I Made Budi - Penemu Formula Buah Merah

Buah Merah, kuansu (Pandanus conoideus)
Buah Merah, kuansu (Pandanus conoideus)
Drs. I Made Budi M.S adalah ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih (UNCEN) di Jayapura. Ia merupakan orang yang pertamakali melakukan  penelitian tentang khasiat pengobatan Buah Merah. Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit.


Penelitian

Drs. I Made Budi M.S. sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengonsumsi Buah Merah. Pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, padahal hidup sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta kadang-kadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang yang terkena penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker, dan lain-lain.

Dengan meneliti kandungan komposisi gizinya, ternyata dalam ujud sari Buah Merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):
  • Karoten (12.000 ppm)
  • Betakaroten (700 ppm)
  • Tokoferol (11.000 ppm)
Di samping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ini meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel T Helpers dan limposit. Suatu kutipan studi membuktikan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit. Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit yaitu; tumor otak, tumor kandungan, tumor payudara, kanker hati, bahkan juga HIV/AIDS yg sebagian besar kasus penyembuhan terjadi atas pasien-pasien di Papua maupun penderita penyakit di p.Jawa. (sumber: Wikipedia)

Robert Bunsen - Penemu cesium & Rubidium

Robert Bunsen
Robert Wilhelm Eberhard Bunsen 

Lahir: 30 Maret 1811 Göttingen, Westphalia, Konfederasi Rhine (sekarang Jerman)

Meninggal: 16 Agustus 1899 (umur 88) Heidelberg, Baden, Kekaisaran Jerman (sekarang Jerman)

Kediaman: Jerman

Bidang: Kimia (karir), Geologi dan Mineralogi (pensiun)

Lembaga: Politeknik Sekolah Kassel, University of Marburg, University of Heidelberg, Universitas Breslau

Alma mater: Universitas Göttingen

Pembimbing doktoral: Friedrich Stromeyer

Mahasiswa doktoral: Adolf von Baeyer, Fritz Haber, Philipp Lenard, Georg Ludwig Carius, Hermann Kolbe, Adolf Lieben, Carl Friedrich Wilhelm Ludwig, Viktor Meyer, Friedrich Konrad Beilstein, Henry Enfield Roscoe, John TyndallEdward Frankland, Dmitri Mendeleev, Thomas Edward Thorpe, Francis Robert Japp

Dikenal dalam: Penemuan cacodyl radikal; penemuan cesium dan rubidium;  Penemuan Bunsen burner ; karbon-seng sel elektrokimia; metode analisis gas; pengembangan Analisis Spektrokimia

Penghargaan: Medali Copley (1860), Davy Medal (1877), Albert Medal (1898)
Robert Wilhelm Eberhard Bunsen merupakan seorang kimiawan berkebangsaan Jerman. Dia menyelidiki spektrum emisi dari unsur-unsur yang dipanaskan,  menemukan cesium (tahun 1860) dan rubidium (tahun 1861) dengan fisikawan Gustav Kirchhoff.


Biografi

Robert Bunsen lahir di Göttingen pada 30 Maret tahun 1811, di tempat yang sekarang negara bagian Lower Saxony di Jerman tapi kemudian berumur pendek Kerajaan Westphalia Utara ; setelah kekalahan Napoleon tiga tahun kemudian Göttingen menjadi bagian dari Kerajaan Hanover. Bunsen adalah bungsu dari empat anak dari kepala pustakawan University of Göttingen dan profesor filologi modern, Kristen Bunsen (1770-1837).

Setelah menghadiri sekolah di Holzminden , Bunsen lulus di Göttingen pada tahun 1828 dan belajar kimia dengan Friedrich Stromeyer serta mineralogi dengan Johann Friedrich Ludwig Hausmann dan matematika dengan Carl Friedrich Gauss. Setelah memperoleh gelar PhD pada tahun 1831, Bunsen menghabiskan 1.832 dan 1.833 perjalanan di Jerman, Perancis, dan Austria; Friedlieb Runge (yang menemukan anilin dan tahun 1819 terisolasi kafein ), Justus von Liebig di Giessen, dan Eilhard Mitscherlich di Bonn berada di antara banyak ilmuwan yang bertemu pada perjalanannya.

Bunsen juga selama hidupnya dikenal sebagai pelopor pada bidang Fotokimia, serta melakukan pekerjaan awal dalam bidang organoarsenic kimia. Dengan dibantu oleh asisten laboratoriumnya bernama Peter Desaga, dia telah berhasil mengembangkan pembakar Bunsen.

Selain dikenal sebagai seorang penemu, Bunsen juga adalah seorang dosen di Göttingen. Setelah tiga tahun mengajar di Sekolah politeknik Kassel, Bunsen akhirnya menerima sebuah asosiasi guru di Universitas Marburg.

Di Universitas Marburg dia kembali melanjutkan studinya tentang cacodl derivatif. Atas penelitiannya tersebut, Bunsen akhirnya dipromosikan menjadi profesor penuh pada tahun 1841.

Ketika Bunsen pensiun pada usia 78 tahun, ia merubah karyanya semata-mata untuk geologi dan mineralogi, kepentingan yang telah ia kejar sepanjang karirnya. Robert Wilhelm Eberhard Bunsen meninggal pada 16 Agustus 1899 (umur 88) di Heidelberg, Baden, Kekaisaran Jerman (sekarang Jerman).


Penelitian dan penemuan

Pada tahun 1833 Bunsen menjadi dosen di Göttingen dan mulai studi eksperimental (dalam) kelarutan garam logam dari asam arsenous. Penemuan penggunaan oksida besi hidrat sebagai agen pencetus masih merupakan hal yang efektif sebagai penangkal keracunan arsenik. Penelitian interdisipliner ini dilakukan dan dipublikasikan dalam hubungannya dengan dokter Arnold Adolph Berthold.

Karya Bunsen yang membawanya pada pengakuan cepat dan luas, sebagian karena cacodyl, yang sangat beracun dan mengalami pembakaran spontan pada udara kering. Bunsen hampir mati karena keracunan arsenik, dan ledakan dengan cacodyl terlihat di mata kanannya. Pada tahun 1841 Bunsen menciptakan sel baterai Bunsen, menggunakan karbon elektroda bukan platina elektroda mahal yang digunakan dalam sel elektrokimia William Robert Grove. Awal tahun 1851 ia menerima jabatan profesor di Universitas Breslau, di sana ia mengajar selama tiga semester.

Pada akhir tahun 1852 Bunsen menjadi penerus dari Leopold Gmelin di University of Heidelberg. Di sana ia menggunakan elektrolisis untuk menghasilkan logam murni seperti kromium, magnesium, aluminium, mangan, natrium, barium, kalsium dan lithium. Kolaborasi panjang dengan Henry Enfield Roscoe dimulai pada tahun 1852, mereka mempelajari pembentukan fotokimia hidrogen klorida dari hidrogen dan klorin. Dari pekerjaan ini, hukum timbal balik dari Bunsen dan Roscoe berasal. Dia berhenti berkarya dengan Roscoe pada tahun 1859 dan bergabung dengan Gustav Kirchhoff untuk mempelajari spektrum emisi dari unsur-unsur yang dipanaskan, area penelitian yang disebut analisis spektrum. Untuk pekerjaan ini, Bunsen dan asisten laboratoriumnya, Peter Desaga, telah menyempurnakan kompor gas khusus 1855, yang dipengaruhi oleh model sebelumnya. Desain baru dari Bunsen dan Desaga, yang menyediakan api yang sangat panas dan bersih, sekarang disebut " Bunsen burner ".

Setelah distilasi cermat pada empat puluh ton air pada musim semi tahun 1860 Bunsen mampu mengisolasi 17 gram elemen baru. Dia memberi nama unsur "cesium", setelah kata Latin untuk biru. Tahun berikutnya ia menemukan rubidium, dengan proses yang sama.

(Sumber: id.wikipedia.org ; en.wikipedia.org)

Joseph Stefan - Penemu Hubungan Antara Intensitas Dengan Suhu Benda yang Memancarkan Radiasi

Joseph Stefan
Jozef Štefan
Lahir: 24 Maret 1835 St Peter (sekarang Klagenfurt am Wörthersee ), Kekaisaran Austria
Meninggal: 7 Januari 1893 (umur 57) Wina, Austria-Hungaria
Kediaman: Austria
Kebangsaan: Kekaisaran Austria
Bidang: Ahli fisika
Lembaga: University of Vienna
Alma mater: University of Vienna
Pembimbing doktoral: Andreas von Ettingshausen
Mahasiswa doktoral: Ludwig Boltzmann, Marian Smoluchowski , Johann Josef Loschmidt
Dikenal dalam: Hukum Stefan-Boltzmann, σ konstanta Stefan-Boltzmann, Masalah Stefan, Persamaan Stefan, Rumus Stefan, aliranStefan, Jumlah Stefan,  difusi Maxwell-Stefan
Penghargaan: Lieben Prize (1865)
Joseph Stefan adalah seorang fisikawan, matematikawan, dan penyair dari etnis Carinthian Slovenia, dari Kekaisaran Austria.


Biografi

Stefan lahir di sebuah desa pinggiran St Peter (Slovenia Sveti Peter) dekat Ebenthal (Slovenia Žrelec) (sekarang merupakan sebuah distrik Klagenfurt) (Celovec) di Kekaisaran Austria (sekarang di Austria ) pada 24 Maret 1835. Ayahnya bernama Aleš (Aleksander) Štefan, lahir pada tahun 1805 dan ibu Marija Startinik, lahir tahun 1815. Keluarga Stefans hidup sederhana. Ayahnya adalah seorang asisten penggilingan dan ibunya pembantu. Ayah Stefan meninggal pada tahun 1872, sementara ibunya meninggal hampir sepuluh tahun sebelumnya pada tahun 1863.

Stefan mengenyam pendidikan sekolah dasar di Klagenfurt. Pada tahun 1845 ia pergi ke Klagenfurt gymnasium. Ia mengalami tahun revolusioner tahun 1848.

Pada tahun 1853 dia meninggalkan Wina untuk belajar matematika dan fisika . Profesor fisika di gimnasium adalah Karel Robida yang menulis buku pertama fisika Slovenia. Stefan lulus dalam matematika dan fisika di University of Vienna pada tahun 1857. Selama menjadi murid ia juga menulis dan menerbitkan sejumlah puisi di Slovenia. Dia mengajar fisika di University of Vienna, Direktur Institut Fisika dari 1866, Wakil Presiden Vienna Academy of Sciences dan anggota dari beberapa lembaga ilmiah di Eropa .

Ia menerbitkan hampir 80 artikel ilmiah, dalam Buletin Vienna Academy of Sciences.


Hukum Stefan-Boltzmann

Pada tahun 1879 Josef Stefan melakukan eksperimen untuk mengetahui karakter universal dari radiasi benda hitam. Ia menemukan bahwa daya total per satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam panas (intensitas total) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Sehingga dapat dirumuskan:

I = e σ T4

dengan I menyatakan intensitas radiasi pada permukaan benda hitam pada semua frekuensi, T adalah suhu mutlak benda, dan σ adalah tetapan Stefan-Boltzmann, yang bernilai 5,67 × 10-8 Wm-2K-4.

Gambar berikut memperlihatkan spektrum cahaya yang dipancarkan benda hitam sempurna pada beberapa suhu yang berbeda. Grafik tersebut memperlihatkan bahwa antara antara panjang gelombang yang diradiasikan dengan suhu benda memiliki hubungan yang sangat rumit.


 spektrum cahaya yang dipancarkan benda hitam sempurna pada beberapa suhu yang berbeda
 Spektrum cahaya yang dipancarkan benda hitam sempurna pada beberapa suhu yang berbeda

Untuk kasus benda panas yang bukan benda hitam, akan memenuhi hukum yang sama, hanya diberi tambahan koefisien emisivitas yang lebih kecil daripada 1 sehingga:
I total = e.σ.T 4
Intensitas merupakan daya per satuan luas, maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai:



dengan:
P = daya radiasi (W)
Q = energi kalor (J)
A = luas permukaan benda (m2)
e = koefisien emisivitas
T = suhu mutlak (K)

Beberapa tahun kemudian, berdasarkan teori gelombang elektromagnetik cahaya, Ludwig Boltzmann (1844 – 1906) secara teoritis menurunkan hukum yang diungkapkan oleh Joseph Stefan dari gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan Maxwell. Oleh karena itu, persamaan diatas dikenal juga sebagai Hukum Stefan-Boltzmann, yang berbunyi:

“Jumlah energi yang dipancarkan per satuan permukaan sebuah benda hitam dalam satuan waktu akan berbanding lurus dengan pangkat empat temperatur termodinamikanya”.

Sumber:

Robert Brown - Botanis Skotlandia

Robert Brown
Robert Brown 
Lahir: 21 Desember 1773 Montrose, Skotlandia

Meninggal: 10 Juni 1858 (umur 84) 17 Dean St, Soho Square, London, Inggris 

Kebangsaan: Skotlandia

Bidang: Botani

Dikenal dalam: Gerak Brown
Robert Brown adalah botanis Skotlandia yang memberikan sumbangan penting terhadap botani melalui penemuan inti sel dan aliran sitoplasma, pengamatan pertama dari Gerakan Brown, penelitian awal terhadap penyerbukan dan pembuahan tumbuhan. Brown juga salah satu yang pertama mengenali perbedaan mendasar antara tumbuhan gimnosperma dan angiosperma, dan melakukan studi awal palinologi. Dia juga memberikan banyak sumbangan terhadap taksonomi tumbuhan, termasuk penggolongan sejumlah familia tumbuhan yang masih diterima saat ini, dan banyak marga dan spesies tumbuhan Australia, hasil penjelajahannya beserta Matthew Flinders.


Biografi

Brown lahir di Montrose pada tanggal 21 Desember 1773. Ia adalah anak dari James Brown, seorang menteri di Gereja Episkopal Skotlandia. Ibunya adalah Helen née Taylor, putri seorang menteri Presbyterian. Sebagai seorang anak Brown mengenyam pendidikan Sekolah Grammar lokal (sekarang disebut Montrose Academy), kemudian Marischal College di Aberdeen, namun mengundurkan diri pada tahun keempat ketika keluarganya pindah ke Edinburgh pada tahun 1790. Ayahnya meninggal akhir tahun berikutnya.

Brown terdaftar untuk belajar kedokteran di University of Edinburgh, tetapi mengembangkan minat dalam botani. Dia mengikuti kuliah dari John Walker ; membuat ekspedisi botani ke Dataran Tinggi Skotlandia, sendiri atau dengan nurserymen seperti George Don ; dan menulis deskripsi botani meneliti tanaman yang dikumpulkan. Brown selama periode mendapat penemuan spesies baru seeprtu rumput Alopecurus alpinus ; dan karya  botani pertamanya, " Sejarah botani Angus ", baca ke Edinburgh Sejarah Alam Masyarakat pada bulan Januari 1792, tetapi tidak dipublikasikan di media cetak dalam hidup Brown.

Brown berhenti untuk belajar kedokteran pada tahun 1793. Akhir tahun 1794, dia terdaftar di Fifeshire Fencibles. Pada bulan Juni 1795 dia diangkat Surgeon Mate.

Selama periode ini Brown sangat tertarik pada cryptogams  dan ini akan menjadi subyek pertama Brown, meskipun unattributed, publikasi. Brown mulai bekerjasama dengan James Dickson, dan tahun 1796 telah mengirim dia spesimen dan deskripsi lumut. Dickson memasukkan deskripsi Brown ke fasciculi plantarum cryptogamicarum Britanniae nya, dengan izin Brown tetapi tanpa atribusi apapun.

Tahun 1800, Brown termasukdiantara ahli botani Irlandia yang paling mapan. Ia telah memberikan kontribusi terhadap Dickson fasciculi; diakui dalam sejumlah karya lainnya; dan telah memiliki spesies alga, conferva brownii (sekarang Aegagropila linnaei ) namanya oleh Lewis Weston Dillwyn. Dia juga mulai bereksperimen dengan mikroskop.

Robert Brown meninggal di 17 Dean St, Soho Square, London, Inggris pada 10 Juni 1858 saat berumur 84 tahun.


Nukleus

Nukleus adalah organel pertama yg ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih terperinci oleh Robert Brown, pada tahun 1831. Pada satu sel umumnya ditemukan hanya satu nukleus. Namun, beberapa jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu memiliki lebih daripada satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri. Pada Paramecium, terdapat dua inti sel: makronukleus (inti besar) dan mikronukleus (inti kecil). Makronukleus menjamin keberlangsungan hidup, sedangkan mikronukleus bertanggung jawab terhadap reproduksi.

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.

Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.


Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerakan terus menerus dari suatu partikel zat cair ataupun gas, artinya partikel-partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam. Hal ini, pertama kali dibuktikan dan dicetuskan oleh Robert Brown pada tahun 1827. Prinsip gerak ini mudah sekali, Brown mengamati beberapa partikel dengan mikroskop dan dia menemukan bahwa pergerakan terus menerus dari partikel-partikel kecil tersebut makin lama makin cepat bila temperaturnya makin tinggi.

Gerak ini dapat diamati pada zat cair koloid atau gas. Di dalam suatu ruang pergerakan partikel gas tersebut (analogi terhadap zat cair juga) bergerak bebas dan tidak teratur, dengan kata lain partikel gas itu bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bila partikel gas tersebut menabrak partikel gas lain atau menabrak tembok dinding ruang, maka kecepatan serta arah vektornya ikut berubah. Penyebaran kecepatan ini dapat dirumuskan dengan penyebaran kecepatan Maxwell yang memberikan gambaran bahwa kecepatan partikel tergantung dari temperatur ruang dan lingkungannya.

Kecepatan rata-rata pergerakan molekul di udara adalah 500m/s atau 1800 km/h. Kecepatan ini melebihi kecepatan gelombang suara yang besarnya 330 m/s. Energi dari partikel gas ideal juga tergantung dari suhu udara.

Teori gas kinetik memberikan hubungan proporsional antara energi rata2 kinetik dengan temperatur gas:
E_k = \frac{1}{2} \cdot m \cdot v_m^2= \frac{3}{2} \cdot k \cdot T


Sumber:

Penemu Gitar Akustik dan Listrik

Gitar adalah salah satu alat musik yang memiliki sejarah penemuan yang panjang, untuk mengetahui siapa penemunya kita harus merunut lebih jauh  dengan sumber terpercaya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca uraiannya di bawah ini.


Deskripsi

Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon maupun baja. Beberapa gitar modern dibuat dari material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis: akustik dan elektrik.

Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang (hollow body), telah digunakan selama ribuan tahun. Terdapat tiga jenis utama gitar akustik modern: gitar akustik senar-nilon, gitar akustik senar-baja, dan gitar archtop. Gitar klasik umumnya dimainkan sebagai instrumen solo menggunakan teknik fingerpicking komprehensif.

Gitar elektrik, diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Pada permulaan penggunaannya, gitar elektrik menggunakan badan berlubang (hollow body), namun kemudian penggunaan badan padat (solid body) dirasa lebih sesuai. Gitar elektrik terkenal luas sebagai instrumen utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop.


Sejarah penemuan Gitar Klasik

GITAR AKUSTIK / kLASIKKata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur.

Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi:
  1. guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi
  2. Guitarra Latina untuk memainkan akor. 
Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.

Keaslian gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika, dimana banyak replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief relief batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. Gitar modern kemungkinan berakar dari gitar Spanyol, tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen yang kita bisa saksikan dilukisan lukisan pada zaman Medieval dan Renaiassance yang banyak terdapat diseluruh Eropa.


Sejarah penemuan Gitar Elektrik

gitar fendergitar elektrikKebutuhan akan gitar dengan suara yang kuat semakin nyata di era big band, ditandai dengan semakin berkembangnya orkestra-orkestra jazz pada tahun 1930 dan 1940.

Gitar listrik pertama digunakan oleh gitaris-gitaris jazz yang memakai amplifier hollow bodied untuk mendapatkan suara yang lebih besar. Gitar listrik yang pertama adalah gitar hollow bodied dengan pickup baja yang dibuat oleh pabrikan Rickenbacker pada tahun 1931. Gitar listrik adalah instrumen kunci dalam perkembangan musik yang muncul sejak 1940, termasuk Chicago Blues, rock and roll dan blues rock 1962.

Gitar listrik awalnya didisain oleh pembuat gitar, pencinta elektronika dan pabrikan alat-alat musik. Inovator gitar Les Paul mengadaptasi instrumen hollow bodied dengan memakai tungsten pickup, gitar jenis ini mulai diproduksi oleh Electro String Instrument Corporation pada tahun 1932. Disain pertama mereka dibuat oleh Harry Watson, seorang ahli yang bekerja di Electro String Company. Gitar baru tersebut dinamai "Rickenbacker" oleh perusahaan dan menjadi yang pertama di jenisnya.

Dokumentasi pertama penampilan dengan gitar listrik adalah tahun 1932 oleh seorang gitaris dan bandleader Gage Brewer. Brewew mempublikasikan instrumen barunya dalam sebuah artikel di Wichita Beacon pada 2 oktober 1932 dan terus tampil dalam bulan tersebut. Perekaman pertama dengan gitar listrik dibuat oleh pemain-pemain Hawaiian Style seperti Andy Iola pada awal tahun 1933. Alvino Rey adalah seniman yang membawa instrumen ini ke penikmat yang lebih luas dalam suatu settingan orkestra besar, kemudian mengembangkan gitar dengan pedal besi untuk Gibson.

Ediie Durham memperkenalkan instrumen gitar listrik spanish kepada seorang pemuda yang bernama Charlie Christian yang membuat instrumen tersebut terkenal dalam perjalanan hidupnya dan secara umum dikenal sebagai gitar listrik pertama dan juga membawa pengaruh yang besar ke dalam musik jazz sampai dekade selanjutnya.

Perekaman pertama gitar listrik spanish adalah di Dallas September 1939, dalam sebuah session oleh Roy Newman and His Boys sebuah band Western Swing. Sang gitaris Jim Boyd memakai gitar listriknya sepanjang perekaman 3 buah lagu salah satunya "Corrine, Corrina". Awal-awalnya pabrikan gitar meliputi : Rickenbacker pada tahun 1932, Dobro tahun 1933, National, Audio Vox dan Volu-Ton tahun 1934, Vega, Epiphone, dan Gibson tahun 1936, dan banyak lagi sejak tahun 1936.

Versi instrumen yang paling dikenali saat ini adalah Solid Bodied Electric Guitar atau gitar listrik berbodi padat, yang terbuat dari kayu padat tanpa ruang udara di bodinya. Rickenbacker menawarkan sebuah gitar listrik dengan cetakan aluminium yang dijuluki The Frying Pan atau The Pancake Guitar. Dikembangkan tahun 1931 dan mulai diproduksi dimusim semi 1932, gitar ini menghasilkan suara yang modern dan agresif. Perusahaan Audio Vox membuat dan mungkin sudah menawarkan gitar solid body di pertengahan 1930. Sebuah gitar padat lainnya didisain oleh seorang musisi dan penemu Les Paul di awal 1940, dia bekerja paruh waktu di Epiphone Guitar. Gitar Log Guitarnya telah dipatenkan dan sering dianggap sebagai yang pertama di jenisnya. (Wikipedia)

Profil Karlina Supelli - Filsuf Perempuan Indonesia

Karlina Rohima Supelli atau lebih dikenal sebagai Karlina Supelli (lahir di Jakarta, 15 Januari 1958; umur 57 tahun) adalah salah satu filsuf perempuan Indonesia.

Karlina menempuh pendidikan sarjananya di bidang astronomi, ITB. Karlina memiliki minat yang dalam terhadap fisika, matematika dan metafisika. Selain itu ia juga memiliki perhatian akan isu-isu kemanusiaan. Pada 19 Februari 1998, ia memimpin demonstrasi bersama Aktivis Suara Ibu Peduli menuntut turunnya harga susu.

Karier akademisinya selanjutnya dicurahkan untuk Ilmu Filsafat. Karlina memperolah gelar Doktor dari Universitas Indonesia dengan Disertasi: Wajah-Wajah Alam Semesta, Suatu Kosmologi Empiris Konstruktif di Universitas Indonesia (UI). Prof.Dr.Ing BJ Habibie merupakan salah satu promotor disertasinya.


Biografi 

Karlina L. Supelli adalah dosen tetap pada Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sesudah lulus dari Departemen Astronomi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB), dia bekerja sebagai kepala seksi observasi di Planetarium dan Observatorium Jakarta, kemudian sebagai peneliti dan kepala kelompok Ilmu Pengetahuan Alam di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Gelar Master of Science (MSc) di bidang Space Science diraih dari University College of London (UCL), Inggris. Dia juga mendapat postgraduate fellowship untuk riset tentang obyek-obyek Alam Semesta Dini di Mullard Space Science Laboratory (Inggris), European Space Agency (Belanda), serta Anglo-Australian Observatory (Australia).

Dia lalu mengambil studi lanjut bidang filsafat untuk meraih gelar Magister dan Doktor di Universitas Indonesia. Bidang penelitiannya adalah kosmologi, filsafat analitik, filsafat sains, dan hubungan antara sains dan agama. Tulisannya tersebar di berbagai buku, jurnal, majalah, dan surat kabar. Ia juga pendiri Suara Ibu Peduli, KontraS (Komisi Nasional untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan), dan Institute for Economy, Social and Cultural Rights. Karlina pernah menyampaikan Nurcholish Madjid Memorial Lecture, yang kemudian dibukukan dalam Dari Kosmologi Ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan Menentang Fanatisme (2011).


Pendidikan
  • SMP Yuwati Bhakti, Sukabumi, Jawa Barat (1973)
  • SMA XI Jakarta, kemudian pindah ke SMA II Bandung, Jawa Barat (1976)
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (1981)
  • University College of London, Inggris, dalam bidang space science (MSc, 1989)
  • University College of London, Inggris, Program Doktor
  • Studi Filsafat Program Pascasarjana Universitas Indonesia (S2, 1992)
  • Ilmu Filsafat Universitas Indonesia (S3, 1997)
  • Karier[sunting | sunting sumber]
  • Sekarang: Pengajar tetap di Sekolah Tigggi Filsafat Driyarkara, Jakarta
  • Asisten dosen luar biasa di Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (1979)
  • Kepala Seksi Observasi Planetarium Jakarta (1982-1985)
  • Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (1986)
  • Kepala Kelompok Ilmu Pengetahuan Alam di Direktorat Pengkajian dan Penerapan Ilmu Dasar, BPPT, ketika mendapat tugas belajar di Inggris (1987-1988)
  • Pengajar luar biasa pada Program Studi Filsafat, Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia
  • Pengajar luar biasa pada Program Studi Lingkungan untuk mata kuliah filsafat lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia
  • Pengajar tidak tetap filsafat ilmu dan metodologi di Fakultas

Sumber:

John Forbes Nash, Jr. - Penemu Teori Permainan atau "Game Theory"

John Forbes Nash, Jr.
John Forbes Nash, Jr
Lahir: 13 Juni 1928 Bluefield, West Virginia, A.S.

Meninggal: 23 Mei 2015 (umur 86) dekat Monroe Township, A.S.

Tempat tinggal: Amerika Serikat

Kebangsaan: Amerika Serikat

Bidang: Matematika, Ekonomi

Institusi: Institut Teknologi Massachusetts, Universitas Princeton

Alma mater: Universitas Princeton, Institut Teknologi Carnegie (sekarang bagian dari Universitas Carnegie Mellon)

Pembimbing doktoral: Albert W. Tucker

Dikenal karena: Ekuilibrium Nash, Teorema penanaman Nash, Fungsi Nash, Teorema Nash–Moser

Penghargaan: John von Neumann Theory Prize (1978), Nobel Memorial Prize in Economic Sciences (1994), Abel Prize (2015)

Pasangan: Alicia Lopez-Harrison de Lardé (m. 1957–1963) (cerai); (m. 2001–2015) (meninggal)
John Forbes Nash, Jr. adalah matematikawan Amerika Serikat yang karya-karyanya di bidang teori permainan, geometri diferensial, dan persamaan diferensial parsial telah membuka jalan bagi ilmuwan untuk mempelajari faktor-faktor yang mengatur kemungkinan dan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Ia lahir pada13 Juni 1928 di Bluefield, West Virginia, A.S. Teori-teorinya digunakan dalam bidang ekonomi, komputer, biologi evolusioner, kecerdasan buatan, akuntansi, politik, dan teori militer. Menjelang akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Matematikawan Peneliti Senior di Universitas Princeton. Ia juga dianugerahi Hadiah Nobel Ekonomi bersama pakar teori permainan Reinhard Selten dan John Harsanyi pada tahun 1994. Tahun 2015, ia dianugerahi Hadiah Abel (bersama Louis Nirenberg) atas penelitiannya mengenai persamaan diferensial parsial nonlinier.

Kisah hidup Nash diangkat dalam buku biografi A Beautiful Mind karya Sylvia Nasar dan film yang diangkat dari buku tersebut. Film ini mengupas kejeniusan Nash di bidang matematika dan skizofrenia yang dideritanya.


Pendidikan

Pemenang beasiswa Westinghouse, ia menempuh Institut Teknologi Carnegie, di mana ia menerima gelar sarjana dan gelar master pada 1948. Dari Pittsburgh ia ke Universitas Princeton di mana ia berkarya dalam teori kesetimbangannya. ia menerima gelar Ph.D. pada 1950 dengan disertasi permainan non-kooperasi. Tesis ini, yang ditulis di bawah pengawasan Albert W. Tucker, memuat definisi dan sifat dari apa yang kemudian disebut kesetimbangannya Nash. Studinya pada subyek ini menimbulkan 3 artikel:
  • "Equilibrium Points in N-person Games", diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (AS) (1950); dan
  • "Two-person Cooperative Games" (Januari 1953), juga dalam Econometrica. 
John Nash juga mengerjakan karya penting dalam wilayah manipol (struktur ruang yang kompleks):
  • "Real algebraic manifolds", (1952) Ann. Math. 56 (1952), 405–421 (Lihat pula Proc. Internat. Congr. Math., 1950, (AMS, 1952), pp. 516–517).
Ini menimbulkan Nash embedding theorem: "2 manipol aljabar yang sesungguhnya ekuivalen jika dan hanya jika mereka homeomorfis."

Ia terkenal dalam budaya umum sebagai tokoh dalam film Hollywood, A Beautiful Mind, tentang kejeniusan matematisnya dan perjuangannya melawan penyakit mental.


Kematian

John Forbes Nash, Jr meninggal pada 23 Mei 2015 (umur 86) dekat Monroe Township, A.S. Ia meninggal dunia karena kecelakaan mobil, Nash (86) dan istrinya Alice Nash (82) tewas setelah taksi yang mereka tumpangi tabrakan di New Jersey. Keduanya terlempar dari taksi yang mereka tumpangi.


Pengertian Game Theory

Menururt Dimiyati (1992), teori permainan (game theory) adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada saat ada dua pihak atau lebih berada dalam kondisi persaingan atau konflik. Pihak-pihak yang bersaing ini disumsikan bersifat rasional dan cerdas, artinya masing-masing pihak akan melakukan strategi tindakan yang rasional untuk memenangkan persaingan itu, dan masing-masing pihak juga mengetahui strategi pihak lawannya. Selanjutnya pihak ini disebut pemain.

Menurut Ayu (1996), game theory merupakan suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Game theory melibatkan dua atau lebih pengambil keputusan atau yang disebut pemain. Setiap pemain dalam game theory mempunyai keinginan untuk menang.

Tujuan teori ini adalah menganalisa proses pengambilan keputusan dari persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih pemain/kepentingan. Kegunaan dari teori permainan adalah metodologi yang disediakan untuk menstruktur dan menganalisa masalah pemilihan strategi. Menggunakan teori permainan, maka langkah pertama adalah menentukan secara explicit pemain, strategi yang ada, dan juga menentukan preferensi serta reaksi dari setiap pemain.

Terdapat dua jenis strategi permainan yang dapat digunakan pada game theory, yaitu pure strategy (setiap pemain mempergunakan strategi tunggal) dan mixed strategy (setiap pemain menggunakan campuran dari berbagai strategi yang berbeda-beda). Pure strategy digunakan untuk jenis permainan yang hasil optimalnya mempunyai saddle point (semacam titik keseimbangan antara nilai permainan kedua pemain). Sedangkan mixed strategy digunakan untuk mencari solusi optimal dari kasus game theory yang tidak mempunyai saddle point.


Unsur-unsur Dasar Game Theory
  • Jumlah Pemain
  • Ganjaran / Pay-off
  • Strategi Permainan
  • Matriks Permainan
  • Titik Pelana (Saddle Poin)

Sumber:

Profil Gede Ngurah Wididana (Pak Oles) - Mengembangkan Teknologi EM di Indonesia

Gede Ngurah Wididana (Pak Oles)Gede Ngurah Wididana atau dikenal dengan sebutan Pak Oles adalah seorang pengusaha yang menciptakan produk Minyak Oles Bokashi, suatu produk dari ekstrak minyak tanaman obat yang multi khasiat. Selain itu iapun berhasil menemukan puluhan jenis produk berbahan herbal untuk tujuan kesehatan, kecantikan dan lingkungan.


Biografi

Gede Ngurah Wididana lahir di singaraja tahun 1961. Dia menyelesaikan pendidikan s1 tahun 1985 di Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Pendidikan S2 diselesaikan di Faculty of Agriculture, University of The Ryuksyus, Japan, pada 1990. Di University of The Ryukyus Pak Oles belajar langsung dengan Prof. Dr. Teruo Higa yaitu guru besar penemu Teknologi EM (Effective Microorganisms) yang produknya dapat diterapkan dalam bidang pertanian, peternakan, lingkungan dan kesehatan.

Selanjutnya pada awal tahun 1990, Gede Ngurah Wididana mendirikan yayasan IKNFS (Indonesian Kyusei Nature Farming Societies) dan yayasan IPSA (Institut Pengembangan Sumber Daya Alam), suatu lembaga untuk mengembangkan pertanian organik di Indonesia. Selanjutnya, atas ijin Prof. Dr. Teruo Higa, Gede Ngurah Wididana mengembangkan teknologi EM di Indonesia. Dengan menggunakan Teknologi EM beberapa produk pupuk organik bisa dihasilkan, yaitu : EM4, Sarula, Saferto, Ecocity dan Bokashi Kotaku. Pada tahun 1993, Gede Ngurah Wididana mendirikan PT. Songgolangit Persada untuk memasarkan produk pupuk organik.


Penemuan

Pada tahun 1997 Gede ngurah wididana menciptakan produk Minyak Oles Bokashi, suatu produk dari ekstrak minyak tanaman obat yang multi khasiat. Dari hasil penelitiannya, Gede Ngurah Wididana berhasil menemukan puluhan jenis produk berbahan herbal untuk tujuan kesehatan, kecantikan dan lingkungan. Pada tahun 1997, Gede Ngurah Wididana mendirikan PT. Karya Pak Oles Tokcer untuk memasarkan produk hasil temuannya yang dibuat berdasarkan Teknologi EM.


Teknologi EM (Effective Microorganisms)

Dalam tahun 1980-an, Prof Dr.Teruo Higa dari University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang memperkenalkan konsep EM  atau Effective mikroorganisme (EM) setalah mengadakan penelitian hampir 20 tahun tentang kehidupan mikroorganisme effective.  Dalam penelitian tersebut, sekelompok mikroorganisme effective yang bermanfaat oleh Prof Dr.Teruo Higa dikembangkan dan digunakan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki effisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman yang kemudian disebut dengan Effective Microorganisms yang disingkat EM.

Teknologi EM merupakan bioteknologi yang dikembangkan sejalan dengan prinsip – prinsip pertanian yang berwawasan lingkungan, mengurangi atau menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan memanfaatkan sistem alami untuk meningkatkan produktivitas tanah,  mengurangi biaya produksi serta menghasilkan bahan pangan yang tidak terkontaminasi bahan kimia.

Alternative baru ini didasarkan pada penggunaan hasil-hasil alami seperti limbah hasil panen an pupuk kandang. EM (Effective Microorganisms) yang dicampur dengan limbah bahan organik dapat dimasukan kembali ke dalam tanah sebagai pupuk untuk meningkatkan kualitas tanah. EM bertindak sebagai agen pengendali. Secara biologis dengan cara menghambat efek fitopatogenik mikroorganisme tanah dan memfasilitatori dekomposisi senyawa beracun di dalam tanah. Teknologi yang menggambungkan berbagai mikroorganisme menguntungkan ini dapat digunakan untuk meningkatkan penganekaragaman biologi tanah, meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanaman, yang semua ini berarti meningkatkan hasil.

Menurut Matsumoto, Y., (1993) Prinsip-prinsip pertanian alami  yang dijadikan acuan dalam pengembangan teknologi EM adalah bahwa teknologi ini harus :
  • Menghasilkan bahan makanan yang aman dan bergizi untuk peningkatan kesehatan manusia.
  • Secara ekonomis dan sepiritual bermanfaat bagi petani dan produsen maupun bagi konsumen.
  • Berkelanjutan dan dapat secara mudah dilakukan oleh setiap orang.
  • Melestarikan lingkungan.
  • Menghasilkan bahan makanan berkualitas tinggi yang cukup bagi penduduk dunia yang terus bertambah.
Sumber:
  • http://pakoles.com/
  • http://em4-indonesia.com/teknologi-em-effective-microorganisms-demensi-baru-dalam-pertanian-modern/

John Frederic Daniell - Penemu Sel Daniell

John Frederic Daniell
Lahir: 12 Maret 1790 London, Inggris
Meninggal: 13 Maret 1845
Kebangsaan: Inggris
Bidang: Kimia, Fisika
Lembaga: King College London
Alma mater: Universitas Oxford (Doktor Hukum Perdata 1842)
Penghargaan: Rumford Medal (1832), Copley Medal (1837), Royal Medal (1842)
John Frederic Daniell adalah seorang ahli kimia dan fisika asal Inggris. Namanya terkenal karena penemuannya tentang sel Daniell.


Biografi

Daniell lahir di London pada 12 Maret 1790. Pada 1831 ia menjadi profesor kimia pertama saat King College London baru didirikan ; dan pada tahun 1835 ia diangkat ke pos setara di East India Company 's Militer Seminari di Addiscombe, Surrey. Namanya terkenal karena penemuannya dari sel Daniell, sebuah unsur baterai listrik yang lebih baik dari sel volta. Dia juga menemukan titik embun hygrometer dikenal dengan namanya (Quar journ Sci, 1820...), dan register pyrometer (Phil Trans 1830..); dan pada tahun 1830 ia mendirikan aula Royal Society sebuah barometerair, yakni sebuah tempat untuk ia melakukan sejumlah besar pengamatan Sebuah proses yang dibuat oleh dia untuk pembuatan menerangi gas dari terpentin dan resin telah digunakan di New York untuk sementara waktu.

Pada tahun 1842 ia dianugerahi gelar kehormatan Doktor Hukum Perdata oleh University of Oxford.


Sel Daniell

 Sel elektrolisis
 Sel elektrolisis
Bambar dari: kimia.upi.edu
Sel Daniell diberi nama menurut penemunya, John Frederic Daniell, ia menemukannya pada tahun 1836.

Pada Sel Daniell, sepotong logam seng dimasukkan ke dalam larutan seng (II) sulfat, ZnSO4(aq), pada satu wadah. Sementara, sepotong logam tembaga juga dimasukkan ke dalam larutan tembaga (II) sulfat, CuSO4(aq), pada wadah lainnya. Potongan logam tersebut disebut elektroda yang berfungsi sebagai ujung akhir atau penampung elektron. Kawat penghantar akan menghubungkan elektroda-elektrodanya. Selanjutnya, rangkaian sel dilengkapi pula dengan jembatan garam. Jembatan garam, biasanya berupa tabung berbentuk U yang terisi penuh dengan larutan garam pekat, memberikan jalan bagi ion untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menjaga larutan agar muatan listriknya tetap netral.

Sel Daniell bekerja atas dasar prinsip reaksi redoks. Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya, yang sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda, yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan reduksi (memperoleh elektron). Reaksi ini merupakan pasangan, sebab elektron yang hilang pada reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi. Masing-masing reaksi (oksidasi dan reduksi) disebut reaksi paruh (setengah reaksi), sebab diperlukan dua setengah reaksi ini untuk membentuk sebuah reaksi  dan reaksi keseluruhannya disebut reaksi redoks.

Logam seng teroksidasi dan membebaskan elektron yang mengalir melalui kawat menuju elektroda tembaga. Selanjutnya, elektron tersebut digunakan oleh  ion Cu2+ ­yang mengalami reduksi membentuk logam tembaga. Ion Cu2+ dari larutan tembaga (II) sulfat akan melapisi elektroda tembaga, sedangkan elektroda seng semakin berkurang (habis). Kation-kation di dalam jembatan garam berpindah ke wadah yang mengandung elektroda tembaga untuk menggantikan ion tembaga yang semakin habis. Sebaliknya, anion-anion pada jembatan garam berpindah ke sisi elektroda seng, yang menjaga agar larutan yang mengandung ion Zn2+ tetap bermuatan listrik netral.

Elektroda seng disebut anoda, yaitu elektroda yang menjadi tempat terjadinya reaksi oksidasi. Oleh karena anoda melepaskan elektron, maka anoda kaya akan elektron sehingga diberi tanda negatif (kutub negatif). Sementara, elektroda tembaga disebut katoda, yaitu elektroda yang menjadi tempat terjadinya reaksi reduksi. Oleh karena katoda menerima elektron, maka katoda kekurangan elektron sehingga diberi tanda positif (kutub positif).


Publikasi

Publikasi Daniell sudah termasuk Meteorologi Essays (1823), Esai tentang buatan Iklim dianggap Aplikasi untuk Hortikultura (1824), yang menunjukkan perlunya suasana lembab di hothouses dikhususkan untuk tanaman tropis, dan Pengantar Studi Kimia Filsafat (1839).


Kuliah

Pada 1840 ia diundang untuk memberikan Kuliah Royal Institution Natal pada Prinsip Pertama Franklinic Listrik.


Kematian dan peringatan

Daniell meninggal mendadak akibat geger otak di London pada bulan Maret 1845, saat menghadiri pertemuan dewan dari Royal Society, di mana ia telah menjadi rekan tahun 1813 dan Menteri Luar Negeri pada tahun 1839. Kawah bulan Daniell diberi nama untuk menghormatinya.


Sumber:
  • http://en.wikipedia.org/wiki/John_Frederic_Daniell
  • https://andykimia03.wordpress.com/tag/sel-daniell/

Joseph John Thomson - Penemu Elektron

Joseph John Thomson
Sir Joseph John "JJ" Thomson adalah seorang fisikawan Inggris. ia dikreditkan dengan penemuan dan identifikasi elektron ; penemuan pertama partikel subatomik. Thomson juga dikreditkan dengan peenemuan bukti pertama untuk isotop yang stabil (non-radioaktif) elemen pada tahun 1913, sebagai bagian dari eksplorasi ke dalam komposisi sinar saluran (ion positif). Eksperimen untuk menentukan sifat partikel bermuatan positif, dengan Francis William Aston, adalah penggunaan pertama dari spektrometri massa dan menyebabkan perkembangan dari spektrograf massa.


Biografi

Joseph John Thomson lahir di Creetham Hill, pinggiran kota Manchester pada tanggal 18 Desember 1856. Dia mendaftar di Owens College, Manchester tahun 1870, dan tahun 1876 mendaftar di Trinity College, Cambridge sebagai pelajar biasa. Dia menjadi anggota Trinity College di tahun 1880, ketika dia menjadi penerima Penghargaan Wrangler dan Smith (ke-2). Dia tetap menjadi anggota Trinity College seumur hidupnya. Dia menjadi penceramah pada tahun 1883, dan menjadi profesor di tahun 1918. Dia adalah professor fisika eksperimental di laboratorium Cavendish, Cambridge, dimana dia menggantikan John Strutt, 3rd Baron Rayleigh, dari tahun 1884 sampai tahun 1918 dan menjadi profesor fisika terhormat di Cambridge dan Royal Institution, London.

Thomson baru-baru itu tertarik pada struktur atom yang direfleksikan dalam bukunya, yang berjudul Treatise on the Motion of Vortex Rings yang membuatnya memenangkan Adams Prize tahun 1884. Bukunya yang berjudul Application of Dynamics to Physics and Chemistry terbit tahun 1886, dan pada tahun 1892 dia menerbitkan buku berjudul Notes on Recent Researches in Electricity and Magnetism. Pekerjaan belakangan ini membungkus hasil-hasil yang didapat berikutnya sampai pada kemunculan risalat James Clerk Maxwell yang terkenal dan sering disebut sebagai jilid ketiga Maxwell. Thomson bekerja sama dengan Professor J.H. Poynting untuk menulis buku fisika dalam empat jilid, berjudul Properties of Matter dan tahun 1895, dia menghasilkan buku Elements of the Mathematical Theory of Electricity and Magnetism, edisi kelima yang terbit pada tahun 1921.

Tahun 1896, Thomson mengunjungi Amerika Serikat untuk memberikan kursus dari empat ceramah, yang meringkaskan penelitian-penelitian barunya di Universitas Princeton. Ceramahnya ini berikutnya diterbitkan dengan judul Discharge of Electricity through Gases (1897). Sekembalinya dari Amerika Serikat, dia memperoleh pekerjaan paling brilian dalam hidupnya, yaitu mempelajari memuncaknya sinar katode pada penemuan elektron, yang dibicarakan selama kursus pada ceramah malamnya sampai Royal Instution pada hari Jumat, 30 April 1897. Bukunya Conduction of Electricity through Gases terbit tahun 1903, diceritakan oleh Lord Rayleigh sebagai sebuah tinjauan atas "hari-hari hebatnya di Laboratorium Cavendish". Edisi berikutnya, ditulis dengan kolaborasi dengan anaknya, George, dalam dua jilid (1928 dan 1933).

Thomson kembali ke Amerika tahun 1904, untuk menyampaikan enam ceramahnya tentang kelistrikan dan zat di Universitas Yale. Ceramah itu memuat beberapa pernyataan penting tentang struktur atom. Dia menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom-atom dan molekul-molekul yang berbeda, dengan menggunakan sinar positif, sebuah ide yang dikembangkan oleh Francis Aston, Dempster dan lainnya, yang menuju pada banyak penemuan isotop. Dan lagi, untuk itu hanya disebutkan dan dia menulis buku-buku, seperti The Structure of Light (1907), The Corpuscular Theory of Matter (1907), Rays of Positive Electricity (1913), The Electron in Chemistry (1923) dan otobiografinya, dan buku Recollections and Reflections (1936), di antara banyak terbitan lainnya. Thomson, seorang penerima perintah atas jasa, dilantik tahun 1908.

Dia dipilih menjadi anggota Royal Society tahun 1884 dan menjadi presiden selama 1916-1920; dia memperoleh medali Royal and Hughes pada tahun 1894 dan 1902, dan memperoleh Medali Copley tahun 1914. Dia dianugerahi Medali Hodgkins (Smithsonian Institute, Washington) tahun 1902; Medali Franklin dan Medali Scott (Philadelphia), 1923; Medali Mascart (Paris), 1927; Medali Dalton (Manchester), 1931; dan Medali Faraday (Institute of Civil Engineers) pada tahun 1938. Dia adalah Presiden British Association tahun 1909 (dan dari bagian A tahun 1896 dan 1931) dan dia memegang gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Oxford, Dublin, London, Victoria, Columbia, Cambridge, Durham, Birmingham, Göttingen, Leeds, Oslo, Sorbonne, Edinburgh, Reading, Princeton, Glasgow, Johns Hopkins, Aberdeen, Kraków, dan Philadelphia.

Pada tahun 1890, dia menikahi Rose Elisabeth, putir Sir George E. Paget, K.C.B. Mereka dianugerahi seorang putera, sekarang Sir George Paget Thomson, profesor emeritus untuk fisika di Universitas London, yang juga dianugerahi Nobel Fisika tahun 1937, dan seorang puteri.

J. J. Thomson meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 1940 (umur 83) di Cambridge, Cambridgeshire, Inggris, UK.


Penemuan elektron

Tabung sinar katoda
Tabung sinar katoda dimana JJ Thomson menunjukkan bahwa sinar katoda dapat dibelokkan oleh medan magnet, dan muatan negatif mereka bukanlah fenomena yang terpisah.
Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katode dan anode.

Percobaan tabung sinar katoda pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil eksperimennya adalah ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke anoda yang disebut sinar katoda.

Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katoda. Dari hasil percobaan tersebut, J.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.

J.J. Thomson berhasil menentukan perbandingan antara muatan dengan massa elektron (e/m) sebesar 1,76 × 108 C/g. Kemudian pada tahun 1909, Robert Millikan dari Universitas Chicago, berhasil menentukan besarnya muatan 1 elektron sebesar 1,6 × 10-19 C. Dengan demikian, maka harga massa 1 elektron dapat ditentukan dari harga perbandingan muatan dengan massa elektron (e/m).

Nilai e/m = 1,76 × 108 C/g, maka
Massa 1 elektron =9.11 x 10-28 g

Hasil percobaannya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. berdasarkan besarnya simpangan sinar katode dalam medan listrik, Thomson dapat menentukan nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m) dari partikel sinar katode sebesar 1,76 × 108 Coulomb/gram.

Setelah penemuan elektron, maka teori Dalton yang mengatakan bahwa atom adalah partikel yang tak terbagi, tidak dapat diterima lagi. Pada tahun 1900, J.J Thomson mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis (Karena tersebarnya elektron-elektron di dalam atom bagaikan kismis, sehingga disebut juga model atom roti kismis.). Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.

Model Atom J.J Thomson
Model Atom J.J Thomson
Menurut J.J. Thomson, atom merupakan partikel yang bersifat netral. Karena elektron bermuatan negatif maka harus ada partikel lain yang dapat menetralkan muatan negatif tersebut yaitu partikel yang bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut, J.J. Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal dengan:

Teori atom Thomson:

"Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif."


Isotop dan massa spektrometri

Pada tahun 1912, sebagai bagian dari eksplorasi ke dalam komposisi sinar kanal , Thomson dan asisten risetnya FW Aston menyalurkan aliran ion neon melalui medan listrik magnet dan mengukur defleksi dengan menempatkan piring fotografi di jalan. Mereka mengamati dua patch cahaya pada pelat fotografi, yang menunjukkan dua parabola yang berbeda defleksi, dan menyimpulkan bahwa neon terdiri dari atom dengan dua massa atom yang berbeda (neon-20 dan neon-22), yang mengatakan dari dua isotop. Ini adalah bukti pertama untuk isotop dari elemen stabil; Frederick Soddy sebelumnya telah mengusulkan adanya isotop untuk menjelaskan peluruhan tertentu elemen radioaktif.


Sumber:

Max Schultze - Penggagas Teori Sel

Max Schultze
Max Johann Sigismund Schultze

Lahir: 25 Maret 1825 Freiburg
Meninggal: 16 Januari 1874 
Kebangsaan: Jerman
Bidang: ahli pengurai tubuh manusia
Alma mater: Halle
Max Johann Sigismund Schultze adalah seorang Ilmuwan mikroskopis anatomi  Jerman yang terkenal karena karyanya pada teori sel.


Biografi 

Max Schultze lahir di Freiburg di Breisgau (Baden) pada 25 Maret 1825. Ia belajar kedokteran di Greifswald dan Berlin, dan diangkat sebagai profesor luar biasa di Halle pada 1854 dan lima tahun kemudian profesor biasa anatomi dan histologi dan direktur Institut Anatomi di Bonn.

Max Schultze belajar kedokteran dengan naturalis Fritz Müller naturalisasi Brasil. Max dikirim secara berkala ke literatur ilmiah Teman Müller, seperti juga dia yang disajikan dengan mikroskop kecil diproduksi di Berlin, Jerman, oleh Friedrich Wilhelm Schiek (1857); berkat mikroskop ini, Müller dapat mempelajari krustasea buku kenangan Für Darwin, yang publikasi juga Johann yang tersedia; buku ini secara empiris menguatkan teori Seleksi Naural Charles Darwin.

Max Schultze meninggal di Bonn pada 16 Januari 1874.  Dia adalah kakak dari dokter kandungan Bernhard Sigmund Schultze (1827-1919).

Namanya sangat dikenal karena karyanya pada teori sel. Dengan menggabungkan teori Felix Dujardin dari konsep “sarcode” pada binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada sayuran, ia menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di bawah nama umum protoplasma, mendefinisikan sel sebagai nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-dinding (Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein Beiträg zur Theorie der Zelle, 1863).


Pengertian Sel menurut Max Schultze

Schultze menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan.Protoplasma juga merupakan tempat terjadinya proses hidup.


Karya:
  • Beiträge zur Naturgeschichte der Turbellarien (1851)
  • Uber den Organismus der Polythalamien (1854)
  • Beiträge zur Kenntnis der Landplanarien (1857)
  • Zur Kenntnis der elektrischen der organe Fische (1858)
  • Ein heizbarer Objecttisch und seine Verwendung bei Untersuchungen des Blutes  (1865, di mana deskripsi pertama yang diketahui dari platelet )
  • Zur Anatomie und Physiologie der Retina (1866)

Profil Johan Silas

Johan Silas
Johan Silas
Lahir: 5 Desember 1936 
Samarinda, Kalimantan Timur
Pekerjaan: Dosen, Arsitek
Prof. Dr. Ir. Johan Silas adalah tokoh arsitektur Indonesia, terutama dalam bidang perumahan, permukiman, perkotaan, dan lingkungan.


Biografi

Silas lahir di Samarinda pada 24 Mei 1936. Ia menyelesaikan kuliah arsitekturnya di ITB pada tahun 1963. Kemudian menjadi pengajar dan pendiri Jurusan Teknik Arsitektur ITS Surabaya pada tahun 1965. Pada 1992 ia memperoleh gelar profesor. Pada 2005 ia memperoleh penghargaan Habitat Scroll of Honour untuk kategori "penelitian dan pengabdian bertahun-tahun dalam memberikan tempat bernaung bagi kaum miskin".

Purna tugas sebagai guru besar di ITS pada tahun 2006 namun tetap membagikan ilmunya secara tidak tetap dan menjadi penasehat untuk beberapa pemerintah kota.

Pengetahuan tambahan tentang perumahan, permukiman, perkotaan, dan lingkungan diperoleh di Inggris, Belanda, Jepang, Prancis, dan Jerman. Program yang diikuti antara lain Housing in Urban Development (London, 1979), Housing, Building & Planning (Rotterdam, 1980), Cooperative Housing (Tokyo, 1984/1985), Comparative Study on Urban Anthropoloy (Prancis, 1986), Inner City Conservation (Berlin, 1987).


Karya


Kampung Improvement Program

Nama Johan Silas, guru besar tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ini seringkali muncul dalam wacana seputar tata kota, perencanaan kota, pembenahan permukiman, perbaikan kampung, dan semacamnya. Johan Silas adalah salah satu tokoh di balik program perbaikan kampung, atau lebih dikenal dengan Kampung Improvement Program (KIP)


Rehabilitasi dan Rekonstruksi Paska Gempa dan Tsunami

Terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi kota Calang di Aceh dan Nias setelah gempa bumi dan bencana tsunami pada 2005-2006. Berupa studi mitigasi bencana dari sudut pandang perumahan dan penguatan pemukiman informal (kampung).


Penghargaan

Habitat Scroll of Honour, Johan Silas adalah salah satu dari sedikit pakar tata kota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini, penghargaan dari organisasi PBB UN-HABITAT untuk mereka yang berjasa dalam pengembangan tata kota, berkat jasa-jasanya terhadap pengembangan dan pembangunan pemukiman yang berpihak kepada masyarakat perkotaan yang kurang mampu.

Gelar BALUGU SAMAERI ONO NIHA yang diperoleh pada tahun 2009 dari warga adat Nias Selatan setelah tiga tahun ikut membangun kembali rumah adat dan rumah lainnya yang rusak kena gempa. (Wikipedia)

Hokky Situngkir - Penemu Metode Motif Batik Fraktal

Hokky Situngkir
Hokky Situngkir 
Lahir: 7 Februari 1978 (umur 37) Kota_Pematangsiantar, 
Sumatera Utara, Indonesia

Pekerjaan: Ilmuwan/Peneliti

Tahun aktif: 2000 - sekarang

Situs web: http://www.bandungfe.net/hs
Hokky Situngkir adalah ilmuwan/peneliti teori kompleksitas di Surya University dan Pendiri Bandung Fe Institute. Ia dikenal memiliki spektrum kajian yang luas, mulai dari keberhasilannya memecahkan rahasia pola/motif batik fraktal, kompleksitas matematis lagu-lagu daerah Indonesia, aspek matematis dalam Candi Borobudur hingga pergerakan saham dengan memakai teori kompleksitas yang dilakukannya bersama Yohanes Surya. Hokky Situngkir juga merupakan penggagas pendataan budaya tradisional Indonesia secara partisipatif melalui website Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) pertama yang dilakukan secara terbuka menggunakan berbagai gawai elektronik populer.


Riwayat Hidup

Hokky Situngkir lahir di Siantar, Sumatera Utara pada 7 Februari 1978. Ia dibesarkan di Sumatera Utara dan merupakan salah seorang cucu dari Liberty Manik atau L.Manik, seorang komponis Indonesia, pencipta lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Setelah menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Medan, ia mendaftar di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan mengambil jurusan Elektro ITB. Semenjak mahasiswa ia telah aktif dalam berbagai organisasi, seperti: anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Elektroteknik, Tim Materi Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB, Kepala Divisi Dana Tim Beasiswa KM ITB, dan Kepala Divisi Budaya Unit Kesenian Sumatera Utara ITB. Walau tidak menamatkan studi di ITB, Situngkir dianugerahi silver medal dari Ganesha Innovation Championship Award (GICA) 2014, dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung.

Saat ini Hokky Situngkir juga menjabat sebagai presiden di Bandung Fe Institute dan seorang Peneliti di Center for Complexities, Surya University. Ia juga aktif dalam berbagai pertemuan dan komunitas ilmiah berskala nasional dan internasional seperti Conference of Application of Physics in Financial Analysis, International Conference on World of Heterogenous and Interacting Agents, Complexity in Cultural and Literary Studies, World New Economic Window, International Conference in Computational Intelligence in Economics and Finance, Asia Pacific Forum on Cultures-based Innovation.


Batik Fraktal

Awalnya ketertarikannya dengan teori kompleksitas yang dikembangkan Santa Fe Institute, lembaga riset di Santa Fe, New Mexico, Amerika Serikat, dimulai dari berbagai diskusi dan korespondensi melalui internet. Teori yang kemudian dikembangkannya di Indonesia ini lahir pada akhir abad ke-20 dengan merangkul berbagai disiplin ilmu untuk menjelaskan suatu persoalan. Ia akhirnya mendirikan Bandung Fe Institute, mengambil nama Santa Fe Institute. Pada awalnya kebanyakan risetnya berhubungan dengan sistem keuangan dalam kajian ekono-fisika, yaitu pengunaan berbagai model fisika untuk meneliti pola-pola data dalam ekonomi. Riset-riset kompleksitasya kemudian membawanya untuk meneliti batik. Ia ingin membuktikan batik bukan ornamen tetapi lukisan yang disejajarkan dengan karya Leonardo da Vinci, Raphael, atau Michelangelo. Ia mulai megumpulkan berbagai motif batik dan kemudian diterjemahkan dalam rumus fraktal atau matematika. Hasilnya kemudian dimodifikasi dengan bantuan komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam, baik dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut maupun perulangannya. Proses pembuatan motif batik fraktal dapat memecahkan masalah keterbatasan motif batik dan dapat menghasilkan banyak motif secara cepat. Menurutnya, pola fraktal juga terlihat pada pigmentasi kerang, pola sulir cangkang kerang, bentuk-bentuk rumit bunga salju, atau pertumbuhan sel kanker. Termasuk beberapa pola pergerakan harga saham dan indeks dalam ekonomi.

Cara berpikir dengan pendekatan goemetri fraktal ini kemudian digunakannya untuk membuktikan pengukuran di setiap sudut candi Borubudur. Selain itu, dia juga menggunakannya untuk menganalisis lagu-lagu daerah, ukir-ukiran tradisional, anyam-anyaman nusantara dan berbagai ritual tradisi budaya Indonesia di berbagai daerah. Keberhasilan Hokky menemukan hal ini membuatnya mendapat julukan "Bapak Kompleksitas Indonesia" dari Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

Dalam aktivitas sosialnya, Hokky merintis Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB), yang menggalang kelompok muda pecinta budaya untuk pelestarian data budaya melalui Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI). Kegiatan pendataan budaya secara partisipatif dan digital ini dimotori berbagai komunitas yang menamakan diri "Sobat Budaya" di berbagai komunitas muda pecinta budaya di berbagai kawasan budaya di Indonesia. Belakangan banyak kegiatannya adalah mempromosikan budaya Indonesia melalui sains dan berbagai inovasi teknologi, khususnya teknologi informasi.

Di samping sebagai peneliti, Hokky juga aktif menjadi pembina peneliti-peneliti belia dari berbagai sekolah menengah yang menjadi perwakilan Indonesia di berbagai ajang internasional sebagai mentor di Center for Young Scientists, Surya University.


Karya Tulis
  • Hokky Situngkir, Yohanes Surya Democracy order out of chaos, Research Paper Fisika Sosial http://arxiv.org/abs/nlin.AO/0406057 , 2004
  • Situngkir, H. & Surya, Y. The Political Robustness in Indonesia. Research Paper Fisika Sosial WPN2004. Bandung Fe Institute.
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2004. “Stylized Statistical Facts of Indonesian Financial Data: Empirical Study of Several Stock Indexes in Indonesia,” Finance 0405005, Economics Working Paper Archive at WUSTL.
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2004. “Agent-based Model Construction In Financial Economic System,” Finance 0405006, Economics Working Paper Archive at WUSTL.
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. “Evaluating Indonesian Composite Index Drop On August 30th 2005,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005j.pdf
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. “Tree of Several Asian Currencies,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005i.pdf
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. ” On Stock Market Dynamics through Ultrametricity of Minimum Spanning Tree,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005h.pdf
  • Hokky Situngkir , Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2005. ” Membandingkan Sistem Perdagangan Saham dalam Aspek Likuiditas,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005g.pdf
  • Deni Khanafiah, Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. ” Jejak Trading System pada Profil Investor,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005f.pdf
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. ” What can we see from Investment Simulation based on Generalized (m,2)-Zipf Law?,” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005e.pdf
  • Hokky Situngkir,Yun Hariadi & Yohanes Surya, 2005. ” Antara Saham Likuid dan Tak Likuid di Bursa Efek Jakarta: Perspektif Mekanika Statistika” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005d.pdf
  • Hokky Situngkir & Yohanes Surya, 2005. ” Simulasi Investasi dengan Hukum Pangkat Zipf: Analisis Zipf-(m,2) dalam Teks Data Indeks Keuangan” Working Paper WPB2005 Bandung Fe Institute. URL: http://bandungfe.net/wp2005/2005c.pdf

Award
  • Penghargaan perak Ganesha Innovation Championship Award (GICA) 2014, Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung
  • Pemenang Kompetisi Dana Hibah Indonesian Young Change-Maker Summit (IYCS) 2013.
  • National Award of Intellectual Property 2013 from Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
  • 10 Indonesian Inventors by TEMPO Magazine 
  • Ashoka Fellow 2012
  • Ahmad Bakrie Award [[2011 on category: outstanding young scientist
  • Museum Rekor Indonesia for Database of Indonesian Batik with Mathematical & Geometrical Aspects
  • 104 most prospective innovations in Indonesia 2011 the Indonesian Batik for Institutional Logo
  • 103 most prospective Innovations in Indonesia 2011 the Living Database System
  • 102 most prospective Innovations in Indonesia 2010 for Rotating Social Disc
  • 102 most prospective Innovations in Indonesia 2010 for The Mathematical Song Composer
  • 102 most prospective Innovations in Indonesia 2010 for The Color of Indonesia’s Data
  • 101 most prospective Innovations in Indonesia 2009 for Tree of Cultural Diversification
  • 101 most prospective Innovations in Indonesia 2009 for Physics of Batik Application
Sumber: Wikipedia

Adolf Windaus - Penemu Struktur Sterol

Adolf Windaus
Adolf Otto Reinhold Windaus
Lahir: 25 Desember 1876 Berlin, Kekaisaran Jerman

Meninggal: 9 Juni 1959 (umur 82) Göttingen, Jerman Barat

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Kimia organik, biokimia

Mahasiswa doktoral: Adolf Friedrich Johann Butenandt

Penghargaan: Hadiah Nobel dalam Kimia (1928)
Adolf Otto Reinhold Windaus ialah seorang kimiawan Jerman yang memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1928 untuk karyanya pada sterol dan hubungannya dengan vitamin. Ia merupakan penasihat doktoral bagi Adolf Butenandt yang kelak menerima Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1939.


Biografi

Adolf Windaus lahir di Berlin pada 25 Desember 1876. Minatnya dalam kimia bangkit oleh karena kuliah dari Hermann Emil Fischer. Ia mulai belajar kedokteran dan kimia di Berlin dan kemudian di Freiburg. Ia mendapatkan gelar doktor pada awal tahun 1900 dan berfokus pada kolesterol dan sterol lain di Universitas Albert Ludwig Freiburg. Pada tahun 1913, ia menjadi profesor kimia di Universitas Innsbruck namun 2 tahun kemudian ia pindah ke Universitas Göttingen dan tetap di sana sampai pensiun pada tahun 1944.

Ia terlibat dalam penemuan transformasi kolesterol melalui beberapa tahap ke vitamin D3 (kolekalsiferol). Ia memberikan patennya ke Merck dan Bayer dan mereka mengeluarkan obat Vigantol pada tahun 1927.

Adolf Otto Reinhold meninggal di Göttingen, Jerman Barat padad 9 Juni 1959 saat berusia 82 tahun.


Penemuan Struktur Kimia Kolesterol

Pada tahun 1905 saat Adolf Windaus masih menjadi seorang mahasiswa tingkat doktoral di Institut Kimia Universitas Freiberg, Jerman, ia mencoba menentukan struktur kimia kolesterol. Bersama peneliti lainnya, pada tahun 1910, Adolf Windaus menyatakan bahwa jaringan jantung bisa rusak disebabkan aterosklerosis yang mengandung kolesterol tinggi dibandingkan dengan jaringan yang normal.

Riset yang luar biasa membuat Windaus di anugerahi hadiah Nobel pada tahun 1928. Meskipun kemudian diketahui bahwa penjelasan tentang struktur molekul kolesterol ternyata salah, panitia penganugerahan hadiah Nobel tidak mencabut hadiah tersebut dan Windaus tetap mencoba meneruskan penelitian untuk memperbaikinya. Dua puluh tahun kemudian, para ilmuwan menemukan struktur kimia kolesterol yang benar.

Sumber:
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Windaus
  • http://kliklkm.co.id/sejarah-penemuan-kolesterol.html