Léon Theremin - Penemu Theremin, Alat Musik yang dimainkan Tanpa Disentuh

Léon Theremin sedang memainkan alatv musik Theremin
Léon Theremin muda memainkan theremin
Léon Theremin adalah seorang ahli ilmu fisika berkebangsaan Rusia yang terkenal karena menciptakan alat musik elektronik pertama, yaitu theremin. Dia juga merancang teknik peningkatan kualitas gambar isyarat video secara antarenda yang kini digunakan secara meluas dalam teknologi video dan televisi. Ia juga menciptakan alat pengintai "Thing", selama tujuh tahun alat tersebut berada di kantor kedutaan besar Amerika di Moscow dan diaktifkan oleh agen rahasia Soviet  untuk menguping percakapan rahasia. "Thing" dianggap sebagai pelopor menuju teknologi RFID.

Léon Theremin lahir dengan nama Lev Sergeyevich Termen bahasa Rusia: Лев Сергеевич Термен) di St. Petersburg, Rusia, 27 Agustus [K.J.: 15 Agustus] 1896 dalam sebuah keluarga Perancis Huguenot keturunan Jerman. Ia memiliki saudara perempuan bernama Helena.

Pada usia 17, ketika ia berada di tahun terakhir sekolah tinggi, ia memiliki laboratorium sendiri di rumah untuk bereksperimen dengan sirkuit frekuensi tinggi, optik dan medan magnet.


Sejarah Theremin

Theremin merupakan produk asli dari pemerintahan Rusia dalam penelitiannya tentang sensor indera. Instrumen ini ditemukan oleh Lev Sergeivich Termen (yang dikenal juga sebagai Leon Theremin) pada bulan Oktober 1920 sesaat setelah pecahnya perang sipil Rusia.

Setelah memperoleh tanggapan yang positif dalam Konferensi Elektronik Moskow, Theremin diperagakan di hadapan Bolshevik, pemimpin Vladimir Lenin. Kemudian, Lenin terkesan dengan perangkat tersebut dan kemudian mulai mempelajarinya.
Theremin kemudian dibawa keliling dunia dan diperkenalkan sebagai penemuan terbaru oleh Soviet dalam bidang teknologi musik elektronik. Setelah perjalanan yang panjang mengelilingi Eropa, Theremin kemudian semakin terkenal hingga ke Amerika Serikat, dan kemudian dipatenkan tahun 1928 (US1661058). Maka kemudian, Theremin memperoleh hak produk komersial dari RCA.

Dalam komersialisasinya, walaupun Theremin tidak terlalu sukses di pasaran, alat musik ini cukup mempesona penduduk Amerika dan luar negeri lainnya. Selama tahun 1930-an, Lucie Bigelow Rosen bersama suaminya Walter Bigelow Rosen menyediakan bantuan finansial dan artistik untuk mendukung pengembangan dan peningkatan popularitas dari instrumen ini. Setelah popularitasnya yang mendadak di Amerika tersebut, setelah akhir dari perang dunia kedua, secara mendadak pula Theremin ditinggalkan dan menjadi tidak terpakai lagi oleh musisi. Penyebab utamanya adalah teknologi baru dalam bidang instrumen musik yang lebih mudah untuk dimainkan. Namun, segelintir peminat Theremin tetap bertahan. Salah satunya ialah , Robert Moog. Dia memulai merakit sendiri perangkat Theremin pada tahun 1950, yaitu saat dia masih sebagai pelajar sekolah menengah pertama. Moog kemudian menerbitkan beberapa artikel tentang cara membuat theremin,dan menjual perlengkapan theremin yang dapat dirangkai sendiri oleh pembelinya. Saat ini, banyak perangkat Theremin, yang ditawarkan dan dijual secara online melalui internet atau pun offline, bahkan beberapa diiklankan sebagai mainan.

Theremin
Theremin
Prinsip Pengoperasian

Theremin adalah instrumen musik yang sangat unik di mana dapat dimainkan tanpa ada kontak fisik dengan alat musik tersebut. Musisi berdiri di depan perangkat instrumennya dan menggerakan kedua tangannya di dekat dua antena logam. Jarak tangan dengan satu antena menentukan frekuensi (tinggi atau rendah), dan jarak antara tangan dengan antena lainnya menentukan amplitudo volume (besar atau kecil).

Yang paling sering dilakukan, tangan sebelah kanan mengontrol frekuensi suara dan tangan sebelah kiri mengontrol volume suara, namun ada juga musisi yang melakukannya dengan terbalik. Theremin menggunakan prinsip heterodyne untuk menghasilkan sinyal audio. Kontak frekuensi dalam instrumen ini terdiri dari dua penggerak frekuensi radio. Masing-masing penggerak beroperasi dalam takaran frekuensi yang pasti. Frekuensi dari penggerak yang lainnya dikendalikan oleh jarak musisi dari antena pengontrol frekuensi. Tangan dari musisi yang mengoperasikan instrumen ini berfungsi sebagai pelat pemutar dari kapasitor variabel dalam sebuah sirkuit L-C (induksi-kapasitas), yang mana juga merupakan bagian dari penggerak frekuensi radio dan menentukan frekuensinya.

Perbedaan antara frekuensi dari dua penggerak dalam setiap momennya membolehkan penciptaan dari nada-nada yang berbeda dalam jangkauan frekuensi audio yang dihasilkan dalam sinyal audio yang dikirimkan ke pengeras suara.

Untuk pengaturan volume, tangan lain dari musisi berfungsi sebagai pelat pemutar kapasitor variabel lainnya. Dalam hal ini, kapasitor mematikan bunyi dari penggerak lainnya. Jarak antara tangan musisi dengan antena pengontrol volume menentukan kapasitas dari volume theremin. Sirkuit yang telah modern didesain untuk menyederhanakan kompleksitas dari dua penggerak frekuensi radio dengan hanya meletakkan satu penggerak saja, sama dengan sirkuit volume theremin yang asli. Namun, kelemahannya, pendekatan ini biasanya tidak terlalu stabil dan tidak dapat mengubah frekuensi yang rendah.


Teknik Permainan

Theremin mudah dipelajari namun terkenal sukar untuk dikuasai. Pemain theremin menampilkan dua tantangan, yaitu mampu mengendalikan tinggi dan rendahnya nada tanpa pedoman (tanpa kunci atau posisi jari), serta meminimalisir portamento (nada yang tergelincir) yang tidak diharapkan dalam instrumen ini. Kontrol nada dalam theremin sangat menantang karena, seperti biola atau trombone, sebuah theremin menghasilkan nada dalam beragam pola nada sepanjang jangkauan keseluruhannya. Tidak seperti alat musik lainnya, theremin tidak memiliki umpan balik secara fisik seperti senar pada gitar, tuts pada piano, atau pun kolom dalam alat musik tiup. Pemain theremin harus bergantung pada apa yang terdengar, dan hanya dapat melakukan koreksi pada titi nada ketika volumenya tidak nol. Dalam theremin, keseluruhan jangkauan titi nada dikendalikan oleh jarak antara tangan atau jari pemain dengan antena di udara. Kemampuan untuk mengukur dan mengendalikan posisi tersebut secara tepat sangat dibutuhkan oleh pemain theremin.

Sumber: Wikipedia

Biografi Tokoh Matematika Islam dan Penemuannya

Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī
Banyak umat Islam yang hanya mengetahui para ilmuwan matematika non muslim seperti Archimedes, Phytagoras, Rene Descrates, dll dari pada matematikawan Muslim. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi atau begitu kuatnya informasi yang datang dari dunia barat.

Sejarah mencatat, Ilmuwan matematika islam zaman kekhalifahan abbasiyah pernah menjadi suatu pusat peradaban keilmuan yang sangat besar. Itu terjadi pada masa keemasan Bani Abbasiyah (sebelum runtuhnya imperium besar kekhalifahan Islam). Dan merupakan pioneer sekaligus peradaban dan pembuatan disiplin keilmuan terbesar di dunia.

Saat itu Barat sedang mengalami masa kegelapan, yang kemudian karena transfer/persebaran ilmu Islam mereka bangkit yang dikenal dengan Renaisance.

Pada masa itu banyak ilmuwan Islam yang muncul dan memberikan kontribusi banyak bagi keilmuan. Biasanya mereka tidak hanya ahli dalam satu bidang. Salah cabang ilmu tersebut adalah Matematika, biasanya ilmuwan matematika juga menguasai astronomi atau filsafat.

Berikut ini nama-nama okoh Matematika Islam serta bidang keahliannya dalam matematika dan keahlian lainnya. Silahkan klik nama ilmuwan untuk mengetahui biografi dan Penemuan lengkapnya.
  1. 780 - Al-Khwarizmi (Algorizm) - (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
  2. 815 - Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud atau Al-Dinawari - Ahli botani, astronom, metalurgi, geografi, matematika, dan sejarawan 
  3. 870 - Ali Ibn Rabban Al-Tabari - Kedokteran
  4. 852 - Al Battani Abu Abdillah - Astronomi, Insinyur
  5. 869 - Al-Murwazi - Penemu Rasio Trigonometri
  6. 923 - Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) - Astronomi
  7. 997 - Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani - Astronomi, Geometri
  8. 943 - Ibn Hawqal - Ilmu Bumi (Peta Dunia)
  9. 950 - Al Majrett’ti Abu al-Qosim - Astronomi, Ilmu Kimia
  10. 1040 - Ibn Al-Haitham (Alhazen) - Fisika, Optik
  11. 1048 - Abu Rayhan Al-Biruni - Astronomy, Sejarah, Sastra
  12. 1037 - Ibn Sina (Avicenna) - Kedokteran, Filsafat, Astronomi
  13. 1001 - Ibn Wardi - Ilmu Bumi (Peta Dunia)
  14. 1008 - Ibn Yunus - Astronomi
  15. 1087 - Al-Zarqali (Arzachel) - Astronomi, Syair
  16. 1044 - Omar Al-Khayyam - Astronomi, Penyair
  17. 1140 - Al-Badee Al-Ustralabi - Astronomi
  18. 1180 - Al-Samawal al-Maghribi - Matematikawan, Astronom dan Dokter.
  19. 1258 - Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi - Kedokteran
  20. 1351 - Ibn Al-Majdi - Astronomi
  21. 1359 - Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha - Astronomi
  22. 1360 - Ibn Al-Shater Al Dimashqi - Astronomi
  23. 1424 - Ghiyath al-Din al Kashani - Analisis Numerikal, Perhitungan

Biografi Sadi Carnot - Penemu Siklus Carnot Dan Merumuskan Hukum Termodinamika II

Nicolas Léonard Sadi Carnot
Nicolas Léonard Sadi Carnot adalah seorang fisikawan Perancis. Carnot menemukan dan merumuskan hukum kedua termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin, yang mengubah energi panas ke dalam bentuk energi lain, mis. energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot). Karyanya yang paling utama adalah "Réflexions sur la puissance motrice du feu" (Refleksi Daya Gerak Api); terbit tahun 1824. Di dalamnya termuat sejumlah asas seperti siklus Carnot, mesin panas Carnot, teorema Carnot, efisiensi termodinamika, dll.

Karya Carnot diperbaharui oleh Benoit Paul Émile Clapeyron, yang melakukannya dengan menggunakan rumus matematika yang pasti, dan Rudolf Clausius, yang menyempurnakan dan menyelesaikannya.


Biografi

Nicolas Leonard Sadi Carnot lahir di Paris Perancis pada tanggal 1 Juni tahun 1796. Ayahnya adalah Lazare Nicholas Marguerite Carnot, seorang ilmuwan, perwira, dan politikus; keponakannya Marie François Sadi Carnot kelak menjadi Presiden Perancis. Ia dinamai menurut seorang penyair Persia Sa'adi.

Dibawah bimbingan sang ayah, Sadi Carnot mulai menunjukan bakat besarnya ia dikirim ke Lycee Charlemagne di Paris guna mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk Ecole Polytechnique, yang juga terletak di Paris. Umur 16 tahun usia yang minimum masuk Ecole, Carnot mulai belajar di Ecole. Nama – nama terkenal seperti poisson, Ampere dan Arago adalah beberapa gurunya. Disini Carnot menjadi satu kelas dengan chasles yang akan menjadi teman akrab sepanjang hidupnya.

Carnot lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus ia menggalang gerakan mahasiswa menentang kebijakan Napoleon. Setelah lulus, Carnot melanjutkan studi di Ecole du genie di Metz dan selama dua tahun mempelajari rekayasa militer.

Tahun 1815 Napoleon pulang dari tempat penahanannya dan membentuk pemerintahan yang lazim disebut dengan peraturan seratus hari. Napoleon kembali mengangkat Lazare (ayah Nicolas Carnot) menjadi menteri dalam negeri dan menempatkan Sadi Carnot pada posisi yang sulit dalam akademi militer karena posisi ayahnya relative tinggi. Oktober 1815, Napoleon menderita kekalahan, dan Lazare melarikan diri ke Jerman dan tidak pernah lagi menginjakan kakinya ke bumi Perancis lagi.

Nicolas Carnot hidup terlunta-lunta, karir dalam bidang militer untuk sadi seiring dengan mengungsinya sang ayahanda ke Jerman. Nasib sadi makin tak jelas. Pindah dari satu kota ke kota lain, mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya , memereiksa persiapan dan peralatan di benteng - benteng, membuat gambar – gambar dan menulis laporan tidak pernah diperolehnya. Nasibnya tidak membaik karena semua surat rekomendasinya dianggap sebagai angin lalu belaka. Tidak puas dengan situasi ini, Sadi memutuskan untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan dengan mendaftar, sebelum akhirnya diterima untuk bergabung dalam Korps Staf Umum yang berkedudukan di Paris. Menerima gaji hanya setengah, tinggal dibekas apartemen orang tuanya di Paris, dan sewaktu – waktu siap menerima panggilan militer. Dalam banyak waktu luang ini, Sadi mengikuti berbagai kursus yang diselenggarakan di Paris, termasuk di Sorbonne dan Perancis College.

Nicolas Sadi Carnot meninggal dunia di Paris, 24 Agustus 1832 pada umur 36 tahun karena menderita penyakit kolera.


Sejarah Penemuan Konsep

Nicolas Carnot menemukan dan merumuskan hukum kedua termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin yang mengubah energi panas kedalam bentuk energi lain. Misalnya energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot) atau biasa disebut mesin Carnot.

mesin Carnot
Diagram asli mesin Carnot, 1824
Mesin Carnot adalah sebuah mesin kalor dengan cara memindahkan energi dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis. Penemuan ini berawal dari ketertarikan dari Nicolas Carnot dengan mesin uap, pada saat Sadi Carnot menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya, Hippolyte Carnot, tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan anaknya ini, selain melepas rindu juga banyak berdiskusi tentang mesin uap. Mesin uap dari revolusi industri Inggris mulai menjamur.

Sepulang dari reuni ini, Sadi dengan penuh antusias berusaha mengembangkan teori tentang mesin uap. Sesampainya di Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu memulai mengerjakan teori tentang kalor (panas) dan membantu menjabarkan teori termodinamika modern. Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana merancang mesin uap dengan baik? Tenaga Uap mempunyai banyak manfaat seperti mengeringkan air dalam pertambangan, mengangkat air dari sungai untuk irigasi, menggiling biji-bijian, memintal benang tapi saat itu belum efisien. Jaman ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris karena belum ada insinyur dan designer mesin perancis yang memahaminya. Mesin-mesin buatan Inggris sudah dilengkapi dengan spesifiksi : jenis/tipe mesin, mesin tekana tinggi/rendah.


Teorema Carnot

Teorema Carnot adalah pernyataan formal dari fakta bahwa: Tidak mungkin ada mesin yang beroperasi di antara dua reservoir panas yang lebih efisien daripada sebuah mesin Carnot yang beroperasi pada dua reservoir yang sama. Artinya, efisiensi maksimum yang dimungkinkan untuk sebuah mesin yang menggunakan temperatur tertentu diberikan oleh efisiensi mesin Carnot,

rumus mesin carnot

Implikasi lain dari teorema Carnot adalah mesin reversibel yang beroperasi antara dua reservoir panas yang sama memiliki efisiensi yang sama pula.

Efisiensi maksimum yang dinyatakan pada persamaan diatas dapat diperoleh jika dan hanya jika tidak ada entropi yang diciptakan dalam siklus tersebut. Jika ada, maka karena entropi adalah fungsi keadaan, untuk membuang kelebihan entropi agar dapat kembali ke keadaan semula akan melibatkan pembuangan kalor ke lingkungan, yang merupakan proses irreversibel dan akan menyebabkan turunnya efisiensi. Jadi persamaan di atas hanya memberikan efisiensi dari sebuah mesin kalor reversibel.

Temuan dari hasil pemikiran carnot diaplikasikan dalam berbagai bidang yang kemudian digunakan secara luas sampai saat ini diantaranya :
  • Pesawat pendingin misalnya: kulkas, air conditioner (AC) yang menggunakan daur kalor yang menghasilkan kerja terhadap zat.
  • Motor bakar misalnya: mesin mobil, generator listrik. 

Kelemahan Mesin carnot:
  • Terjadinya tekanan yang sangat tinggi dan volume yang sangat besar karena kenaikan tekanan
  • terjadi pada saat proses pelepasan panas.
  • Proses pindah panas dengan menggunakan gas yaitu sebuah media yang mempunyai kapasitas 
  • Panas tertentu dan terbatas.

Sumber:

Siapakah Penemu Penggaris Pertama Kali?

Penggaris
Berbagai macam penggaris

penggaris tukang kayu
Penggaris Tukang kayu
Penggaris atau mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.

Penggaris pertama kali digunakan oleh masyarakat peradaban lembah Hindus pada tahun 1500 SM. Alat pengukur ini terbuat dari gading yang ditemukan selama penggalian. Penggaris pertama telah memperlihatkan akurasi yang menakjubkan karena terdapat ukuran desimal di dalamnya.

Penggaris pita / gulung
Penggaris pita / gulung
Para ahli mengatakan bahwa penggaris kuno ditemukan oleh orang-orang dari Peradaban Lembah Indus sekitar 1500 SM, tetapi beberapa yang lain mengatakan sudah lebih dahulu ditemukan bukti-buktinya di kawasan Lothal (dari masa 2400 SM).

Ada juga literatur lain yang mengatakan bahwa, penggaris diitemukan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Napier berupa penggaris geser, dibuat pertama kali di Inggris tahun 1632.

Di jaman modern, orang menggunakan folding ruler yang ditemukan oleh Anton Ullrich pada 1851.

Dede Miftahul Anwar - Pencipta Kompor Berbahan Bakar Air

Dede Miftahul Anwar
Dede Miftahul Anwar, twitter.com
Dede Miftahul Anwar adalah seorang mahasiswa di Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia. Dia menjadi juara pertama di ajang Wirausaha Muda Mandiri 2015 untuk bidang usaha teknologi non digital. Dede dianggap berhasil membuat produk sangat inovatif, kompor berbahan bakar air.

Ia terlahir di Kampung Kerajan, Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di kampungnya Dede termasuk salah satu pemuda yang sukses, karena bisa duduk di bangku kuliah. Pasalnya, rata-rata pemuda seusianya hanya bisa sekolah hingga SMP dan paling tinggi SMA.

Bagi warga Desa Cihambulu, bisa duduk di bangku kuliah adalah sebuah prestasi sangat membanggakan. Di desa itu, sekolah SMA saja tidak ada. Apabila ingin sekolah SMA harus bersedia sekolah di luar kota. Dede sendiri dulu sekolah di Purwakarta.


Pembuatan Kompor berbahan dasar air

kompor bahan bakar air
Dalam pembuatan Kompor berbahan dasar air, Dede melakukan penelitian, mengurai dua unsur yang ada dalam air sehingga yang diambil gas hidrogennya saja, sedangkan oksigennya diendapkan.

Lebih detailnya, ada senyawa yang diendapkan di dalam air sehingga yang diambil adalah gas hidrogennya saja. Dia menciptakan zat khusus untuk pengurainya. Karena menurutnya air terdiri dari dua unsur. Ketika zat ramuan Dede itu dicampur dengan air dengan sendirnya dua unsur itu langsung terpisah. Jadi gas hidrogen itu yang diolah menjadi bahan bakar.

Zat kimia untuk pengurai itu sangat mudah di dapatkan dan ada di mana saja. Tinggal dicampur dengan air langsung terpisah antara oksigen dan hidrogen.


Pemasaran

Setelah melakukan penelitian dan ternyata berhasil, akhirnya Dede memasarkan di desa kelahirannya, Kampung Kerajan, dan mendirikan perusahaan bernama CV Energon Teknologi. Selainitu ia pula memiliki blog yang beralamat di http://cvenergon.blogspot.co.id/

Untuk melancarkan usahanya, Dede menggandeng kelompok Karang Taruna yang ada di kampungnya. Dia memperagakan produk di balai desa dan meyakinkan kompor bahan bakar air itu bisa digunakan dengan sangat aman dan bermanfaat bagi masyarakat. Setelah presentasi tersebut akhirnya sebanyak 80 persen warga Desa Cihambulu mau menggunakan produk ciptaannya.
tabung untuk kompor bahan bakar air
sumber

Untuk memudahkan pelanggan, Dede membangun Saung Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH). Jadi warga yang sudah menggunakan produk buatannya bisa mengisi ulang dengan mudah apabila sudah habis. Gas hidrogen yang diurai dari air itu dijual Rp10 ribu per tabung dan bisa digunakan hingga tiga minggu.

Dari hasil menjual teknologi kompor berbahan bakar air yang didirikan sejak 2015 Dede sudah mendapatkan omset  ratusan juta rupiah.

hingga kinio Dede belum berani memasarkannya secara luas karena saat ini sedang menunggu keluarnya hak paten dari Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti).

Sumber: www.money.id. "Kisah Dede Pemuda Desa Sukses Ciptakan Kompor Bahan Bakar Air"

Penemu Lensa Kontak - Adolf Gaston Eugen Fick

Adolf Gaston Eugen Fick

Adolf Gaston Eugen Fick adalah seorang dokter mata Jerman yang menemukan lensa kontak. Dia adalah keponakan dari ahli fisiologi Jerman Adolf Eugen Fick  dan anak dari profesor anatomi Jerman Franz Ludwig Fick.


Biografi

Adolf Fick lahir pada 22 Februari 1852,di Marburg. Ia dibesarkan dalam keluarga pamannya setelah kematian dini dari ayahnya, profesor anatomi Ludwig Fick. Ia belajar kedokteran di Würzburg, Zürich, Marburg dan Freiburg.

Pada tahun 1888, dokter mata Jerman bernama Adolf Gaston Eugen Fick membuat dan menggunakan lensa kontak pertama dengan sukses. Ketika bekerja di Zürich, ia menggambarkan fabrikasi kerang kontak afocal scleral, eksperimen awalnya pada kelinci, dan kemudian pada dirinya sendiri, dan terakhir pada sekelompok kecil sukarelawan. Lensa ini terbuat dari kaca ditiup adalah berat dan 18-21mm diameter. Hal itu dianggap sebagai model yang sukses pertama dari lensa kontak. idenya maju secara independen oleh beberapa inovator di tahun-tahun berikutnya.

Tahun 1889, August Muller menyempurnakan kontak lensa tersebut dengan perbaikan pada pandangan jarak dekat. Kontak lensa plastik sendiri baru dibuat tahun 1948 oleh Kevin Tuohy dari California. Sedangkan kontak lensa yang lebih lembut dan bisa membiarkan oksigen masuk ke dalam kornea ditemukan tahun 1970-an.

Selama Perang Dunia I, Fick menuju rumah sakit lapangan di Perancis, Rusia dan Turki. Pada saat yang sama ia terus bekerja pada anatomi ophthalmologic dan optik. Ia meninggal pada11 Februari 1937, di Herrsching, Jerman.


Sejarah Penemuan Lensa Kontak

Berawal dari kacamata, ide dasar pembuatan Softlens sebenarnya telah dikenal mulai dari tahun 1508 bardasarkan catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci. Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sekali sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata. Kemudian, ide dasar ini terus menerus dikembangkan dan di teliti. Namun pada versi yang lain diklaim bahwa Rene Descartes merupakan penemu ide softlens yang pertama. Beliau membuat Hydriascope pada tahun 1636, yaitu kaca berisi air yang ditempatkan pada kornea mata untuk membantu penglihatan. Hydriascope inilah yang diklaim sebagai ide pertama yang menjadi prinsip pembuatan kacamata dan softlens.

teknologi pun berkembang, cikal bakal Softlens ditemukan. Softlens atau Lensa Kontak pertama kali sukses dibuat oleh Adolf Gaston Eugen Fick pada tahun 1888, yang terbuat dari bahan Glass-Blown. Adolf menciptakan lensa kontak tersebut dengan melakukan berbagai macam riset dan uji coba, mulai dari bahan, warna, ukuran diameter, sampai ketebalannya. Setelah semua riset tersebut dilaluinya, barulah Adolf mulai berpendapat bahwa Softlens ciptaannya itu dapat digunakan sebagai alat bantu penglihatan.

Untuk membuktikan bahwa Softlens atau lensa kontak yang ia ciptakan layak dipakai, Adolf Fick melakukan beberapa uji coba. Uji coba yang pertama dilakukan pada seekor kelinci, kemudian Adolf melakukan uji coba pada dirinya sendiri, hingga akhirnya uji coba tersebut dilanjutkan kepada beberapa orang sukarelawan yang mau menggunakan softlens buatannya. Namun sukarelawan tersebut berpendapat bahwa Softlens atau lensa kontak ciptaan Adolf ini masih kurang nyaman digunakan, karna Softlens atau lensa kontak ciptaan Adolf Fick ini masih terbilang sangat besar dan berat. Ketebalan Softlens atau lensa kontak ini berukuran 1.8 - 2.1 cm.

Adolt Fick mempublikasikan hasil temuan & penelitiannya pada bulan Maret 1888. Meskipun terbilang gagal, tapi ide Adolt tersebut merupakan sebuah terobosan baru pada masa itu yang dapat mentrigger inovasi riset alat bantu mata yang praktis lebih maju lagi. Nyatanya lebih dari 10.000 pasang softlens terjual di Amerika antara tahun 1935-1939.


Perkembangan lensa Kontak

Pada tahun 1949, teknologi Softlens mendapatkan titik terang dengan adanya penemuan material sintetik baru yaitu, Polymethylmethylpropenoate (PMMA). Bahan ini membuat softlens lebih bersahabat dengan mata manusia karena dinilai lebih ringan. Penemuan ini membuat penjualan lensa kontak pada tahun itu membooming mencapai 200 ribu pasang terjual.

Barulah pada tahun 1960-an diluncurkan produk Softlens berbahan Hydrogel. Bahan Softlens Hydrogel ini ditemukan oleh seorang ahli kimia dari Republik Ceko yang bernama Otto Wichterle dan Drahoslav Lim yang mempublikasikan riset mereka yaitu "Hydrophilic gels for biological use" di jurnal Nature pada tahun sebelumnya. Pada masa inilah terobosan terpenting dalam sejarah pembuatan Softlens terukir. Dengan ditemukannya Hydrogel sebagai bahan dasar pembuat Softlens, membuat produk softlens pada saat itu lebih membooming lagi. Pemakaian softlens dirasa sudah sangat aman dan nyaman dipakai. Opini tersebut mungkin memang benar, karena bahan material Hydrogel ini lebih lembut dan sudah memungkinkan pergantian oksigen di mata saat menggunakan Softlens. Sebagai buktinya, pada tahun 1971, bahan Hydrogel merupakan bahan dasar pembuat softlens pertama yang disetujui oleh Food & Drug Administration (FDA) dan hingga kini bahan tersebut terus dikembangan sebagai bahan dasar softlens.


Lensa Kontak

Lensa KontakLensa kontak (kadang hanya disebut sebagai "kontak") adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata.

Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Banyak lensa kontak diwarnai biru untuk membuat mereka lebih mudah terlihat saat dibersihkan, disimpan atau saat dipakai. Lensa kontak kadang-kadang secara sengaja dibuat warna lain untuk mengubah penampilan mata pemakainya.

Diperkirakan ada 125 juta orang di dunia yang menggunakan lensa kontak (2% dari jumlah manusia) termasuk 28-38 juta di Amerika Serikat dan 13 juta di Jepang.


Sumber:

Penemu Teka-teki Silang, Arthur Wynne

Teka-teki Silang pertama kali
Teka-teki silang Arthur Wynne, 21 Desember 1913
Arthur Wynne adalah seorang editor dan pembuat permainan teki-teki di Britania dan Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penemu teka-teki silang pada tahun 1913.

Arthur Wynne lahir pada tanggal 22 Juni 1871, di Liverpool, Inggris. Dia beremigrasi ke Amerika Serikat pada 6 Juni, 1891 pada usia 19, dan menetap di Pittsburgh, Pennsylvania.

Sementara di Pittsburgh, Wynne bekerja di koran Pittsburgh Press dan bermain biola di Pittsburgh Symphony Orchestra. Kemudian ia pindah ke New York City dan bekerja di koran New York World. Ia terkenal karena penemuan teka-teki silang pada tahun 1913, saat itu ia adalah warga Cedar Grove, New Jersey.

Suatu hari ia diperintahkan untuk membuat sebuah permainan untuk dimuat di koran. Wynne mendapat ide dari permainan yang sering ia temui saat masa kanak-kanak, yakni Kotak Ajaib.

Wynne menciptakan halaman teka-teki untuk "Fun" bagian dari edisi Minggu New York World. Untuk edisi 21 Desember, 1913, ia memperkenalkan puzzle dengan bentuk berlian dengan bagian dalam berongga, huruf FUN sudah terisi. Dia menyebutnya sebagai "Word-Cross Puzzle."

Meskipun penemuan Wynne ini didasarkan pada bentuk puzzle sebelumnya, seperti berlian kata, ia memperkenalkan sejumlah inovasi (misalnya penggunaan garis horizontal dan vertikal untuk membuat kotak untuk pemecah memasukkan huruf). Ia kemudian merintis penggunaan kotak hitam dalam susunan simetris untuk memisahkan kata-kata dalam baris dan kolom. Dengan pengecualian dari skema penomoran, bentuk teka-teki Wynne "Word-Cross" adalah bekas teka-teki silang modern.

Beberapa minggu setelah "Word-Cross" muncul, nama teka-teki diubah menjadi "Cross-Word" sebagai hasil dari kesalahan typesetting. Teka-teki Wynne ini telah dikenal sebagai "teka-teki silang" sejak itu.

Dengan pengubahan menjadi teki-teki silang. Permainan ini dimuat pada New York World edisi 21 Desember 1913.

Teka-teki silang pertamanya berbentuk belah ketupat dan tidak terdapat kotak hitam. Arthur Wynne menerbitkan buku teka-teki silang pertamanya pada 1924.

Arthur Wynne menjadi warga negara AS naturalisasi di tahun 1920-an. Ia meninggal di Clearwater, Florida pada 14 Januari 1945.

Pada tahun 1970-an di Jakarta terbit "Asah Otak", sebuah majalah TTS dan berbagai teka-teki lainnya. Penerbitan ini ternyata sukses sehingga banyak terbitan serupa yang segera mengikutinya.