Mu'ayyad al-Din al-'Urdi - Mengembangkan Model Ptolemaic dari Gerak Planet

Mu'ayyad al-Din al-'Urdi - Mengembangkan Model Ptolemaic dari Gerak Planet

8 planet di dalam tata  surya

Mu'ayyad al-Din al-'Urdi (meninggal 1266) adalah seorang astronom Muslim, matematikawan, arsitek dan insinyur yang bekerja di observatorium Maragheh. Ia lahir di Aleppo (sekarang Suriah), kemudian ia pindah ke Maragheh, Azarbaijan, untuk bekerja di observatorium Maragha dalam bimbingan Nasir al-Din Tusi.

Dia dikenal karena menjadi yang pertama dari astronom Maragha yang mengembangkan Non-Ptolemaic model dari gerak planet. Secara khusus, Urdi lemma dikembangkan kemudian digunakan dalam model yang geosentris dari Ibn al-Shatir dalam abad ke-14 dan pada Model heliosentris Copernicus dari Nicolaus Copernicus pada abad ke-16.

Sebagai seorang arsitek dan insinyur, dia memiliki andil besar dalam membangun pasokan instalasi air dari Damaskus, Suriah, pada masanya.


The Urdi Lema

"Urdi lemma" adalah perpanjangan dari Teorema Apollonius ' yang memungkinkan sebuah equant dalam model astronomi untuk diganti dengan yang setara epicycle yang bergerak di sekitar pusat yang berbeda pada setengah jarak ke titik equant. Anythony Grafton merupakan bukti demonstrasi Maestlin untuk Kepler dapat membantu untuk memvisualisasikan. Anda juga dapat menarik al-Shatir dan al-Tusi slider ke nol dalam animasi Dennis Duke untuk melihat model equant-kurang al-'Urdi untuk operasi  Mars. (Sumber: en.wikipedia.org)
Read More
Eko Supriyanto - Pemilik 14 Paten Rekayasa Biomedis

Eko Supriyanto - Pemilik 14 Paten Rekayasa Biomedis

Professor Dr.-Ing. Eko Supriyanto
Professor Dr.-Ing. Eko Supriyanto
Sumber gambar: UTM
Prof. Dr. Ing Eko Supriyanto adalah alumnus S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dan S3 Universitas Angkatan Bersenjata Jerman di Hamburg.  Ketertarikannya pada tubuh manusia dan pengetahuannya akan pengobatan membuatnya berhasrat menggabungkan bidang elektronika yang dipelajarinya dengan pengobatan.

Kiprahnya dalam bidang rekayasa biomedis di negeri jiran Malaysia telah membuatnya meraih 14 hak paten, terkait dengan produk rekayasa biomedis yang ditekuninya. Kini ia pun dipercaya duduk sebagai Ketua Jurusan Sains Klinikal Universitas Teknologi Malaysia.


Pendidikan dan Karir

Eko Supriyanto memperoleh gelar profesor dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) pada umur 33 tahun. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Jantung Nasional dibawah kerjasama antara UTM dan Institut Jantung Negara Malaysia.

Sebelum ini dia adalah Ketua Jurusan Sains Klinikal UTM. Hingga akhir 2014 dia telah mempublikasikan lebih dari 150 makalah dalam jurnal internasional dibidang sains, teknologi dan kedokteran. Lebih dari 21 paten telah didaftarkan dia dari hasil-hasil penemuan dia selama di Malaysia. Diantaranya adalah Smart Doll, USG untuk bidan, Smart Mobile Telemedicine, Alzheimer Early Detector, dan Cervical Cancer Early Detector.

Karena pencapaian dia, hingga saat ini dia telah mendapatkan 35 penghargaan internasional diantaranya adalah Best of The Best Malaysia Innovator Award, The Most Creative Invention Award from Thailand, and Special Award from Korea.

Selain aktif dalam penelitian teknologi kedokteran, dia juga aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan professional. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Pembangunan Nusantara. Dalam posisi ini dia aktif menjadi konsultan beberapa Kepala Daerah di Indonesia. Sejak tahun 2013 dia merupakan Professor Tamu di Fakultas Kedokteran UNPAD. Dia juga Professor tamu di Universitas Teknologi Ilmenau, Jerman. Selain sebagai guru besar dan konsultan, dia juga aktif menjadi direktur di beberapa perusahaan di Malaysia, Indonesia dan Jerman.


Penemuan

Smart Doll

Bidang rekayasa biomedis yang ditekuninya merupakan paduan elektronika dan kedokteran, berperan dalam menghasilkan alat-alat pembantu diagnosis. Salah satu produknya disebut Smart Doll. Sesuai namanya, alat tersebut adalah boneka pintar karena tidak hanya buat mainan.

Boneka yang bernama Elissa ini bisa menguji kemampuan anak-anak balita, terutama bisa berfungsi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Elissa bisa menguji kemampuan kognitif, psikomotorik, sosio emosional, bahasa dan wilayah lain yang menjadi standar dalam menganalisa perkembangan anak.

Dilengkapi dengan berbagai sensor, alat ini akan mendeteksi ketika anak mulai mendekati dan berbicara. Setelah mendeteksi, alat akan mengeluarkan hasil analisa dan program atau semacam kurikulum untuk memandu training anak tersebut selama seminggu ke depan. Semua bertujuan agar kehidupan anak lebih baik.

Alat ini juga bisa menyanyikan lagu yang disukai anak-anak dan mendongengkan sebuah cerita. Sistem di dalam boneka ini telah diprogram untuk menyimpan beberapa lagu dan dongeng populer. Alat yang ditujukan untuk membantu orangtua dan dokter mengenal anak ini dinamakan Eko berdasarkan nama putrinya sendiri.

Sekarang, alat telah dikembangkan dan dipakai oleh beberapa rumah sakit dan taman kanak kanak yang ada di Malaysia. Sebelumnya, boneka pintar ini tampil dalam rupa Teddy Bear, namun kini tengah dikembangkan bentuk lain sesuai dengan favorit anak-anak.


Telemedicine Smart Medical Wireless Interface

Selain boneka pintar, Eko juga mengembangkan Telemedicine Smart Medical Wireless Interface. Perangkat tersebut didesain untuk meminimalisasi biaya pengadaan alat dengan memungkinkan alat terkoneksi internet sehingga dokter bisa menganalisa dari jarak jauh.

Dalam merancang setiap peralatannnya, Eko selalu berpegang teguh pada tiga hal, lebih murah, lebih cepat, dan lebih aman. Hal itu dijadikan prinsip sebab menurutnya teknologi diagnosis yang berdasarkan rekayasa biomedis haruslah aman dan bisa dijangkau masyarakat luas.


Sumber:
Pemilik 14 Paten Rekayasa Biomedis
Eko Supriyanto
Read More
Charles Francis Jenkins - Perintis Awal Bioskop & Salah Satu Penemu Televisi

Charles Francis Jenkins - Perintis Awal Bioskop & Salah Satu Penemu Televisi

Charles Francis Jenkins
Charles Francis Jenkins
Lahir: 22 Agustus 1867 Dayton, Ohio

Meninggal: 6 Juni 1934 (umur 66) Washington, DC

Kebangsaan: Amerika

Pendidikan: tidak satupun, Rekayasa karir

Proyek penting: Lebih dari 400 paten yang berhubungan dengan berbagai penemuan

Kemajuan yang signifikan: proyektor Film dan televisi

Penghargaan: Elliott Cresson Medal (1897) ; John Scott Medal (1913)
Charles Francis Jenkins atau disebut juga dengan naama C.F. Jenkins adalah orang Amerika perintis awal bioskop dan salah satu penemu dari televisi, meskipun ia menggunakan mekanik daripada teknologi elektronik. Bisnisnya termasuk Charles Jenkins Laboratories dan Jenkins Television Corporation (korporasi yang didirikan pada tahun 1928, Laboratorium yang pertamakali diberi lisensi televisi komersial di Amerika Serikat). Lebih dari 400 paten yang dikeluarkan untuk Jenkins, banyak orang untuk penemuannya yang berhubungan dengan gambar bergerak dan televisi.

Selain dia ada juga John Logie Baird (lahir di Helensburgh, Skotlandia, 13 Agustus 1888 – meninggal di Bexhill-on-Sea, East Suss3x, Inggris, 14 Juni 1946 pada umur 57 tahun) adalah penemu yang pertama kali yang menunjukkan bahwa citra visual dapat ditransmisikan.


Gambar gerak

Jenkins lahir di Dayton, Ohio pada 22 Agustus 1867. Ia dibesarkan di dekat Richmond, Indiana dan sekolah di sana. pada tahun 1890 ia pergi ke Washington DC untuk bekerja sebagai stenografer.

Ia mulai bereksperimen dengan Film pada tahun 1891, dan akhirnya berhenti dari pekerjaannya dan berkonsentrasi penuh dalam pengembangan proyektor film  sendiri, yakni Phantoscope.

Telegram Richmond melaporkan, pada tanggal 6 Juni 1894 Jenkins mengunjungi Richmond untuk menunjukkan orang tuanya, teman-teman dan wartawan gadget ia telah bekerja selama dua tahun: sebuah " kotak yang memproyeksikan film". Mereka berkumpul di toko perhiasan sepupu Jenkins di pusat kota Richmond untuk melihat film pertama yang diproyeksikan di depan penonton. Gambar bergerak adalah seorang penari vaudeville melakukan tarian kupu-kupu, yang  telah Jenkins filmkan di halaman belakang asrama Washington. Tidak hanya menunjukkan pertama film digulung dengan lampu listrik di depan audiens, juga film pertama dengan warna. Setiap frame dengan susah payah diwarnai dengan tangan.

Di  Bliss Electrical School, Washington DC, ia bertemu teman sekelasnya Thomas Armat, lalu mereka bersama-sama meningkatkan desain. Mereka melakukan pemeriksaan publik di Amerika Cotton dan Pameran Internasional di Atlanta pada tahun 1895 dan kemudian bertengkar karena masalah paten. Phantoscope yang dimodifikasi oleh Jenkins dan Armat telah dipatenkan pada 20 Juli 1897. Jenkins akhirnya menjual  proyektor ke Armat. Armat kemudian menjual hak Thomas Edison, yang memasarkan proyektor dengan nama Vitascope. Dengan proyektor ini Edison mulai mempertunjukan ke publik di bioskop vaudeville dengan gambar gerak difilmkan, setiap orang yang melihatnya harus membayar.

Jenkins menikah dengan Grace Love, putri dari keturunan keluarga mapan Maryland tua, pada tahun 1902.


Televisi

Jenkins pindah untuk bekerja di televisi. Dia menerbitkan sebuah artikel tentang "Motion Pictures oleh Wireless" pada tahun 1913, tapi tidak sampai tahun 1923 ia mengirim siluet  gambar bergerak, dan pada 13 Juni 1925 ia secara terbuka menunjukkan transmisi yang mengsinkronisasi gambar dan suara. Dia diberikan paten AS No. 1.544.156 (Mengirimkan Gambar dengan Wireless) pada 30 Juni 1925 (diajukan pada tanggal 13 Maret 1922).

Teknologi mekanis (juga dipelopori oleh John Logie Baird ) kemudian disusul oleh televisi elektronik seperti dirancang oleh Vladimir Zworykin dan Philo Farnsworth .

Pada tahun 1928,  Perusahaan Televisi Jenkins membuka stasiun pertama siaran televisi di AS, bernama W3XK, yang mengudara pada tanggal 2 Juli dan pertama yang dikirim dari Jenkins Labs di Washington dan dari tahun 1929 dari Wheaton, Maryland, lima kali seminggu. Pada awalnya, stasiun hanya bisa mengirim gambar siluet karena bandwith sempit, tapi setelah diperbaiki maka gambar hitam-putih yang sebenarnya ditransmisikan.

Pada bulan Maret 1932, Jenkins Television Corporation dilikuidasi dan asetnya diakuisisi oleh Lee DeForest Radio Corporation. Dalam beberapa bulan, perusahaan DeForest bangkrut dan aset yang dibeli oleh RCA menghentikan semua pekerjaan di televisi elektromekanik.


Prestasi dan penghargaan

Jenkins dianugerahipenghargaan Medali Emas Elliott Cresson untuk prestasi ilmiah pada tahun 1897 dan Scott Medal pada tahun 1913 oleh Franklin Institute & Science Museum-Philadelphia.

Dia adalah pendiri dan presiden pertama dari Society of Motion Picture Engineers (sekarang termasuk televisi, SMPTE).

Jenkins menulis beberapa buku termasuk Vision Oleh Radio, Radio Foto-foto, Radio fotogram dan The Boyhood dari Inventor, serta banyak artikel yang berfokus pada penemuannya, yang diterbitkan dalam berbagai majalah nasional.

Dia diterima sebagai seorang dokter kehormatan di bidang ilmu dari Earlham College, Richmond, Indiana, almamaternya.

Akademi Televisi Arts & Sciences, paling dikenal untuk Emmy Awards tahunan, memperingati kontribusi dari Jenkins ke industri televisi dengan menamai salah satu penghargaan akademi paling bergengsi setelah dia: Charles F. Jenkins Lifetime Achievement Award adalah suatu kehormatan rekayasa khusus untuk individu yang kontribusi dari waktu ke waktu telah secara signifikan mempengaruhi keadaan teknologi televisi dan rekayasa.

Jenkins dilantik menjadi Penemu Nasional Hall of Fame pada tahun 2011. Charles Francis Jenkins meninggal pada usia 66 di Washington, DC Ia dikebumikan di Rock Creek Cemetery. (sumber: en.wikipedia.org)
Read More
Johanes Nicolaus Bronsted - Peneliti Proses Katalisis Reaksi asam & basa

Johanes Nicolaus Bronsted - Peneliti Proses Katalisis Reaksi asam & basa

Johanes Nicolaus Bronsted
Johannes Nicolaus Brønsted
Lahir: 22 Februari 1879 Varde, Denmark

Meninggal: 17 Desember 1947 (umur 68) Copenhagen, Denmark

Tempat Tinggal: Copenhagen, Denmark

Kebangsaan: Denmark

Bidang: Kimia fisika

Lembaga: University of Copenhagen

Alma mater: University of Copenhagen

Dikenal untuk: Teori asam-basa Brønsted-Lowry ; Persamaan katalisis Brønsted
Johannes Nicolaus Brønsted adalah seorang ilmuwan kimia fisik Denmark. Dia kemudian dikenal sebagai seorang peneliti proses katalisis dalam reaksi asam dan basa. Dia menamakannya sebagai proses Bronsted katalisis equation. Dia juga dikenal dalam teori donor proton bersama Lowry.

Ia meraih gelar di bidang teknik kimia pada tahun 1899. Ia mendapatkan gelar Ph.D pada tahun 1908 dari University of Copenhagen dan segera diangkat profesor anorganik dan kimia fisik di universitas yang sama.

Johannes Nicolaus Brønsted (1879 - 1947) dan Thomas Martin Lowry (1874 - 1936) merumuskan secara bersama sebuah teori yang menjelaskan asam dan basa dan bagaimana terjadinya transfer proton dari suatu asam ke basa. Hal ini merupakan suatu pandangan awal, yang kemudian akan dijabarkan lebih lanjut oleh perhitungan pH untuk menentukan keasaman suatu larutan, yang tergantung pada konsentrasi ion H3O+. Asam klorda, asam nitrat dan asam sulfat merupakan contoh dari asam Bronsted-Lowry.


Biografi

Johannes Nicolaus Brønsted lahir di Varde pada 22 Februari 1879. Ibunya meninggal segera setelah kelahirannya, dan ayahnya menikah kembali. Namun ketika berumur  14 tahun ayahnya juga meninggal. Setelah kehilangan kedua orang tua anak Brønsted dan pindah ke Kopenhagen dengan saudara tirinya Brønsted masuk  dalam 'Metropolitanskolen' selama tiga tahun. Kemudian dia lulus dalam 'studentereksamen' (ujian masuk universitas) di musim panas 1897. Ia menerima gelar dalam ilmu teknik kimia di 1899 dan gelar Ph. D. pada tahun 1908 dari University of Copenhagen. Dia segera diangkat menjadi profesor anorganik dan kimia fisik di Copenhagen.

Ketika di Polytecnic Institut, Brønsted bertemu dengan Charlotte Louise Warberg. Mereka menikah pada 1903 dan pindah ke sebuah apartemen di Forchhammersvej di Kopenhagen.

Pada tahun 1906 ia menerbitkan beberapa catatan mengenai afinitas elektron. Pada tahun 1923 ia memperkenalkan dasar teori reaksi asam-basa bersamaan dengan kimiawan Inggris Thomas Martin Lowry. Pada tahun yang sama, teori elektronik diusulkan oleh Gilbert N. Lewis, namun teori Bronsted-Lowrylah yang diakui pada saat itu.

Teori Bronsted mengatakan bahwa: "Sebuah atom hidrogen (selalu ditemukan di dalam asam) berada dalam keaadaan ionnya ketika terlarut dalam air, ia kehilangan elektron dan menjadi donor proton. Ion H+ tersebut kemudian bergabung dengan substansi lain yang ada dalam lartutan, substansi ini dinamakan akseptor proton."

Dalam Perang Dunia II ia selalu bertentangan dengan Nazi. Pada tahun ia terpilih sebagai salah seorang anggota parlemen Denmark, akan tetapi ia tidak sempat menjabat sebagai anggota parlemen. Dia meninggal tidak lama setelah pemilihan.

Johanes Nicolaus Bronsted meninggal pada 17 Desember 1947 (umur 68) di Copenhagen, Denmark.


Sumber:
Johannes Nicolaus Brønsted
J.N Bronsted dan T.M Lowry
Read More
Carl Nägeli - Ahli Botani Swiss

Carl Nägeli - Ahli Botani Swiss

Carl Nägeli
Carl Wilhelm von Nägeli
Lahir: 26 atau 27 Maret 1817 Kilchberg, Swiss

Meninggal: 10 Mei 1891 Munich

Kebangsaan: Swis

Bidang: Ahli botani

Dikenal untuk: Kromosom
Carl Wilhelm von Nägeli adalah seorang ahli botani Swiss. Ia belajar pembelahan sel dan penyerbukan  tetapi dikenal sebagai Gregor Mendel kecil yang mempelajari ilmu tentang genetika lebih lanjut.


Kelahiran dan Pendidikan

Nägeli lahir di Kilchberg dekat Zurich pada 26 atau 27 Maret 1817, ia belajar kedokteran di University of Zurich. Dari tahun 1839, ia belajar botani di AP de Candolle di Jenewa, dan lulus dengan tesis botani di Zurich pada tahun 1840. Perhatiannya telah diarahkan oleh Matthias Jakob Schleiden, profesor botani di Jena, studi mikroskopis dari tanaman, ia terlibat lebih khusus dalam cabang penelitian.


Karir Akademik 

Segera setelah lulus ia menjadi Privatdozent dan kemudian guru besar luar biasa, di University of Zurich ; kemudian ia dipanggil untuk mengisi kursi botani di University of Freiburg ; dan pada tahun 1857 ia dipromosikan menjadi Munich, di mana ia tetap sebagai guru sampai kematiannya.


Kontribusi

Pada tahun 1857 Nageli pertamakali menjelaskan tentang microsporidia. microsporidia adalah agen peyebab penyakit pebrine ulat sutra yang menghancurkan industri sutra di Eropa (Texier et al, 2010, p.443).

Di antara kontribusi lainnya untuk ilmu pengetahuan adalah serangkaian makalah dalam Zeitschrift für wissenschaftliche Botanik (1844-1846); Die neueren Algensysteme (1847); Gattungen einzelliger Algen (1849); Pflanzenphysiologische Untersuchungen (1855-1858), dengan Carl Eduard Cramer ; Beiträge zur wissenschaftlichen Botanik (1858-1868); sejumlah makalah kontribusi terhadap Kerajaan Bavarian Academy of Sciences, membentuk tiga volume Botanische Mitteilungen (1861-1881); dan, akhirnya, volumenya, Mechanisch-physiologische Theorie der Abstammungslehre, diterbitkan pada tahun 1884. Namun, mungkin Nägeli terkenal saat ini untuk korespondensi produktif nya (1866-1873) dengan Gregor Mendel tentang merayakan karya yang terakhir pada Pisum sativum, kacang taman.

Carl Nägeli meninggal di Munich pada 10 Mei 1891. (Wikipedia)
Read More
Ibnu Miskawaih - Cendekiawan Muslim Ahli Sejarah, Teologi, Ilmu Kedokteran, Filsafat Akhlak

Ibnu Miskawaih - Cendekiawan Muslim Ahli Sejarah, Teologi, Ilmu Kedokteran, Filsafat Akhlak

Ibnu Miskawaih
Gelar: Ibn Miskawaih
Nama: Ahmad Ibn Muhammad Miskawaih Razi
Lahir: 330 H /932 M Ray, Ziyarid Iran
Wafat: 421 H /1030M Isfahan, Kakuyid Iran
Etnis: Persia
Zaman: Zaman Kejayaan Islam
Wilayah aktif: Iran
Minat utama: Sejarah, Teologi, Ilmu Kedokteran, Filsafat Akhlak
Karya terkenal: Tadhib al-akhlaq, Al-Fawz al-Asghar, Tajarib al-umam
Ibnu Miskawaih adalah salah seorang cendekiawan Muslim asal Iran yang berkonsentrasi pada bidang filsafat akhlak. Ibnu Miskawaih lebih dikenal sebagai filsuf akhlak daripada sebagai cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang kedokteran, ketuhanan, maupun agama. Dia adalah orang yang paling berjasa dalam mengkaji akhlak secara ilmiah. Bahkan pada masa dinasti Buwaihi, dia diangkat menjadi sekretaris dan pustakawan. Dulu sebelum masuk Islam, Ibnu Miskawaih adalah seorang pemeluk agama Magi, yakni percaya kepada bintang-bintang.

Ibnu Miskawaih lahir di Iran pada tahun 330 H/932 M dan meninggal tahun 421 H/1030 M.Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Maskawaih.

Ibnu Miskawaih melewatkan seluruh masa hidupnya pada masa kekhalifahan Abassiyyah yang berlangsung selama 524 tahun, yaitu dari tahun 132 sampai 654 H /750-1258 M.


Konsep Pemikiran Ibnu Miskawaih

Gayanya yang menyatukan pemikiran abstrak dengan pemikiran praktis membuat pemikirannnya sangat berpengaruh. Terkadang Ibnu Miskawaih hanya menampilkan aspek-aspek kebijakan dari kebudayaan-kebudayaan sebelumnya, terkadang dia hanya menyediakan ulasan praktis tentang tentang masalah-masalah moral yang sulit untuk diuraikan. Filosofinya sangat logis dan menunjukkan koherensi serta konsistensi.


Konsep tentang Tuhan

Bagi Ibnu Miskawaih, Tuhan adalah Zat yang jelas atau tidak jelas; jelas karena Tuhan adalah yang haq (benar), sedang tidak jelas karena kelemahan akal manusia untuk menangkap keberadaan Tuhan serta banyaknya kendala kebendaan yang menutupinya. Tentu saja ketidaksamaan wujud manusia dengan wujud Tuhan menjadi pembatas. Menurutnya, entitas pertama yang memancar dari Tuhan adalah akal aktif, yaitu tanpa perantara sesuatu pun yang bersifat kekal, sempurna, dan tak berubah.


Konsep tentang Akhlak

Menurut Ibnu Miskawaih, akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Karakteristik pemikiran Ibnu Miskawaih dalam pendidikan akhlak secara umum dimulai dengan pembahasan tentang akhlak (karakter/watak). Menurutnya watak itu ada yang bersifat alami dan ada watak yang diperoleh melalui kebiasaan atau latihan. Dia berpikir bahwa kedua watak tersebut hakekatnya tidak alami meskipun kita lahir dengan membawa watak masing-masing, namun sebenarnya watak dapat diusahakan melalui pendidikan dan pengajaran.


Konsep tentang Manusia

Pemikiran Ibnu Miskawaih tentang manusia tidak jauh berbeda dengan para filosof lain. Menurutnya di dalam diri manusia terdapat tiga daya, yakni daya nafsu (al-nafs al-bahimiyyat) sebagai daya paling rendah, daya berani (al-nafs al-sabu'iyyat sebagai daya pertengahan, dan daya berpikir (al-nafs al-nathiqah)sebagai daya tertinggi. Dia sering menggabungkan aspek-aspek Plato, Aristoteles, Phytagoras, Galen, dan pemikir lain yang telah dipengaruhi filosofi Yunani. Namun ini bukanlah suatu penjarahan budaya,melainkan usaha kreatif menggunakan pendekatan-pendekatan berbeda ini untuk menjelaskan masalah-masalah penting.


Karya-karya Ibnu Miskawaih
  • Tahdzibul achlaq wa tathhirul a'raaq merupakan karya terkenal milik Ibnu Miskawaih.
  • Tartib as Sa'adah, buku ini berisi tentang akhlak dan politik.
  • Al Musthafa (syair pilihan)
  • Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak)
  • As Syaribah (tentang minuman).

Dalam bidang sejarah, karyanya Tajarib Al-Umam (pengalaman bangsa-bangsa) menjadi acuan sejarah dunia hingga tahun 369 H. Karya-karya Ibnu Miskawaih dalam bidang etika dinilai jauh lebih penting daripada karya-karyanya dalam bidang metafisika. Bukunya Taharat Al A'raq (Purity of Desposition), yang lebih dikenal dengan nama Tahdhib Al Akhlaq ( Cultivation of Morals), menjelaskan tentang jalan untuk meraih kestabilan akhlak yang tepat dalam perilaku yang teratur dan sistematis. (Wikipedia)
Read More
Djuanda Suraatmadja - Penemu Beton Polimer Ramah Lingkungan

Djuanda Suraatmadja - Penemu Beton Polimer Ramah Lingkungan

Djuanda Suraatmadja
Prof. Ir. Djuanda Suraatmadja
Anggota Rektorium ITB 1978-1979

Rektorium/Rektor ITB ke-7
Masa jabatan: 16 Februari 1978 – 30 Mei 1979

Lahir: Djuanda Suraatmadja 3 Januari 1936 (umur 79) Bandung, Hindia Belanda
Kebangsaan: Indonesia

Alma mater: 
  • Ir. - ITB
  • Purdue University, USA
  • University California, USA
  • University of New South Wales, Australia
Prof. Ir. Djuanda Suraatmadja adalah Guru Besar Teknik Sipil ITB yang pernah menjabat Ketua Rektorium Institut Teknologi Bandung pada periode 16 Februari 1978 - 30 Mei 1979, suatu masa di mana kelangsungan hidup institusi ini berada pada posisi genting, sebagai akibat dari gerakan mahasiswa ITB yang dianggap bertentangan dengan pemerintah. Ia juga dikenal sebagai Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan Dalam Bidang Kontruksi.


Riwayat hidup

Djuanda Suraatmadja lahir di Bandung, Jawa Barat, Indonesia pada 3 Januari 1936. Beliau adalah anak kedua dari 12 bersaudara yang lahir dari keluarga guru di Bandung. Ayahnya, Otong Suraatmadja, adalah mantan Direktur SMA I Bandung, dan ibunya, Ny Kamidah Atmadidjaja, pernah menjadi guru Sekolah Kepandaian Puteri (SKP) di Sumedang.

Ia lulus Sarjana Teknik Sipil ITB pada tahun 1960,setelah itu dirinya menjadi pegawai Pekerjaan Umum Jabar. Namun setelah enam bulan, ia kembali ke kampusnya karena kecewa. “Gambar-gambar yang saya buat tidak pernah direalisir,” ujarnya. Selanjutnya ia mengawali kariernya di ITB sejak tahun 1960 sebagai asisten ahli. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Sipil (1968-1971)[3], berikutnya menjadi Direktur Lembaga Politeknik Pekerjaan Umum dan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITB (1977-1981).

Pada tanggal 16 Februari 1978 - 30 Mei 1979 Djuanda Suraatmadja menjabat sebagai Anggota Rektorium ITB bersama Prof. Dr. Moedomo; Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME; yang diketuai Dr. Soedjana Sapi'ie. Rektorium dibentuk untuk mengisi kekosongan kepemimpinan ITB setelah Prof. Iskandar Alisjahbana selaku rektor ITB diberhentikan secara mendadak pada tanggal 14 Februari 1978. Periode Rektorium tersebut dapat dianggap sebagai masa rektor ketujuh atau rektor ke dua puluh tiga Kampus Ganesha sejak TH Bandung didirikan.

Selanjutnya pada tahun 1982-1992 dia menjabat Kepala Program S2 STJR-ITB, dan pada tahun 1991 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Teknik Sipil ITB.

Perhatian yang besar dosen mata kuliah Mekanika Teknik, Statika, dan Mekanika Bahan itu pada bidang keteknikan cukup luar biasa. Jumlah karya tulis, publikasi, dan penelitiannya mencapai 24 judul dengan delapan di antaranya disampaikan di luar negeri serta 16 karya teknologi yang sebagian besar merupakan konstruksi beton. Di antaranya soal Peraturan Dinas tentang Perencanaan Bangunan Baja, Peraturan Dinas soal Perencanaan Pembangunan Jalan Rel. Ia pun aktif dalam penyusunan beberapa Standar Nasional Indonesia bidang teknik sipil, seperti SNI Uji Tarik Langsung Material Beton pada tahun 1997 dan SNI Tata Cara Pemakaian Beton Polimer untuk Perbaikan dan Penguatan Struktur Beton pada tahun 1998.


Penemuan beton polimer

"Beton dalam pengertian umum adalah campuran bahan bangunan berupa pasir dan kerikil atau koral kemudian diikat semen bercampur air. Tetapi, tanpa menggunakan semen Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja melakukan penelitiannya sampai akhirnya terciptalah bahan bangunan baru yang disebut beton polimer. Dari berbagai uji coba lapangan sekaligus implementasi hasil temuannya sampai sekarang tidak pernah ada keluhan.

Ide dasar penelitian beton polimer pada awalnya berdasarkan pemikiran ingin mencari beton yang dalam hal-hal tertentu memiliki sifat lebih baik dari beton semen. Ternyata dari literatur diketahui, polimer memiliki sifat seperti semen. Polimer adalah suatu zat kimia yang terdiri dari molekul-molekul yang besar dengan karbon dan hidrogen sebagai molekul utamanya. Bahan polimer berasal dari limbah plastik yang didaur ulang, kemudian dicampur dengan bahan kimia lainnya. Penggunaan bahan tersebut sekaligus bertujuan memanfaatkan limbah plastik, di samping mencari alternatif pengganti semen.


Penemuan lainnya

Karya lainnya yang sekaligus merupakan penemuannya yang terbaru adalah pemanfaatan cooper tailling pada tahun 1997 yang merupakan limbah PT Freeport di Irian Jaya yang selama ini terbuang percuma, bahkan menjadi masalah lingkungan.

Cooper tailling berbentuk seperti pasir namun kurang baik jika digunakan sebagai bahan konstruksi beton semen. Sebaliknya bahan tersebut cukup baik untuk campuran beton polimer sehingga bisa menciptakan peluang wirausaha baru dalam produksi dan aplikasi beton polimer. Namun, ahli beton itu menyayangkan kerja sama ITB dengan PT Freeport terhambat karena situasi keamanan di wilayah tersebut.


Kesibukan lainnya

Sebagai salah satu ahli beton polimer Indonesia, ia juga sering menjadi pembicara seminar di luar negeri, seperti di Koriyama Jepang, Nihon University, dan sejumlah kampus di Prancis dan Afrika Selatan. Riwayat pendidikan Djuanda tergolong unik. Jika guru besar lain berderet gelar, Djuanda cuma lulusan S-1 Teknik Sipil, ITB. Setahun kemudian (1961), ia mendapat beasiswa dari pemerintah Amerika untuk studi S-2 di bidang engineering science di Purdue University. Baru setahun studi, ia dipulangkan ke Indonesia, karena kasus Irian Barat membuat hubungan diplomatik kedua negara putus.

Tahun 1971 dan tahun 1982 ia mengikuti pendidikan di The University of New South Wales, Australia, dan University California, Amerika Serikat. Bekal setahun training Advanced Training on Higher Education Management di University of California (1988), membantu Djuanda ikut berperan dalam menyusun PP No. 30/1990 tentang Pendidikan Nasional. Ilmu itu pula yang membuatnya diangkat menjadi Ketua Kopertis Wilayah V (1992-1996) dan menjadi Rektor Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, dan menjabat Dekan Fakultas Teknik Universitas Siliwangi (Unsil) di Tasikmalaya. Djuanda pun sempat menjadi anggota MPR dari Golkar selama 2 tahun (1997-1999).


Penghargaan
Tanda jasa dan piagam yang diterima Prof. Ir. Djuanda Suraatmadja di antaranya adalah:
  • Piagam Penghargaan Menteri Pengawasan Lingkungan Hidup (1983) atas keaktifannya menyosialisasikan masalah lingkungan hidup kepada para konsultan di Tanah Air, terutama soal pengaruh pembangunan bidang sipil terhadap kelangsungan lingkungan hidup. 
  • Piagam Penghargaan Teladan dari Menteri Urusan Pekerjaan Umum (1992) atas peranannya sebagai Kepala Program Pascasarjana Sistem dan Teknik Jalan Raya, program studi kolaborasi ITB dan PT Bina Marga. 
  • Presiden Soeharto, ia diberi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX (1996). 
  • Anugerah Kalyanakretya pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional V yang dicanangkan Presiden Abdurrahman Wahid di Bandung (2000).

Pada tanggal 10 Oktober 2006, Prof. Ir. Djuanda Suraatmadja bersama 13 guru besar ITB lainnya (bersamaan dengan 269 guru besar perguruan tinggi lainnya) menerima penganugerahan Anugeraha Sewaka Winayaroha. Selain memperoleh medali, seluruh penerima penghargaan

Djuanda Suraatmadja menikah dengan Ny Hj Anny Sumarni M Ranusadjati dan memiliki tiga orang anak. (Sumber: Wikipedia)
Read More
Edwin Herbert Land - Penemu Kamera Polaroid

Edwin Herbert Land - Penemu Kamera Polaroid

Edwin Herbert Land
Edwin Herbert Land
Lahir: 7 Mei 1909 Bridgeport, Connecticut

Meninggal: 01 Maret 1991 (umur 81)

Pendidikan: Harvard College

Pekerjaan : Penemu, Pengusaha

Tempat kerja: Polaroid Corporation

Organisasi: Polaroid Corporation

Dikenal karena: Kamera Polaroid

Dipengaruhi oleh: Robert Williams Wood

Mempengaruhi: Steve Jobs

Pasangan: Helen (Terre) Maislen

Anak: Jennifer Land Dubois, Valerie Land Smallwood
Mungkin anda pernah melihat para fotografer di tempat-tempat wisata yang menawarkan foto langsung jadi dalam hitungan menit. Sampai sekarang, perkembangan kamera polaroid semakin berkembang. Tahukah anda siapa penemu dari kamera polaroid?

Ia adalah Edwin Herbert Land, penemu kamera polaroid (kamera langsung jadi), pendiri Polaroid Corporation, serta tokoh dalam sejarah fotografi industri. Land merupakan seorang ilmuwan yang memiliki lebih dari 500 paten atas penemuan, terutama di bidang optik. Atas jasa-jasanya, Land menerima Medal of Freedom, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil di Amerika Serikat.


Biografi

Edwin Herbert Land lahir pada 7 Mei 1909 di Bridgeport, Connecticut. Edwin Land adalah anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Harry and Martha Land. Ayahnya adalah seorang tuan tanah dan penjual logam. Di masa mudanya, Edwin Land sering membaca buku mengenai Fisika Optik yang ditulis oleh Robert W. Wood, terutama bagian mengenai polarisasi cahaya. Setelah lulus dari Norwich Free Academy, Land melanjutkan studinya di Harvard College dengan niat untuk meneliti tentang polarisasi cahaya. Setelah tahun pertama belajar di Harvard, Land memutuskan untuk berhenti sekolah dan berkonsentrasi untuk menemukan cara menghasilkan teknologi polarisasi murah dan efisien yang di kemudian hari disebut sebagai Polaroid. Sejak itu, ia meneruskan belajar di Perpustakaan Umum New York (New York Public Library). Meskipun tidak pernah lulus dari Harvard, pada tahun 1957 Harvard memberikan gelar doktorat kepada Edwin Land. Selain itu, Land juga mendapatkan 20 gelar doktorat kehormatan dari universitas lainnya.

Pada tahun 1929, Edwin Land menikah dengan Helen (Terre) Maislen yang berasal dari Hartford, Connecticut. Mereka memiliki dua anak perempuan yang bernama Jennifer Land Dubois dan Valerie Land Smallwood. Edwin Land meninggal pada 01 Maret 1991 (umur 81 tahun).


Awal Karya

Sebelum tahun 1943, Edwin Land lebih banyak menciptakan produk-produk perang untuk kebutuhan militer Amerika dalam Perang Duni II. Bersama dengan Polaroid Corporation, dia memproduksi filter polarisasi yang digunakan sebagai kacamata dalam gelap, teleskop tank, mesin latihan terbang, bom pencari panas (heat-seeking bomb), dan pelacak target (target finder) pada senjata.


Penemuan Polaroid

kamera SX-70
Kamera SX-70,
kamera pertama yang menggunakan film kering
Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif. Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944.

Penemuan Polaroid diilhami dari pertanyaan Jennifer Land, anak Edwin Land yang saat itu berusia tiga tahun. Dia menanyakan kepada ayahnya mengapa tidak dapat melihat hasil foto jepretan ayahnya secara langsung. Land kemudian langsung menciptakan sistem fotografi satu-langkah yang dipamerkan pada pertemuan Optical Society di Amerika pada Februari 1947. Dia menggunakan prinsip transfer difusi untuk menghasilkan kembali gambar yang direkam oleh lensa kamera secara langsung ke permukaan sensitif cahaya yang berfungsi sebagai film atau foto.

Kamera Polaroid pertama Land dijual pada 26 November 1948 menghasilkan keuntungan yang besar untuk Polaroid Corpotion. Edwin Land terus mengembangkan penemuannya dengan "Polacolor", film berwarna lansung jadi pada tahun 1963 dan kamera SX-70, kamera pertama yang menggunakan film kering. Dia juga membuat alat pembuat video berwarna yang disebut Polavision pada tahun 1978.


Penghargaan

Beberapa penghargaan yang pernah diraih Edwin Land adalah:
  • Presidential Medal of Freedom (1963)
  • National Medal of Science (1967)
  • National Medal of Technology and Innovation (1988)
  • National Inventors Hall of Fame (1977)
Sumber: id.wikipedia.org
Read More
Mostafa El-Sayed - Penemu Hukum Spektroskopi

Mostafa El-Sayed - Penemu Hukum Spektroskopi

Mostafa El-Sayed
Mostafa El-Sayed
Lahir: 8 Mei 1933 Mesir

Kebangsaan: Mesir - Amerika

Bidang: Fisika kimia

Alma mater: Universitas Ain Shams, Florida State University

Penasihat Doktor: Michael Kasha
Mostafa A. El-Sayed adalah  fisikawan kimia Mesir - Amerika, seorang peneliti nanosains terkemuka, anggota dari National Academy of Sciences, dan US National Medal of Science Nobel. Ia juga dikenal karena aturan spektroskopi yang diberi nama aturan El-Sayed.


Karir akademik

Ia meraih gelar B.Sc. dari Ain Shams University Faculty of Science pada tahun 1953. El-Sayed memperoleh gelar doktor dari Florida State University bekerja sama dengan Michael Kasha, siswa terakhir GN Lewis yang legendaris. Ia menghabiskan waktu sebagai peneliti di Harvard University, Yale University dan California Institute of Technology sebelum bergabung dengan fakultas dari University of California di Los Angeles pada tahun 1961. Saat ini ia adalah Ketua Julius Brown dan Regents Professor of Chemistry and Biochemistry di Georgia Institute of Technology. Dia mengepalai Laser Dynamics Lab di sana.

El-Sayed adalah mantan editor-in-chief dari Journal of Kimia Fisika.


Penelitian

El-Sayed dan kelompok penelitiannya telah memberikan kontribusi untuk berbagai bidang penting dari penelitian kimia fisik dan materi. Kepentingan penelitian El-Sayed termasuk penggunaan steady-state and ultra fast laser spectroscopy untuk memahami relaksasi, transportasi dan konversi energi dalam molekul, dalam padatan, pada sistem fotosintesis, semikonduktor titik-titik kuantum dan struktur nano logam. Kelompok El-Sayed juga terlibat dalam pengembangan teknik-teknik baru seperti pemilihan magnetophoto, picosecond Raman spektroskopi dan phosphorescence microwave double resonance spectroscopy.

Fokus utama dari laboratorium pada sifat optik dan kimia logam mulia nanopartikel dan aplikasinya pada nano katalisis, nanophotonics dan nano. Lab dikenal untuk pengembangan emas nanorod teknologi. Profesor El-Sayed memiliki lebih dari 500 publikasi dalam jurnal di bidang spektroskopi, dinamika molekuler dan nanosains. Prof El-Sayed telah mengawasi penelitian lebih dari 70 mahasiswa PhD, 35 doktoral dan 20 profesor, beberapa di antaranya memegang posisi kunci dalam komunitas ilmiah.

Anak Mostafa El Sayed, Ayman El-Sayed, Guru Besar Tumor Bedah di University of California , mengambil bagian dalam menerapkan hasil ini pada sel-sel kanker dari beberapa hewan.


Hukum / aturan El-Sayed

Intersystem Crossing (ISC) adalah proses photophysical melibatkan radiationless transisi isoenergetic antara dua keadaan elektronik memiliki multiplicities yang berbeda. Ini sering mengakibatkan entitas molekul vibrationally bersemangat dalam keadaan elektronik yang lebih rendah, yang kemudian biasanya meluruh menjadi getaran tingkat terendah molekul. ISC dilarang oleh aturan konservasi sudut momentum. Akibatnya, ISC umumnya terjadi pada skala waktu yang sangat lama. Namun aturan El-Sayed menyatakan bahwa tingkat persimpangan intersystem, misalnya dari keadaan singlet terendah ke manifold triplet, relatif besar jika transisi radiationless melibatkan perubahan orbital jenis molekul. Misalnya (π, π *) singlet bisa transisi ke (n, π *) keadaan triplet , tapi tidak untuk (π, π *) keadaan triplet dan sebaliknya.

Dirumuskan oleh Prof. Mostafa. A. El-Sayed pada tahun 1960, aturan ini ditemukan di sebagian besar buku pelajaran  Fotokimia yang berguna dalam pemahaman pendar, getaran relaksasi, persimpangan intersystem, konversi internal yang dan tahan dari keadaan tereksitasi dalam molekul. (sumber: en.wikipedia.org)
Read More
Djoko Sungkono - Penemu HHO: Alat Pengubah Air Jadi BBM

Djoko Sungkono - Penemu HHO: Alat Pengubah Air Jadi BBM

Djoko SungkonoProf. Dr. Ir. H. Djoko Sungkono M.Eng.Sc., adalah Kepala Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar di Jurusan Teknik Mesin FTI ITS, mengembangkan "water to gas" (air dijadikan gas) sebagai energi alternatif untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM).

Djoko Sungkono sudah meneliti alat HHO (Hydrogen Booster) yang mengalihkan air ke gas sejak tahun 2007, bahkan dia mulai memakainya sejak tahun 2009. Dan hasilnya alat tersebut mampu menghemat solar atau bensin hingga 36 persen.


Prinsip kerja:

HHO (Hydrogen Booster) merupakan alat yang memisahkan H2O menjadi H2 dan O secara elektrolisa. H2 yang sudah dipisahkan dari O itulah yang akan menghasilkan energi (gas) yang luar biasa bila ada proses pembakaran di dekatnya.

Alat HHO yang ada saat ini berupa tabung air murni berukuran 15x20 centimeter. Satu cc air murni akan habis untuk jarak 70 kilometer, sehingga kalau satu liter air murni ya bisa untuk jarak ribuan kilometer

Alat HHO yang ditemukannya dijual dengan harga Rp 800 ribu, namun belum diproduksi secara massal (masih internal ITS). Saat ini,  "water to gas" yang diriset itu sudah memasuki generasi ke-16, namun riset akan terus dikembangkan, baik konsep maupun alatnya.
Read More
Salimuzzaman Siddiqui - Perintis Teknik Isolasi Campuran Kimia Tanaman

Salimuzzaman Siddiqui - Perintis Teknik Isolasi Campuran Kimia Tanaman

Salimuzzaman Siddiqui
Prof Dr Salimuzzaman Siddiqui
Lahir: 19 Oktober 1897 Lucknow, British India

Meninggal: 14 April 1994 (umur 96) Karachi, Pakistan

Kebangsaan: Pakistani

Bidang: Organic chemistry

Institusi: 
  • Pakistan Atomic Energy Commission (PAEC)
  • Pakistan Council of Scientific and Industrial Research (PCSI)
  • Hussain Ebrahim Jamal Research Institute of Chemistry
  • Karachi University
  • Pakistan Academy of Sciences

Alma mater: Aligarh Muslim University
Pembimbing doktoral: Julius Von Bram
Dikenal karena: Natural products research, chemical constituents of Neem

Penghargaan:
  • Fellow of the Royal Society
  • Hilal-e-Imtiaz
  • MBE
  • Pride of Performance
  • Sitara-e-Imtiaz
  • Tamgha-e-Pakistan
Salimuzzaman Siddiqui, HI, MBE, SI, D.Phil adalah seorang ahli kimia asal Pakistan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Pakistan. Dia adalah perintis teknik isolasi campuran kimia yang unik dari tanam-tanaman seperti Neem (Azadirachta indica), Rauwolfia, dan tanaman-tanaman yang lain. Prof Siddiqui adalah pendiri dan direktur dari Institut Penelitian Kimia H.E.J. , yang telah berjasa dalam merintis penelitian farmakologi terhadap tanam-tanaman di Asia Selatan yang substansi kimiawinya dapat diambil dan digunakan untuk obat-obatan. Siddiqui juga seorang pelukis avid, penyair, dan seorang musikus. Lukisannya dipamerkan di Jerman, India, dan Pakistan.


Biografi

Salimuzzaman Siddiqui dilahirkan pada 19 Oktober 1897 di Lucknow, British India teatnya di Subeha (Distrik Barabanki). Ia mendapat pendidikan dasar di Lucknow dalam bahasa Urdu dan Persia. Ketertarikannya terhadap literatur, sastra, dan kaligrafi bermula dari ayahnya, Sheikh Muhammad Zaman. Pada tahun 1920, Siddiqui belajar di bidang obat-obatan di University College London. Setahun setelah itu dia pindah ke Universitas Frankfurt untuk studi dalam bidang kimia. Pada tahun 1927, Siddiqui meraih gelar doktornya di bawah bimbingan Prof Julius von Bram.

Setelah lulus dari pendidikannya, Sidiqui kembali ke Universitas Tibbia Delhi di bawah supervisi Hakim Ajmal Khan. Pada tahun 1940, dia bergabung di Badan Penelitian Sains dan Industri India hingga 1951. Siddiqui akhirnya bermigrasi ke Pakistan oleh permintaan Perdana Menteri Liaquat Ali Khan pada tahun 1951. Di Pakistan dia dipercaya untuk memimpin aktivitas penelitian pemerintah. Pada tahun 1953, dia mendirikan Akademi Sains Pakistan sebagai lembaga riset non-politik dari berbagai ilmuwan terkemuka.


Penelitian

 pohon Neem
Sebuah pohon Neem, tinggi rata-rata 15 meter dengan diameter mahkota sekitar 15-20 meter
Hasil penelitian Siddiquie yang pertama kali adalah pada tahun 1931, yaitu penelitiannya tentang isolasi agen antiarithmik dari akar-akar tanaman Rauwolfia serpentina. Substansi yang ditemukannya diberi nama Ajmalin. setelah itu ekstrasi alkaloid lainnya adalah Ajmalicin, (C21H24N2O3), Isoajmalin, Neoajmalin, Serpentin, dan Serpentinin. Banyak di antaranya yang masih dipakai di seluruh dunia untuk mengobati kegagalan jantung dan penyakit jiwa.

Siddiqui adalah orang yang pertama kali memperkenalkan zat-zat anthelmintic, antifungal, antibacterial, dan antiviral dari pohon Neem pada kimiawan-kimiawan dunia. Pada tahun 1942 dia berhasil mengekstraksi 3 campuran dari minyak Neem yang dinamakan nimbin, nimbinin, dan nimbidin. Zat-zat ini digunakan sebagai insektisida alami.


Penemuan

Siddiqui adalah ilmuwan pertama yang membawa obat cacing, anti jamur, anti bakteri, dan antivirus konstituen dari pohon Neem. Pada tahun 1942, ia mengekstraksi tiga senyawa pahit dari minyak nimba yang ia beri nama nimbin , nimbinin, dan nimbidin. Proses ini melibatkan ekstraksi komponen larut air dengan eter, bensin eter, etil asetat dan alk0h0l encer. Penamaan sementara itu nimbin ( sulfur - produk bebas kristal dengan titik leleh pada 205 ° C, komposisi empiris C 7 H 10 O 2), nimbinin (dengan prinsip yang sama, mencair pada 192 ° C), dan nimbidin (berwarna krem yang mengandung sulfur amorf , mencair pada 90-100 ° C). Siddiqui mengidentifikasi nimbidin sebagai  bahan aktif utama antibakteri, dan komponen unggul tertinggi dalam minyak nimba. Senyawa ini stabil dan ditemukan dalam jumlah besar pada Neem dan juga berfungsi sebagai insektisida alami.

Oleh karena penemuannya yang revolusioner, dia dianugerahkan Order of the British Empire pada tahun 1946.

Dalam karir di kemudian hari, Siddiqui terus untuk menemukan dan mengisolasi banyak senyawa anti-bakteri yang unik dari berbagai bagian (daun, kulit kayu, dll) dari Neem dan tanaman lainnya. Lebih dari 50 senyawa kimia yang ia patenkan dengan namanya selain yang ditemukan sebagai hasil penelitian bersama dengan rekan-rekan lain dan siswa. Sebagian besar penemuan ini masih tetap sebagai bahan-bahan alami penting dari berbagai obat-obatan serta biopestisida.


Kematian dan warisan

Siddiqui meninggal pada 14 April 1994 karena serangan jantung setelah mengalami sakit singkat di Karachi. Ia dimakamkan di Makam Universitas Karachi.

Selain sebagai ilmuwan, Siddiqui juga seorang penyair halus, musisi, dan pelukis. Pada bulan Agustus 1924, ia mengadakan pameran lukisan internasional pertamanya di Frankfurt. Kemudian pada tahun 1927, karya-karya seninya dipamerkan di Galeri Uzielli, Frankfurt. Selama tinggal di Jerman, ia juga menerjemahkan puisi Rainer Maria Rilke ke dalam bahasa Urdu, yang diterbitkan dalam jurnal Jamia Millia Islamia. Pada tahun 1966, ia berada di garis depan untuk menyiapkan Institut Pusat Seni dan Kerajinan di Karachi. Ia juga menyusun pilihan puisi dari Mir Taqi Mir ke Intekhab-e-Meer. Pada tahun 1983, ia menerbitkan kumpulan portofolio gambar arang dari tahun 1920 sampai 1950-an.

Pada tanggal 14 April 1999, Pakistan Pos, sebagai bagian dari seri 'Para ilmuwan Pakistan', mengeluarkan perangko peringatan untuk menghormati kontribusi dan jasa Siddiqui. Pada tahun yang sama, jalan menuju PCSIR Laboratories Complex di Karachi disebut sebagai Shahrah-e-Dr. Salim-uz-Zaman Siddiqui.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Salimuzzaman_Siddiqui
http://en.wikipedia.org/wiki/Salimuzzaman_Siddiqui
Read More
Dasep Ahmadi - Kreator Mobil Listrik Nasional

Dasep Ahmadi - Kreator Mobil Listrik Nasional

Dasep Ahmadi
Ir Dasep Ahmadi
[gambar dari: Twitter]
Lahir: 18 Januari 1965, Sukabumi, Jawa Barat.

Pendidikan: 
  • SD Negeri Ciemas tahun 1978
  • SMP Negeri1 Sukabumi, tahun 197-1981
  • SMA Negeri 1 Sukabumi
  • Fakultas Teknik Mesin ITB Bandung angkatan 1984, selesai tahun 1990
Dikenal karena: konseptor mobil listrik nasional
Ir Dasep Ahmadi adalah seorang konseptor mobil listrik nasional. Hasil kerjanya berupa delapan unit bus listrik dan delapan unit mobil listrik eksekutif yang digunakan delegasi APEC di Bali tahun 2013. Selain ahli otomotif, ia juga menguasai bahasa Inggris, Jepang dan Jerman.


Biogarfi

Ir Dasep Ahmadi dilahirkan di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 18 Januari 1965.

Ayahnya adalah seorang guru SD, yang sehari-hari lebih fokus pada bidang pendidikan. „Tapi sepulang dari sekolah, Beliau juga kerap menambang emas untuk mencari tambahan penghasilan buat sekolah anak-anaknya, ujarnya. Disamping itu beliau juga kerap menjadi kontraktor bangunan.

Sedangkan ibunya adalah seorang wirausahawati. Ia menekuni beberapa bidang usaha sekaligus, seperti angkutan umum,  berkebun, jual-beli hasil bumi, berjualan kelontong, hingga menambang emas.

Dasep kecil  menghabiskan masa kecilnya hingga tamat SD Negeri Ciemas di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Masa kecil di kampung halaman sangat berkesan ia biasa mandi di sungai, mencari belut di sawah dan main layang-layang bersama teman-temannya.

Tak hanya itu, seperti bocah kampung pada umumnya, Dasep kecil juga membuat mobil mobilan dari kayu. Lalu, mobil-mobilan itu dia kembangkan dengan menggunakan baterei. Rupanya sejak kecil dia sudah mulai menunjukkan minatnya di bidang otomotif.

Masa kecil Dasep juga akrab dengan hewan ternak. Ia sering ikut menggembalakan kambing. Ia juga kerap ikut berburu burung dengan menggunakan katapel.

Semasa SD ia pernah menjadi juara kelas dan ketua kelas. Namun pada waktu SMP ia tidak terlampau berprestasi. Meskipun begitu, nilai Matematikanya waktu di SMP tertinggi di sekolah. Pada masa SMA Ia menjadi ketua kelas. Nilai Fisika dan Kimia di buku raportnya masing-masing 10. Waktu di SMA Dasep dikenal supel bergaul. Ia mudah akrab dengan berbagai kalangan.

Dasep mengikuti Sipenmaru, dan berhasil diterima di Jurusan Mesin ITB. Pada saat di Tingkat Persiapan Bersama (TPB), Dasep berhasil meraih nilai A untuk Kimia, Matematika dan Fisika. Ketika tingkat II, barulah Dasep mulai aktif berorganisasi, baik di bidang keagamaan, sosial maupun yang terkait dengan hobinya. Salah satunya adalah Pusat Teknologi Tepat Guna (Pustena Salman) dan Lingkung Seni Sunda (LSS).


Prestasi

Pada tahun 1987 ia meraih Juara I Lomba Inovasi Robotika Mahasiswa Tingkat Nasional melalui karyanya „Prototipe Robot dengan 5 Derajat Kebebasan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menristek BJ Habibie. Ketika itu sudah duduk di tingkat III.

Tahun 1987 ia mendapatkan beasiswa dari Freeport Inc, melalui Engineer Acceleration Program ITB.

Tahun 1989, ia mendapat Juara III Lomba Karya Inovasi Mahasiswa Tingkat Nasional dengan karyanya yang berjudul „Kontrol Elektronik Sederhana untuk Peningkatan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar pada Kendaraan yang Menggunakan Bahan Bakar Bensin. Lomba tersebut diadakan oleh Ditjen Dikti. Atas prestasinya itu, ia diwawancarai sejumlah wartawan, bahkan sempat masuk TV. Dengan berbagai prestasinya, Dasep memilih tugas akhir membuat robot yang memadukan teknologi mekanik, elektronik dan software computer. Tugas akhir tersebut berhasil diselesaikannya dalam waktu satu tahun. Ia lulus sebagai sarjana teknik mesin tahun 1990. Dasep juga peduli infrastruktur dengan mengajak Dahlan Iskan untuk sidak di st.kereta api Sukabumi.


Pendidikan:
  • SD Negeri Ciemas tahun (lulus tahun 1978)
  • SMP Negeri1 Sukabumi, tahun 197-1981. 
  • SMA Negeri 1 Sukabumi
  • Fakultas Teknik Mesin ITB Bandung angkatan 1984, selesai tahun 1990

Evina

Evina (Electric Vehicle Indonesia)
Produsen: PT Sarimas Ahmadi Pratama
Perusahaan induk: PT Sarimas Ahmadi Pratama
Masa dalam produksi: 2013
Model untuk tahun: 2013
Perakitan: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Bentuk kerangka: City car dengan lima pintu
Panjang: 345 cm
Lebar: 149 cm
Tinggi: 160 cm
Berat kosong: 800 dan 900 kg

Evina adalah sebuah mobil listrik buatan Indonesia yang drancang oleh Dasep Ahmadi. Evina merupakan singkatan dari Electric Vehicle Indonesia. Mobil listrik ini diberi nama oleh direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yaitu Nur Pamudji. Karena pihak Ahmadi melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama menggandeng PLN dalam pengembangan mobil listrik ini. Di sini PLN berperan sebagai penyedia infrastruktur bagi mobil listrik.

Evina mampu dipacu hingga mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam. Mobil ini dipakai pada konferensi APEC ke-12 di Bali, pada November 2013. Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian padasaat itu, Hatta Rajasa. Hatta Rajasa sendiri telah melakukan test drive terhadap evina dan menyebut mobil tersebut telah sempurna dan siap untuk dipergunakan.


Spesifikasi Mobil listrik Evina:
  • Dimensi : 345 cm x 149 cm x 160 cm
  • Baterai : lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas 21 kWh
  • Jangkauan : 135 km untuk sekali isi baterai secara penuh
  • Lama pengisian baterai : 4-5 jam untuk mode normal pada tegangan 220 V. 30 menit untuk mode cepat pada tegangan 220 V
  • Tipe : Tipe standart (S) dengan bobot 800 kg tipe grand (G) dan deluxe (D) dengan bobot 900 kg
  • Suspensi : Deluxe (D) dan grand (G) menggunakan suspensi Mac Pherson Struts with Coil Spring dan stabilizer. Tipe standart (S) menggunakan suspensi Mac Pherson Struts with Coil Spring
  • Mesin : 50 horse power (HP) continue, atau setara dengan mesin berkapasitas 900 cc
  • Kecepatan maksimal : 120 km/jam
  • Harga : 135-200 jutaan
Sumber:
Radar Sukabumi
Wikipedia
Read More