005; penyunting bersama Sonya Sondakh, terjemahan bahasa Indonesia dari versi bahasa Jawa karya Yasadipura, Balai Pustaka 1939).
  • "Bilang Begini, Maksudnya Begitu" (2014), buku apresiasi puisi.

Habibie Award XVIII tahun 2016

Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan (SDM-Iptek) yang didirikan Presiden RI ke-3, BJ Habibie memberikan penghargaan Habibie Award XVIII tahun 2016, Rabu (5/10) kepada Empat ilmuwan yang dinilai berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan Indonesia. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Sapardi Djoko Damono. Sapardi Djoko Damono memperoleh Habibie Award tahun ini untuk bidang Kebudayaan.


Sumber: Wikipedia
Read More
Profil Tommy Firman - Peraih Habibie Award XVIII tahun 2016

Profil Tommy Firman - Peraih Habibie Award XVIII tahun 2016

Prof. Ir. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D adalah Guru Besar Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB. Ia peraih berbagai penghargaan di bidang perencanaan wilayah dan kota, selain itu ia juga aktif di berbagai jurnal internasional terkemuka.

Tommy Firman, lahir di Yogyakarta, 2 April 1950, adalah Guru Besar (Professor) dan Ketua Kelompok Keahlian (Head of Research Group) di Institut Teknologi Bandung;

Alumnus Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, ITB (1974), program S2 di bidang Human Settlement Development di Asian Institute of Technology, Thailand (1980), dan program S3 di bidang Population and Urban Geography di University of Hawaii, USA (1988).


Habibie Award XVIII tahun 2016

Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan (SDM-Iptek) yang didirikan Presiden RI ke-3, BJ Habibie memberikan penghargaan Habibie Award XVIII tahun 2016, Rabu (5/10) kepada Empat ilmuwan yang dinilai berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan Indonesia.

Salah satu dari keempat ilmuwan tersebut adalah Prof. Ir. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D. Tommy Firman memperoleh penghargaan Habibie Award untuk bidang Ilmu Rekayasa.


Pendidikan/Education

Tingkat/LevelGelar/TitlePerguruan Tinggi/UniversityTahun/ YearBidang Studi/Field of Study
Sarjana/BachelorIr.Institut Teknologi Bandung1974Perencanaan Wilayah dan Kota/Regional and City Planning
Magister/MasterM.Sc.Asian Institute of Technology, Thailand1980Human Settlement Development
Doktor/DoctorPh.D.University of Hawaii/The East-West Center, USA1988Population and Urban Geography

Bidang yang Diminati/Field of Interest:
  • Mobilitas penduduk dan urbanisasi di Asia Selatan / Population mobility and urbanization in Southeast Asia
  • Pasar tenaga kerja perkotaan / Urban labor market
  • Pengembangan wilayah dan perkotaan dan ekonomi global / Urban and regional development and global economy
  • Pengembangan lahan perkotaan / Urban land development
  • Desentralisasi dan pengembangan wilayah / Decentralization and regional development

Sumber:
Read More
Profil Hendra Gunawan - Matematikawan Indonesia Peraih Habibie Award 2016

Profil Hendra Gunawan - Matematikawan Indonesia Peraih Habibie Award 2016

Hendra Gunawan
Hendra Gunawan adalah Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia meraih penghargaan Habibie Award tahun ini untuk Kategori bidang Ilmu Dasar.

Hendra merupakan matematikawan paling produktif di Indonesia. Hingga saat ini, Hendra telah menulis sebanyak 30 paper atau makalah dalam area analisis fourier, 32 dalam area analisis fungsional, dan 14 dalam area lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 makalah dipublikasikan di jurnal internasional yang diindeks oleh Mathematical Reviews dimana 14 di antaranya ditulis atas nama sendiri. Total yang tercatat di Mathematical Revieews hingga saat ini melampaui 200.

Selain itu, Hendra merupakan inovator dalam area analisis fourier modern atau proses matematika yang digunakan untuk memecahkan masalah bentuk gelombang kompleks menjadi komponen sinusoidanya. Sebagai seorang pendidik, Hendra memopulerkan matematika melalui bermatematika.net. Hendra juga membuat blog khusus untuk menarik minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan melalui anakbertanya.com


Pendidikan

Hendra memperoleh gelar pertamanya dari Institut Teknologi Bandung jurusan Matematika. Supervisornya adalah almarhum Profesor Moedomo.

Gelar PhD nya diperoleh dari Sekolah Matematika, Universitas New South Wales pada tahun 1992. Dengan Tesis yang berjudu "Fungsi maksimal dan Analisis Harmonic", dengan pembimbing Profesor Michael G. Cowling.

Saat ini beliau menjadi seorang profesor matematika di Institut Teknologi Bandung. Ia juga menjadi bagian dari Group Analisis dan Geometri di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Bidang yang ia dalami adalah analisis Fourier, analisis fungsional, beserta aplikasinya.

Pada tahun 2009, ia menerima penghargaa dari Alumni Australia untuk Keunggulan dalam Pendidikan, disajikan oleh Australia Education International di Jakarta. Pada 2015, ia terpilih sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Ia memiliki blog pribadi yang beralamat di https://bermatematika.net/, Bermatematika.net adalah sebuah blog matematika yang dikelola oleh Prof. Hendra Gunawan, Guru Besar Matematika ITB, sejak April 2016.


Sumber:
Read More
Profil Raymond R. Tjandrawinata - Penemu DLBS3233 (Inlacin)

Profil Raymond R. Tjandrawinata - Penemu DLBS3233 (Inlacin)

Raymond R. Tjandrawinata, PhD, MS, MBA adalah seorang ilmuwan bidang farmasi. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Pengembangan dan Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) yang merupakan lembaga riset multidisipliner untuk kemajuan riset obat bahan alami di Indonesia. Ia meraih dalam Habibie Award 2016 di bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat tujuh produk farmasi hasil riset DLBS yang banyak digunakan oleh para dokter Indonesia dan internasional dari berbagai spesialis keahlian. Selain itu, Raymond juga pemilik empat hak paten dalam negeri dan 16 hak paten lainnya dari berbagai negara.

Pria kelahiran Jember, 7 Januari 1964 ini memiliki hobi membaca buku, terutama yang dapat mendukung pengetahunnya di bidang biologi molekuler. Kadang, ia juga membaca novel. Dari hobinya membaca inilah ia terus berkembang. Sebanyak 61 papers pernah ia bawakan dan lebih dari 95 papers dipublikasikan di Inggris.

Sebagai peneliti, ia hapal nama bermacam jenis tanaman obat di Indonesia. Ia meneliti tanaman obat karena terinspirasi oleh literatur yang dibacanya. Atau dari pengalaman orang sekitar, mengenai manfaatnya herbal tertentu bagi kesehatan. Ide meneliti kayu manis, datang dari rekannya yang biasa mengonsumsi kayu manis yang diseduh secara tradisional untuk pengobatan diabetes.

Dengan kemampuan dan peralatan di lab, ia memrosesnya menjadi obat dengan standart internasional yang tidak kalah dengan obat lain.


Penemuan

Sebagai penelitim, ia memiliki temuan. Salah satu temuanya yang kini sedang diperkenalkan kepada para dokter adalah DLBS3233 (Inlacin). Inlacin merupakan produk asli Indonesia, dikerjakan oleh orang Indonesia. Ke depan, preparat ini bisa menjadi salah satu alternative pengobatan bagi penderita diabetes mellitus. Preparat ini mampu menurunkan HbA1C hingga 1,13%.


Profil
Raymond R. Tjandrawinata
Raymond R. Tjandrawinata
[Academia.edu]
  • Nama: Raymond R. Tjandrawinata
  • Lahir: 7 Januari 1964, Jember
  • Alamat: Dexa Medica Group, Titan Center, 8, th Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 5, Tangerang 15224, Indonesia
  • Telepon:  +62-21-745-4111. HP +62-811-813-086
  • e-mail: raytjan@yahoo.com dan raymond@dexa-medica.com
  • Situs Web: http://www.linkedin.com/in/drrrt, http://atmajaya.academia.edu/RaymondTjandrawinataPhDMSMBA

Pendidikan: 
  • Postdoctoral Research Fellowship in Molecular Pharmacology, 1994-1996
  • Department of Medicine, University of California, San Francisco School of Medicine
  • Veterans Afairs Medical Center, San Franscisco, CA.
  • Doctor of Philosophy in Biochemistry, 1994
  • University of California, Riverside
  • Master of Science in Biochemistry, concentration in Molecular Biology, 1989
  • University of California, Riverside
  • Bachelor of Science in Chemistry and Biology, 1987
  • University of the Pacific, Stockton, CA
  • Masters of Business Administration in Management, 1998
  • The Ageno School of Business of the Golden Gate University, San Francisco, CA

Sumber:
Read More
Profil Bengt Holmstrom Penemu Teori Kontrak

Profil Bengt Holmstrom Penemu Teori Kontrak

Bengt Holmstrom adalah seorang Ekonom, profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang merupakan salah satu penerima anugerah Nobel 2016 dalam bidang ekonomi, Ekonom lainny adalah Oliver Hart, Profesor dari Universitas Harvard. Keduanya menang berkat mengembangkan teori kontrak.


Kehidupan dan karier

Holmstrom lahir di Helsinki, Finlandia, minoritas berbahasa Swedia dari Finlandia. Ia menerima gelar BS dalam matematika dan sains dari University of Helsinki, seorang Master of Science gelar dalam Riset Operasi dari Stanford University pada tahun 1975, gelar Ph.D. didapat dari Graduate School of Business di Stanford. Dia sekolah di fakultas MIT sejak tahun 1994. Sebelum itu dia menjabat sebagai profesor di Kellogg Graduate School of Management di Northwestern University (1979-1982) dan sebagai Edwin J. Beinecke Profesor Manajemen di Universitas Yale 's School of Management (1983-1994). Holmstrom terpilih sebagai Alumnus of The Year oleh University of Helsinki Ikatan Alumni tahun 2010.

Holmstrom sangat terkenal karena karyanya tentang teori principal-agent. Lebih umum, ia telah bekerja pada teori kontrak dan insentif terutama yang diterapkan pada teori perusahaan, tata kelola perusahaan dan untuk masalah likuiditas dalam krisis keuangan.

Holmstrom merupakan merupakan American Academy of Arts dan Ilmu, Econometric Society dan Asosiasi Keuangan Amerika, dan anggota asing dari Royal Swedish Academy of Sciences dan Finlandia Akademi Sains dan Surat. Pada tahun 2011, ia menjabat sebagai Presiden Econometric Society. Dia memegang gelar doktor kehormatan dari Stockholm School of Economics, Swedia, University of Vaasa dan Hanken School of Economics di Finlandia. Baru-baru ini ia dianugerahi Banque de France-TSE Prize 2012 Senior di bidang Ekonomi dan Keuangan Moneter, 2013 Stephen A. Ross Prize di bidang Ekonomi Keuangan dan 2013 Chicago Mercantile Exchange - MSRI Prize untuk Aplikasi Kuantitatif Inovatif.

Holmstrom adalah anggota dari dewan direksi Nokia dari tahun 1999 sampai tahun 2012. Ia adalah anggota Dewan dari Universitas Aalto.

Pada tahun 2016, Holmstrom memenangkan Hadiah Nobel di bidang Ekonomi bersama-sama dengan Oliver Hart "atas kontribusi mereka untuk kontrak teori".


Bengt Holmstrom Biodata Bengt Holmström
  • Lahir: 18 April 1949, Helsinki, Finlandia
  • Kebangsaan: Finnish / Finlandia
  • Buku: Inside and Outside Liquidity, Design of Incentive Schemes and The New Soviet Incentive Model, A Note on Pollution Control
  • Pendidikan: Universitas Stanford, Stanford Graduate School of Business, Universitas Helsinki
  • Penasihat Akademik: Robert B. Wilson
  • Penghargaan: Nobel Memorial Prize in Economic Sciences (2016)

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Bengt_R._Holmström
Read More
Profil Oliver Hart - Penemu Teori Kontrak

Profil Oliver Hart - Penemu Teori Kontrak

Oliver Hart adalah seorang Ekonom kewarganegaraan Amerika-Inggris.  Bersama warga Finlandia Bengt Holsmtröm, ia mendapat penghargaan Hadiah Nobel Ekonomi tahun untuk penelitian mereka di bidang “teori kontrak”.

Oliver Hart dan Bengt Holmström terpilih untuk anugerah Bank Swedia untuk Ilmu Ekonomi tahun ini, untuk penelitian mereka di bidang teori kontrak. Menurut Juri, kedua peneliti ini “mengembangkan teori kontrakpour leurs travaux sur la théorie du contrat. Para peneliti ini telah “mengembangkan teori kontrak, kerangka kerja yang komprehensif untuk menganalisis berbagai aspek kontrak sebagai kompensasi eksekutif berdasarkan kinerja mereka, dikurangkan atau dibayarkan di asuransi, atau privatisasi sektor publik.

Oliver Hart lahir di Inggris tahun 1948. Dia memiliki kewargaannegaraan ganda, Amerika-Inggris. Dia belajar matematika di King’s College (Cambridge) dan ilmu ekonomi di Universitas Warwick. Doktor di Universitas Princeton, dia bekerja secara berturut-turut sebagai peneliti di Churchill College (Cambridge), profesor di London School of Economics and Political Science, di Massachusetts Institute of Technology, dan akhirnya sejak 1993 bekerja di Universitas Harvard. Penelitiannya menitik ke teori firma, teori kontrak, dan teori keuangan perusahaan.


Biodata Oliver Hart
    Oliver Hart
  • Lahir: Oliver Simon D'Arcy Hart, 9 Oktober 1948, London, Inggris
  • Tempat tinggal: Cambridge, Massachusetts, AS
  • Kebangsaan: Inggris, Amerika
  • Bidang: Hukum dan Ekonomi
  • Pendidikan: Universitas Princeton (1974), University of Warwick (1972)
  • Buku: Firms, Contracts, and Financial Structure
  • lembaga: Universitas Harvard, Institut Teknologi Massachusetts , London School of Economics
  • Alma mater: King College, Cambridge BA, University of Warwick MA, Princeton University PhD
  • Penghargaan terkemuka: Nobel Memorial Prize dalam Ilmu Ekonomi (2016), Beasiswa Guggenheim untuk Ilmu Sosial, AS & Kanada
  • Pasangan: Rita B. Goldberg
Read More
Olive Hart & Bengt Holmstrom Peraih Penghargaan Nobel Ekonomi 2016

Olive Hart & Bengt Holmstrom Peraih Penghargaan Nobel Ekonomi 2016

Nobel PrizeOlive Hart adalah seorang Ekonom, Profesor dari Universitas Harvard dan Bengt Holmstrom (Ekonom) adalah profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Mereka merupakan penerima anugerah Nobel 2016 dalam bidang ekonomi. Keduanya menang berkat mengembangkan teori kontrak.

Dilansir dari CNN, Royal Academy of Science memaparkan, teori kontrak yang dijabarkan oleh Olive dan Holmstrom berperan penting dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Teori kontrak merupakan persetujuan yang membentuk sebuah bisnis, keuangan, dan kebijakan publik.

Penghargaan Nobel diberikan kepada yang berkontribusi di bidang Fisika, Kimia, Sastra, Perdamaian, dan Fisiologi atau Kedokteran. Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel, diidentikan sebagai hadiah nobel, adalah penghargaan yang diberikan kepada orang yang memiliki kontribusi luar biasa di bidang Ekonomi.

Dalam penelitiannya, Holmstrom memfokuskan soal kontrak pegawai, termasuk antara CEO dan para pemegang saham.

Sementara, penelitian dari Hart menitikberatkan pada apakah penyedia layanan publik, seperti sekolah, rumah sakit, penjara, harus dimiliki secara umum atau diprivatisasi.


Profil Oliver Hart
  • Lahir: 9 Oktober 1948, London, Britania Raya
  • Buku: Firms, Contracts, and Financial Structure
  • Pendidikan: Universitas Princeton (1974), University of Warwick (1972)
  • Penghargaan: Penghargaan Nobel untuk Ilmu Ekonomi, Beasiswa Guggenheim untuk Ilmu Sosial, AS & Kanada

Profil Bengt R. Holmström
  • Lahir: 18 April 1949, Helsinki, Finlandia
  • Buku: Inside and Outside Liquidity, Design of Incentive Schemes and The New Soviet Incentive Model, A Note on Pollution Control
  • Pendidikan: Universitas Stanford, Stanford Graduate School of Business, Universitas Helsinki
  • Penasihat Akademik: Robert B. Wilson
Read More
Habibie Award 2016 Berikan Penghargaan Kepada Empat Ilmuwan

Habibie Award 2016 Berikan Penghargaan Kepada Empat Ilmuwan

Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan (SDM-Iptek) yang didirikan Presiden RI ke-3, BJ Habibie memberikan penghargaan Habibie Award XVIII tahun 2016, Rabu (5/10) kepada  Empat ilmuwan yang dinilai berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan Indonesia.

Anugerah Habibie atau Habibie Award adalah hadiah yang diberikan oleh yayasan Sumber Daya Manusia (SDM) - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Habibie Center. Yayasan ini didirikan oleh mantan presiden RI yang ke-3, B. J. Habibie. Habibie Award itu, diberikan untuk perseorangan atau badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan berbagai kegiatan IPTEK yang baru atau inovasi serta bermanfaat secara berarti bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian.

Penghargaan yang diberikan meliputi lima bidang IPTEK sesuai bidang-bidang yang diprogramkan oleh yayasan, yaitu Ilmu Pengetahuan Dasar, Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Ilmu Rekayasa, Ilmu Ekonomi, Sosial, Politik, dan Hukum, serta Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan.

Atas prestasi, pemikiran, dan kontribusi keempat ilmuwan penerima Habibie Award 2016 ini mendapat hadiah sebesar US$ 25.000, sertifikat dan medali Habibie Award.


Berikut ini keempat Ilmuwan yang mendapatkan penghargaan tersebut:

Hendra Gunawan

Hendra Gunawan adalah Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia meraih penghargaan Habibie Award tahun ini untuk Kategori bidang Ilmu Dasar.

Hendra merupakan matematikawan paling produktif di Indonesia. Hingga saat ini, Hendra telah menulis sebanyak 30 paper atau makalah dalam area analisis fourier, 32 dalam area analisis fungsional, dan 14 dalam area lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 makalah dipublikasikan di jurnal internasional yang diindeks oleh Mathematical Reviews dimana 14 di antaranya ditulis atas nama sendiri. Total yang tercatat di Mathematical Revieews hingga saat ini melampaui 200.

Selain itu, Hendra merupakan inovator dalam area analisis fourier modern atau proses matematika yang digunakan untuk memecahkan masalah bentuk gelombang kompleks menjadi komponen sinusoidanya. Sebagai seorang pendidik, Hendra memopulerkan matematika melalui bermatematika.net. Hendra juga membuat blog khusus untuk menarik minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan melalui anakbertanya.com


Raymond R. Tjandrawinata

Raymond R. Tjandrawinata adalah seorang ilmuwan bidang farmasi. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Pengembangan dan Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) yang merupakan lembaga riset multidisipliner untuk kemajuan riset obat bahan alami di Indonesia. Ia meraih dalam Habibie Award 2016 di bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat tujuh produk farmasi hasil riset DLBS yang banyak digunakan oleh para dokter Indonesia dan internasional dari berbagai spesialis keahlian. Selain itu, Raymond juga pemilik empat hak paten dalam negeri dan 16 hak paten lainnya dari berbagai negara.


Tommy Firman

Tommy Firman adalah Guru Besar Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB. Ia peraih berbagai penghargaan di bidang perencanaan wilayah dan kota, selain itu ia juga aktif di berbagai jurnal internasional terkemuka. Tommy Firman memperoleh penghargaan Habibie Award untuk bidang Ilmu Rekayasa.


Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono adalah seorang Sastrawan, mantan Dekan Fakultas Sastra UI. Sejak tahun 1957 beliau aktif menulis sajak, penerjemah, juri pelbagai sayembara penulisan, lomba baca puisi, dan festival teater. Sapardi juga menerbitkan belasan buku kumpulan sajak sejak 1969 hingga saat ini. Beberapa di antaranya, 'Duka-Mu Abadi', 'Mata Pisau', 'Akuarium' dan yang terbaru 'Melipat Jarak dan Babad'. Sajak-sajaknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Hindi, Jepang, Tiongkok, Prancis, Inggis, dan lainnya. Sajak-sajak peraih berbagai penghargaan di bidang sastra ini juga telah dikutip untuk undangan pernikahan, kalender, poster, t-shirt, blocknote, bahkan sajak-sajak Sapardi telah dimusikalisasi dan diadopsi menjadi film.

Sapardi Djoko Damono memperoleh Habibie Award tahun ini untuk bidang Kebudayaan.


Sumber: www.beritasatu.com, "Empat Ilmuwan Raih Habibie Award 2016"
Read More