Biografi László Bíró - Penemu Ballpoint (Pulpen) Modern

Biodata László Bíró
  • Lahir: László József Bíró, 29 September 1899 Budapest, Austria-Hongaria
  • Meninggal : 24 Oktober 1985 Buenos Aires, Argentina
  • Kebangsaan: Hongaria
  • Nama lain: Ladislas Jozsef Biro ; Ladislao José Biro
  • Kewarganegaraan: Hongaria, Argentina
  • Dikenal karena: Penemu pulpen modern
  • Agama: Yahudi
  • Pasangan: Elsa Schick
  • Anak: Mariana
  • Orang tua: Mózes Mátyás Schweiger (ayah) ; Janka Ullmann (ibu)

László József Bíró (bahasa Hongaria: Bíró László József, bahasa Spanyol: Ladislao Biro) adalah penemu pulpen modern. Produksi pulpen pertamanya ditampilkan pada suatu pameran internasional di Budapest, Hongaria pada tahun 1931. Ciptaan ini dipatenkan di Paris pada 15 Juli 1938.


Biografi

László József Bíró lahir di Budapest (Austria-Hongaria) pada 29 September 1899, Ia terlahir dari keluarga Yahudi, Mózes Mátyás Schweiger (ayah) dan Janka Ullmann (ibu). Ia kemudian bekerja sebagai wartawan. Sebagai seorang wartawan, ia mengamati bahwa tinta yang digunakan pada surat kabar dapat kering dengan cepat, sehingga kertas menjadi kering dan bebas dari kotoran karena tinta. Uji coba jenis tinta yang sama pada fountain pen (pena dengan tinta encer) ternyata gagal karena tinta tersebut tidak mau mengalir ke ujung pena karena masih terlalu pekat untuk pipa kapiler pena.

Bersama saudara lelakinya György atau George, seorang kimiawan, dia mengembangkan ujung pen yang baru berupa sebuah bola yang dapat berputar dengan bebas pada sebuah lubang. Saat berputar, bola tersebut akan mengambil tinta dari sebuah kartrij, tinta membasahi bola kecil yang mengalir secara kapiler dan dengan bantuan gravitasi. dan kemudian menggelinding agar melekatkannya pada kertas. Karena bola kecil itulah maka pena baru itu dinamakan ball point pen atau yang lazim dikenal dengan nama bolpoin. Rancangan ini kemudian dipatenkan di Argentina pada 10 Juni 1943 dan dijual dengan merek Birome, yang masih bertahan hingga saat ini.


Paten

Pada tahun 1943, Bíró dan György pindah ke Argentina setelah negara asalnya diduduki oleh kelompok Nazi. Pada tanggal 10 Juni di tahun tersebut, mereka mengklaim paten instrumen menulis yang diterbitkan Amerika Serikat sebagai US Patent 2,390,636, dan membentuk kelompok Biro Pens of Argentina (dalam hal ini Biro adalah nama lain dari birome, istilah Argentina untuk pulpen). Di Britania Raya, produksi massal pulpen seperti ini dipakai untuk awak Angkatan Udara Britania Raya, karena desain pulpen ini dianggap lebih baik untuk dipakai selama terbang di udara dibandingkan pulpen encer konvensional.

Pada tahun 1945, Marcel Bich membeli hak paten pulpen dari Bíró dan menjadikannya salah satu benda yang diproduksi perusahaan Société Bic miliknya.


Kehidupan pribadi

László Bíró  menikah dengan Elsa Schick dan memiliki seorang anak yang bernama Mariana. László Bíró meninggal di Buenos Aires pada 24 November 1985 pada umur 86 tahun. Negara ini pun menjadikan hari lahirnya sebagai Hari Penemu di negara tersebut.

Sumber: Wikipedia

Sejarah Catur dan Penemunya

Bidak Catur
Catur adalah permainan pikiran dengan strategi yang dimainkan oleh dua orang. Pemainnya disebut Pecatur, yakni orang yang memainkan catur, baik dalam pertandingan satu lawan satu maupun satu melawan banyak orang (dalam keadaan informal).

Istilah Kata catur diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti "empat". Namun kata ini sebenarnya merupakan singkatan dari caturangga yang berarti empat sudut. Di India kuno permainan catur memang dimainkan oleh empat peserta yang berada di empat sudut yang berbeda. Hal ini lain dari permain catur modern di mana pesertanya hanya dua orang saja.

Kemudian kata caturangga ini diserap dalam bahasa Persia menjadi shatranj. Kata chess dalam bahasa Inggris diambil dari bahasa Persia shah yang artinya adalah raja.


Sejarah 

Hingga sat ini terdapat perdebatan tentang dari negara mana asal permainan catur ini. Namun menurut H. J. R. Murray, penulis buku History of Chess (1913), catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6. Di sana catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Awalnya, buah catur memang hanya empat jenis. Menurut mistisisme India kuno, catur dianggap mewakili alam semesta ini, sehingga sering dihubungkan dengan empat unsur kehidupan, yaitu api, udara, tanah dan air karena dalam permainannya, catur menyimbolkan cara-cara hidup manusia.

Dalam permainannya, catur mengandalkan analisa dan ketajaman otak pemain, disertai keterampilan strategi dalam menentukan langkah, rencana, risiko, dan menentukan kapan harus berkorban agar menang.

Bantahan datang dari seseorang yang banyak mempelajari sejarah catur yakni Muhammad Ismail Sloan. Menurut Sloan, jika catur ditemukan di India, seharusnya permainan itu disebut-sebut dalam literatur-literatur Sanskrit. Kenyataannya, tak ada satu pun literatur Sanskrit di India yang menyebutkan soal permainan catur sebelum abad ke-6. Sebaliknya, para pujangga Cina sudah menyebutkan permainan ini salam syair-syair mereka, 800 tahun sebelumnya.

Jadi, menurut Ismail Sloan, di Cinalah catur pertama kali dimainkan. Tapi pada waktu itu bentuk arena caturnya tidak kotak-kotak, melainkan bulat-bulat. Buah caturnya juga hanya terdiri atas empat jenis, yaitu raja, benteng, ksatria (kuda), dan uskup (gajah).

Baru pada abad ke-6, catur dibawa orang Islam dari India dan Persia ke seluruh penjuru dunia. Konon, di zaman kekhalifahan Ali bin Abu Tholib, catur merupakan permainan yang populer dimainkan. Bahkan mungkin juga oleh Khalifah Ali sendiri. Ada pula yang menyebutkan bahwa panglima perang Nabi Muhammad, Khalid bin Walid juga menggemari catur. Barangkali ini ada hubungannya dengan kelihayannya mengatur strategi perang.

Adapula seorang sahabat Nabi yang terkenal bisa bermain blindfold (catur buta, bermain tanpa melihat papan catur) namanya adalah yaitu Said bin Jubair yang terkenal. Di zaman kekhalifahan Islam berikutnya, seperti Khalifah Harun Al-Rasyid pun diketahui pernah menghadiahkan sebuah papan catur kepada seorang raja di Eropa, pendiri dinasti Carolia, yaitu Charlemagne.

Pada abad ke-8 ketika bangsa Moor menyebarkan Islam ke Spanyol, catur mulai menyebar ke daratan Eropa hingga sampai di jerman, Italia, Belanda, Inggris, Irlandia, dan Rusia. Di Nusantara, olahraga otak ini dibawa oleh bangsa Belanda pada waktu penjajahan dulu. Awalnya, hanya orang Belanda yang bermain catur, tapi menjelang kemerdekaan, mulailah banyak pribumi yang memainkannya.

Dalam sejarah catur bangsa Eropa telah banyak mengembangkan permainan catur ini, antara lain dengan membuat papan caturnya berwarna hitam dan putih. Ini terjadi kira-kira abad-10. Sebelumnya, kotak-kotak itu berwarna sama. Malah sering orang membuat arena permainan catur ini di atas pasir atau di mana saja yang bisa diberi garis. Dari Eropa ini juga dibuat peraturan bahwa pion boleh maju dua kotak pada langkah pertama dan menteri (ratu) boleh bergerak lebih leluasa baik maju ke depan maupun diagonal.

Perlahan catur mengalami perkembangan. Dari nama, bentuk, serta peraturan permainannya. Kesemuanya itu mewakili simbol perubahan peradaban. (Berbagai sumber)