Antoine Baumé - Penemu Hidrometer Skala Baumé

Antoine Baumé - Penemu Hidrometer Skala Baumé

Antoine Baumé
Antoine Baumé
Antoine Baumé (lahir 26 Februari 1728 – meninggal 15 Oktober 1804 pada umur 76 tahun) adalah seorang kimiawan Perancis.

Ia lahir di Senlis. Ia belajar pada kimiawan Claude Joseph Geoffroy dan pada tahun 1752 diterima sebagai anggota École de Pharmacie. Pada tahun yang sama, ia ditunjuk menjadi profesor kimia di sana. Uang yang ia dapatkan dari bisnis produk-produk kimianya di Paris memungkinkan Baumé pensiun tahun 1780 agar bisa berfokus pada kimia terapan. Sayangnya, karena Revolusi Perancis, ia terpaksa kembali ke dunia komersial.

Baumé mencetuskan banyak pemutakhiran proses teknis, misalnya pemutihan sutra, pewarnaan, pengemasan, pemurnian kalium nitrat, dan lain-lain. Ia justru lebih dikenal sebagai penemu hidrometer skala Baumé untuk mengukur kepadatan cairan. Skala tersebut masih memakai namanya, tetapi sering disalah eja menjadi "Beaum".

Ia telah menulis beberapa buku dan karya tulis. Karyanya yang paling berpengaruh adalah Éléments de pharmacie théorique et pratique (9 edisi, 1762–1818). Ia menjadi anggota Académie des Sciences pada tahun 1772 dan rekanan Institut de France tahun 1796. Ia meninggal dunia di Paris tanggal 15 Oktober 1804.


Skala Baume

Skala Baume adalah sepasang skala hydrometer yang dikembangkan oleh Antoine Baume pada tahun 1768 untuk mengukur kepadatan dari berbagai cairan (mengukur massa jenis dari suatu benda cair). Unit skala Baume telah dinotasikan berbagai derajat Baume, B °, Bé ° dan Baume. Salah satu langkah skala kepadatan berat cairan dari air dan lainnya, cairan lebih ringan dari air. Baume dari air suling adalah 0.


Hidrometer

Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis cairan. Nilai massa jenis cairan dapat kita ketahui dengan membaca skala pada hidrometer. Misalnya, dengan mengetahui massa jenis susu, maka dapat ditentukan kadar lemak dalam susu, dan dengan mengetahui massa jenis zat cairan anggur, dapat ditentukan kadar air keras dalam cairan anggur. Hidrometer umumnya digunakan untuk memeriksa muatan aki mobil.


Prinsip kerja

Hidrometer adalah salah satu alat yang menggunakan prinsip dan mengaplikasikan hukum Archimedes di dalamnya. Hukum Archimedes ini sebenarnya sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari kita. Hukum Archimedes menyatakan bahwa benda yang tercelup ke dalam fluida (benda tidak padat: cair/gas) akan mengalami gaya mendorong ke atas sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Jadi, saat alat hidrometer dimasukkan ke dalam zat cair, maka zat cair itu akan balik memberi gaya ke atas yang besarannya sama dengan berat dari alat hydrometer itu sendiri. Alat Hydrometer ini tugasnya mengkonversi gaya tersebut menjadi satuan massa jenis zat cair. Hal ini dikarenakan di dalam alat ini sudah ada zat cair yang massa jenisnya telah diketahui serta telah terpampang dalam bentuk skala yang tertera pada hidrometer.
Read More
Josaphat Tetuko Sri Sumantyo - Penemu Radar Satelit Pengamatan Permukaan Bumi & Pemilik Paten di 118 Negara

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo - Penemu Radar Satelit Pengamatan Permukaan Bumi & Pemilik Paten di 118 Negara

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo
Prof. Josaphat 'Josh' Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. adalah salah satu pemegang paten antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit. Penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat tanpa awak dan small satellte, serta radar peramal cuaca 3 dimensi.Saat ini menjabat Full Professor (permanent staff) di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang dan sebagai profesor/dosen tamu di berbagai universitas.


Ia beristrikan Innes Indreswari Soekanto (seorang dosen di Institut Teknologi Bandung) dan mereka memiliki seorang anak, yaitu Johannes 'MD' Pandhito Panji Herdento. Pada saat Josaphat Tetuko Sri Sumantyo (biasa disapa dengan Josh) dan istrinya belajar bersama di Chiba University, mereka mendirikan yayasan bernama Pandhito Panji Foundation (PPF) guna memajukan dunia penelitian, pendidikan dan seni rupa di Indonesia. Yayasan ini terdiri dari Pusat Penelitian Remote Sensing (RSRC), Pusat Penelitian Pendidikan (ERC) dan Pusat Penelitian Seni Rupa (ARC). Hasil penelitian dari ketiga pusat penelitian tersebut telah banyak disebarluaskan ke masyarakat Indonesia, dan telah dimuat di berbagai mass media dalam dan luar negeri. Khususnya hasil karya mereka di bidang remote sensing telah dinikmati oleh kalangan Universitas, Lembaga Penelitian, Pemerintah Daerah hingga militer di Indonesia dan luar negeri untuk monitoring lingkungan dan bencana. Pusat penelitian ini telah memberikan beasiswa dari tingkat SD hingga S2 di berbagai sekolah dan perguruan tinggi Indonesia. Sedangkan karya seni keluarga mereka lewat Innes Sculpture Studio banyak dapat dinikmati di berbagai kota dalam dan luar negeri, serta dikoleksi oleh berbagai orang di seluruh dunia.


Biografi singkat

Josh Sri Sumantyo, panggilan akrab dari Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, dilahirkan pada tanggal 25 Juni 1970 di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara (dulu AURI), di Markas Komando Pasukan Gerak Tjepat (KOPASGAT) TNI Angkatan Udara Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah putra kedua dari pasangan Michael Suman Juswaljati (Instruktur Paskhas TNI-AU dan terakhir anggota Fraksi TNI DPRD Wonogiri) dan Florentina Srindadi. Ia mempunyai satu kakak yang sudah meninggal dan dua adik, yaitu Franciscus Dwi Koco Sri Sumantyo (sekarang di Halim Perdanakusuma, Jakarta) dan Lucia Tri Erowadanti Sri Sumantyo (sekarang di Pemda Wonogiri).

Ia mulai mengenyam pendidikan formal di TK Islam Aisyah Kandang Menjangan Kartasura, SDN IV Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah (1977-1983). Kemudian dilanjutkan ke SMPN 1 Kartasura (1983-1986), Sukoharjo, dan SMA Negeri 1 Surakarta atau Solo, Margoyudan [17](1986-1989), Solo dengan Jurusan Fisika (A1). Selanjutnya Josh Sri Sumantyo memperoleh gelar B.Eng dan M.Eng dalam bidang rekayasa komputer dan kelistrikan di Universitas Kanazawa, Jepang pada tahun 1995 dan 1997 dengan beasiswa Science and Technology Manpower Development Program (STMDP) II atau (beasiswa pada zaman Menristek Habibie) untuk S-1 dan Rotary International Scholarship Foundation untuk S-2, berturut-turut (Subsurface Radar Systems) dan gelar Ph.D. dalam bidang Sains Sistem Artifisial (Applied Radio Wave and Radar Systems: Satellite onboard Synthetic Aperture Radar) dari Graduate School of Science and Technology, Universitas Chiba, Jepang pada tahun 2002 dengan beasiswa dari Okamoto International Scholarship Foundation, Satoh International Scholarship Foundation dan Atsumi International Scholarship Foundation untuk menyelesaikan studi S-3 atau Doktoral.


Karier keilmuan di Indonesia

Dari tahun 1989 sampai 1999, Josh Sri Sumantyo sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta dalam pengembangan radar bawah tanah, dan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) Angkatan Darat (TNI-AD), Bandung, Indonesia dalam pengembangan Pusat Simulasi Pertempuran (PUSSIMPUR) di Bandung dan Pusat Latihan Pertempuran (PUSLATPUR) TNI-AD di Baturaja, Sumatera Selatan. Selama di Kodiklat TNI-AD ia bekerja bersama Letjen Luhut Panjaitan (terakhir Menperindag pada masa pemerintahan Habibie), Letjen Sintong Pandjaitan, dan PUSLATPUR bersama Kolonel AD Sikki (terakhir Pangdam Brawijaya) di bawah langsung Jenderal Wiranto (KSAD waktu itu, terakhir Panglima TNI). Hingga saat ini ia juga menjadi Head Division Center for Remote Sensing (CRS) di Institute of Technology Bandung, Adjunct Professor di University of Indonesia [18], Visiting Professor di University of Udayana, Visiting Professor di Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) atau Badan Ruang Angkasa Jepang, serta dosen tamu di beberapa Universitas di Malaysia, Korea dll dan Universitas-universitas di tanah air.


Karier keilmuan di Jepang

Membuat radar sendiri atau melakukan penelitian untuk memajukan bidang radar Indonesia (dan dunia) merupakan impiannya sejak kecil saat berkenalan pertama kali dengan radar-radar TNI-AU di perbengkelan dan pemeliharaan radar (Benhar, sekarang Satuan Radar (Satrad) Pendidikan) Pangkalan Udara Utama (Lanuma, sekarang Lanud) Adisumarmo - Solo pada saat sang ayah kesehariannya melatih pasukan komando di Sekolah Pendidikan TNI-AU (Skadik 401/402/403) kebetulan berada di sebelah Benhar tersebut. Saat itu banyak anggota TNI-AU banyak mengenalkan jenis radar yang hampir semua buatan luar negeri kepada Josh kecil, sehingga memotivasi untuk membuat radar buatan manusia Indonesia di kemudian hari. Karier penelitian radar dimulai sejak diterima sebagai peneliti di BPPT pada tahun 1989. Kemudian ia menjadi asisten peneliti di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang sejak tahun 2000 dalam rangka mendukung kegiatan riset dan studi program doktornya di bawah bimbingan Prof. Ryutaro Tateishi dan Prof. Nobuo Takeuchi. Pada saat lulus Ph.D. tahun 2002, Ia diminta menjadi staf di Chiba University (Jepang), Leicester University (UK), University of Hebrew (Israel) dll, walau akhirnya memilih Chiba University karena dekat dengan Narita Airport (Tokyo International Airport), sehingga bisa mendukung kegiatan penelitian dan kontribusinya ke seluruh dunia. Ia pernah menduduki posisi Lecture & Post Doctoral Researcher di Center for Frontier Electronics and Photonics - Venture Business Laboratory (VBL), Universitas Chiba, Japan pada tahun 2002 hingga 2005 dengan berbagai penemuannya dalam bentuk antena tembus pandang (transparent antenna) dan berbagai jenis antena untuk keperluan mobile satellite communications. Dalam penelitian antena ini, ia bergabung dengan laboratorium Prof. Ito Koichi. Sejak 1 April 2005 hingga 31 Maret 2013, ia bekerja sebagai Associate Professor dan Head of Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) di Center for Environmental Remote Sensing (Permanent Staff), Universitas Chiba, Jepang dan sejak 1 April 2013 hingga saat ini Josh sebagai Full Professor (Guru Besar, permanent staff) di Universitas Chiba, Jepang dan juga sebagai profesor/dosen tamu di berbagai universitas dalam negeri Jepang dan luar negeri.


Karier keilmuan di dunia

Ia juga menjadi dosen tamu, reviewer, examiner dan evaluator berbagai instansi di berbagai negara.
  • Dosen tamu : Institute of Technology Bandung (Head Division CRS-ITB), University of Indonesia (Adjunct Professor), University of Udayana (Visiting Professor), Department of Imaging Sciences Chiba University (Associate Professor), Graduate School of Advanced Sciences Chiba University (Associate Professor) etc.
  • Reviewer : IEEE Geoscience and Remote Sensing Letter (GRSL), International Journal of Remote Sensing, IET Microwave, Antenna and Propagation (IET MAP) or former IEE MAP, Asian Journal of Geoinformatics, Journal of Environmental Informatics, International Journal of Remote Sensing and Earth science(IJReSES) etc.
  • Examiner/Supervisor : Multimedia University (Malaysia), Institut Teknologi Bandung, University of Hasannudin, University of Udayana (Indonesia), University of Tehran (Iran) etc.
  • Evaluator : National budget evaluator of Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Belgian Science Policy Office (BELSPO) etc.

Bidang keahlian

Bidang keahlian Josh adalah analisis teori hamburan gelombang mikro dan terapannya untuk microwave (radar) remote sensing, khususnya synthetic aperture radar (SAR), radar bawah tanah atau subsurface radar (VLF dan Microwave), analisis dan perancangan printed antenna untuk mobile satellite communications dan synthetic aperture radar (SAR). Ia menguasai perancangan integrasi sistem radar gelombang mikro, radar Radio Frequency (RF) system , patch antenna, microwave image signal processing dll. Ia juga merancang SAR masa depan untuk keperluan platform pesawat terbang tanpa awak (UAV) dan satellite. Saat ini ia mengembangkan pesawat tanpa awak Josaphat Laboratory Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX) series maupun microsatellite onboard Synthetic Aperture Radar (SAR) sensor [20]. SAR sensor ini nanti digunakan untuk monitoring permukaan bumi dan planet lain untuk pengembangan keperluan ilmu pengetahuan pada masa depan. Mulai 1 April 2013 Josh juga dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho) untuk mengembangan dua microsatellite yang membawa sensor GNSS-RO dan CP-SAR ciptakaan Josh untuk melakukan observasi lapisan Ionosfer dan permukaan bumi, dimana teknologi ini di masa depan diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui fenomena-fenomena sebelum terjadinya bencana di permukaan bumi, khususnya gempa bumi, sehingga teknologi diharapkan dapat mengurangi jumlah korban akibat bencana yang terjadi di permukaan planet, khususnya bumi.


Penghargaan yang telah diraih

Ia telah menerima banyak penghargaan dan research grants yang berhubungan dengan penelitian dan studinya dari lembaga penelitian dalam dan luar negeri. Serta ia telah meluluskan dan menjadi outside reviewer banyak mahasiswa program S-1, S-2 dan S-3 dari berbagai negara. (Sumber)
Read More
Mario J. Molina - Penemu Bahaya Cloroflorokarbon (CFC) Pada Lapisan ozon

Mario J. Molina - Penemu Bahaya Cloroflorokarbon (CFC) Pada Lapisan ozon

Mario J. Molina
Mario José Molina
Mario José Molina-Pasquel Henriquez (lahir 19 Maret 1943) adalah seorang ahli kimia kelahiran Meksiko dan pelopor yang paling menonjol untuk penemuan lubang ozon Antartika. Pada tahun 2004 ia menjadi profesor di University of California, San Diego dan Pusat Sains Atmosfer di Scripps Institution of Oceanography. Ia merupakan salah seorang pemenang Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1995 bersama tiga rekannya yang lain karena membuat penemuan penting mengenai bahaya bahan kimia Cloroflorokarbon (CFC) yang membahayakan lapisan ozon. Mario Molina merupakan rakyat Meksiko pertama yang memenangkan Hadiah Nobel. Molina adalah penasihat kebijakan iklim Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto.

Mario Molina juga adalah seorang profesor di Institut Teknologi Massachusetts Boston, Amerika Serikat dan giat dalam usaha untuk menyelamatkan alam sekitar.


Biografi

Molina adalah putra Roberto Molina-Pasquel, seorang pengacara dan diplomat yang kemudian menjadi Duta kepala ke Etiopia, Australia dan Filipina pada tahun 1923, dan Leonor Henriquez. Saat masih kecil, ia merubah kamar mandi menjadi laboratorium kecil, menggunakan mikroskop dan peralatan kimia mainan. Dia juga belajar ke bibinya, Esther Molina, yang merupakan seorang ahli kimia, yang membantu dia dengan eksperimen.

Setelah menyelesaikan studi dasar di Mexico City dan di Institut auf dem Rosenberg di Swiss ia meraih gelar sarjana di bidang teknik kimia di Universitas Otonomi Nasional Meksiko (UNAM) pada tahun 1965. Dua tahun kemudian ia meraih gelar pascasarjana di Albert Ludwigs Universitas Freiburg, Jerman Barat, dan Ph.D. dalam kimia di University of California, Berkeley pada tahun 1972. Molina menikahi ahli kimia Luisa Y. Tan pada bulan Juli 1973. Mereka pindah ke Irvine, California.

Pada tahun 1974, sebagai peneliti postdoctoral di University of California, Irvine, Molina dan Rowland turut menulis sebuah makalah di jurnal Nature menyoroti ancaman CFC pada lapisan ozon di stratosfer. Pada saat itu, CFC banyak digunakan sebagai bahan kimia untuk propelan dan refrigeran. Ketidakpedulian awal dari civitas akademika meminta pasangan untuk mengadakan konferensi pers pada pertemuan American Chemical Society di Atlantic City pada bulan September 1974, di mana mereka menyerukan larangan lengkap tentang rilis lanjut CFC ke atmosfer. Skeptisisme dari ilmuwan dan produsen komersial bertahan, bagaimanapun, dan konsensus tentang perlunya tindakan hanya mulai muncul pada tahun 1976 dengan publikasi dari tinjauan ilmu oleh National Academy of Sciences. Hal ini menyebabkan penghapusan CFC seluruh dunia dari kaleng aerosol dan lemari es, dan untuk pekerjaan ini Molina kemudian berbagi Hadiah Nobel Kimia.

Antara 1974 dan 2004 ia memegang berbagai penelitian dan pengajaran posting di University of California, Irvine, Jet Propulsion Laboratory di Caltech dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana ia memegang janji bersama di Departemen Bumi Atmosfer dan Planetary Sciences dan Departemen Kimia. Pada 1 Juli 2004 Molina bergabung dengan Departemen Kimia dan Biokimia di University of California, San Diego dan Pusat Sains Atmosfer di Scripps Institution of Oceanography .

Molina adalah anggota dari Akademi Ilmu Kepausan, National Academy of Sciences,  Institute of Medicine dan The National College of Mexico. Dia bekerja di dewan beberapa organisasi lingkungan dan juga duduk di sejumlah komite ilmiah termasuk Komite Presiden AS Penasehat dalam Sains dan Teknologi, Komite Kebijakan Kelembagaan, Komite Keamanan dan Keberlanjutan dari John D. dan Catherine T . MacArthur Foundation dan Mario Molina Center. Dia juga bertugas di dewan pengawas untuk Sains Service, sekarang dikenal sebagai Masyarakat Sains & Publik , 1999-2006. Dia juga telah menerima lebih dari tiga puluh gelar kehormatan dan Asteroid 9680 Molina dinamai untuk menghormatinya. Pada tahun 2003 dia adalah salah satu dari dua puluh dua pemenang hadiah Nobel yang menandatangani Manifesto Humanis.

Molina dan istri pertamanya Luisa Tan Molina bercerai, kemudian menikah dengan istri keduanya Guadalupe Álvarez pada bulan Februari 2006. Anaknya hanya bekerja sebagai dokter di Boston. Molina diperintahkan oleh Presiden AS Barack Obama untuk membentuk bagian tim transisi pada isu-isu lingkungan.


Penemuan

Mario Molina bergabung dengan laboratorium Profesor F. Sherwood Rowland pada tahun 1973 sebagai postdoctoral fellow. Di sini, Molina melanjutkan penelitian perintis Rowland ke dalam "atom panas" kimia, yang merupakan studi tentang sifat kimia atom dengan energi translasi berlebih karena proses radioaktif. Penelitian ini segera menyebabkan penelitian chlorofluorocarbons (CFC), yang telah terakumulasi di atmosfer. Rowland dan Molina telah menyelidiki senyawa lain yang mirip dengan CFC sebelumnya, dan bersama-sama mereka mengembangkan CFC teori penipisan ozon. Molina mencoba untuk mencari tahu bagaimana CFC hancur di atmosfer yang lebih rendah, tapi tidak ada yang tampak untuk bekerja. Dia dan Rowland tahu bahwa jika CFC dilepaskan ke atmosfer tidak busuk oleh proses lainnya, mereka terus-menerus naik ke ketinggian yang lebih tinggi sampai mereka dihancurkan oleh radiasi matahari. Mereka menemukan bahwa atom klorin, yang dihasilkan oleh dekomposisi CFC, katalis merusak ozon. Rowland dan Molina menerbitkan temuan mereka di Nature pada tanggal 28 Juni 1974, dan juga membuat upaya untuk mengumumkan temuan mereka di luar komunitas ilmiah, menginformasikan pembuat kebijakan dan media berita pekerjaan mereka. Membuktikan pentingnya melanjutkan penemuan mereka, sampai hari ini ada undang-undang yang melindungi lapisan ozon dengan mengatur penggunaan CFC.(Sumber: Wikipedia)
Read More
Evvy Kartini Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas

Evvy Kartini Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas

Baterai , Setipis Kertas Berbahan Gelas
Baterai , Setipis Kertas Berbahan Gelas
Doktor rer. Nat. (rerum naturalium) Evvy Kartini (Bogor, 22 April 1965) adalah Fisikawan Indonesia yang ahli dalam teknologi tenaga nuklir dan salah satu dari sepuluh ahli sejenis yang ada di dunia. Ia dikenal sebagai ilmuwan penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan teknik hamburan netron yang berdaya hantar sepuluh ribu kali lipat dari bahan sebelumnya.


Penemuan

Saat mendapat kesempatan belajar di Jerman, ia mulai menjajaki penelitian terhadap material gelas. Saat itu Evyy magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Evvy pun dibimbing ahli hamburan neutron Prof. Dr. Ferenc

Karier penelitiannya dimulai saat menyelesaikan S2-nya di Universitas Teknik Berlin. Ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang. Maka namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B (1994). Sejak itu, tawaran presentasi dan konferensi mengalir deras.

Tahun 1996, melalui kolaborasinya dengan profesor dari Universitas Mc Master, Kanada, Evvy kembali menemukan hal baru: adanya puncak Boson pada saat energi rendah. Temuan itu dipresentasikannya pada 600 peserta konferensi hamburan netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss. Namanya kembali tercatat dalam jurnal internasional, Canadian Journal of Physics (1995), Physical Review B (1995), dan Physica B (1997).

Ia pun mulai berkolaborasi dengan profesor dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO). Profesor itulah yang membuka jalan untuk berkolaborasi dengan banyak profesor lain di negara maju.

Penelitian tentang bahan-bahan superionik berbahan gelas ia mulai tahun 1996, sepulang dari Jerman. Ia sempat frustrasi karena terbatasnya fasilitas, tetapi tetap tekun menyiapkan eksperimen, seperti difraksi Sinar X dan pengukuran suhu serta konduktivitasnya, untuk dikirim ke Chalk River Laboratory, Kanada.


Formula Gelas

Sudah sejak dulu para ilmuwan di dunia berlomba-lomba melakukan riset dan pengembangan solid state ionics. Namun, kata Evvy masalah utama riset solid state ionics ialah pencarian padatan superionik untuk elektrolit padat komponen baterai, yang memiliki konduktivitas tinggi pada suhu ruang. Untuk itu, Evvy melakukan penelitian dan pengembangan gelas superionik sebagai material baterai isi ulang.

Gelas merupakan materi yang memiliki struktur acak (disorder) yang dikenal manusia berabad-abad lalu, dan ditemukan di Mesir sekitar 300 SM. Adapun gelas superionik terbentuk dari tiga komponen, yaitu pembentuk gelas, pengubah gelas, dan garam dopan.

Gelas superionik ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan elektrolit polikristal, termasuk tidak memiliki batas butir, mudah dibuat, memiliki suhu leleh rendah, dan konduktivitas ionik tinggi pada suhu ruang. Sejauh ini, Evvy telah memberikan kontribusi cukup besar dalam penelitian dan pengembangan gelas superionik (AgI)x(AgPO3)1-x lewat program Riset Unggulan Terpadu yang didanai Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Dia memanfaatkan material NH3H2- PO4 dan AgNO3 yang dipanaskan dalam furnace sampai meleleh pada suhu 400 derajat Celsius.

Lalu, formula tersebut didinginkan dengan cepat dalam lingkungan nitrogen cair, sehingga menghasilkan gelas bening dan transparan, yaitu AgPO3. “Jika ditambah AgI, produk gelas AgIAgPO3 berwarna kuning transparan,” kata Evvy. Tahap uji coba gelas supersonik tersebut di antaranya lewat karakterisasi material elektrolit dan elektroda yang dihasilkan serta uji coba dalam performan baterai.

Karakterisasi paling penting adalah menguji sifat listrik dari gelas yang dibuat. Contohnya AgPO3 dengan konduktivitas ionik ~10E-7 S/cm (Siemen per sentimeter). Jika ditambah AgI produk gelas AgI-AgPO3, konduktivitas meningkat sepuluh ribu kali menjadi ~10E-3 S/cm. Hal itu terjadi pada gelas konduktor ionik lainnya, seperti pada gelas lithium LiPO3 dan LiI-LiPO3, walau konduktivitasnya lebih rendah dari gelas berbasis perak.

“Fenomena kenaikan konduktivitas inilah yang menjadi perhatian para peneliti di dunia untuk mengaji terjadinya proses dinamika ion transport di dalam gelas superionik,” terang perempuan kelahiran Bogor, 22 April 1965, itu.


Penghargaan

Tahun 1998 ia menerima penghargaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) VI dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi atas penelitiannya berjudul "Sintesa dan Karakterisasi Bahan-bahan Gelas Superionik (AgI)x(AgPO3)1-x". Tahun itu juga, ia menerima tawaran program postdoctoral di Kanada.

Sungguh kebetulan. Ia tidak perlu menyupervisi contoh yang akan dieksperimen di Kanada. Bersama Prof Dr MF Collins, ia mencoba memahami mekanisme konduksi dari bahan gelas bersifat superionik dan mengamati ketergantungan suhu bahan-bahan superionik.

Saat itu pula ia mulai berkolaborasi dengan para profesor peneliti netron dari Jepang dan Inggris, negara-negara terkemuka dalam penelitian netron. Kolaborasi menghasilkan fenomena dinamika ion dalam bahan-bahan gelas. Penemuan besar yang dicari para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.

Sederet prestasi lainnya juga didapat saat Evvy berada di Jerman. Dan, yang paling berkesan adalah saat terpilih sebagai wanita Asia pertama yang mengikuti Program Hercules. Pada 1994, namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B. Sejak itu, tawaran presentasi dan konferensi mengalir deras.

Akhirnya pada 1998-2000 namanya tercatat di sepuluh jurnal bergengsi sebagai peneliti utama. Dalam tempo dua tahun, 1998-2000, namanya tercatat di sepuluh jurnal bergengsi sebagai peneliti utama. Selain tercatat di jurnal Physica B, Evvy juga menulis buku Solid State Ionics (2001) bersama profesor dari Jepang.

Hasil riset yang dilakukan oleh Evvy sudah mendapat tanggapan dari para pelaku industri di dalam negeri. Kolega-koleganya di dunia internasional juga telah mengirimkan surat kesediaan untuk mengucurkan dana puluhan ribu dolar Amerika Serikat guna penelitian penerima Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Megawati Sukarnoputri--presiden saat itu. Ia pun mulai berkolaborasi dengan profesor dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO).


Pendidikan:
  • Sarjana Fisika lulusan Institut Teknologi Bandung
  • Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990.
  • lulusan Postdoctoral dari Departemen Fisika dan Astronomi Universitas McMaster, Hamilton, Kanada

Sumber:
Read More
Soetjipto Soedjono - Penemu Pondasi Sarang Laba-Laba Tahan Gempa

Soetjipto Soedjono - Penemu Pondasi Sarang Laba-Laba Tahan Gempa

Ir. H. Soetjipto Soedjono
Ir. H. Soetjipto Soedjono
Lahir: Trenggalek, 13 Agustus 1945

Wafat: Surabaya, 24 November 2011

Jabatan: Sekretaris Jenderal PDI-P, Wakil Ketua MPR-RI

Keahlian: Penemu Teknik Fondasi Sarang Laba-laba

Pendidikan: S1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Ir. Soetjipto Soedjono (lahir di Trenggalek, 13 Agustus 1945 – meninggal di Surabaya, 24 November 2011 pada umur 66 tahun), merupakan tokoh teknik sipil dan politisi terkemuka di Indonesia. Sutjipto juga merupakan mantan calon Gubernur Jawa Timur dalam Pilkada Jatim 2008 yang diusung PDI Perjuangan yang berpasangan dengan Ridwan Hisjam. Bersama dengan Ir. Ryantori menemukan Pondasi Sarang Laba-Laba yang tahaan gempa.


Biografi

Soetjipto Soedjono lahir di Trenggalek, Jawa Timur pada 13 Agustus 1945. Gelar Sarjana Teknik Sipil diraih di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Ia Wafat di Surabaya pada 24 November 2011.


Pondasi Sarang Laba-Laba

Konstruksi Sarang Laba Laba (KSLL) ditemukan tahun 1976 oleh Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto. Keduanya alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). KSLL buah dari hasil diskusi selama 8 tahun dibawah bimbingan mentor tunggal Prof. Dr. Ir. Rooseno.

Awalnya Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto berpendapat bahwa KSLL yang mereka temukan adalah konstruksi komposit antara plat beton yang diperkuat rib-rib beton dibawahnya dengan tanah / pasir yang dipadatkan dengan sempurna di antara rib-rib.

Tetapi setelah didiskusikan selama kurang lebih 8 tahun dibawah bimbingan mentor tunggal mereka Prof. Dr. Ir. Rooseno mereka bertiga akhirnya sepakat bahwa KSLL memiliki kemampuan jauh di atas konstruksi komposit seperti anggapan pertama mereka.
Denah konstruksi sarang laba-laba
Denah konstruksi sarang laba-laba (sumber: http://www.konstruksilabalaba.com/)
Pondasi sistem KSLL merupakan pondasi bawah konvensional hasil kombinasi antara sistem pondasi pelat beton pipih menerus dan sistem perbaikan tanah. Kombinasi tersebut menghasilkan kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan sehingga membentuk sebuah pondasi yang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pondasi dangkal lainnya. Konstruksi tersebut dinamakan sarang laba-laba karena memang pembesian pelat pondasi di daerah kolom seperti jaring laba-laba dan di atas pondasi dipasang pelat yang siap dibangun.
Insinyur Soetjipto bersama Insinyur Ryantori menemukan teknik fondasi konstruksi sarang laba-laba dan sejak 2004 pemilik paten fondasi konstruksi sarang laba-laba adalah PT Katama Suryabumi, fondasi ini terbukti aman dari gempa dan telah terbukti pada gempa di NAD, Sumatera Barat, Bengkulu, Manokwari, dan daerah rawan gempa lainnya. Sehingga dalam jangka dua tahun (3 Desember 2007 hingga 1 Desember 2009) telah mendapat lima penghargaan salah satunya Penghargaan Upakarti dengan kategori Rintisan Teknologi sebagai Pondasi Ramah Gempa.

Pahun 2004, ketika gempa mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Gempa yang disertai gelombang tsunami telah meluluhlantakkan daerah di sekitar pantai provinsi tersebut serta memakan banyak korban serta menghancurkan infrastruktur dan permukiman warga. Peristiwa seperti ini akan selalu menjadi kekhawatiran, mengingat kondisi geografis negara kita yang berada pada jalur gempa. Namun, di antara bangunan yang hancur tersebut sebanyak 107 bangunan dengan fondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) tetap utuh, seperti Gedung Tera PLN Banda Aceh, SMK 3 Banda Aceh, dan Gedung Dinas Kesehatan di Pulau Simeuleu.

Insinyur Sutjipto lebih populer sebagai politisi ketimbang bidang konstruksi keahliannya. Soetjipto mencuat kepermukaan saat terjadinya konflik dalam tubuh PDI Jawa Timur. Soetjipto memilih mendukung DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri. Pilihan ini mengantarkannya menjabat Sekjen PDI-P dan Wakil Ketua MPR.


Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan fondasi KSLL
Untuk bangunan bertingkat tanggung (2-8 lantai):
  • Seluruh luasan tapak bangunan akan terangkai menjadi satu kesatuan konstruksi bangunan bawah yang kokoh.
  • KSLL menggantikan fungsi dari kurang lebih 15-20 jenis pekerjaan dari sub-structure / konstruksi bangunan bawah.

Rekor Dunia MURI
  1. Konstruksi Sarang Laba Laba adalah sistem fondasi pertama dan satu-satunya di dunia yang terbukti telah menyelamatkan bangunan-bangunan yang didukungnya pada gempa berkekuatan 9,1 SR dengan ratio keberhasilan 100 %.
  2. Pertama di dunia, Konstruksi Sarang Laba Laba adalah sistem konstruksi fondasi pertama di dunia yang mampu memaksa tanah untuk berfungsi struktur, tetapi massa tanahnya tidak menjadi beban dari struktur.

Paten

Terdaftar – 1979 : No. 7191 (Seri 1)
Paten – 2004 : No ID 0 018 808 (Seri 2)
Paten on progress – 2014 : No P00201403811 (Seri 3)


Karier

Ia memimpin kader dan simpatisian PDI di Jawa Timur melawan campur tangan pemerintah dalam tubuh PDI. Dia pun memindahkan markas PDI ke kantor CV. Bumi Raya, perusahaan jasa konstruksi miliknya. Sebab kantor lama masih dikuasai kubu Latief Pudjosakti. Sebuah bentuk perlawanan kepada pemerintah yang otoriter sekaligus sebagai wujud dukungan kepada kepemimpinan Megawati yang didukung oleh arus bawah.

Pilihannya membela dan menjunjung demokrasi itu, telah mengantarkan lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang kemudian menemukan teknik fondasi sarang laba-laba, ini menjadi seorang politisi kaliber nasional. Ahli konstruksi yang temuannya antara lain dipakai di Bandara Hang Nadim, Batam, ini akhir lebih mengalir bicara politik ketimbang bidang konstruksi yang juga digelutinya.

Memang, kehidupan politik (berorganisasi) bukan hal baru baginya. Sejak di SMA tahun 1964, ia sudah aktif di Gerakan Siswa Nasional Indonesia. Kemudian saat kuliah di ITS, ia aktif di Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, hingga menjabat menjabat wakil sekretariat GMNI Jawa Timur (1971). Pada tahun 1986, ia pun mulai aktif di PDI. Lalu, dua tahun kemudian terpilih sebagai bendahara PDI Jawa Timur.


Sumber:
Read More
Stanislao Cannizzaro - Penemu Reaksi Kimia yang Melibatkan Disproporsionasi Aldehida Tanpa Hidrogen Pada Posisi Alfa

Stanislao Cannizzaro - Penemu Reaksi Kimia yang Melibatkan Disproporsionasi Aldehida Tanpa Hidrogen Pada Posisi Alfa

Stanislao Cannizzaro
Stanislao Cannizzaro
Stanislao Cannizzaro adalah seorang kimiawan Italia. Dia dikenal atas reaksi Cannizzro, serta perannya dalam konferensi kimia internasional pertama, yang diselenggarakan di Karlsruhe di Jerman Selatan pada September 1860.


Biografi

Cannizzaro lahir 13 Juli 1826, di Palermo, Italia. Pada 1841, ia masuk universitas di sana dengan tujuan profesinya sebagai pembuat obat, namun ia segera beralih ke studi kimia. Pada 1845 dan 1846 ia bertindak sebagai asisten Raffaele Piria (1815-1865), yang dikenal karyanya pada salisin, seorang profesor kimia di Pisa dan di Turin.

Selama revolusi kemerdekaan Sisilia tahun 1848, Cannizzaro menjabat sebagai perwira artileri di Messina dan juga dipilih sebagai wakil Francavilla di parlemen Sisilia, dan setelah jatuhnya Messina pada bulan September 1848, ia ditempatkan di Taormina. Pada masa runtuhnya para pemberontak, Cannizzaro melarikan diri ke Marseille, Mei 1849, serta berpindah-pindah di kota-kota Perancis hingga akhirnya menetap di Paris pada bulan Oktober. Di sana, dia bekerja di laboratorium Michel Eugène Chevreul, dan pertemuannya dengan FS Cloez (1817 – 1883) menghasilkan kontribusi pertamanya dalam penelitian kimia, pada 1851, yakni  sianamida yang dibuat berdasarkan reaksi ammonia di dalam larutan klorida sianogen halus. Pada tahun yang sama Cannizzaro diterima di National College of Alessandria, Piedmont, sebagai profesor kimia fisik. Di Alessandria ia menemukan bahwa aldehida aromatik terurai oleh solusi beralk0hol dari kalium hidroksida ke dalam campuran asam yang sesuai dan alc0hol. Sebagai contoh, benzaldehida terurai menjadi asam benzoat dan benzil alk0hol, yang dikenal sebagai reaksi Cannizzaro.

Pada musim gugur 1855, Cannizzaro menjadi profesor kimia di Universitas Genoa, begitu juga di Pisa dan Naples. Cannizzaro juga diterima sebagai Ketua Kimia Anorganik dan Organik di Palermo. Di sana ia menghabiskan sepuluh tahun mempelajari senyawa aromatik dan terus bekerja pada gugus amina, sampai pada tahun 1871 ketika dia diangkat menjadi Ketua Kimia di Universitas Roma.

Hasil karyanya pada kimia organik, serta penelitian santonin, 1858 Cannizzaro membuat paper Sunto di un corso di Filosofia chimica, atau Ringkasan kursus filsafat kimia, di mana dia menegaskan perbedaan yang sebelumnya diduga oleh Avogadro, antara berat atom dan molekul. Cannizzaro menunjukkan bagaimana berat atom dari unsur yang terkandung dalam senyawa volatil dapat disimpulkan dari berat molekul senyawa, dan bagaimana berat atom dari unsur-unsur yang senyawa kepadatan uap tidak diketahui dapat ditentukan dari pengetahuan khusus memanaskannya. Atas prestasinya ini, fundamental of importance to atomic theory (Dasar-Dasar Penting Dalam Teori Atom), ia dianugerahi Copley Medal oleh Royal Society pada tahun 1891.

Pada tahun 1871, atas keunggulan ilmiah Cannizzaro dia masuk ke senat Italia, menjadi wakil presiden, dan sebagai anggota Dewan Instruksi Publik.


Kongres Karlsruhe

Cannizzaro dikenal karena perannya dalam konferensi kimia internasional pertama, yang diselenggarakan di Karlsruhe di Jerman Selatan pada September 1860. Konferensi ini ditujukan untuk memperoleh kesatuan dan kesepahaman antara masyarakat kimia Eropa. Kongres Karlsruhe dapat menjadi simbol era dimana kimia memperoleh kemunculan modernnya. Hukum Avogadro memberikan dasar penentuan massa atom relatif, yakni massa atom (secara nal disebut berat atom). Pentingnya massa atom ini lambat disadari. Kimiawan Italia Stanislao Cannizzaro (1826-1910) menyadari pentingnya hipotesis Avogadro dan validitasnya di International Chemical Congress yang diselenggarakan di Karlsruhe, Germany, di tahun 1860, yang diadakan utuk mendiskusikan kesepakatan internasional untuk standar massa atom. Sejak itu, validitas hipotesis Avogadro secara perlahan diterima.

Cannizzaro terkenal karena kontribusinya untuk perdebatan atas atom, molekul, dan bobot atom. Dia memperjuangkan gagasan Amedeo Avogadro bahwa volume gas yang sama pada tekanan yang sama dan temperatur dalam jumlah yang sama dari molekul atau atom, dan gagasan bahwa volume gas yang sama dapat digunakan untuk menghitung berat atom. Dengan demikian, Cannizzaro memberikan pemahaman baru tentang kimia. Stanislao Cannizzaro meninggal pada 10 Mei 1910.


Reaksi Cannizzaro

Reaksi Cannizzaro, dinamakan dari penemunya Stanislao Cannizzaro, adalah sebuah reaksi kimia yang melibatkan disproporsionasi aldehida tanpa hidrogen pada posisi alfa yang diinduksi oleh basa. Cannizzaro pertama kali menyelesaikan transformasi ini pada tahun 1853, ketika dia mendapatkan benzil alkohol dan asam benzoat dari reaksi antara benzaldehida dengan kalium karbonat.
Reaksi Cannizzaro
C-R startAnimGif
Produk oksidasi reaksi ini adalah asam karboksilat dan produk redoksnya adalah alkohol. Untuk aldehida dengan atom hidrogen pada posisi alfa, misalnya RCHR'CHO, reaksi yang lebih difavoritkan adalah kondensasi aldol, yang berawal dari deprotonasi hidrogen alfa ini. Beberapa tinjauan telah diterbitkan.


Mekanisme reaksi

Mekanisme reaksi Cannizzarro
Langkah awal reaksi ini adalah adisi nukleofilik basa (misalnya anion hidroksi) ke karbon karbonil aldehida. Alkoksida yang dihasilkan kemudian terdeprotonasi, menghasilkan di-anion, dikenal sebagai zat antara Cannizzaro. Pembentukan zat antara ini memerlukan lingkungan basa yang kuat.
Mekanisme reaksi Cannizzarro
Kedua-dua zat antara ini dapat bereaksi lebih lanjut dengan aldehida dengan mentransfer sebuah hidrida, "H"−. Sifat hidridik C-H ditingkatkan oleh sifat penyumbang elektron oksigen alfa anion. Transfer hidrida ini secara bersamaan menghasilkan anion hidroksil dan karboksilat. Bukti lebih lanjut mengenai sifat hidridik dari zat antara Cannizzaro ini dapat terlihat pada pembentukan H2 ketika ia bereaksi dengan air.
The mechanism of the Cannizzarro reaction

Hanya aldehida yang tidak dapat membentuk ion enolat yang mengalami reaksi Cannizzaro. Aldehida tidak boleh terdapat proton yang terenolisasi. Di bawah kondisi basa yang memfasilitasi reaksi, aldehida dapat membentuk enolat yang kemudian akan mengalami kondensasi aldol. Aldehida yang dapat mengalami reaksi Cannizzaro meliputi formaldehida dan aldehida aromatik seperti benzaldehida.


Variasi

Terdapat pula kondisi khusus reaksi Cannizzaro silang. Variasi ini lebih umum terlihat belakangan ini karena reaksi Cannizzarro yang asli menghasilkan campuran alkohol dan asam karboksilat. Sebagai contoh, aldehida tanpa hidrogen alfa apapun dapat direduksi dengan keberadaan formaldehida. Formaldehida dioksidasi membentuk asam format dan alkhol yang diinginkan didapatkan dengan rendemen yang tinggi.


Sumber:
Read More
Charles Wheatstone - Penemu Stereogram

Charles Wheatstone - Penemu Stereogram

Charles Wheatstone
Sir Charles Wheatstone adalah seorang ilmuwan Inggris dan penemu banyak terobosan ilmiah di era Ratu Victoria, Diantara penemuannya ialah English concertina, stereoscope (perangkat untuk menampilkan gambar tiga dimensi), dan cipher Playfair (sebuah enkripsi teknik). Namun, Wheatstone terkenal karena kontribusinya dalam pengembangan jembatan Wheatstone, awalnya diciptakan oleh Samuel Hunter Christie, yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yang tidak diketahui, dan sebagai tokoh utama dalam pengembangan telegrafi.

Charles Wheatstone lahir di Barnwood, Gloucester pada 6 Februari 1802 Gloucester, Inggris.  Ayahnya adalah penjual musik di kota tersebut, yang kemudian berpindah ke 128 Pall Mall, London, empat tahun kemudian, menjadi guru flute. Wheatstone meninggal pada 19 Oktober 1875 (umur 73) di Paris, Perancis.


Stereogram

Stereogram
Stereogram, Charles Wheatstone
Stereogram adalah ilusi kedalaman optik dibuat dalam bidang datar, gambar dua dimensi atau foto. Awalnya, stereogram adalah sepasang foto stereo yang dapat dilihat menggunakan stereoscope. Stereogram jenis lain termasuk anaglyphs dan autostereograms.

Charles Wheatstone menemukan Stereogram pada tahun 1838. Ia menemukan suatu penjelasan tentang visi teropong yang menuntunnya untuk membangun sebuah stereoscope didasarkan pada kombinasi dari prisma dan cermin untuk memungkinkan seseorang melihat gambar 3D dari dua foto 2D. Oliver Wendell Holmes, Sr menciptakan bentuk peningkatan stereoscope pada tahun 1861, yang tidak memiliki cermin dan murah untuk diproduksi. Stereoscopes ini sudah sangat populer selama beberapa dekade.

Stereogram itu kembali dipopulerkan oleh penciptaan autostereograms pada komputer, di mana sebuah gambar 3D yang tersembunyi dalam satu gambar 2D, sampai mata terfokus penampil dengan benar. The Magic Eye Book adalah contoh yang populer dari hal ini. Magic Eye mengacu pada buku-buku autostereograms sebagai stereogram, menyebabkan kebanyakan orang untuk percaya bahwa kata stereogram adalah identik dengan autostereogram. Salvador Dalí membuat beberapa mengesankan stereogram di eksplorasi dalam berbagai ilusi optik. Salah satu yang paling umum cara untuk membuat stereogram adalah untuk menahan kedua jari telunjuk Anda di depan Anda dengan ujung menyentuh dan lintas mata Anda untuk menciptakan ilusi bahwa Anda memiliki jari ekstra.


Wheatstone Bridge (Jembatan Wheatstone)

Jembatan Wheatstone
Jembatan Wheatstone
Jembatan Wheatstone dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya. Rangkaian ini dibentuk oleh empat buah tahanan (R) yag merupakan segiempat A-B-C-D dalam hal mana rangkaian ini dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah galvanometer nol (0). Kalau tahanan-tahanan itu diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer itu tidak akan mengadakan suatu hubungan antara keempat tahanan tersebut. (Suryatmo, 1986).

Jembatan Wheatstone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarnya). Kegunaan dari Jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur pada suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvonometer sama dengan nol (karena potensial ujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang. Cara kerja dari Jembatan Wheatstone adalah sirkuit listrik empat tahanan dan sumber tegangan yang dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada kedua titik diagonal yang lain dimana galvonemeter ditempatkan seperti yang diperlihatkan pada Jembatan Wheatstone (Pratama, 2009).

Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat dan dipopulerkan oleh Sri Charles Wheatstone pada tahun 1943. Ini digunakan untuk mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kaki dari rangkaian jembatan, satu kaki yang mencakup komponen diketahui, kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer (Marausma, 2010).

Rangkaian Jembatan Wheatstone sangat dibutuhkan untuk mengukur cepat dan tepat dari tahanan. Rangkaian Jembatan Wheatstone ditemukan pada tahun 19843 oleh ilmuwan Inggris, Charles Wheatstone. M1 dan N1 adalah resistor/tahanan yang mana telah dikalibrasikan dan x melambangkan tahanan yang tidak diketahui (Sears, 1946). (Berbagai sumber)
Read More
Samuel Goudsmit - Penggagas Konsep Elektron Berputar

Samuel Goudsmit - Penggagas Konsep Elektron Berputar

Samuel Goudsmit
Samuel Goudsmit
Lahir: 11 Juli 1902 The Hague, Belanda

Meninggal: 4 Desember 1978 (umur 76) Reno, Nevada

Kebangsaan: Belanda-Amerika

Bidang: Fisika

Lembaga: University of Michigan

Alma mater: Universitas Leiden (Ph.D) (1927)

Mahasiswa doktoral: Robert Bacher

Dikenal dalam: Elektron berputar & Operasi Alsos

Penghargaan: National Medal of Science (1976)
Samuel Goudsmit adalah fisikawan terkenal berkebangsaan Belanda-Amerika, ia bersama-sama mengusulkan konsep elektron berputar dengan George Eugene Uhlenbeck pada tahun 1925.


Biografi

Samuel Abraham Goudsmit lahir pada 11 Juli 1902 The Hague, Belanda. Ia adalah keturunan Belanda-Yahudi, anak dari pasangan Ishak Goudsmit, produsen lemari air dan Marianne Goudsmit-Gompers yang mengelola sebuah toko topi wanita. Pada tahun 1943 orang tuanya dideportasi ke kamp konsentrasi oleh penjajah Jerman dari Belanda dan dibunuh di sana.

Goudsmit belajar fisika di Universitas Leiden bimbingan Paul Ehrenfest hingga memperoleh gelar PhD pada tahun 1927. Setelah menerima gelar PhD. Antara tahun 1927 dan 1946 Goudsmit menjabat sebagai Profesor di University of Michigan. Pada tahun 1930 ia ikut menulis sebuah teks dengan Linus Pauling berjudul The Structure of Line Spectra. Selama Perang Dunia II dia bekerja di Massachusetts Institute of Technology.

Dia juga kepala ilmiah dari Alsos Mission dan berhasil mencapai kelompok fisikawan nuklir Jerman sekitar Werner Heisenberg dan Otto Hahn di Hechingen (kemudian zona Perancis) sebelum fisikawan Perancis Yves Rocard. Meteora adalah bagian dari Proyek Manhattan  yang dirancang untuk menilai kemajuan proyek bom atom Nazi .

Dalam buku Alsos diterbitkan pada tahun 1947, Goudsmit menyimpulkan bahwa Jerman tidak menciptakan senjata. Dia menghubungkan ini dalam ketidakmampuan ilmu pengetahuan berjalan di bawah tekanan totaliter negara dan ilmuwan Jerman tidak mengerti bagaimana membuat bom atom. Namun  kemudian kedua kesimpulan ini telah dibantah oleh sejarawan (lihat Heisenberg ), dan fakta bahwa negara Soviet totaliter memproduksi bom tak lama setelah buku ini dirilis.

Setelah perang ia sempat menjadi seorang profesor di Northwestern University. Sekitar tahun 1948-1970 ia adalah seorang ilmuwan senior di Brookhaven National Laboratory, memimpin Departemen Fisika 1952-1960. Dia sementara menjadi terkenal sebagai Editor-in-chief dari jurnal fisika terkemuka Physical Review, diterbitkan oleh American Physical Society. Pada bulan Juli 1958 ia mulai jurnal Physical Review Letters. Saat pensiun sebagai editor pada tahun 1974, Goudsmit pindah ke fakultas University of Nevada di Reno, di sana ia tetap sampai kematiannya empat tahun kemudian.

Dia juga membuat beberapa kontribusi ilmiah untuk Egyptology diterbitkan dalam Ekspedisi Summer 1972 hlm 13-16.; American Journal of Archaeology 78, 1974 p. 78; dan Jurnal Studi Timur Dekat 40, 1981 hlm. 43-46. Samuel A. Goudsmit Collection of Antiquities Mesir berada di Museum Arkeologi Kelsey di Universitas Michigan di Ann Arbor, Michigan. (sumber: Wikipedia)
Read More
Zainuddin Nafarin - Pencipta Anti Virus Lokal SMADAV

Zainuddin Nafarin - Pencipta Anti Virus Lokal SMADAV

Zainuddin Nafarin
Zainuddin Nafarin adalah seorang ahli dalam teknologi informatika dan komputer (TIK), dan dikenal sebagai pakar antivirus komputer. Ia merupakan pencipta anti virus lokal Smadav.

Zainuddin Nafarin lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan, pad September 1990. ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara putra pasangan Rojiannoor dan Marhamah. Ia adalah murid Sekolah Menegah Umum 2 Pahandut Palangka Raya, Kalimantan Tengah kelas XI IA 1.


Awal mula kenal Anti Virus

Zainuddin menciptakan SmadAV pada tahun 2006, Smadav tercipta bukan karena ia cinta almamater, tapi karena awal mulanya (secara tak sengaja) ia mengenal Visual Basic di laboratorium komputer SMAN-2 Palangkaraya pada sekitar pertengahan tahun 2006.

Suatu hari pada pertengahan 2006, bersama teman-teman sekelas, Zainuddin mengikuti praktikum komputer di lab sekolah. Materi yang diajarkan seputar sejumlah program utama di Microsoft Office.

Tapi, lantaran sudah cukup menguasai, Zainuddin justru bosan. Saat itulah dia iseng mengeklik beberapa shortcut di komputer. Perhatiannya seketika tersedot pada program Visual Basic (VB), sebuah aplikasi tentang bahasa pemrograman yang belum pernah dikenalnya.

Zainuddin kemudian mencari bahan seputar VB untuk dipelajari dan dipraktikkan sendiri. Sebagian besar bahan tutorial tersebut dikumpulkan dari internet. Ketika itu, dua hari sekali, dia ke warnet (warung internet) terdekat yang berjarak sekitar 5 km dari rumahnya.

Dari aktivitasnya di dunia maya itu pula Zai kemudian ikut masuk di komunitas online vbbego.net. Komunitas tersebut berisi orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan bahasa pemrograman lewat VB. Seiring maraknya virus komputer yang bertebaran pada kurun 2006–2007, arah diskusi di forum tersebut banyak membicarakan topik cara menciptakan virus.


Lahirnya Smadav v1.0

Beberapa bulan setelah itu lahirlah Smadav v1.0. Tetapi karena kesibukannya dalam mengikuti Olimpiade matematika, akhirnya pengembangan SmadAV ditunda hingga diselesaikan pada tahun 2008. Smadav pertama kali diciptakan di kota Palangkaraya, tapi lokasi pengembangannya lebih banyak memakan tempat di daerah Jogjakarta dikarenakan kesibukannya kuliah di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada.

SmadAV mulai Zainuddin kembangkan sejak Oktober 2006 (waktu itu Zainuddin Nafarin masih kelas XI atau 2 SMA). Sejak ada beberapa temannya yang meminta Zainuddin agar membersihkan komputernya dari virus-virus lokal yang menjengkelkan, padahal Zainuddin sendiri juga masih cukup awam tentang virus lokal waktu itu. Ada 2 yang membuatnya jengkel disini, pertama virus lokalnya sendiri. Kedua, Zainuddin Nafarin harus datang ke rumah masing-masing teman Zainuddin Nafarin tersebut untuk “membantu” membersihkan virus lokal di komputernya secara manual. Karena hal inilah mau tidak mau harus mau agar teman Zainuddin Nafarin tetap terbantu dan Zainuddin Nafarin tidak repot lagi, sejak saat itu Zainuddin mulai mengembangkan aplikasi SmadAV.

Zainuddin Nafarin menamakannya SmadAV karena SMA Zainuddin Nafarin adalah SMAN-2 Palangkaraya, biasa dipanggil Smada. Jadi, SmadAV=Smada+AV (Smada Antivirus). Kenapa harus smada? Karena Zainuddin Nafarin baru mulai mempelajari programming sejak awal kelas XI (sejak Zainuddin Nafarin menemukan Visual Basic di lab Smada) dan bahkan Zainuddin Nafarin baru punya komputer saat pertengahan kelas X.

Zainuddin Nafarin mengembangkan SmadAV sejak Oktober 2006, hingga akhirnya berhenti di bulan Mei 2007 dan baru dimulai lagi sekarang. dikarenakan pada Mei 2007 Zainuddin akan mengikuti Olimpiade Matematika tingkat Provinsi waktu itu . Dan ia berpikir untuk sementara ia harus berkonsentrasi terlebih dahulu ke Olimpiade. Tetapi karena Zainuddin (kebetulan) lolos lagi sampai tingkat Nasional, mau tidak mau Zainuddin tetap konsentrasi di Olimpiade sampai akhir Oktober 2007.

Setelah Olimpiade berakhir, lagi-lagi Zainuddin masih berpikir belum memungkinkan untuk kembali mengembangkan SmadAV, dikarenakan waktu itu Zainuddin kembali harus bersiap untuk menghadapi ujian nasional (karena ia telah duduk di kelas XII). Zainuddin berpikir sejak awal, ia harus bersiap-siap untuk belajar habis-habisan, karena bukan hanya untuk menghadapi UN (yang banyaknya 6 mata pelajaran) tapi juga Tes Masuk Universitas. Setelah semuanya berakhir dan (untungnya) Zainuddin bisa diterima di UGM di Jurusan Matematika, Zainuddin Nafarin pikir saat inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan lagi SmadAV.


Pada akhir 2009 jumlah pengguna Smadav mencapai seribu komputer. Tapi, kini pengguna Smadav sudah mencapai sekitar 8 juta komputer. Tidak sedikit pengguna dari luar negeri. Beberapa di antara mereka tertarik untuk menjalin kerja sama bisnis dengan Zainuddin. Dia mencontohkan, ada orang Malaysia yang menyatakan siap menjadi penjual produk Smadav di negaranya. Begitu pula orang dari Afrika.

Setelah lulus dari UGM pada 2013, Zai kembali ke Palangkaraya untuk mengelola dan mengembangkan Smadav.


Tentang Smadav [Sumber]

Logo-smadav.jpgSmadav adalah perangkat lunak antivirus yang ditujukan untuk mengatasi varian virus komputer lokal maupun internasional yang menyebar di Indonesia. Antivirus ini memiliki versi gratis dan berbayar setelah sebelumnya sempat berupa perangkat lunak derma.

Logo Smadav merupakan simbol objek mustahil berwarna hijau. Pembuatnya memilih simbol tersebut karena kesederhanaannya dan warna hijau karena melambangkan kedamaian.

Fitur yang ditawarkan oleh antivirus ini antara lain Smad-Lock dan SmaRTP. Smad-Lock merupakan folder yang berfungsi untuk mengamankan file dalam alat penyimpanan data dari serangan virus, sedangkan SmaRTP berfungsi untuk mencegah eksekusi file virus dari alat penyimpanan data.

Biasanya antivirus tidak bisa di-install bersamaan dengan antivirus lainnya, dikarenakan antivirus dirancang untuk menjadi pelindung utama dari virus pada sebah sistem komputer. Namun tidak demikian dengan antivirus Smadav, dimana antivirus ini dirancang sebagai proteksi tambahan untuk sistem komputer, sehingga bisa dipastikan dapat berjalan dengan baik meskipun sudah ada antivirus lain yang ter-instal di sistem komputer, dengan kata lain Smadav berfungsi sebagai lapis kedua setelah antivirus utama yang ter-instal pada PC

Pada saat mulai dijalankan, Smadav mengecek komputer pengguna di balik layar. Jika ada virus yang ditemukan, maka akan langsung dimatikan dulu sebelum antarmuka Smadav ditampilkan.

Jika Smadav gagal melakukan pembersihan berkas, berkas tersebut akan dikarantina. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan kegagalan pembersihan berkas adalah bergabungnya tubuh virus dengan berkas dokumen atau disembunyikan di tempat yang tak terjangkau. (sumber: wikipedia, Batam Pos)
Read More
J. P. Knight - Penemu Lampu Lalu Lintas Pertamakali

J. P. Knight - Penemu Lampu Lalu Lintas Pertamakali

Lampu Lalu Lintas / Traffic lights
John Peake Knight  adalah seorang insinyur dan penemu kereta api asal Inggris, ia dikreditkan Penemu Lampu Lalu Lintas (Traffic lights) Pertama kali.


Biografi

John Peake Knight lahir di Nottingham, Inggris pada 13 Desember 1828.Ia sempat mengenyam pendidikan di SMA Nottingham.

Pada usia 12 tahun, ia meninggalkan sekolah untuk bekerja di ruang terpisah stasiun kereta api Derby. pada usia 20 tahun Peake Knight dipromosikan menjadi Manager Lalu Lintas untuk London ke Brighton Line. Saat itu ia melakukan banyak hal untuk meningkatkan kualitas perjalanan kereta api seperti memperkenalkan mobil Pullman dan kereta aman dengan alarm tarik untuk wanita.

John Peake Knight menikah dengan Elizabeth, dari pernikahannya mereka dikaruniai lima orang putra.Yang tertua mendirikan JP Knight Ltd, operator kapal tunda.

Peake Knight meninggal pada 23 Juli tahun1886 (umur 58). Ia dimakamkan di Pemakaman Brompton di London. Ia mendapat penghargaan Legion of Honour, 1878.


Penemuan lampu lalu lintas oleh John Peake Knight

John Peake Knight dikreditkan dengan Penemuan Lampu Lalu Lintas Pertama kali pada tahun 1868, sebuah sistem semaphore berdasarkan sinyal kereta api. Pada tahun 1866, terjadi kecelakaan, 1.102 orang tewas dan 1.334 terluka di jalan-jalan di London.

Saat itu John Peake Knight mengusulkan sistem sinyal untuk mengatur lalu lintas kuda untuk mengurangi jumlah kecelakaan di jalan. Ini bukan lampu lalu lintas yang kita kenal sekarang, tapi lentera bertenaga gas bergulir dengan warna merah dan lampu hijau pada akhir lengan kayu.

Penemuan Knight mirip dengan sinyal waktu kereta api. Lampu lalu lintas Knight awalnya dipasang pada tanggal 9 Desember 1868, dekat London House of Commons, di persimpangan Great George Street dan Bridge Street, London SW1. Namun, pada tahun 1869 lampu tersebut meledak akibat kebocoran gas, dalam inseden tersebut seorang polisi yang sedang bertugas di dekatnya terluka parah. Akhirnya sejak tahun 1870 jenis lampu lalu lintas ini tidak dipakai lagi.


Pengembangan Lampu lalu-lintas

Pada tahun 1910, Ernest Sirrine dari Chicago meningkatkan cahaya dengan menambahkan otomatis. Dia juga mengganti lampu merah dan hijau dengan kata-kata yang dibaca Go (melanjutkan) dan Stop (berhenti).

Pada tahun 1912  Lester Farnsworth Wire, seorang detektif di Salt Lake City, Utah, Amerika serikat memilih untuk mengembalikan bentuk lampu lalu lintas merah dan hijau, sehingga ia dikreditkan sebagi orang yang menciptakan lampu lalu lintas seperti seperti sekarang ini. Namun, lampu lalu lintas yang dikembangkan Lester Farnsworth Wire di Amerika Serikat bukan dari lentera bertenaga gas asli namun bertenaga listrik.

Pada tahun 1922, Garrett Morgan telah menyaksikan kecelakaan serius di persimpangan di Chicago dan menciptakan perangkat kontrol lalu lintas dan diterapkan untuk paten di atasnya pada tahun 1922.

Rambu lalu lintas buatan Morgan adalah tiang dengan ujung berbentuk huruf T yang terdiri dari tiga sinyal yaitu “Stop”, “Go”, dan posisi “Stop” untuk semua arah. Sinyal ketiga ini membuat para pengguna jalan memiliki interval waktu dari berhenti sampai jalan kembali atau sebaliknya. Penggunaannya bukan hanya menguntungkan para pemakai kendaraan dalam hal keamanan, tetapi juga untuk para pejalan kaki, terutama pada jalan dengan persimpangan yang sangat ramai. Pada malam hari rambu buatan Morgan bisa dibuat dalam posisi setengah tiang. Posisi ini lebih efektif memberikan sinyal kepada para pengendara agar lebih berhati-hati di persimpangan yang sepi, karena pengendara dari arah lain bisa datang kapan pun tanpa bisa dideteksi sebelumnya.

Teknologi rambu lalu lintas Morgan kemudian dipakai di Amerika Utara sampai penggunaannya diganti dengan lampu lalu lintas sistem lampu hijau, kuning, dan merah, seperti yang dipakai sampai sekarang. (Sumber: Wikipedia)
Read More
Samaun Samadikun - Petani Silikon

Samaun Samadikun - Petani Silikon

Prof. Dr. Samaun Samadikun
Prof. Dr. Samaun Samadikun

Prof. Dr. Samaun Samadikun adalah seorang insinyur, pendidik dan ilmuwan Indonesia. Prof. Samaun Samadikun adalah suami dari Roesdiningsih dan ayah dari M. Samawi dan Wisnu RP.


Samaun yang lahir di Magetan, Jatim, 15 April 1931 dikenal sebagai seorang figur dosen ITB dan pendidik yang sangat menonjol sebagai teladan. Penampilan lahiriahnya sangat sederhana dan bersahaja tanpa mengurangi wibawa dan kehormatannya. Banyak orang menyebutnya Bapak Mikroelektronika Indonesia.


Pendidikan

Prof. Samaun Samadikun menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di ITB pada awal tahun 1950an dan lulus sebagai insinyur. Ia kemudian memperoleh gelar M.Sc. (1957) dan Ph.D. (1971) di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford di Amerika Serikat. Ia juga memperoleh Postgraduate Diploma bidang Nuclear Engineering dari Queen Mary, Universitas London (1960). Di Universitas Stanford pada tahun 1975, bersama K.D Wise, Prof. Samaun menciptakan paten, US Patent No 3,888,708 yang bertajuk, "Method for forming regions of predetermined in silicon".


Karier

Kariernya sebagai dosen diawali di Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung, 1957. Ia menjadi profesor bidang elektronika tahun 1974. Semasa bertugas di ITB ia pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Teknik Elektro (1964-1967), dan mendirikan sekaligus menjabat sebagai direktur pertama dari Pusat Antar Universitas (PAU) Mikroelektronika ITB (1984-1989), yang sekarang dikenal sebagai Pusat Mikroelektronika ITB.

Semasa ia menjadi mahasiswa ITB, terjadi konfrontasi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda terkait dengan Irian Barat (sekarang Papua). Hal ini mengakibatkan hengkangnya dosen-dosen ITB yang berasal dari Eropa, sehingga pendidikan di ITB terganggu akibat kekosongan staf. Samaun Samadikun termasuk gelombang pertama mahasiswa senior bangsa Indonesia yang direkrut sebagai dosen ITB. Mereka dikirim ke luar negeri untuk memperoleh gelar pascasarjana, dan kembali ke ITB untuk mengajar. Oleh sebab itu ia sering juga disebut salah satu pendiri Jurusan Teknik Elektro ITB dalam bentuk yang dikenal sekarang.


Di lembaga lain

Prof. Samaun Samadikun mengambil sabbatical leave ("cuti dari mengajar") dari ITB untuk menerima jabatan pada pemerintah pusat sebagai Direktur Binsarak DIKTI (1973-1978), Dirjen Energi, Departemen Pertambangan dan Energi (1978-1983), dan ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (1989-1995). Selepas masa jabatan di LIPI, Prof. Samaun Samadikun memutuskan untuk kembali ke ITB untuk mengajar di Departemen Teknik Elektro dan meneliti di PAU Mikroelektronika. Dalam periode ini ia tetap aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Riset Nasional (1993-1996) dan Komisaris Utama PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) (1993-1999). Meskipun kemudian resmi pensiun dari pegawai negeri sipil di Departemen Teknik Elektro, Prof. Samaun Samadikun tetap diminta untuk aktif dan berkegiatan baik di Departemen maupun di PAU Mikroelektronika (yang saat itu berganti nama menjadi PPAU Mikroelektronika). Bahkan sejak tahun 2001 hingga akhir hayatnya PPAU Mikroelektronika ITB menetapkannya sebagai peneliti senior.

Selain menjabat sebagai pimpinan, ia juga anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII). PII memberikannya penghargaan Adhikara Rekayasa tahun 1984. Ia juga memperoleh penghargaan medali Pengabdi Ilmiah Nasional (1978), dan Medali Mahaputra Utama (1994) dari pemerintah Indonesia. Samaun Samadikun juga memperoleh "The 1998 Award of the Association of South Eastern Asian Nations (ASEAN)" untuk menghargai dedikasinya pada dunia ilmu pengetahuan. Penghargaan tinggi lainnya yang diterimanya adalah Satya Lencana Karya Satya Kelas I, Hadiah Ilmu Pengetahuan 1979, Satya Lencana Dwidyasistha 1983 dari Menhankam/Pangab, dan "Meritorious Service Award", ASEAN COST, 1999.


Jasa-jasa

Prof. Samaun Samadikun adalah salah satu pendiri dari Akademi Ilmu Pengetahuan Islam (1986) dan salah satu pendiri Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pada tahun 1987-1992 ia menjadi Anggota MPR RI sebagai Utusan Golongan.

Ia adalah penulis dan turut menulis banyak publikasi ilmiah nasional maupun internasional dalam bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, fabrikasi IC, energi, industri elektronika, dan pendidikan serta editor buku "mikroelektronika".

Jasa-jasanya di bidang elektronika diakui dunia ilmu pengetahuan, termasuk cita-citanya menjadikan kota Bandung sebagai "Kota Chip" di Indonesia. Ia memprakarsai program Bandung High Technology Valley (BHTV). Ia selalu mendorong adanya investasi global untuk industri elektronika agar terbuka lapangan kerja di bidang ini. Ia juga menginginkan industri elektronika Indonesia untuk lebih berorientasi ekspor, agar industri ini dapat menghasilkan devisa. Baginya, kemajuan industri elektronika Indonesia harus diukur dari jumlah nilai ekspor dan jumlah lapangan kerja.


Kematian

Pada tahun 2004, Prof. Samaun Samadikun mulai menderita sakit namun berhasil menjalani operasi di Perth Australia Oktober 2004. Sekembalinya dari Perth, ia kembali aktif seperti sediakala. Namun penyakit yang sama kembali menyerangnya pada bulan September 2006. Setelah dirawat beberapa lama, ia wafat tanggal 15 November 2006 pukul 9.51 di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta dan dimakamkan sehari berikutnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah disemayamkan pagi harinya di LIPI Jakarta. Wafatnya Prof Samaun Samadikun menjadi peristiwa dan berita nasional.

Pada hari Selasa, 11 Desember 2008, LIPI mengadakan acara peluncuran buku sebagai salah satu usaha untuk mengenang Samaun Samadikun. Buku setebal 253 halaman ini diterbitkan oleh LIPI Press. Berisi kumpulan tulisan-tulisan dari orang-orang yang pernah dekat dengan Samaun Samadikun semasa hidupnya.


Puisi Petani Silikon

Prof Samaun Samadikun mendapat kredit sebagai salah satu pencipta puisi Petani Silikon.

Petani Silikon

Kami adalah petani silikon. Lahan kami adalah silikon. Garapan kami adalah silikon. Hasil kami adalah silikon.

Kami pupuk silikon dengan boron. Kami pupuk silikon dengan fosfor. Kami cangkul silikon dengan plasma. Kami siram silikon dengan metal.

Berjuta transistor tumbuh dengan subur. Beribu gerbang terkait dan terukur. Sinyal diubah menjadi informasi. Informasi dituai untuk sarapan rohani.

Dan semua usaha untuk kemakmuran bangsa. Dan semua kelelahan untuk keagungan manusia. Dan semua hasil adalah hasil karunia-Nya. Dan petani silikon terus berusaha

Sumber: Wikipedia
Read More