Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Tiang dan Landasan Putar Bebas hambatan

Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Tiang dan Landasan Putar Bebas hambatan

Biografi

Ir. Tjokorda Raka Sukawati adalah seorang insinyur Indonesia yang menemukan konstruksi Sosrobahu, yang memudahkan pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya.

Tjokorda lahir di Ubud, Bali, 3 Mei 1931, ia meraih gelar Insinyur bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung 1962, dan memperoleh gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1996.

Ia meniti karier di PT. Hutama Karya yang bergerak dibidang jasa konstruksi dan infrasruktur, merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Departemen Pekerjaan Umum (PU). Ketika menggarap proyek jalan layang antara Cawang dengan Tanjung Priok di Jakarta itulah teknologi Sosrobahu ditemukan.

Sebenarnya temuannya belum diuji secara khusus di laboratorium saat dipraktekkan. Namun ia merasa yakin temuannya bisa bekerja sesuai rumusan ilmiah yang ada. Bahkan sebelum temuannya dipraktekkan, ia yang menganut agama Hindu yang taat itu menyempatkan diri bersembahyang di atas konstruksi itu. Ia terbilang nekad saat itu, dengan mengatakan bahwa ia bersedia mundur dari direktur PT. Hutama Karya kepada menteri Pekerjaan Umum saat itu, bila temuannya itu ternyata tidak bisa bekerja. Namun ternyata temuan Sosrobahu itu dapat bekerja sebagaimana mestinya tanpa kurang suatu apa pun.

Dia mengatakan bahwa temuan itu 80% atas kehendak Tuhan yang Maha Kuasa. Bahkan angka tekanan 78 kg/cm² yang ditetapkan dalam teknologi temuannya itu, sebenarnya angka misterius bagi ia, entah dari mana saat itu ia menetapkan angka wangsit itu, tetapi berhasil bahkan para insinyur Amerika Serikat yang mengerjakan jalan layang di Seattle begitu taat dengan ketetapan 78 kg/cm² itu. Belakangan, setelah diketahui di laboratorium yang kemudian dibangunnya sendiri itu, didapatkan hasil perhitungan berupa ketetapan sebesar 78,05 kg/cm². Persis sama dengan ketetapan angka wangsit tadi.

Di ujung kariernya di PT. Hutama Karya, Tjokorda terseret persoalan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang menimpa perusahaan konstruksi itu. Tjokorda harus berurusan dengan masalah commercial paper, hal yang asing bagi seorang insinyur seperti dirinya. Ia sempat berurusan dengan pengadilan. Kasus ini terkuat menyusul krisis finansial Asia yang membuat banyak perusahaan konstruksi terkena masalah.

Tjokorda Raka Sukawati, yang juga pendiri Fakultas Teknik Universitas Udayana, telah pensiun dari PT. Hutama Karya, namun masih tetap berkarya bahkan menghasilkan teknologi sosrobahu versi kedua yang lebih unggul soal kepraktisan dibandingkan versi sebelumnya. terakhir ia tinggal di kampung halamannya di Ubud, Bali dengan mengajar di jenjang Pascasarjana Bidang Teknik Sipil Universitas Udayana.

Ir. Tjokorda Raka Sukawati meninggal di Ubud, Bali, pada 11 November 2014 pada umur 83 tahun.


Sosrobahu

sosrobahu
Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.

Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.


Latar belakang

Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.

Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Tanjung Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah dengan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.

Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.


Inspirasi dari dongkrak hidraulik mobil

Ketika Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli secara tidak sengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak. Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidraulik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda tersebut mudah digeser. Bayangan Tjokorda adalah menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.

Kemudian Tjokorda membuat percobaan dengan membuat silinder bergaris tengah 20 cm yang dibuat sebagai dongkrak hidraulik dan ditindih beban beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Tjokorda kemudian menyempurnakannya. Posisinya ditentukan persis di titik berat lengan beton di atasnya.

Untuk membuat rancangan yang pas, dasar utama Hukum Pascal yang menyatakan: "Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah". Zat cair yang digunakan adalah minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) sebesar P dikalikan A. Rumus itu digabungkan dengan beberapa parameter dan memberikan nama Rumus Sukawati, sesuai namanya. Rumus ini orisinil idenya karena sampai saat itu belum ada buku yang membahasnya sebab memang tidak ada kebutuhannya.

Masalah lain yang muncul ada variabelnya yang mempengaruhinya, di antaranya adalah jenis minyak yang digunakan yang tidak boleh rusak kekentalannya (viskositas). Urusan minyak menjadi hal yang krusial karena minyak inilah yang meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat itu.

Setelah semua selesai, Tjokorda mengerjakan rancangan finalnya yakni sebuah landasan putar untuk lengan beton yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LBPH). Bentuknya dua piringan (cakram) besi bergaris tengah 80 cm yang saling menangkup. Meski tebalnya 5 cm, piring dari besi cor FCD-50 itu mampu menahan beban 625 ton.

Ke dalam ruang di antara kedua piringan itu dipompakan minyak oli. Sebuah seal (penutup) karet menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak tak terdorong keluar, meski dalam tekanan tinggi. Lewat pipa kecil, minyak dalam tangkupan piring itu dihubungkan dengan sebuah pompoa hidraulik. Sistem hidraulik itu mampu mengangkat beban beban ketika diberikan tekanan 78 kg/cm2. Angka ini sebenarnya angka misteri bagi Tjokorda saat itu.


Uji coba langsung di lapangan

Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.

Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat (Jakarta), pompa hidraulik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.

Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itu merapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.


Penamaan Sosrobahu dan pemberian paten

Pada pemasangan ke-85, awal November 1989, Presiden Soeharto ikut menyaksikannya dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabharata. Sejak itu LBPH tersebut dikenal sebagai Teknologi Sosrobahu.

Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan patuh pada tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2, nyaris persis sama dengan angka wangsit yang diperolehnya sebelum itu.

Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN". Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.

Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).

Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang padat. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis. (Wikipedia)
Read More
Håkon Flood - Pelopor Kimia Garam Cair (lelehan garam)

Håkon Flood - Pelopor Kimia Garam Cair (lelehan garam)

Kertas lakmus, alat penguji keasaman
Kertas lakmus, alat penguji keasaman
Håkon Flood (1905 - 2001) adalah seorang profesor kimia anorganik di Norwegia Institute of Technology di Trondheim, Norwegia, dari tahun 1953 sampai 1975. Dia juga bekerja sebagai direktur Institut Silikat Penelitian (Institutt untuk Silikatforskning) di NTH. Profesor Flood adalah salah satu pelopor kimia garam cair, bersama dengan Hermann Lux, ia dikenal untuk teori asam-basa Lux-Flood.


Teori Asam Basa Lux-Flood

Teori Asam Basa Lux-Flood merupakan penghidupan kembali teori asam basa oksigen yang diusulkan oleh kimiawan Jerman Hermann Lux pada tahun 1939 , kemudian dikembangkan oleh Håkon Flood sekitar tahun 1947 dan masih digunakan sampai sekarang pada bidang geokimia modern dan elektrokimia lelehan garam.

Konsep teori asam basa Lux-Flood ditinjau berdasarkan ion oksida (O2-). Konsep ini digunakan untuk menerangkan sistem non proton yang tidak dapat dijelaskan dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry. Menurut teori ini asam adalah spesi atau zat akseptor ion oksida dan basa adalah spesi atau zat pendonor ion oksida. Oksida diklasifikasikan sebagai asam atau basa berdasarkan lokasinya dalam tabel periodik . Teori ini biasanya digunakan untuk meramalkan reaksi-reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi dan proses pengolahan serta perekayasaan mineral dan logam.
Read More
Ratno Nuryadi - Penemu Mikroskop Nano Pertama di Indonesia

Ratno Nuryadi - Penemu Mikroskop Nano Pertama di Indonesia

Ratno Nuryadi
Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng.
Lahir: 17 Oktober 1973, Bangtul, Indonesia

Pendidikan: 2003, S3, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Electronic Material Science) ; 2000, S2, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Electrical and Electronic Engineering) ; 1998, S1, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Fisika) ; 1994, Kursus Japanese Language School of the International Students Institute, Jepang
1992, SMA Negeri 8, Yogyakarta

Keanggotaan Organisasi Profesional: 2012-sekarang: Anggota IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) ; 2010-sekarang: Wakil Ketua Indonesia Nano Soceity
2010-sekarang: Anggota Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia ; 2009-sekarang: Anggota IEE-J (The Indonesian Electronics Experts – Jakarta) ; 2006-2008: Ketua Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Jepang ; 2000-sekarang: Anggota Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) ; 1999-2008: Anggota Japan Society of Applied Physics

Keluarga: Isteri: Ervin Hidayati Tholib ; Anak: Fatih Dzulfiqar
Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng. Adalah Ilmuwan Indonesia yang berhasil menciptakan alat pengukur nano pertama di Indonesia berupa mikroskop nano. Alat yang ia beri nama Nanoscope ini berhasil mengantarnya mendapat penghargaan Achmad Bakrie untuk kategori Peneliti Muda di bawah 40 tahun.

Ratno Nuryadi lahir di Bantul pada 17 Oktober 1973. Ayahnya adalah seorang  guru SD. Setelah tamat SMA Negeri 8, Yogyakarta tahun 1992, dia mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri, yaitu di Jepang pada tahun 1993 hingga dapat menyelesaikan program doktor dengan predikat yang sangat memuaskan. Tahun 1994, ia mengikuti Kursus Japanese Language School of the International Students Institute, Jepang. Selanjutnya Gelar Sarjana sampai S3 ia peroleh di negara yang sama, berturut turut yakni: Tahun 1998, S1, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Fisika) ; Tahun 2000, S2, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Electrical and Electronic Engineering) ; dan tahun 2003, S3, Shizuoka University, Jepang (Bidang: Electronic Material Science).


Nanoteknologi

Nanoteknologi, merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat di dunia karena materi yang disusun dengan teknologi nano akan memiliki karakter dan fungsi berbeda dengan materi yang tersusun tanpa teknologi nano.

Mikroskop nano bukanlah mikroskop biasa, karena menggunakan teknologi peraba materi seperti jarum yang akan menyusuri struktur materi dan kemudian menampilkan strukturnya di layar komputer dengan menggunakan software tertentu. Cara kerjanya mirip perlengkapan mikroskop nano yang ada di dunia.


Mikroskop nano pertama di Indonesia

Ide kreatif Ratno muncul ketika melihat keterbatasan alat riset di Indonesia, khususnya alat riset yang mendukung pengembangan bidang nanoteknologi, perekayasa bidang teknologi material BPPT.

Alat tersebut berguna untuk melihat struktur materi seukuran nano atau 10 pangkat minus sembilan meter. Dalam penggunannya, perlu perlengkapan khusus yang tak ada di Indonesia. Alat itu hanya bisa diimpor dengan harga satu unitnya mencapai sekitar Rp 2-3 miliar.

Berangkat dari keterbatasan itulah, Ratno Nuryadi, berhasil menciptakan mikroskop material renik yang disebut AFM (Atomic Force Microscope). Mikroskop nano pertama yang diciptakan di Indonesia ini, ia ciptakan dengan modal sekitar Rp 50 juta saja dan dibuat dengan bahan-bahan sederhana.

Mikroskopnya buatan Ratno prinsipnya sudah bekerja secara normal, namun secara teknis perlu dioptimalisasi lagi agar penampilannya lebih baik. (berbagai sumber)
Read More
Eduard Buchner - Penemu Fermentasi Tanpa Sel

Eduard Buchner - Penemu Fermentasi Tanpa Sel

Eduard Buchner
Eduard Buchner
Lahir: 20 Mei 1860 Munich, Konfederasi Jerman

Meninggal: 13 Agustus 1917 (umur 57) Munich, Kekaisaran Jerman

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Biokimia

Alma mater: University of Munich

Pembimbing doktoral: Otto Fischer, Adolf von Baeyer

Dikenal dalam: Reaksi Mannich

Penghargaan: Nobel Kimia (1907)
Eduard Buchner ialah seorang kimiawan dan zymologist Jerman. Pada tahun 1907 ia memenangkan Nobel Kimia untuk karyanya pada fermentasi. Banyak yang menyangka kalau labu Büchner ditemukan oleh Eduard. Sebenarnya alat laboratorium kimia ini ditemukan oleh seorang kimiawan industri Ernst Büchner.

Ia lahir di München pada 20 Mei 1860, merupaka anak seorang dokter dan dokter Luar Biasa Kedokteran Forensik. Ia adik dari Hans Ernst August Buchner.

Pada tahun 1884, ia mulai belajar kimia kepada Adolf von Baeyer dan botani kepada Profesor C. von Naegeli, di Botanic Institute di Munich. Setelah masa kerja dengan Hermann Emil Fischer di Erlangen, Buchner dianugerahi gelar doktor dari University of Munich pada tahun 1888.


Penelitian

Eduard Buchner mengamati pembentukan etanol dan karbon dioksida ketika ekstrak bebas sel ragi ditambahkan ke larutan gula. Dengan demikian, ia membuktikan bahwa sel-sel tidak penting untuk proses fermentasi dan komponen yang bertanggung jawab untuk proses tersebut dilarutkan dalam ekstrak. Dia memberi nama zat tersebut ‘zymase’.

Pada tahun 1897, Eduard Buchner memulai kajiannya mengenai kemampuan ekstrak ragi untuk memfermentasi gula walaupun ia tidak terdapat pada sel ragi yang hidup. Pada sederet eksperimen di Universitas Berlin, ia menemukan bahwa gula difermentasi bahkan apabila sel ragi tidak terdapat pada campuran. Ia menamai enzim yang memfermentasi sukrosa sebagai "zymase" (zimase). Pada tahun 1907, ia menerima penghargaan nobel dalam bidang kimia atas riset biokimia dan penemuan fermentasi tanpa sel yang dilakukannya. Mengikuti praktek Buchner, enzim biasanya dinamai sesuai dengan reaksi yang dikatalisasi oleh enzim tersebut. Umumnya, untuk mendapatkan nama sebuah enzim, akhiran -ase ditambahkan pada nama substrat enzim tersebut (contohnya: laktase, merupakan enzim yang mengurai laktosa) ataupun pada jenis reaksi yang dikatalisasi (contoh: DNA polimerase yang menghasilkan polimer DNA).

Proses fermentasi telah dimodifikasi di Jerman selama Perang Dunia I untuk menghasilkan gliserin untuk membuat peledak nitrogliserin. Demikian pula, program persenjataan militer menemukan teknologi baru dalam industri makanan dan kimia yang membantu mereka memenangkan pertempuran dalam Perang Dunia Pertama. Misalnya, mereka menggunakan bakteri yang mengubah jagung atau molasses menjadi aseton untuk membuat mesiu peledak.


Kehidupan pribadi

Buchner menikah dengan Lotte Stahl pada tahun 1900. Selama Perang Dunia I , Buchner menjabat sebagai Mayor di lini depan rumah sakit lapangan di Focşani, Rumania. Dia terluka pada 3 Agustus 1917 dan meninggal karena luka sembilan hari kemudian di Munich pada usia 57.


Sumber:
Read More
Ole Kirk Christiansen - Penemu LEGO

Ole Kirk Christiansen - Penemu LEGO

Ole Kirk Christiansen
Ole Kirk Christiansen
Lahir: 07 April 1891, Filskov, Denmark

Meninggal: 11 Maret 1958 (umur 66)

Kewarganegaraan: Denmark

Pekerjaan: Tukang kayu

Dikenal karena: Mendirikan Perusahaan Lego.
Anak: Godtfred Kirk Christiansen
Ole Kirk Christiansen adalah pendiri perusahaan mainan Denmark Lego Group. Berawal dari permainan bebek kayunya, LEGO sekarang menjadi permainan yang mengasah kreativitas dan imajinasi lewat ribuan model permainan.


Biografi

Ole Kirk Christiansen lahir di Filskov, Denmark pada 7 April 1891, ia adalah anak ke-10 dari keluarga miskin di Jutland di Denmark Barat. Ia dilatih sebagai tukang kayu dan mulai membuat mainan kayu pada tahun 1932 untuk mencari nafkah setelah kehilangan pekerjaannya selama depresi. Segera setelah istri Christiansen meninggal, meninggalkan dia untuk menaikkan empat anak-anaknya.

Christiansen terinspirasi untuk membuat sebuah bebek mainan kecil dari kayu untuk anak-anaknya. Ternyata anak-anaknya mencintai mainan baru itu, selanjutrnya ia memutuskan untuk membuat bebek ke dalam produksi menggunakan kayu sisa dari bisnis lamanya. Pada tahun 1942 kebakaran terjadi di pabrik dan memaksanya untuk membangun kembali. Awalnya, ia membuat versi miniatur rumah-rumah dan furnitur saat ia bekerja sebagai tukang kayu, tetapi pada tahun 1947 ia beralih menggunakan plastik, yang awalnya beruang plastik kecil dan bergetar. Pada 1949 ia telah menghasilkan lebih dari 200 mainan plastik dan kayu.

Ole Kirk Christiansen datang dengan nama Lego dari kata Denmark leg godt yang berarti "bermain dengan baik" dan perusahaan tumbuh menjadi Lego Group.

Ole Kirk Christiansen meninggal di Filskov, Denmark pada tanggal 11 Maret 1958, karena serangan jantung, selanjutnya putra ketiganya Godtfred Kirk Christiansen segera mengambil alih perusahaan.


Logo LEGO
Logo LEGO
Penemuan Lego

Lego adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia khususnya di kalangan anak-anak atau remaja tidak pandang lelaki ataupun perempuan. Bongkah-bongkah ini serta kepingan lain bisa disusun menjadi model apa saja. Mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, kapal terbang, pesawat luar angkasa serta robot, semuanya bisa dibuat.

Alat permainan ini dikeluarkan oleh Perusahaan LEGO dari Denmark.

Bata Lego klasik
Bata Lego klasik
LEGO diciptakan oleh Ole Kirk Christiansen. Awalnya, ia mendirikan The Danish Company yang memproduksi barang keperluan sehari-hari yang terbuat dari kayu. Tangga kayu dan papan setrikaan adalah produk unggulan The Danish Company. Namun, penjualannya semakin menurun karena terjadi krisis keuangan global. Ini menyebabkan semakin menurunnya permintaan akan produk-produk kayu tersebut. Namun Ole tidak tinggal diam, ia berusaha mencari solusi agar usaha yang dimilikinya tidak bangkrut dan bisa diselamatkan. Ole pun terpikir untuk membuat mainan berbahan dasar kayu, sesuai dengan keahliannya.

Ia memberi nama LEGO, yang dalam bahasa Denmark disebut dengan leg godt. Kata ini berarti bermain dengan baik. Ia mengubah namanya menjadi LEGO yang memiliki arti menyatukan secara bersama-sama. Pada tahun 1935, Ole mulai menjual mainan LEGO pertamanya dengan model bebek dan ternyata cukup disukai masyarakat. Dari sana perusahannya pun semakin berkembang.

Lego Duplo
Lego Duplo
Pada tahun 1946, pabrik yang ia miliki hangus terbakar. Namun ia tidak putus asa, Ia mendirikannya kembali di tahun 1947 dan mulai membuat inovasi permainan dari produk berbahan kayu menjadi produk berbahan plastik. Permainan ini pun berkembang luas.

Pada tahun 1957, permainan LEGO sudah merambah ke wilayah Eropa seperti Prancis, Belgium, dan Inggris. Dibantu oleh putranya, Godtfred Kirk Christiansen, LEGO terus membuat inovasi-inovasi keren dan menarik. Mereka juga memiliki prinsip Der bedste er ikke for godt yang berarti, yang terbaiklah yang pantas. (berbagai sumber)
Read More
Thomas Townsend Brown - Penemu Hubungan Antara Gaya Gravitasi Dengan Gaya Elektromagnetik

Thomas Townsend Brown - Penemu Hubungan Antara Gaya Gravitasi Dengan Gaya Elektromagnetik

Thomas Townsend Brown (18 Maret 1905 - 27 Oktober 1985) adalah seorang penemu yang meneliti efek listrik aneh yang membuatnya menemukan hubungan antara medan listrik yang kuat dengan gravitasi asal Amerika. Ia mengembangkan perangkat berdasarkan ide-idenya dan mencoba mempromosikannya untuk digunakan oleh industri dan militer. Penemuannya dikenal dengan nama " efek Biefeld-Brown " dan disebut bidang studi electrogravitics.


Penelitian anti-gravitasi

Pada tahun 1921 saat bereksperimen di laboratorium yang dibangun orangtuanya saat ia masih di SMA, Brown menemukan efek yang tidak biasa, bereksperimen dengan tabung Coolidge, jenis tabung hampa udara sinar X (X-ray tube vakum) dengan dua elektroda asimetris. Menempatkannya pada timbangan dengan elektroda positif tabung yang menghadap ke atas, ketika kekuasaan pada massa tabung tampaknya menurun. Ketika elektroda tabung itu menghadap ke bawah massa tabung tampak meningkat.


Penemuan

Biefeld menemukan gaya gravitasi memiliki hubungan erat dengan gaya elektromagnetik. Itu penemuan besar yang menunjukkan bahwa arah gaya gravitasi berubah karena pengaruh arah energi listrik.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa  ketika dua kutub yang dipisahkan oleh dielektrik, dengan satu tiang yang memiliki muatan positif dan yang lain dengan muatan negatif, dan tegangan antara mereka adalah lebih dari 30 kilovolt, akan ada kecenderungan menuju kutub positif. Oleh karena itu, jika sistem ditempatkan dengan kutub positif di atas dan kutub negatif di bagian bawah, dan tegangan yang sesuai (> 30KV) diterapkan, sistem akan mulai "mengambang".

Sebuah kutub positif dan kutub negatif baik menghasilkan medan listrik dan juga medan gravitasi kecil. Bidang gravitasi dari kutub positif dan kutub negatif yang berlawanan arah. Kutub positif adalah konvergen dan menarik ke dalam ruang sekitarnya, sedangkan kutub negatif adalah divergen dan mendorong keluar ruang sekitarnya. Ketika tiang dipisahkan oleh bahan dielektrik, medan gravitasi di dalam media tersebut dibatalkan. Namun di luar medium, kutub positif adalah "menarik" ruang dalam dan kutub negatif "mendorong" ruang keluar. Ini hasil dalam bergerak dipol menuju ke arah kutub positif. Rumus anti gravitasi F’=K (E E’/ C^4 R^2) artinya arah gaya, jadi dengan memindahkan gaya gravitasi ke tempat yang tinggi kemungkinan kita dapat terbang.

Bulan September 1928 Thomas Townsend Brown menikahi Josephine Beale, putri dari Zanesville, Ohio Clifford Beale.  Thomas Townsend Brown meninggal pada 27 Oktober 1985.


Sumber:
Read More
Francis Harry Compton Crick - Penemu Struktur DNA

Francis Harry Compton Crick - Penemu Struktur DNA

Francis Harry Compton Crick
Francis Harry Compton Crick 
Lahir: 8 Juni 1916 Weston Favell, Northamptonshire, Inggris, UK

Meninggal: 28 Juli 2004 (umur 88) San Diego, California, AS

Kediaman: Inggris, Amerika Serikat

Kebangsaan: Inggris

Bidang: Fisika, Biologi molekuler

Lembaga: University of Cambridge, Laboratorium Cavendish, Laboratorium Biologi Molekuler (LMB), Salk Institute untuk Studi Biologi

Alma mater: Northampton Grammar School, Mill Hill School, University College London (BSc), Universitas Cambridge (PhD)

Tesis: Polipeptida dan protein: studi X-ray (1954)

Pembimbing doktoral: Max Perutz 

Dikenal sebagai: Penemu X-Ray Crystallography (1949-1950), Penemu DNA (1951-1953), Adaptor hipotesis

Penghargaan: Gairdner Yayasan Penghargaan Internasional (1962), Nobel Prize (1962), Royal Medal (1972), Copley Medal (1975), Albert Medal (1987), OM (1991), FRS

Istri: Ruth Doreen Crick (née Dodd) (m. 1940); Odile Crick (Kecepatan née) (m. 1949)
Francis Harry Compton Crick adalah seorang ahli biologi molekul berkebangsaan Inggris, yang dikenal sebagai ahli biofisika, dan neurosains. Crick, bersama dengan Watson, dan Maurice Wilkins mendapatkan Nobel Prize dalam Fisiologi atau Obat-obatan setelah temuan mereka yang berhubungan struktur molekul asam acid dan signifikansinya untuk kehidupan.

Francis Crick juga dikenal sebagai salah satu dari dua penemu struktur DNA. Dalam mengembangkan penelitian tersebut, Crick berkolaborasi dengan James D Watson.


Biografi

Crick lahir pada tanggal 8 Juni pada tahun 1916, di sebuah desa kecil bernama Weston Favell di Northampton, England. Dia merupakan anak sulung dari pasangan Harry Crick dan Annie Elizabeth Wilkins. Adik tunggal Crick, yaitu A.F. Crick, adalah seorang dokter yang masyur di New Zealand.

Sejak kecil Crick tertarik untuk mempelajari sains dan mempelajari apapun dari buku yang dia baca. Kemudian, ketika dia berusia 12 tahun, dia tidak lagi mengunjungi gereja karena dia tertarik untuk kebenaran mengenai kepercayaannya dari sudut pandang sains. Ketika berumur 14 tahun, Crick memulai pendidikannya dengan hijrah ke London untuk menempuh pendidikan di Grammar School and Mill Hill School.

Ketika Crick berumut 21 tahun, dia mendapatkan gelar B.Sc dari jurusan fisika murni dari University College London. Kemudian, Crick memulai penelitiannya untuk memperoleh gelar Ph.D dengan dibimbing oleh Profesor E.N. da C. Andrade. Sayangnya, penelitian tersebut terganggu oleh awal Perang Dunia II pada tahun 1939, sehingga dia bekerja sebagai ilmuwan untuk Angkatan Laut Inggris di spesialisasi ilmu kemagnetan dan acoustic mines. Setelah perang dunia berakhir, pada tahun 1947, dua meninggalkan Angkatan Laut dan mulai mempelajari ilmu biologi.

Dengan dukungan material dari Medical Research Counsil dan keluarga, Crick menimba ilmu di Universitas Cambridge, dan bekerja di Strangeways Research Laboratory. Lalu, pada tahun 1949, Crick bergabung dan menjadi anggota tetap dengan Medical Research Council yang dipimpin oleh M.F. Perutz. Satu tahun kemudian, Crick kembali mengadakan penelitian lagi untuk studinya, dan mendapatkan gelar Ph,D tersebut pada tahun 1950, dengan menulis thesis yang berjudul X-Ray Diffraction; Polypeptides and Proteins.

Sebagai ahli biologi molekul, fisika, dan neurosains, Crick mendapatkan banyak sanjungan dan kritikan. Crick mendapatkan banyak penghargaan, beberapa nobel, dan sanjungan yang luas terhadap jasanya dalam sains. Namun, Crick juga mendapatkan beberapa kritik mengenai karyanya, dan juga merupakan sosok kontroversial dalam kristiani, karena dia memiliki pandangan yang berbeda.

Dalam hidupnya, Crick menikah dua kali; menjadi ayah bagi tiga anak, dan kakek bagi enam cucu. Pernikahannya dengan Ruth Doreen Crick dikaruniai seorang Michael Francis Compton yang juga seorang ilmuwan. Sedangkan pernikahannya dengan Odile Crick dikaruniai dua orang anak yang bernama Gabrielle Anne dan Jacqueline Marie-Therese.

Rasa keingintahuan akan alam semesta diwarusi Crick dari kakeknya; walter Drwabridge Crick, yang menuliskan survey mengenai foraminifera dan berkorespondensi dengan Charles Darwin.

Crick meninggal akibat kanker usus besar pada pagi hari 28 Juli 2004 di University of California, San Diego (UCSD) Rumah Sakit Thornton di La Jolla; ia dikremasi dan abunya disebar ke Samudera Pasifik. Sebuah peringatan publik diadakan pada 27 September 2004 di Salk Institute, La Jolla, dekat San Diego, California; pembicara tamu termasuk James Watson, Sydney Brenner, Alex Kaya, Seymour Benzer, Aaron Klug, Christof Koch, Pat Churchland, Vilayanur Ramachandran, Tomaso Poggio  Leslie Orgel, Terry Sejnowski, anaknya Michael Crick, dan putri bungsunya Jacqueline Nichols. Sebuah peringatan pribadi untuk keluarga dan rekan-rekan diadakan pada tanggal 3 Agustus tahun 2004.

Dia meninggal dalam proses editing manuscript hasil temuannya di bidang neurobiologi yang menelaah kesadaran manusia.


Penelitian

Crick tertarik pada dua masalah yang belum terpecahkan dalam hal yang mendasar dalam biologi. Pada waktu itu, Crick sendiri giat mengadakan penelitian untuk meraih gelar Ph. D, di bawah bimbingan Max Perutz. Penelitiannya adalah tentang penentuan struktur protein dengan kristalografi sinar X. Penelitiannya itu berusaha menyingkapkan bagaimana struktur suatu kristal molekul dengan bantuan paparan sinar X. Dari situ Crick ingin mengetahui bagaimana posisi atom dalam sebuah molekul.

Crick mulai intensif melakukan penelitian tentang struktur DNA sejak ia berjumpa dengan James Watson, seorang ilmuwan genetika dari Amerika Serikat yang sedang melakukan penelitiannya di Inggris.

Pada awal tahun 1950-an, para peneliti DNA sudah mengetahui, bahwa gen merupakan bagian terkecil organisme yang mengandung ‘informasi’ genetik yang dapat diwariskan kepada keturunan generasi berikutnya. Akan tetapi, mereka belum mengetahui secara pasti, seperti apa sebenarnya bentuk gen tersebut baik secara struktur maupun unsur kimianya, serta bagaimana cara gen tersebut menurunkan setiap ‘informasi’ kepada keturunannya.

Baik Crick maupun Watson menyadari, bahwa untuk mendapatkan hasil yang rinci dari struktur DNA, mereka harus menggabungkan berbagai macam cabang ilmu pengetahuan, seperti genetika, biokimia, kimia, kimia fisik, dan kristalografi sinar X. Maka, mereka pun berkolaborasi.

Keduanya menggabungkan berbagai informasi yang mereka dapatkan, ditambah dengan bekal latar belakang ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Pada waktu itu Crick memiliki pengetahuan dalam bidang fisika dan kristalografi sinar X, sedangkan Watson memiliki pengetahuan dalam bidang genetika virus dan bakteri.

Struktur heliks ganda DNA
Struktur heliks ganda DNA
Penelitian mereka baru menemukan titik terang setelah melihat hasil foto sinar X kristal molekul biologis yang diambil oleh seorang ilmuwati bernama Rosalind Franklin. Foto itu menampakkan bentuk DNA yang sesungguhnya. Dan foto itu mereka dapatkan dari Maurice Wilkins.

Berdasarkan foto kristal dari Franklin itulah, Crick dan Watson memantapkan teori mereka tentang struktur DNA, yang menyatakan bahwa struktur DNA itu berupa double-helix, atau spiral ganda yang berpilin. Spiral ganda berpilin itu merupakan susunan dari kode-kode gen yang disebut ‘Adenine/Adenin’ (A), ‘Thymine/Tiamin’ (T), ‘Guanine/Guanin’ (G), dan ‘Cytosine/Sitosin’ (C). Mereka mempublikasikan teori mereka di Jurnal Nature, pada tahun 1953.

Teori double-helix sangat fenomenal waktu itu. Teori itu dinyatakan sebagai ‘Penemuan Rahasia Kehidupan’. Karena jika kode-kode gen DNA itu dapat diterjemahkan, maka kita dapat mengetahui informasi mengenai segala hal tentang tubuh kita. Baik itu warna (mata, rambut, kulit), bentuk fisik, maupun penyakit keturunan.

Atas penemuan struktur DNA tersebut, Crick dan Watson bersama dengan Wilkins mendapat hadiah Nobel untuk kategori kedokteran pada tahun 1962.


Sumber:
Read More
Ibnu Al-Baitar - Apoteker, Ahli botani, Dokter dan ilmuwan Muslim

Ibnu Al-Baitar - Apoteker, Ahli botani, Dokter dan ilmuwan Muslim

Ibn Al-Baitar
Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Al-Baitar adalah ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada abad pertengahan. Ia juga dokter dan ilmuwan. Ibnu Al-Baitar juga telah mengungkapkan tentang potasium nitrat pada tahun 1240 M.


Biografi

Ibnu Al-Baitar lahir pada akhir abad 12 (1197) di kota Malaga (Spanyol), Ibnu Al-Baitar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut. Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sudah tertanah semenjak kecil. Beranjak dewasa, dia pun belajar banyak mengenai ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Dari sinilah, al-Baitar pun lantas banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

Tahun 1219 dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baitar menyusuri sepanjang pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tidak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun lokasi utama yang pernah disinggahi antara lain Bugia, Qastantunia (Konstantinopel), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia.

Setelah tahun 1224 al-Baitar bekerja untuk al-Kamil, gubernur Mesir, dan dipercaya menjadi kepala ahli tanaman obat. Tahun 1227, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baitar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk banyak mengumpulkan tumbuhan.

Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, Al-Baitar berkesempatan mengadakan penelitian tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Saudi Arabia dan Palestina, di mana dia sanggup mengumpulkan tanaman dari sejumlah lokasi di sana.


Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrad (kitab mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab)

Buku Al-Baitar
Buku Al-Baitar
Sumbangsih utama Al-Baitar adalah Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada. Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad 16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta dipublikasikan tahun 1758.


Kitab al-Mughni fi al-adwiya al-mufrada (ensiklopedia obat-obatan dan khasiat tanaman)

Karya fenomenal kedua Al-Baitar adalah Kitab al-Mlughni fi al-Adwiya al-Mufrada yakni ensiklopedia obat-obatan. Obat bius masuk dalam daftar obat terapetik. Ditambah pula dengan 20 bab tentang beragam khasiat tanaman yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada masalah pembedahan yang dibahas dalam kitab ini, Al-Baitar banyak dikutip sebagai ahli bedah Muslim ternama, Abul Qasim Zahrawi.

Selain bahasa Arab, Baitar pun kerap memberikan nama Latin dan Yunani kepada tumbuhan, serta memberikan transfer pengetahuan. Kontribusi Al-Baitar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta pengklasifikasian selama bertahun-tahun. Dan karyanya tersebut di kemudian hari amat mempengaruhi perkembangan ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain yakni kitab Al-Jami baru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahasan dalam kitab ini dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.


Karya lain
  • Mizan al-Tabib.
  • Risalah fi'l-aghdhiya wa-adwiya.
  • Maqāla fi'l-laymūn, Risalah tentang Lemon, juga telah dikaitkan dengan Ibn Jumac ; diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Andrea Alpago.
  • Tafsir Kitab Diyusqūrīdis, sebuah komentar pada empat buku pertama Dioscorides .

Wafat

Ibnu Al-Baitar meninggal di Damaskus pada tahun 1248. Dunia mengenangnya sebagai seorang yang paling berjasa dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, dan berpengaruhpenting dalam perkembangan ilmu botani.

Sebagian besar buku karya Ibnu al-Baitar berasal dari hasil penelitiannya selama beberapa tahun terhadap berbagai jenis tumbuhan. Tak hanya berisi hasil penelitian, buku tersebut juga di lengkapi penjelasan & komentar panjang. Di kemudian hari, karya-Karya Ibnu al-Baitar menjadi buku rujukan ilmu botani yang sangat penting. Kontribusi Ibnu al-Baitar tersebut sangat mempengaruhi perkembangan ilmu botani & kedokteran selanjutnya, baik di Eropa maupun Asia.

(berbagai sumber)
Read More
Nurtanio Pringgoadisuryo - Perintis Industri Penerbangan Indonesia

Nurtanio Pringgoadisuryo - Perintis Industri Penerbangan Indonesia

Nurtanio Pringgoadisuryo
Nurtanio Pringgoadisuryo (dikenal juga dengan nama L.M.U Nurtanio, LMU Nurtanio, Laksamana Muda Udara Nurtanio, Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio) (lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923 – meninggal 21 Maret 1966 pada umur 42 tahun adalah sebagai perintis industri penerbangan Indonesia. Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada tahun 1947. Ia membuat pesawat pertama all metal dan fighter Indonesia yang dinamai Sikumbang, disusul dengan Kunang-kunang (mesin VW) dan Belalang, dan Gelatik (aslinya Wilga) serta mempersiapkan produksi F-27.

Cita-cita dan keinginan serta kecintaannnya akan dunia kedirgantaraan sudah dia awali sejak masa Hindia Belanda. Nurtanio pada saat itu berlangganan majalah kedirgintaraan Vliegwereld, dan menekuni masalah aerodinamika dan aeromodelling. Pada masa itu, Nurtanio sering mengadakan surat menyurat dan korespondensi dengan sesama pencinta Aeromodelling pada zaman Hindia Belanda. Diantaranya adalah Wiweko Soepono yang saat itu sudah mendirikan perkumpulan pencinta Aeromodelling serta berlangganan majalah Vliegwereld.

Nurtario gugur pada suatu kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 21 Maret 1966, ketika menerbangkan pesawat Aero 45 atau Arev yang sebenarnya buatan Cekoslowakia, yang telah dimodifikasi dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Pesawat ini sebenarnya akan digunakan untuk penerbangan keliling dunia, dan Nurtanio mengalami kecelakaan saat kerusakan mesin, dia berusaha untuk mendarat darurat di lapangan Tegallega, Bandung namun gagal karena pesawatnya menabrak toko.

Namun sejarah kemudian mencatat bagaimana setelah gugur Nurtanio tertimpa aib. LIPNUR diubah menjadi IPTN. Nama Nurtanio dihapus. Alasan menghapus nama Nurtanio yang disampaikan secara resmi, sangat sepele. Tuduhannya, adanya surat pribadi dengan kop perusahaan sehingga keluarga Nurtanio difitnah akan memiliki saham IPTN. Isu itu kemudian, yang sangat disayangkan, dibesar-besarkan bahkan didramatisasi.

Cita-citanya besar, keliling dunia dengan pesawat terbang buatan bangsanya. Untuk itu, disiapkanya pesawat Arev (Api Revolusi), dari bekas rongsokan Super Aero buatan Cekoslowakia yang tergeletak di Kemayoran. Karena dedikasinya yang tinggi, setelah Nurtanio gugur dalam penerbangan uji coba Arev, namanya diabadikan menjadi Industri Pesawat Terbang Nurtanio (sekarang IPT-Nusantara/IPTN/PT Dirgantara Indonesia). (wikipedia)
Read More
Michael Iskandar - Penemu Teknologi Mesin BIG BANG

Michael Iskandar - Penemu Teknologi Mesin BIG BANG

Michael Iskandar
Michael Iskandar adalah Seorang Pembalap motor dan Ahli otomotif Indonesia. Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia. Ia dikenal karena telah menemukan teknologi Big Bang untuk motor GP Yamaha.


Biografi

Michael Iskandar atau yang akrab dipanggil Om Chia menpunyai nama asli Tjia goan Heong, lahir pada tahun 1957. Waktu kecil Om Chia suka memilihara ayam dan semasa di padang Om Chia sekolah sampai tingkat tujuh di sekolah Veteran Belanda belum menyelesaikan studinya Om chia pindah ke medan melanjutkan STM tapi sayangnya hanya setengah jalan saja.

Saat masih muda Michael Iskandar pernah menjadi anak band. Ia mampu memainkan alat musik gitar dan ukulele. Hampir tiap malam minggu, tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal bersama rekan-rekannya.

Om Chia yang pernah merasakan jaman penjajahan Jepang...mengaku pada saat itu indonesia sangantlah susah, lalu om Chia bekerja dengan jepang di alat-alat pertanian. Di pabrik itu ada seorang belanda yang mempunya mesin Harley tua dan di perbaiki kembali..saat itu om Chia sering memperhatikan, membantu mencuci,merwat harley itu..saat itu Om Chia masih asing dan terheran-heran dengan mesin motor ...kenapa motor kok bisa jalan...?

Mulali lah Om Chia tertarik lebih dalam untuk mengetahui motor lebih dalam...karena ke uletan dan kerja kerasnya Om Chia sangat di sayang oleh atasannya. Sewaktu bekerja di jepang Om Chia punya teman yaitu Montero keturunan Portugis.

Setelah jepang kalah Om Chia dan Montero di evakuasi ke batavia di jemput oleh orang inggris disana om Chia Dan montero bekerja dengan militer belanda di militer transport dienst (MTD) di mana om Chia menengani bagian transport Militer di bagian service mobil secara otodidak om Chia mempelajari mesin-mesin itu.

Setelah sahabatnya naik pangkat dan di hadiahi sebuah motor dinas yaitu Harley, om Chia yang terpesona itu akhirnya diam-diam menaiki motor itu padah sama sekali om Chia tidak pernah mengendarai motor sebelumnya akhirnya terjadi kericuhan memancing kepala (MTD) keluar yaitu Ir.Lapre setelah mau di marah-marahi dan mau di hukum akhirnya dengan bantuan montero om Chia di pindahkan ke bagian bengkel Motor-motor dinas, disitu om Chia mulai terjun langsung ke dunia motor, di sana om Chia bekerja sama dengan ke dua temannya yaitu mayor Balyet dan sersan Denjider lagi-lagi di dalam bekerja om Chia tidak setengah-setengah, om Chia begitu di perhatikan dan sangat di sayangi, dalam waktu singkat saja om Chia di angkat menjadi kepala kelompok bengkel sservice motor.


Menjadi pembalap

Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dan hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik. Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.

Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.

Om Chia muncul di arena balap bersama gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe ho pada 1958, om Chia terjun di lintas balap Curug dengan mengendarai Vellocete buatan Inggris, setelah itu om Chia terjun di lintasan balap Cililitan dengan mengendarai gold Star,kemudian kembali ke curug.

Pada tahun 1960 JAJ Grasuis (Jan alex Jacobus, orang belanda) bersama dengan bambang gunardi (Thio Tjang Djen) dan Michael Iskandar (Tjia goan Heong) mewakili indonesia dalam perlombaan balap motor Lionel pereira Challange Cup di seri Langka.

Sejarah Motor Balap JAJ Grashuis selama dua dekade berikutnya mencerminkan kebangkitan OR Otomotif di Tanah Air di era 1950an namanya pasti di sebut-sebut pembalap di era selanjutnya bila berbicara tentang olah raga otomotif di Tanah Air.

Hasil riset nya berhasil membawa Suzuki Shogun dan Smash menjadi momok yang menakutkan bagi lawannya di balapan Indoprix, bersama Tim Suzuki TOP1 BRT SHC FDR Chia Felix. Selain itu, Om Chia juga pernah menyabet gelar Juara Asia pada 2008 silam bersama pembalapnya Owie Nurhuda.

Michael Iskandar mulai muncul di berbagai arena Balap pada tahun 1957, dua tahun kemudian berlangsung dengan bang gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe hosetealh itu om Chia lebih aktif mengkorek motor Suzuki yang pada saat Itu menjadi saingan terberat Yamaha, pembalap yang sering menang di atas motor Suzuki A100 Hasil Korekannya adalah Hendra Abauw,Tirta Saputra Beng Soeswanto, Maneke cho, Om Jadi sering mendampingi pembalap dalam lomba balap motor di luar negeri seperti Malaysia, Siangapura, Macau, Thailand dan Jepang, setelah itu banyak para pembalap muda muncul sebagai Juara dengan rakitan mesin Om Chia.
  • Generasi ke1, Abauw,Beng soeswanto,inton, Ashun Bahar
  • Generasi Ke 2, Nanag gunawan, Doni W (solo), Beng Kim, Kosasih, Bilham, Jhoni Wijaya, Popey, Iyen,Alm Lili (bali), leo Santana, herman D, (Tek Kwie), nenet Taraya
  • Generasi ke 3, Hong Cuan, En Lie, yayang ompong, Hong An, Akong, Deden, Arsyad, Karry hutama
  • Generasi ke 4, Felix Jy, Decky setiawan, Awi, Asep Hendro, Dadang Nugraha, Imanudin, Girianto
  • Generasi 5, Sigit Sugiarto, Deny, Bima Octavianuz
  • Generasi ke 6, Rafid Poppy, Hendriansyah, Bima Aditia
  • Generasi ke 7, Febrianus Balang,Owie Nurhuda, Ahmad Kohar

Teknologi Big Bang

Bigbang adalah teknologi yang diterapkan pada sepeda motor balap (Moto GP) yamaha yang ditemukan oleh Michael Iskandar. Keunggulan teknologi pada mesin ini yaitu memiliki penyaluran tenaga yang lebih halus meskipun sistem pemindah daya sering kali membuat motor mengalami slide pada ban belakang.  Teknologi ini juga membuat motor tampil lebih meyakinkan dilintasan yang menikung. Sebagai raja tikungan Valentino Rossi sangat menggemari mesin ini. Karena Rossi memiliki keunggulan ketika melakukan manuver tikungan. Pada sejarahnya Rossi memang lebih banyak berkutat dengan mesin Big-bang ketimbang screamer. Mulai dari Honda tahun 2002 lewat RCV211v hingga tahun 2010 dengan Yamaha M-1. The Doctor selalu menggunakan mesin big-bang. Kebanyakan pembalap modern lain pun lebih menyukai teknologi big bang ketibang teknologi lain semisal screamer yang terkenal liar.

Secara perbandingan, diputaran tinggi, power mesin screamer lebih sulit dikendalikan dari pada mesin big bang. Karena tiap interval 180 derajat putaran engkol terjadi langkah usaha.
Beda dengan mesin big bang, 2 ledakan terjadi berurutan (hampir bersamaan), tapi setelah itu ada interval yang cukup lama sebelum terjadi 2 ledakan berurutan berikutnya. Itulah kenapa ada yang menyebutnya big bang dan ada yang menyebutnya long bang.

Teknologi big bang sudah terbukti handal di lintasan Moto GP. Misalnya pada Yamaha M1 800 cc, sebagai satu-satunya mesin big bang, MI 800 mampu melawan mesin screamer Ducati & Honda. Teknologi ini membuat mesin begitu lincah ditikungan dan membuat pembalapnya unggul saat adu cepat dan mesin juga memiliki daya tahan hingga diakhir balapan.

Keunggulan lainnya dari mesin big bang adalah ban yang lebih awet dipakai balapan karena adanya jeda yang cukup lama, dibanding teknologi lain yang menyebabkan ban menerima hentakan power dari mesin.


Penghargaan
  • Penghargaan dari Indo Mobil karena prestasi dan kesetiaannya pada Suzuki
  • Diakui prestasinya oleh IMI (Ikatan Motor indonesia)

Kematian

Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal sang Isteri tercinta, Maria Elisabeth pada tahun 2009. Hingga akhirnya Om Chia mengehembuskan nafas terakhirnya di RS Prima Medika Denpasar, Bali, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kake 11 cucu ini menghembuskan nafas terakhirnya diusia yang ke 84 tahun karena menderita komplikasi kanker prostat pada 4 Mei 2010 di Denpasar, Bali. Jenazah Om Chia dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill, Karawang Barat.


Sumber:
Read More
Profil Hermann Lux - Ahli Kimia Anorganik

Profil Hermann Lux - Ahli Kimia Anorganik

Hermann Lux, adalah seorang ahli kimia anorganik  terkemuka dari Munich, Jerman. Ia lahir pada 3 September 1904 di Karlsruhe  dan meninggal pada8 Juli 1999.

Lux belajar kimia di University of Karlsruhe di mana ia lulus dengan pujian pada tahun 1928 dan kemudian menyelesaikan pendidikannya di Universitas Bonn pada tahun 1929. Dia kembali ke Karlsruhe dan bekerja di sana sampai kepindahannya ke Ludwig Maximilians University of Munich pada tahun 1937, di mana ia bekerja sebagai asisten sampai 1940, kemudian sebagai dosen sampai 1946 dan kemudian menjadi kepala departemen kimia analitik. Dia menjadi profesor pada tahun 1944 dan profesor penuh pada tahun 1955. Dia pindah ke Technical University of Munich pada tahun 1968 dimana ia menjadi profesor penuh dari anorganik dan analisis kimia hingga pensiun pada tahun 1973. Dia meninggal pada tanggal 8 Juli 1999, hampir 95 tahun.


Penemuan
  • Menemukan metode penentuan kuantitatif dari 1 ppm kuantitas merkuri (1931, bersama-sama dengan Alfred Stock)
  • mempeljari secara ekstensif reaksi kimia dalam garam cair, yang mengarah ke teori asam-basa Lux-Flood (1937)
  • Menciptakan "hanging melt"  metode yang memungkinkan untuk mempelajari sangat agresif sistem garam cair, seperti oksida alkali.
  • menyelidiki logam garam dalam oksidasi yang tidak biasa, seperti bivalen kromium atau pentavalent mangan.
  • Menerbitkan sejumlah buku termasuk "Anorganisch-Chemische Experimentierkunst" (kimia anorganik seni eksperimental) dan "Praktikum der quantitativen anorganischen Analyse" (tentu saja Praktis analisis anorganik kuantitatif) yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan digunakan oleh banyak ahli kimia analitik.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Hermann_Lux
Read More
Robert J. Van de Graaff - Penemu Alat Pembangkit Listrik Statis

Robert J. Van de Graaff - Penemu Alat Pembangkit Listrik Statis

Robert J. Van de Graaff
Robert J. Van de Graaff
Lahir: 20 Desember 1901, Tuscaloosa, Alabama , AS
Meninggal: 16 Januari 1967 (umur 65) Boston, Massachusetts, Amerika Serikat
Kebangsaan: Amerika
Bidang: Fisika
Lembaga: Institut Teknologi Massachusetts, Princeton University
Alma mater: University of Alabama, La Sorbonne, University of Oxford
Dikenal sebagai: Pewnemu generator Van de Graaff
Penghargaan: Elliott Cresson Medal (1936), Duddell Medali dan Hadiah (1947), Tom W. Bonner Prize di Fisika Nuklir (1966)
Robert Jemison Van de Graaff  adalah seorang fisikawan berkebangsaan Amerika Serikat. Ia menciptakan desain dan konstruksi dari generator tegangan tinggi yang disebut Generator Van De Graaff.


Biografi

Robert Van de Graaff Jemison lahir di Jemison-Van de Graaff Mansion di Tuscaloosa, Alabama, dari Belanda keturunan. Ia memiliki tigayaitu Adrian, Hargrov , dan William. Di Tuscaloosa, Robert menerima BS dan gelar Master dari University of Alabama di mana ia adalah anggota dari The Castle Club (kemudian menjadi Mu Bab dari Theta Tau ). Setelah setahun di Alabama Power Company, Van de Graaff belajar di Sorbonne. Pada tahun 1926 ia memperoleh gelar BS kedua di Oxford University pada Beasiswa Rhodes, menyelesaikan gelar PhD pada tahun 1928.

Van de Graaff adalah desainer dari pembangkit Van de Graaff, perangkat yang menghasilkan tegangan tinggi. Pada tahun 1929, Van de Graaff mengembangkan pembangkit pertama (memproduksi 80.000 volt) dengan bantuan dari Nicholas Burke di Princeton University. Pada tahun 1931, ia telah membangun generator yang lebih besar, menghasilkan 7 juta volt. Dia adalah seorang Research Fellow Nasional, dan 1931-1934 rekan penelitian di Massachusetts Institute of Technology. Dia menjadi profesor pada tahun 1934 (yang tinggal di sana sampai 1960). Ia dianugerahi Elliott Cresson Medal pada tahun 1936.

Selama Perang Dunia II, Van de Graaff adalah direktur Tegangan Tinggi radiografi Project. Setelah Perang Dunia II, ia mendirikan High Voltage Engineering Corporation (HVEC). Selama tahun 1950, ia menemukan isolasi-core transformator (memproduksi tegangan tinggi arus searah). Ia juga mengembangkan tandem teknologi pembangkit. The American Physical Society memberinya hadiah T. Bonner (1965) untuk pengembangan akselerator elektrostatik.

Van de Graaff meninggal pada tanggal 16 Januari 1967 di Boston, Massachusetts.


Generator Van De Graaff

Generator Van de Graaff.
Generator Van de Graaff.
Generator Van De Graaff adalah suatu alat pembangkit listrik statis yang di ciptakan oleh Robert J. Van De Graaff pada tahun 1829. Generator Van de Graaff menjadi sumber tegangan tinggi untuk mempercepat partikel subatomik dengan kecepatan tinggi, membuatnya menjadi alat yang berguna untuk penelitian fisika fundamental. Salah satu model generator Van de Graff yang ada di Indonesia terdapat di Pusat Peragaan Iptek di Taman Mini Indonesia Indah.

Sebuah generator Van De Graff terdiri dari beberapa bagian penting yang membuat alat bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Komponen penting Generator Van De Graff antara lain adalah:
  • 2 buah Sisir logam, yang berfungsi sebagai elektroda. Terdapat di bagian atas dan bawah roller sabuk karet.
  • Sabuk karet, penghantar elektron ke kubah logam
  • Kubah logam utama, berfungsi sebagai tempat berkumpulnya elektron.
  • Motor listrik, memutar roler dan mengerakan sabuk konveyor karet.
  • Cincin baja / kubah logam berukuran kecil, penyambut lepasan muatan listrik dari kubah utama

Diagram Generator Van de Graaff
Diagram Generator Van de Graaff 
Sebuah generator Van De Graaf dapat menghasilkan beda potensial hingga 5 megavolt. Kubah logam skema generator van de graaff mampu menyimpan muatan elektron yang dapat mengasilkan percikan petir yang terlihat. Prinsip kerja Generator Van De Graaff hampir sama dengan fenomena listrik statis yang di temukan oleh  Thales of Miletus. Yaitu berasaskan gesekan yang terjadi pada 2 benda yang berbeda. Salah satunya merupakan konduktor sedangkan yang lain adalah resistor (isolator).


Mekanisme dan prinsip kerja Generator Van De Graaff

Generator Van de Graff memiliki prinsip kerja yang sama dengan listrik statis penemuan Thale of Miletus. Elektron bebas di hasilkan dari gesekan yang terjadi antara sisir logam dan sabuk karet. Sabuk konvenyor karet yang bergerak keatas membawa eletron menuju kubah logam. Sedang sisi lain sabuk konveyor yang bergerak kebawah, membawa proton menuju ke tanah untuk di netralkan. Ketika elektron kian banyak terkumpul di kubah utama dan mempunyai beda potensial yang sangat tinggi, maka akan terjadi loncatan listrik dari kubah utama ke arah cincin baja atau kubah logam kecil sehingga tercipta percikan yang petir yang kasat mata. Generator Van De Graaff dengan beda potensial yang kecil jika di pegang kubah logamnya akan menyebabkan rambut seseorang berdiri tegak ke arah yang berlawanan. Hal ini di sebabkan karena adanya elektron yang berpindah ke ujung rambut dan saling bertolakan.


Sumber:
Read More
Sejarah Penemuan Drum

Sejarah Penemuan Drum

Drum merupakan salah satu alat musik tertua di dunia. Alat musik ini digunakan sebelum tahun 6000 SM (Sebelum Masehi). Dahulu bangsa Afrika menggunakan drum untuk bermain musik, mengiringi tarian pada upacara adat, tanda peringatan bahaya, maupun menginstruksikan pasukan maju ke medan perang. Namun tentu saja bentuknya tidak seperti sekarang. Pada awalnya drum hanya terdiri dari tom tom. Adanya invasi bangsa Eropa dan Timur Tengah ke Afrika menyebabkan drum semakin dikenal dan semakin berkembang sehingga tercipta snar drum.

Perkembangan selanjutnya, tahun 1500 Masehi, Eropa mencoba menaklukan Amerika untuk membentuk koloni baru. Bangsa Eropa membawa orang-orang Afrika untuk diperdagangkan sehingga kebudayaan Eropa, Afrika, dan penduduk asli Amerika saling berbaur. Namun orang Afrika yang berkulit hitam tidak boleh memainkan musik orang kulit putih. Oleh karena itu mereka menciptakan drum-set (seperangkat alat musik drum) dari drum Afrika yang mereka bawa untuk bermain musik. Baru pada Abad 20 orang-orang Amerika mulai tertarik mempelajari drum, kemudian drum pun semakin berkembang hingga mencapai bentuk seperti sekarang (drum akustik). Pada saat ini drum sudah semakin maju saja, kalau sekarang sudah ada gitar, piano, dan biola elektrik maka drum pun sudah ada yang elektrik.


Sejarah Drum-set

Sekira pada tahun 1800, drum-set dimainkan oleh beberapa musisi, masing-masing memainkan snare-drum, bass-drum, simbal, dan lain-lain yang tergabung di dalam sebuah grup musisi dengan banyak pemain atau big-band. Pada akhir tahun 1890, tata cara bermain drum-set mulai berubah. Semenjak musisi mulai bermain di tempat-tempat teater berukuran kecil, maka tidak memungkinkan bagi musisi untuk memainkan drum oleh 3 orang atau lebih pemain. Oleh sebab itu mereka berusaha untuk mengurangi jumlah pemain drums, misalnya seorang drummer memainkan beberapa alat perkusi.


Pedal drum

Pedal bass-drum mulai berkembang pada akhir dekade 1890, penemuan teknologi pedal bass-drum memberikan kemungkinan bagi pemain drum untuk memainkan beberapa jenis drum oleh seorang pemain. Pada awal perkembangannya, pedal bass-drum tidak menggunakan pegas, melainkan pemain menekan atau menginjak dan mengangkat pedal dengan tumit kaki sehingga menguras tenaga. Ukuran bass-drum yang digunakan berdiameter 26 inci yaitu lebih besar daripada ukuran yang umumnya pada masa sekarang. Penemu pedal untuk bass-drum dipasang alat pengait untuk memukul simbal sehingga keduanya dapat dibunyikan sekaligus.

Drum set Ludwig, 1918
Drum set Ludwig, 1918
Walaupun hasil penemuan pedal-bass dan simbal terdaftar dalam hak-paten pada tahun 1888, revolusi perkembangan teknologi drum-set mulai marak pada tahun 1909 oleh William F Ludwig bersama saudara kandungnya Theobalt, William F Ludwig mencetak sejarah drum-set setelah menemukan teknologi menggunakan menggunakan pegas pada pedal bass-drum, penemuan revolusioner ini memungkinkan bagi drummer untuk bermain lebih lama, lebih cepat dan tidak melelahkan. Drum-set pertama yang mulai dipasarkan pada tahun 1918 adalah Ludwig "Jazz-er-up" yang terdiri dari 24''x 8 bass-drum,12''x 3 snare-drum, pedal bass-drum berikut pedal simbal, simbal di atas bass-drum dan wood-block (alat musik seperti kentongan Bakso).

Kemudian Ludwig menambahkan asesoris berupa dua buah 'single headed tuneable' tom-tom, cowbell,two-tone block dan triangle. Disebut 'tuneable' sebab sekeliling rim tom-tom dilengkapi baut sehingga ketegangan kulit drum tom-tom dapat diatur. Yaitu dengan cara mengencangkan baut untuk menghasilkan suara tom-tom lebih nyaring atau lebih rendah bila baut dikendurkan. Dengan demikian drum-set modern mulai terbentuk. (berbagai sumber)
Read More
Prof. Dr. Rahmiana Zein - Penemu Teknik Kromatografi Tercepat Di Dunia

Prof. Dr. Rahmiana Zein - Penemu Teknik Kromatografi Tercepat Di Dunia

Rahmiana Zein
Rahmiana Zein
Lahir: 1958
Kewarganegaraan: Indonesia
Almamater: Universitas Gipu, Jepang
Pekerjaan: Ilmuwan, pengajar
Dikenal karena: Pakar ilmu kimia ; Penemu teknik kromatografi tercepat di dunia
Agama: Islam
Pasangan: Prof. Dr. Edison Munaf
Prof. Dr. Rahmiana Zein adalah seorang pengajar dan pakar ilmu kimia Indonesia. Ia merupakan penemu teknik kromatografi tercepat di dunia. Kromatografi adalah teknik pemisahan senyawa kimia memanfaatkan interaksi antara pelarut, sampel yang akan dipisahkan, fase diam (stationary phase) dan fase bergerak (mobile phase).

Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ia menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.

Rahmiana Zein yang merupakan adik kandung dari Kivlan Zein, seorang tokoh militer ini menikah dengan Prof. Dr. Edison Munaf, yang menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) di KBRI Tokyo, Jepang, dan juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Andalas.
Read More
Henry Ford - Pendiri Ford Motor Company

Henry Ford - Pendiri Ford Motor Company

Henry Ford
Henry Ford

Lahir: 30 Juli 1863 Greenfield Township, Dearborn, Michigan, Amerika Serikat

Meninggal: 07 April 1947 (umur 83) Fair Lane, Dearborn, Michigan, Amerika Serikat

Pekerjaan: Pengusaha, Insinyur

Kekayaan bersih: US$188,1 billion, berdasarkan informasi dari Forbes – Februari 2008.

Agama: Kristen Protestan

Pasangan: Clara Jane Bryant

Anak: Edsel Ford

Orang tua: William Ford (ayah) & Mary Ford (ibu)
Henry Ford adalah pendiri Ford Motor Company dan dianggap menciptakan kelas menengah di masyarakat Amerika. Ia termasuk yang pertama menerapkan sistem produksi ban berjalan dalam produksi massal mobil yang terjangkau harganya. Selain itu, ia juga memiliki kepedulian yang besar dengan mendirikan Ford Foundation, sebuah yayasan sosial besar di dunia. Prestasi ini tak hanya merevolusi produksi industrial, tetapi juga memberi pengaruh besar pada budaya modern, sehingga banyak teoritikus sosial menamai fase sejarah ekonomi dan sosial ini sebagai "Fordisme".


Masa kecil

Henry Ford lahir pada tanggal 30 Juli 1863, di sebuah pertanian di wilayah Greenfield Township, Michigan. Ayahnya, William Ford (1826–1905) berasal dari County Cork, Irlandia. Ibunya, Mary Ford (1839–1876) lahir di Michigan dan merupakan anak bungsu dari sebuah keluarga imigran asal Belgia. Henry Ford memiliki tiga orang saudara, yaitu Margaret Ford (1867–1938); Jane Ford (1868–1945); William Ford (1871–1917) dan Robert Ford (1873–1934).

Ayahnya memberikan ia jam kantong di masa remajanya. Pada umur 15 tahun, Ford belajar membongkar dan memperbaiki jam tersebut dan mulai menunjukkan kemampuannya ke lingkungan sekitar, sehingga ia mendapatkan reputasi sebagai ahli memperbaiki jam.

Pada tahun 1879, Ford meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai ahli mesin di Detroit, pada perusahaan James F. Flower & Bros., kemudian pindah ke Detroit Dry Dock Co. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Dearborn untuk bekerja di pertanian keluarga, di mana ia menguasai cara mengoperasikan mesin uap portable Westinghouse. Ia kemudian dipekerjakan oleh Westinghouse untuk memperbaiki mesin uap mereka. Pada periode ini, Ford juga mempelajari akuntansi di Goldsmith, Bryant & Stratton Business College di Detroit.


Pernikahan dan keluarga

Ford menikahi Clara Ala Bryant (1866–1950) pada tahun 1888. Untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja sebagai petani dan menjalankan usaha pemotongan kayu. Dari istrinya ini, ia dikaruniai seorang anak: Edsel Ford (1893–1943).


Karier

Pada tahun 1891, Ford menjadi insinyur di Edison Illuminating Company. Setelah ia mendapat promosi menjadi Kepala Insinyur, ia memiliki cukup waktu dan uang untuk memusatkan perhatiannya ke eksperimen pribadi pada mesin berbahan bakar bensin. Melalui eksperimen tersebut, ia berhasil menciptakan mesin yang ia sebut sebagai Ford Quadricycle pada tahun 1896. Mesin tersebut ia uji coba sendiri pada 4 June. Ford terus menjalankan uji coba untuk memperbaiki mesinnya tersebut.

Pada tahun 1896, Ford menghadiri pertemuan dengan para eksekutif di Edison, di mana ia diperkenalkan langsung ke Thomas Edison. Edison merestui eksperimen otomobil tersebut bahkan mendorongnya untuk merancang dan membuat kendaraan kedua, yang ia selesaikan pada tahun 1898. Tak lama, ia mendapatkan pendanaan dari William H. Murphy, pengusaha kayu asal Detroit, dan memutuskan keluar dari Edison Company untuk mendirikan Detroit Automobile Company pada 5 Agustus 1899. Namun, kualitas mobil yang diproduksi perusahaan tersebut rendah sementara harganya yang relatif mahal. Akhirnya perusahaan tersebut bangkrut dan dibubarkan pada Januari 1901.


Ford Model T

Ford Model T (juga dijuluki Tin Lizzy maupun Flivver) ialah mobil dari Amerika Serikat yang dibuat antara 1908 dan 1928 oleh Ford Motor Company dari Detroit, Michigan. Mobil ini merupakan mobil pertama yang terjangkau untuk masyarakat kelas menengah Amerika Serikat; diantaranya karena efisiensi pabrik yang diterapkan, termasuk penggunaan lini perakitan dan bukan buatan tangan. Ford Model T dijuluki sebagai mobil paling berpengaruh pada abad ke-20 berdasarkan sebuah pemungutan suara internasional.

Model T dibangun pertama kali pada tahun 1908, yang merupakan tahun bersejarah karena pada tahun tersebut pertama kalinya mobil itu menjadi terkenal. Produksi pertama ModelT dilakukan pada 12 Agustus 1908 dan meninggalkan pabrik pada 27 September 1908, dari Pabrik Piquette di Detroit, Michigan. 26 Mei 1927, Henry Ford mengunjungi pabriknya untuk menyaksikan produksi Model T yang ke 15 juta pada lini perakitan pada pabriknya di Highland Park, Michigan.


Kematian

Henry Ford meninggal dunia di kediamannya pada usia 83 tahun tepatnya pada tanggal 7 April 1947. Ia meninggalkan kekayaan pribadi senilai 500-700 juta dollar. Sebagian besar sahamnya di Ford Motor Company diwariskannya kepada Ford Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang kini tak kalah terkenal dengan Ford Motor.

Sumber:
Henry Ford
Ford Model T
Read More