Johannes Robert Rydberg - Penemu Rumus Rydberg

Johannes Robert Rydberg - Penemu Rumus Rydberg


Johannes Robert Rydberg Johannes Robert Rydberg
Lahir: 8 November, 1854 Halmstad
Meninggal: 28 Desember 1919 (umur 65) Lund
Kebangsaan: Swedia
Bidang: Fisika
Lembaga: Lund University
Dikenal sebagai: Rumus Rydberg
Penghargaan: Fellow dari Royal Society (1919)

Johannes (Janne) Robert Rydberg adalah seorang fisikawan asal Swedia, dan dikenal karena berhasil merancang dengan rumus Rydberg.

Rumus Rydberg merupakan suatu rumus yang Ia temukan pada tahun 1888, yang digunakan untuk memprediksi panjang gelombang dari foton (cahaya radiasi elektromagnetik) yang dipancarkan oleh perubahan energi dari elektron dalam sebuah atom hidrogen.

Johannes Robert Rydberg lahir pada 8 November, 1854 di HalmstadIa, Swedia. Ia aktif sebagai akademisi di Universitas Lund, Swedia, dan seluruh hidupnya Ia abdikan di sana. Sebuah atom dengan nilai yang tinggi dari prinsip nomor quantum, diwakili dengan lambang "n" dalam rumus Rydberg dinamakan atom Rydberg. Teori terbukti mampu sebagai kunci untuk memahami unsur kimia dari atom yang dijelaskan dalam karya Niels Bohr.
Karena kerja keras dan dedikasinya, kawah Rydberg di Bulan dan asteroid 10506 Rydberg dinamakan sesuai namanya untuk menghormatinya. Ada sebuah pub malam yang diselenggarakan untuk menghormati Rydberg setiap hari Rabu di Departemen Fisika di Universitas Lund. (Wikipedia)
Read More
Eduard Strasburger - Menciptakan Istilah Sitoplasma dan Nukleoplasma

Eduard Strasburger - Menciptakan Istilah Sitoplasma dan Nukleoplasma

Eduard Strasburger
Eduard Adolf  Strasburger adalah seorang profesor Polandia - Jerman yang merupakan salah satu ahli botani dari abad ke-19 yang paling terkenal.


Biografi

Ia lahir pada 1 Februari 1844 di Warsawa, Polandia, Kekaisaran Rusia [sekarang di Polandia]. Ia putra dari Edward Bogumil Strasburger (1803-1874). Pada tahun 1870, ia menikah dengan Aleksandra Julia Wertheim (1847-1902), dan memiliki dua anak: Anna (b 1870.) Dan Julius (1871-1934).

Strasburger belajar ilmu biologi di Paris , Bonn dan Jena, menerima gelar PhD pada tahun 1866 setelah bekerja dengan Natanael Pringsheim. Pada tahun 1868 ia mengajar di Universitas Warsawa. Pada tahun 1869 ia diangkat sebagai profesor botani di University of Jena. Sejak 1881 ia adalah kepala Botanisches Institut di Universitas Bonn.

Strasburger meninggal di Bonn, Jerman pada 18 Mei 1912.


Prestasi

Strasburger adalah pendiri der Lehrbuch terkenal Botanik für Hochschulen (Textbook of Botany), yang pertama kali muncul pada tahun 1894. Strasburger adalah orang pertama memberikan gambaran yang akurat dari kantung embrio pada gymnosperma (seperti konifer) dan Angiosperma (tanaman berbunga) bersama dengan demonstrasi fertilisasi ganda pada angiosperma.

Dia menetapkan prinsip-prinsip dasar mitosis dalam bukunya Über Zellbildung und Zelltheilung (1876; "Pada Pembentukan Sel dan Cell Division"), dan di setiap edisi berikutnya ia menjelaskan dan memodifikasi proses deskripsi sampai di edisi ketiga (1880) ia diucapkan salah satu hukum modern sitologi tanaman: bahwa inti baru bisa muncul hanya dari divisi inti lainnya.

Pada tahun 1882 ia menciptakan istilah sitoplasma dan nukleoplasma untuk menggambarkan masing-masing sel tubuh dan nukleus. Berikutnya, ia menunjukkan bahwa selama pembuahan pada tanaman berbunga inti adalah struktur utama yang bersangkutan pada keturunan. Pada tahun 1888 ia menerangkan bahwa inti dari sel germinal angiospermae menjalani meiosis- yaitu, sebuah divisi pengurangan menghasilkan inti dengan setengah jumlah kromosom dari inti asli.

Bersama dengan Walther Flemming , dan Edouard van Beneden ia menjelaskan distribusi kromosom selama pembelahan sel.

Kemudian pekerjaan Strasburger pada gerakan ke atas dari getah membuktikan bahwa proses ini fisik daripada fisiologis. Dengan ahli botani yang luar biasa lainnya, ia menulis Lehrbuch der Botanik (1894; "Textbook of Botany").


Penghargaan

Eduard Adolf  Strasburger dianugerahi Linnean Society of London yakni Darwin-Wallace Medal pada tahun 1908.


Keluarga

Strasburger menikah dengan Alexandra Julie ("Alexandrine") Wertheim (1847-1902, putri bankir dan anggota dewan Julius Wertheim 1817-1901 dari Warsawa); mereka memiliki tiga anak (ketiga meninggal awal). Anaknya adalah internis Julius Strasburger, cucu sejarawan kuno Hermann Strasburger.


Karya:
  • Tentang Pembentukan Sel dan bagian Sel, 1876 - sebuah buku di mana ia menetapkan prinsip-prinsip dasar mitosis
  • Ueber das Verhalten des Pollens und die Befruchtungsvorgänge bei den Gymnospermen: Schwärmsporen, Gameten, pflanzliche Spermatozoiden und das Wesen der Befruchtung. Gustav Fischer Verlag, Jena, 1892.
  • Lehrbuch der Botanik für Hochschulen, 1st ed, 1894;. . 4th ed, 1900 , edisi digital dengan ULB Düsseldorf ; . edisi ke-5, 1902 , dengan ULB Düsseldorf; . 8 ed, 1906 , oleh ULB Düsseldorf; . 16 ed 1923 , tersedia di BHL . Ed ke-33., 1991. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Estonia, Italia, Jepang, Polandia, Rusia, Serbo-Kroasia, dan Spanyol. Daftar lengkap edisi dan terjemahan hingga 1994 diberikan dalam Finke et al. (1994)
  • Sebuah Textbook botani, 1st ed., 1898 , terjemahan bahasa Inggris dari Jerman ed 2. (1895), tersedia di BHL . Macmillan, London.
  • Das kleine Botanische Praktikum für Anfänger: Anleitung zum Selbststudium der mikroskopischen Botanik und Einführung in die mikroskopische Technik, 4th ed, 1902. , edisi digital oleh ULB Düsseldorf.

Sumber:
Read More
Al-Maqrizi - Sejarawan dan Ekonom Muslim

Al-Maqrizi - Sejarawan dan Ekonom Muslim

sphinx gizeh egypt - Mesir
Taqi al-Din Abu al-Abbas Ahmad bin 'Ali bin' Abd al-Qadir bin Muhammad al-Maqrizi,  ( Arab : تقى الدين أحمد بن على بن عبد القادر بن محمد المقريزى), adalah sejarawan Mesir yang lebih dikenal sebagai al-Maqrizi atau Makrizi. Ia dikenal juga sebagai pemikir ekonomi Islam yang melakukan studi khusus tentang uang dan inflasi.


Biografi

Al-Maqrizi memiliki nama lengkap Taqiyuddin Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali bin Abdul Qadir Al-Husaini. Ia lahir di desa Barjuwan, Kairo, pada tahun 766 H (1364-1365 M).

Keluarganya berasal dari Maqarizah, sebuah desa yang terletak di kota Ba’labak. Oleh karena itu, ia cenderung dikenal sebagai Al-Makrizi. Kondisi ayahnya yang lemah menyebabkan pendidikan masa kecil dan remaja Al-Maqrizi berada dibawah tanggungan kakeknya dari pihak ibu, Hanafi ibn Sa’igh, seorang pengnut mazhab hanafi.

Al-Maqrizi muda pun tumbuh berdasarkan pendidikan mazhab ini. Setelah kakeknya meninggal dunia pada tahun 786 H (1384 M), Al-Maqrizi beralih ke Mazhab Safi’i. Bahkan dalam pengembangan pemikirannya, ia terlihat canderung menganut mazhab Zhahiri.

Sejak kecil ia gemar melakukan rihlah ilmiah seperti fiqh, hadits, dan sejarah dari para ulama besar yang hidup pada massanya. Tokoh terkenal yang sangat mempengaruhi pemikirannya adalah Ibnu Khaldun (seorang ulama besar, penggagas ilmu sosial dan ekonomi).

Pada usia 22 tahun tepatnya pada tahun 788 H (1386 M), Al-Maqrizi memulai kiprahnya sebagai pegawai di Diwan Al-Insya semacam sekretaris negara pada massa pemerintahan dinasti Mamluk. Pada tahun 791 H (1389 M), Sultan Barquq mengangkat Al-Maqrizi sebagai muhtasib di Kairo.

Pada tahun 811 H (1408 M), Al-Maqrizi diangkat sebagai pelaksana administrasi wakaf di Qalanisiyah, sambil bekerja di rumah sakit An-Nuri, Damaskus. Pada tahun yang sama, ia menjadi guru hadits di Madrasah Asyrafiyyah dan Madrasah Iqbaliyyah.

Pada tahun 834 H (1430 M), ia bersama keluarganya menunaikan ibadah haji dan bermukim di Makkah selama beberapa waktu untuk menuntut ilmu serta mengajarkan hadits dan menulis sejarah. Al-Maqrizi meninggal dunia di Kairo pada tanggal 27 Ramadhan 845 H atau bertepatan dengan tanggal 9 Februari 1442.
     

Pemikiran tentang Ekonomi 

Menurut Al-Maqrizi, baik pada masa sebelum maupun setelah kedatangan Islam, mata uang digunakan oleh umat manusia untuk menentukan berbagai harga barang dan biaya tenaga kerja. Untuk mencapai tujuan ini, mata uang yang dipakai hanya terdiri dari emas dan perak. Berbagai fakta sejarah tersebut, menurut Al-Maqrizi, mengindikasikan bahwa mata uang yang dapat diterima sebagai standar nilai, baik menurut hukum, logika, maupun tradisi, hanya yang terdiri dari emas dan perak. Oleh karena itu, mata uang yang menggunakan bahan selain kedua logam ini tidak layak sebagai mata uang. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keberadaan fulus tetap diperlukan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan dan untuk berbagai biaya kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dengan kata lain, penggunaan fulus hanya diizinkan dalam berbagai transaksi yang berskala kecil. Penggunaan mata uang emas dan perak tidak serta merta menghilangkan inflasi dalam perekonomian karena inflasi juga dapat terjadi akibat faktor alam dan tindakan sewenang-wenang dari penguasa.

Al-Maqrizi menyatakan bahwa penciptaan mata uang dengan kualitas yang buruk akan melenyapkan mata uang yang berkualitas baik. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh pergantian penguasa dan dinasti yang menerapkan kebijakan yang berbeda dalam pencetakan bentuk serta nilai dinar dan dirham. Konsekuensinya, terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan ekonomi ketika persediaan logam bahan mata uang tidak mencukupi untuk memproduksi sejumlah unit mata uang. Begitu pula, ketika harga emas atau perak mengalami penurunan.

Menurut Al-Maqrizi, pencetakan mata uang harus disertai dengan perhatian yang lebih besar dari pemerintah untuk menggunakan mata uang tersebut dalam bisnis selanjutnya. Al-Maqrizi memperingatkan para pedagang agar tidak terpukau dengan peningkatan laba nominal mereka. Menurutnya, mereka akan menyadari hal tersebut ketika membelanjakan sejumlah uang yang lebih besar untuk berbagai macam pengeluarannya.                            

Menurut Al-Maqrizi, inflasi terjadi ketika harga-harga secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung terus-menerus. Al-Maqrizi membagi Inflasi menjadi dua yatu Inflasi akibat berkurangnya persediaan barang (natural inflation) dan inflasi akibat kesalahan manusia. Inflasi jenis pertama ini juga terjadi di masa Rasulullah dan khulafaur Rasyidin, yaitu karena kekeringan dan pengangguran. Sementara untuk jenis inflasi yang kedua, menurut Al-Maqrizi sama dengan penyebab yang mendasari terjadinya krisis di Mesir, yakni: korupsi dan administrasi pemerintahan yang buruk, pajak berlebihan yang memberatkan petani, dan jumlah fulus yang berlebihan.


Hasil Karya
  1. Buku yang membahas beberapa peristiwa sejarah Islam umum, seperti kitab Al-Niza’ wa Al-Takhashum fi ma baina Bani Umayyah wa Bani Hasyim.
  2. Buku yang berisi ringkasan sejarah beberapa penjuru dunia Islam yang belum terbahas oleh para sejarawan lainnya, seperti kitab Al-Ilmam bi Akhbar Man bi Ardh Al-Habasyah min Muluk Al-Islam.
  3. Buku yang menguraikan biografi singkat para raja, seperti kitab Tarajim Muluk Al-Gharb dan kitab Al-Dzahab Al-Masbuk bi Dzikr Man Hajja min Al-Khulafa wa Al-Muluk.   
  4. Buku yang mempelajari beberapa aspek ilmu murni atau sejarah beberapa aspek sosial dan ekonomi di dunia Islam pada umumnya, dan di Mesir pada khususnya, seperti kitab Syudzur Al-‘Uqud fi Dzikr Al-Nuqud, kitab Al-Akyal wa Al-Auzan Al-Syar’iyyah, kitab Risalah fi Al-Nuqud Islamiyyah dan kitab Ighatsah Al-Ummah bi Kasyf Al-Ghummah. (Sumber: Phio's Notes
Read More
Ibnu Khaldun - Bapak Pendiri Ilmu Historiografi, Sosiologi dan Ekonomi

Ibnu Khaldun - Bapak Pendiri Ilmu Historiografi, Sosiologi dan Ekonomi

Ibnu KhaldunIbnu Khaldun, menurut wikipedia nama lengkapnya adalah Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami (عبد الرحمن بن محمد بن خلدون الحضرمي) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah (Pendahuluan).

Dalam literatur lainnya nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah.

Ibn Khaldun dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.

Ia pernah menduduki jabatan penting di Fes, Granada, dan Afrika Utara serta pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah. Dari sinilah ia melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini.


Menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan

Ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.

Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir.


Dunia politik

Beliau sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.


Penelitian dan penulisan

Ibnu Khaldun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-‘ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-‘Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.

Kitab al-i’bar ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh De Slane pada tahun 1863, dengan judul Les Prolegomenes d’Ibn Khaldoun. Namun pengaruhnya baru terlihat setelah 27 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1890, yakni saat pendapat-pendapat Ibnu Khaldun dikaji dan diadaptasi oleh sosiolog-sosiolog German dan Austria yang memberikan pencerahan bagi para sosiolog modern.

Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-‘ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).


Pemikiran tentang negara

Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.

Ibnu Khaldun menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan tidak meremehkan akan sebuah sejarah. Ia adalah seorang peneliti yang tak kenal lelah dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang luas. Ia selalu memperhatikan akan komunitas-komunitas masyarakat. Selain seorang pejabat penting, ia pun seorang penulis yang produktif. Ia menghargai akan tulisan-tulisannya yang telah ia buat. Bahkan ketidaksempurnaan dalam tulisannya ia lengkapi dan perbaharui dengan memerlukan waktu dan kesabaran. Sehingga karyanya benar-benar berkualitas, yang di adaptasi oleh situasi dan kondisi.

Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Dasar pendidikan Alquran yang diterapkan oleh ayahnya menjadikan Ibnu Khaldun mengerti tentang Islam, dan giat mencari ilmu selain ilmu-ilmu keislaman. Sebagai Muslim dan hafidz Alquran, ia menjunjung tinggi akan kehebatan Alquran. Sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”

Ibnu Khaldun, ia wafat di Kairo Mesir pada saat bulan suci Ramadan tepatnya pada tanggal 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M.

Sumber:
  • id.wikipedia.org
  • https://jacksite.wordpress.com/2007/04/17/biografi-ibnu-khaldun/
Read More
Johny Setiawan - Penemu Planet Baru

Johny Setiawan - Penemu Planet Baru

Johny Setiawan
Johny Setiawan adalah astronom asal Indonesia yang bekerja sebagai peneliti di Departemen Pembentukan Bintang dan Planet, Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman. Johny Setiawan dikenal sebagai penemu banyak planet ekstrasurya.

Pada Juni 2005, kelompok astronom Eropa dan Brasil di bawah pimpinannya berhasil menemukan sebuah planet luar surya yang diberi nama HD 11977 b.

Salah satu penemuan berikutnya adalah sebuah planet yang mengitari sebuah bintang yang sangat muda, bernama TW Hydrae . Penemuan ini dipublikasikan di Nature, vol. 451, 38 (2008). Planet tersebut masih dalam piringan cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang induknya. Contoh penemuannya yang lain adalah HIP 13044 b, HD 47536 c, HD 110014 b, HD 110014 c, HD 11977 b, dan HD 70573 b.


Biografi

Johny Setiawan lahir pada 16 Agustus 1974. Ketertarikan Johny pada astronomi sudah dimulai sejak kecil ketika menonton film Star Trek. Ketertarikan mulai berkembang kala membaca buku Alam Semesta dan Cuaca. Johny kecil yang waktu itu dibesarkan di wilayah Johar Baru akhirnya mulai menggali lebih banyak tentang astronomi, termasuk di bangku sekolah.

Sekolah jenjang menengah dihabiskannya di Marsudirini, Matraman, Jakarta Timur. Mulai jenjang S-1 sampai meraih gelar doktor dihabiskannya di Jerman. Program doktor yang diraihnya dengan beasiswa dari European Southern Observatory di Keipenheuer Institute for Solar Physics Univseritas Freiburg mengantarkannya meraih predikat summa cum laude.

Sisi lain kehidupan Johny adalah hobinya memasak, fitness, dan melukis. Kemampuan memasak diasahnya ketika bekerja sambilan sebagai koki di Warsteiner Keller selama studi awal di Jerman. Hingga kini, beragam masakan, mulai nasi tumpeng hingga tahu berontak, bisa dibuatnya. Hingga sekarang, ia sering menerima pesanan makanan untuk acara kantor ataupun teman.

Untuk fitness, Johny melakukannya 2-3 kali seminggu. Tuntutan bekerja di dua tempat, Jerman dan Cile, dengan kondisi lingkungan yang jauh berbeda membuatnya harus menjaga stamina. Selain itu, ia juga memandang pentingnya ilmuwan menjadi fit dan tampil menarik agar bisa mendukung kariernya.


Penemuan

Selama tujuh tahun berkarya sebagai peneliti sejak tahun 2003, Johny telah menemukan 15 planet ekstrasurya alias planet-planet di luar tata surya kita.

Planet terakhir yang ditemukannya adalah HIP 13044b, sebuah planet yang mengorbit bintang lansia dan minim kandungan logam, HIP 13044. Penemuan ini mampu membuka cara pandang baru tentang proses pembentukan bintang sebab saat ini diyakini bahwa bintang tua dan minim kandungan logam tak mungkin memiliki planet.

Akhir tahun 2010, penemuan HIP 13044b dinobatkan sebagai 10 penemuan sains terbaik 2010 versi majalah Times. Temuan Johny Setiawan itu bisa disejajarkan dengan temuan Gliese 581g yang merupakan planet asing yang mirip Bumi dan temuan para fisikawan di European Organization for Nuclear Research (CERN).

Temuan besar Johny lainnya adalah planet TW Hydrae b. Penemuannya tergolong mencengangkan sebab di antara ratusan planet ekstrasurya, tak satu pun yang mengorbit pada bintang yang berusia muda. Diketahui, TW Hydrae b mengorbit bintang TW Hydrae, bintang yang baru berusia 8-10 juta tahun, 1/500 usia matahari saat ini.

Max Planck Institute for Astronomy mengakui penemuan TW Hydrae b sebagai salah satu penemuan  spektakuler. Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil menemukan secara langsung bahwa planet terbentuk dalam lingkaran cakram yang berputar pendek setelah kelahiran bintang. Penemuan itu memungkinkan kajian baru dalam pembentukan bintang dan migrasi planet.

Selain dua planet tersebut, Johny juga menemukan planet-planet lain, di antaranya HD 47536b, HD 47536c, dan HD 11014b. Planet yang ditemukannya merupakan bagian dari proyek Search for Exoplanet with Radial-velocity at MPIA (SERAM).

Sumber:
Read More
Johann Wolfgang Döbereiner - Membuat Pengelompokan Unsur

Johann Wolfgang Döbereiner - Membuat Pengelompokan Unsur

Johann Wolfgang Döbereiner adalah seorang ahli kimia Jerman yang terkenal karena pekerjaan yang meramalkan hukum periodik untuk unsur-unsur kimia. Ia dikenal sebagai Triad Döbereiner, Lampu Döbereiner.


Kehidupan

Johann Wolfgang Döbereiner lahir pada 13 Desember 1780 di Hof, Bayreuth. Sebagai anak kusir, Döbereiner memiliki sedikit kesempatan untuk sekolah formal. Jadi ia magang di apotek, membaca secara luas, dan menghadiri kuliah ilmu. Dia akhirnya menjadi profesor di Universitas Jena pada tahun 1810; ia juga belajar kimia di Strasbourg. Dalam pekerjaan yang dimulai pada tahun 1829, Döbereiner menemukan kecenderungan sifat tertentu dari kelompok yang dipilih dari elemen. Misalnya, massa atom rata-rata lithium dan kalium dekat dengan massa atom natrium. Pola serupa ditemukan dengan kalsium, strontium, dan barium, dengan sulfur, selenium, dan telurium, dan juga dengan klor, brom, dan yodium. Selain itu, kepadatan untuk beberapa triad ini mengikuti pola yang sama. Set ini unsur dikenal sebagai " Dobereiner itu Triad ".


Pengelompokan Unsur Cara Johann Wolfgang Dobereiner

Ilmuan Jerman, Johann wolfgang Dobereiner, membuat pengelompokan unsur kimia pada tahun 1807. Cara Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur berbeda dengan cara Lavoisier. Dobereiner mengelompokan setiap unsur kimia yang sifatnya mirip menjadi satu kelompok (triad) berdasarkan kenaikan berat atomnya. Pengelompokan unsur-unsur kimia menurut Dobereiner dikenal dengan nama Hukum Triad Dobereiner.


Beberapa triad unsur-unsur kimia

Triad 1 (Logam Alkali)
  • Litium (7)
  • Natrium (23)
  • Kalium (39)

Triad 2 (logam Alkali Tanah)
  • Kalsium (40,08)
  • Stronsium (87,62)
  • Barium (137,34)
  • Triad 3 (halogen)
  • Klorin (35,45)
  • Bromin (79,91)
  • Iodin (126,90)

Triad 4 (Golongan VIA)
  • Sulfur (32,06)
  • Selenium (78,96)
  • Telurium (127,60)

Akan tetapi, kelemahan hukum triad adalah sejak ditemukannya unsur-unsur baru. Banyak unsur yang mempunyai sifat mirip, tetapi jumlahnya lebih dari 3. Meskipun demikian, usaha Dobereiner patut dihargai karena ia memelopori penyusunan tabel periodik berdasarkan berat.

Döbereiner juga dikenal untuk penemuan furfural, untuk karyanya pada penggunaan platinum sebagai katalis, dan untuk lebih ringan, yang dikenal sebagai lampu Döbereiner.


Lampu Döbereiner
Lampu Döbereiner
Pekerjaan

Deutsches Apothekerbuch. Vol. 1-3. Balz, Stuttgart 1842-1848 Digital Edisi oleh University dan Perpustakaan Negara Düsseldorf.


Kematian

Johann Wolfgang Döbereiner meninggal pada 24 Maret 1849 (umur 68) di Jena, Sachsen-Weimar-Eisenach - Jerman.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Wolfgang_Döbereiner
http://ganyahoo.blogspot.com/2013/09/pengelompokan-unsur-cara-johann.html
Read More
Hugo tetrode - Fisikakawan Statistik, Teori Kuantum Awal dan Mekanika Kuantum

Hugo tetrode - Fisikakawan Statistik, Teori Kuantum Awal dan Mekanika Kuantum

perilaku elektron
Hugo Martin tetrode adalah seorang fisikawan teoritis Belanda yang memberikan kontribusi dalam fisika statistik, teori kuantum awal dan mekanika kuantum.

Ia lahir di Amsterdam pada 7 Maret 1895. Pada tahun 1912, tetrode mengembangkan persamaan Sackur-tetrode, ekspresi mekanik kuantum dari entropi suatu gas ideal.  konstanta Sackur-tetrode yakni S 0 / R, adalah konstanta fisika dasar yang mewakili kontribusi translasi ke entropi gas ideal pada suhu 1 K dan tekanan 100 kPa, dimana R adalah konstanta gas.

Dari Amsterdam, tetrode berhubungan dengan Albert Einstein, Hendrik Lorentz dan Paul Ehrenfest pada mekanika kuantum dan menulis beberapa makalah yang berpengaruh pada mekanika kuantum yang diterbitkan dalam jurnal fisika Jerman Zeitschrift für Physik. Secara khusus, gagasan Machis menjelaskan bahwa partikel elementer hanya bertindak atas partikel elementer lain dan tidak sendiri adalah ide kunci dalam perumusan teori simetris Wheeler-Feynman waktu.


Kehidupan

Hugo tetrode adalah anggota dari orang kaya yang menonjol. Dia adalah yang tertua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Pieter Johan Conrad tetrode merupakan direktur De Nederlandsche Bank (bank nasional Belanda) dari tahun 1919 sampai 1934. tetrode lahir di Verlengde Vondelstraat 14 yang selanjutnya berganti menjadi Nieuwer-Amstel tetapi sekarang Vondelstraat 138 di Amsterdam. Sebagai seorang anak, ia tinggal di kanal Amsterdam, di Keizersgracht 573 dan Herengracht 526.

Tetrode berangkat ke Jerman pada tahun 1911 untuk belajar matematika, fisika dan kimia di University of Leipzig, tetapi kembali ke Amsterdam setahun kemudian. Pada tahun 1912 saat dirinya berusia 17 tahun ia menerbitkan makalah penelitian pertamanya di jurnal fisika Jerman Annalen der Physik. Ia menerbitkan makalah ilmiah sebanyak enam buah yang semuanya membahas topik fisika kuantum dan statistik mekanik.

Hugo tetrode meninggal di Amstelveen pada 18 Januari 1931 pada usia 35 tahun setelah tertular tuberkulosis infeksi, ia belum pernah menikah.
Read More
Johannes von Hanstein - Melakukan penelitian Awal Proses Pembuahan Pakis

Johannes von Hanstein - Melakukan penelitian Awal Proses Pembuahan Pakis

Asteranthera ovata
Asteranthera ovata, (Cav.) Hanst.
di Taman National Puyehue
 
Johannes Ludwig Emil Robert von Hanstein (15 Mei 1822 - 27 Agustus 1880) adalah ahli botani  Jerman yang berasal dari Potsdam.

Ia belajar di Gärtnerlehranstalt (Institut Hortikultura) di Potsdam, kemudian belajar ilmu di Berlin dan mencapai gelar doktor pada tahun 1848. Pada tahun 1855 ia menjadi dosen botani di University of Berlin, enam tahun kemudian menjadi kurator dari kerajaan herbarium. Pada tahun 1865 ia diangkat sebagai profesor botani di Universitas Bonn dan direktur kebun raya.

Hanstein dikenang untuk studi pada anatomi dan morfologi tanaman. Pada tahun 1868 ia memperkenalkan "teori histogen"untuk menjelaskan perilaku pucuk apeks pada tanaman. Bersama teman dekatnya, Natanael Pringsheim (1823-1894), ia melakukan penelitian awal mengenai proses pembuahan pada pakis.

Capsella bursa-pastoris
Capsella bursa-pastoris karya Johannes von Hanstein
Tanaman genus Hansteinia dari keluarga Acanthaceae dinamai menurut namanya.

Standar Penulis singkatan Hanst. digunakan untuk menunjukkan orang ini sebagai penulis ketika mengutip sebuah nama botani .






Read More
Freddy P. Zen- Ilmuwan Fisika Teoretik

Freddy P. Zen- Ilmuwan Fisika Teoretik

Prof. Freddy Permana Zen, M.Sc, D.Sc adalah seorang dosen dan peneliti bidang fisika teoretik. Saat ini dia menjabat sebagai profesor bidang fisika teoretik energi tinggi (theoretical high energy physics) di Institut Teknologi Bandung dan menjadi direktur di INDONESIA Center for Theoretical and Mathematical Physics.

Meski seorang saintis, Freddy Permana Zen tak mengidolakan tokoh-tokoh fisika seperti Albert Einstein, Stephen Hawking, dan lain-lain. Kekaguman Freddy pada mereka hanya sebatas karya-karya besar mereka. Idola Freddy adalah Rasulullah SAW. Menurutnya, beliau adalah tokoh yang paripurna dan teladan dalam setiap segi kehidupan, jadi jauh lebih layak untuk diidolakan.


Biografi

Freddy lahir di Pangkalpinang, Bangka pada 1 Maret 1961. Di masa kecil, orang tuanya kerap menceritakan tokoh-tokoh besar dalam dunia fisika. Freddy menyebutnya orang-orang “aneh”. Namun Freddy merasa takjub bagaimana orang-orang “aneh” tersebut mampu “membuat” bom atom yang dahsyat itu. Apa gerangan ilmu yang mereka miliki?

Keingintahuan dan mimpi Freddy kecil inilah yang membawanya menggeluti ilmu fisika hingga saat ini. Hasil didikan orangtuanya inilah yang menjadi modal mendidik anak-anaknya. “Beri anak kecil itu mimpi, sebab mimpi anak kecil itu murni, dan akan tertancap kuat sebagai motivasi untuk berprestasi,” ujarnya.

Freddy P. Zen menyelesaikan tahap sarjana pada tahun 1985 di Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung. Saat itu ia mengkaji teori “Weinberg-Salam Model of the Elec -tro weak Interaction”, sebuah tema yang mengantarkan Abdussalam pada hadiah Nobel pada 1979. Gelar Doctor of Science (D.Sc.)-nya, ia raih di Department of Physics, Hiroshima University, setelah menyelesaikan disertasinya berjudul “Gravitational Scattering in (2+1)-Dimensional Quantum Gravity”. Saat ini, fokus risetnya berkisar pada String Theory, General Relativity, Dynamical System dan lain-lain.

Dalam dunia ilmiah, karya tulis Prof. Freddy bukan main-main. Papernya yang sudah dipublikasi lebih seratus buah, di berbagai jurnal internasional dan nasional yang disegani, seperti Modern Physics Letters A6, International Journal of Modern Physics A8, Progress of Theoretical Physics, Journal of Mathematics and Sciences, dan beberapa jurnal nasional. Dalam karir sosial, ia pernah ditugasi Kementrian Riset dan Teknologi sebagai staf ahli khususnya dalam bidang sains dan teknologi pada tahun 2003-2005. Prestasi dan karyanya itu jualah yang mengantarkannya pada penghargaan Satya lancana Karya Satya X pada tahun 2001, Satyalancana Wira Karya pada tahun 2003 dari Presiden Republik Indonesia, dan pada tahun 2006 lalu ia memperoleh HABIBIE AWARD dari The Habibie Center dalam bidang fundamental science.


Pemikiran Tentang Sains dan islam

Freddy Permana Zen bukan saja dikenal sebagai dosen fisika teori yang mengajarkan mata kuliah-mata kuliah “kelas berat” seperti Quantum Me -chanics, Geometrical Methods in Theoretical Physics, Group Theory, General Relativity, dan filsafat sains. Disamping itu, ia juga kerap mengisi materi-materi keislaman dan memotivasi mahasiswa-mahasiswa fisika untuk berprestasi. Ketika mengajar di kelas pun, ia tak jarang mengajak mahasiswanya melakukan perenungan pada alam semesta. Penjelajahannya di dunia sains, menurutnya, adalah untuk menambah level keyakinan pada Allah SWT dari sekadar “yakin” menjadi “haqqul-yaqin”. Namun di sisi lain ia juga mengatakan bahwa kebenaran yang ditemukan sains bagaimanapun bersifat relatif. Jika temuan sains itu bertentangan dengan al-Qur’an sebagai keyakinannya, maka temuan sains itu pastilah keliru. “Jadi terdapat semacam hirarki kebenaran,” kata Prof. Freddy. Sebagai contoh, lanjutnya, hukum Newton yang menggambarkan alam semesta tanpa awal dan akhir, maka secara keyakinan harus ditolak. Bahkan temuan sains terbaru tentang singularitas justru semakin meyakinkan, bahwa alam semesta memiliki permulaan.


Bidang Riset 

Bidang riset yang ditekuni oleh Prof. F. P. Zen adalah teori String dan Teori-M (M-Theory), Relativitas umum (general relativity), Fisika matematik (Mathematical Physics), sistem dinamik (Dynamical System), komputasi kuantum (Quantum Computation).

Teori string (dan Teori-M sebagai perluasannya) menganggap bahwa fenomena partikel dapat dijelaskan dari string, dimana frekuensi harmoniknya adalah energi partikel. Teori string merupakan salah satu kandidat utama dari theory of everityhing, yaitu sebuah teori unifikasi yang dapat memadukan seluruh interaksi di alam semesta. Kedua teori ini konsisten hanya jika dirumuskan pada ruangwaktu yang berdimensi tinggi (10 dimensi untuk teori string dan 11 dimensi untuk teori-M).

Teori relativitas umum membahas penerapan geometri diferensial untuk menjelaskan fenomena interaksi gravitasi. Teori ini pertama kali diusulkan oleh Albert Einstein pada 1916. Teori ini berusaha menjelaskan fenomena fisis mulai dari gerak partikel dalam medan gravitasi hingga kosmologi, yaitu ilmu tentang asal usul dan perkembangan alam semesta.

Komputasi kuantum adalah teori komputasi yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Algoritma kuantum memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibanding algoritma klasik yang dipakai pada komputer saat ini. Sebuah komputer kuantum juga diyakini memiliki kemampuan proses yang jauh lebih baik dibanding komputer klasik. Riset bidang komputasi kuantum masih terus berkembang. (Bagi yang berminat silakan kunjungi Institute for Quantum Computing)


Pendidikan
  • Doctor of Science, Hiroshima University, 1994-1994 (Riset di Yukawa Institute for Theoretical Physics, Kyoto University, Japan).
  • Master of Science, Hiroshima University, 1989-1991 (Riset di Research Institute for Theoretical Physics, Hiroshima University, Japan)
  • Magister Sains, Institut Teknologi Bandung, 1986-1988
  • Sarjana, Institut Teknologi Bandung, 1980-1985

Penghargaan
  • Satyalancana Karya Satya X Tahun (2001) dari presiden Republik Indonesia.
  • Satyalancana Wira Karya (2003) dari presiden Republik Indonesia.
  • HABIBIE AWARD 2006 bidang ilmu dasar dari The Habibie Center (THC)
  • Innovation Award, University Putra Malaysia, Malaysia, March 2005, untuk judul penelitian Towards Quantum Theory on Punctured Surfaces (bersama Abubaker Mohamed Siddig, Nurisya Mohd Shah, Hishamuddin Zainuddin, Ahmed Bouketir, Zainal Abidin Talib, Zainul Abidin Hassan)

Karier

Akademik
  • Dosen tetap di ITB. Mengajar mata kuliah tingkat sarjana (Fisika Dasar, Fisika Matematika, Fisika Kuantum, Teori Relativitas Umum Einstein) hingga doktoral (Mekanika kuantum, Metode Geometri dalam Fisika Teoretik, Teori Grup, Relativitas Umum), membimbing Sarjana, Magister, dan Doktoral, serta melakukan penelitian untuk bidang-bidang riset di atas. Selain itu, pernah menjadi pengajar tamu dan sebagai reviewer, diantaranya :
  • Reviewer Jurnal Makara Seri Sains (Universitas Indonesia), 2010-2011.
  • Reviewer Journal Sigma (Ukraine Academy of Sciences)
  • Reviewer Journal Mathematical Review (American Mathematical Society), 2006.
  • Profesor tamu pada Optical Sciences Centre, the Institute of Advanced Studies, RSPhysSE, The Australian National University, Australia, Juni 1999-Mei 2000.
  • Pengajar tamu di Universiti Putra Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk kuliah (2+1)-Dimensional Chern-Simon-Witten Theory and Polynomial Invariants, 1997.

Jabatan Administratif
  • Deputi Menteri Riset dan Teknologi RI bidang Sumber Daya Iptek, sejak Juni 2010.
  • Sekretaris Komite Inovasi Nasional (KIN), Juni 2010 - 2014.
  • Sekretaris Jendral Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, 2007-2011.
  • Asisten Deputi Menteri Riset dan Teknologi RI bidang Pengembangan Jaringan Informasi, Januari 2004–Januari 2005.
  • Asisten Deputi Menteri Riset dan Teknologi RI bidang Kajian Kebutuhan Iptek, Juni 2000–Desember 2003.
  • Sekretaris Pusat Matematika (P4M) ITB, 1999-2001.
  • Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Jepang, 1991-1993.

Keanggotaan
  • Ikatan Alumni ITB
  • Grup Fisika Teoretik Indonesia, GFTI (sejak 2005)
  • Elementary Particle Physics Group, Japan (sejak 1990)
  • The Japanese Physical Society (sejak 1989)
  • Himpunan Fisika Indonesia (sejak 1985)

Sumber :
INSISTS
http://id.wikipedia.org/wiki/Freddy_P._Zen
Read More
Gunawan Indrayanto - Ilmuiwan kimia bahan alam, bio teknologi tanaman dan analisis kromatografi kimia

Gunawan Indrayanto - Ilmuiwan kimia bahan alam, bio teknologi tanaman dan analisis kromatografi kimia

Gunawan Indrayanto
Prof. Dr.rer.nat. Gunawan Indrayanto
https://www.linkedin.com/pub/gunawan-indrayanto/33/8a0/94b
Gunawan Indrayanto adalah guru besar Farmasi Universitas Airlangga (Unair) yang merupakan seorang ahli di bidang kimia bahan alam, bio teknologi tanaman dan analisis kromatografi kimia. Sejak 1983 sedikitnya sudah ada 87 karya ilmiahnya yang dipublikasikan di berbagai jurnal internasional. Karena dinilai produktif, ia dipercaya beberapa jurnal internasional sebagai penyeleksi karya ilmiah sebelum dipublikasikan.

Prof. Dr.rer.nat. Gunawan Indrayanto yang Lahir di Kediri, 27 Maret 1949, berhasil memperoleh prestasi sebagai salah satu ilmuwan Indonesia peraih indeks tertinggi dalam Wise Index of Leading Scientists and Engineers untuk negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Prof. Gunawan adalah satu dari enam orang ilmuwan Indonesia yang mendapat pengakuan bergengsi tersebut.

Profesor Gunawan Indrayanto merupakan pakar farmasi dan bergelut di bidang kimia bahan alam dan bio teknologi tanaman. Selama puluhan tahun beliau meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kimia bahan alami pada sel tanaman. Tak hanya itu, ia juga mengembangkan metode analisa yang valid guna menentukan mutu obat herbal.

Meski dengan dana minim, ia tak lelah melakukan penelitian. Penelitian yang ia kerjakan dengan keterbatasan alat dan dana ini banyak dikutip oleh kalangan akademik dan industri dari berbagai penjuru dunia.

Selain meneliti, Prof. Gunawan juga aktif menulis sejak tahun 1983. Sebagai seorang dosen, ia beranggapan, meneliti merupakan sebuah kewajiban. Untuk itu, ia sering menggunakan hasil penelitiannya sebagai bahan ajar. Buku dan referensi wajib yang harus dibaca mahasiswanya adalah hasil dari sejumlah penelitian yang ia lakukan. Menurutnya, hal itu lebih efektif, sebab dosen lebih memahami persoalan.

Tahun 2014 ia menjadi salah satu tokoh yang menerima  Penghargaan Achmad Bakrie Award ke-12 untuk bidang kesehatan.


Penelitian

Gunawan Indrayanto menekuni bidang farmasi. Ia bekerja di bioteknologi tanaman. Tujuannya mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh pada pembentukan bahan kimia pada tanaman. Karena, 25 persen obat itu asal usulnya tanaman. Dan Indonesia nomer dua setelah Brasil dalam hal bioherbisida.

Dalam penelitiannya ia menggunakan kultur jaringan tanaman di mana kondisi bisa diatur. Tanaman itu tergantung lingkungannya. Contohnya pohon mawar. Mawar bagus di puncak. Tapi, jika ia dipindah ke Jakarta dengan potnya sekalipun, lama-lama pohon itu tidak akan berbunga karena panas. Jadi tanaman itu bereaksi pada lingkungannya.

Gunawan Indrayanto menanggapi kekayaan alam itu, khususnya  kekayaan tumbuh-tumbuhannya, dengan meneliti selama puluhan tahun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kimia bahan alami di sel tanaman, dan mengembangkan metoda analisa yang valid untuk menentukan mutu obat herbal.


Sumber:
  • https://indonesiaproud.wordpress.com/2010/01/28/gunawan-indrayanto-ilmuwan-yang-masuk-wise-index-of-leading-scientists-and-engineer-comstech/
  • http://www.unair.ac.id/berita.unair.php?id=960
  • http://analisis.news.viva.co.id/news/read/567311-pemerintah-harus-jadi-dirigen-riset
  • http://nasional.news.viva.co.id/news/read/565295-penghargaan-achmad-bakrie-2014-untuk-negeri--spesial-di-tvone
Read More