Henri Becquerel - Penemu Radio Aktivitas

Henri Becquerel - Penemu Radio Aktivitas

Henri Becquerel
Henri Becquerel
Lahir: 15 Desember 1852 Paris, Prancis
Meninggal: 25 Agustus 1908 (umur 55) Le Croisic, Brittany, Prancis
Kebangsaan: Prancis
Bidang: Fisika, kimia
Lembaga: Conservatoire des Arts et Metiers, École Polytechnique, Museum Nasional d'Histoire Naturelle
Alma mater: École Polytechnique, École des Ponts et Chaussées
Mahasiswa doktoral: Marie Sklodowska-Curie
Dikenal untuk: Penemuan Radioaktivitas
Penghargaan: Rumford Medal (1900), Penghargaan Nobel dalam Fisika (1903), Barnard Medal (1905)

Antoine Henri Becquerel adalah salah seorang fisikawan asal Perancis yang menemukan radioaktivitas. Bersama dengan bersama dengan Marie Sklodowska-Curie dan Pierre Curie menerima hadiah Nobel Fisika tahun 1903 dalam Bidang yang sama. Namanya digunakan untuk satuan radioaktivitas,  becquerel (Bq).


Biografi

Becquerel lahir pad 15 Desember 1852i Paris, Prancis dalam sebuah keluarga yang menghasilkan empat generasi ilmuwan: kakek Becquerel ( Antoine César Becquerel ), ayah ( Alexandre-Edmond Becquerel ), dan anak ( Jean Becquerel ). Ia belajar teknik di École Polytechnique dan École des Ponts et Chaussées. Pada tahun 1890 ia menikah Louise Desiree Lorieux.

Pada tahun 1892, ia menjadi orang ke-3 di keluarganya yang menduduki kursi fisika di Muséum National d'Histoire Naturelle. Pada tahun 1894, ia menjadi ketua insinyur di Departemen Jembatan dan Jalan Raya.

Henri Becquerel meninggal pada 25 Agustus 1908 (umur 55) Le Croisic, Brittany, Prancis. Saat itu Becquerel menjadi Sekretaris Tetap Académie des Sciences.

Unit nsatuan Internasional (SI) untuk radioaktivitas yakni becquerel (Bq), dinamai menurut namanya. Ada sebuah kawah yang disebut Becquerel di Bulan dan juga kawah yang disebut Becquerel di Mars.


Penelitian:

Karya awal Becquerel berpusat di sekitar subyek tesis doktornya. Polarisasi bidang cahaya, dengan fenomena pendar dan penyerapan cahaya oleh kristal.

Pada tahun 1896, ketika mengamati fosforesensi garam uranium, tanpa sengaja Becquerel menemukan radioaktivitas. Meneliti karya Wilhelm Conrad Röntgen, Becquerel mengurung zat yang berpijar, kalium uranil sulfat, dalam pelat foto dan bahan hitam untuk mempersiapkan penelitian yang memerlukan cahaya terang. Namun, sebelum melakukan penelitian, Becquerel menemukan pelat foto itu itu sudah terpajan, menunjukkan gambaran zat. Penemuan itu membuatnya meneliti emisi spontan radiasi nuklir.
Read More
Matthias Jakob Schleiden - Penemu Teori Sel

Matthias Jakob Schleiden - Penemu Teori Sel

Matthias Jakob Schleiden
Matthias Jakob Schleiden
Lahir: 5 April 1804 Di Hamburg, Jerman

Meninggal: 23 Juni 1881 (umur 77) Frankfurt am Main, Jerman

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Botani

Institusi: University of Jena, University of Dorpat

Alma mater: Heidelberg

Dikenal karena: Penemu teori sel

Singkatan penulis (botani): Schleid.
Matthias Jakob Schleiden adalah seorang ahli botani asal Jerman yang menjadi salah seorang penemu teori sel bersama dengan Theodor Schwann dan Rudolf Virchow.


Ia lahir di Hamburg pada 5 April 1804, Schleiden dididik di Heidelberg, kemudian praktek hukum di Hamburg,  namun karena kecintannya pada botani membuatnya mempelajarinya dengan sungguh-sungguh ilmu itu. Schleiden lebih suka mempelajari struktur tanaman di bawah mikroskop . Sementara menjadi seorang profesor botani di University of Jena, ia menulis dengan Kontribusinya pada Phytogenesis (1838), ia menyatakan bahwa bagian-bagian yang berbeda dari organisme tumbuhan terdiri dari sel-sel. Dengan demikian, Schleiden dan Schwann menjadi yang pertama untuk merumuskan apa yang kemudian menjadi keyakinan resmi sebagai prinsip biologiyang sama pentingnya dengan teori kimia atom. Dia juga mengakui pentingnya inti sel yang ditemukan pada tahun 1831 oleh ahli botani Skotlandia Robert Brown, dan merasakan hubungannya dengan pembelahan sel.

Schleiden adalah salah satu ahli biologi pertama Jerman yang menerima teori evolusi Charles Darwin. Ia menjadi profesor botani di University of Dorpat di tahun 1863. Dia menyimpulkan bahwa semua bagian tanaman terbuat dari sel dan embrio muncul dari satu sel.

Matthias Jakob Schleiden meninggal di Frankfurt am Main pada 23 Juni 1881 (umur 77 tahun).

Standar Penulis singkatan Schleid. digunakan untuk menunjukkan orang ini sebagai penulis ketika mengutip sebuah nama botani. (en.wikipedia.org)
Read More
Khalid bin Yazid - Ilmuwan Muslim Penemu Mesiu

Khalid bin Yazid - Ilmuwan Muslim Penemu Mesiu

kalium nitrat
Khalid bin Yazid (wafat tahun 709 M) adalah seorang Ilmuwan muslim yang telah menemukan potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat mesiu  pada abad ke-7 M. Meski sejumlah pakar bersepakat bahwa mesiu (gunpowder) pertama kali ditemukan peradaban Cina pada abad ke-9 M. Namun, fakta sejarah menyebutkan ilmuan muslim telah mendahuluinya dua abad sebelumnya.

Sejak abad ke-13 M, peradaban Islam sudah mampu menyusun rumus dan komposisi mesiu serta bahan lainnya yang digunakan untuk membuat berbagai jenis bahan peledak. Peradaban Barat lalu meniru dan menggunakan teknologi yang dimiliki dan dikuasai umat Islam di era keemasan itu.
Meski berutang kepada peradaban Islam, pencapain sangat tinggi yang diraih umat Islam dalam teknologi pembuatan mesiu dan meriam kerap kali dihilangkan para sejarawan Barat. Sejarah Barat selalu menyebutkan sejarah mesiu dari Cina langsung ke Barat, tanpa menyebut pencapaian di dunia Islam.

Menurut Prof Al-Hassan, rumus dan resep mesiu dapat ditemukan dalam karya-karya Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932) dan ahli kimia Muslim lainnya. Selain itu dari abad ke abad, istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan beragam nama seperti natrun, buraq, milh al-ha'it, shabb Yamani, serta nama lainnya.


Proses pemurnian potasium 

Salah satu kelebihan peradaban Islam dibandingkan Cina dalam penguasaan teknologi pembuatan mesium adalah proses pemurnian potasium nitrat. Sebelum bisa digunakan secara efektif sebagai bahan utama pembuatan mesiu, papar Al-Hassan, potasium nitrat harus dimurnikan terlebih dahulu.

Ada dua proses pemurnian potasium nitrat yang tercantum dalam naskah berbahasa Arab. Proses pemurnian yang pertama dicetuskan Ibnu Bakhtawaih pada awal abad ke-11 M. Dalam kitab yang ditulisnya berjudul Al-Muqaddimat yang disusun pada tahun 402 H/1029 M, Ibnu Bakhtawaih menjelaskan tentang pembekuan air dengan menggunakan potasium nitrat - yang disebut sebagai shabb Yamani.

Proses pemurnian potasium nitrat juga termaktub dalam buku berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah karya Hasan Al-Rammah - ilmuwan Muslim pada abad ke-13 M. Dalam karyanya itu, Al-Rammah menjelaskan proses pemurnian potasium nitrat secara komplet. "Prosesnya purifikasi yang disusun Al-Rammah menjadi standar baku yang dapat kita temuka dalam beragaman risalah kemiliteran," imbuh Prof Al-Hassan.

Al-Rammah menjelaskan secara rinci dan jelas tentang proses pemurnian potasium nitrat. Metode pembuatan potasium nitrat ini kerap diklaim peradaban Barat sebagai temuan Roger Bacon. Namun klaim itu dipatahkan sendiri oleh ilmuwan barat bernama Partington. "Proses pembuatan saltpetre - nama lain potasium nitrat - pertama kali diketahui dari Hasan Al-Rammah.


Fakta penggunaan potasium nitrat 

Pada saat meletusnya Perang Salib, Prof Al-Hassan menemukan fakta bahwa potasium nitrat telah begitu banyak digunakan. Pada tahun 1249 M, Raja Louis IX dari Prancis mengobarkan Perang Salib VII. Pasukan tentara Perang salib dari Prancis berniat menyerbu Mesir. Dalam Pertempuran Al-Mansurah yang meletus tahun 1250 M, pasukan tentara Salib dibuat kocar-kacir oleh pasukan Muslim.

Fakta lain menyebutkan, Raja Louis IX pun takluk dan ditahan karena tak mampu menghadapi kehebatan moncong meriam dan roket. Pada saat itu, pasukan Muslim sudah menggunakan bubuk mesiu sebagai bahan peledak meriam. Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib, menjelaskan, betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan meriam tentara Muslim terhadap pasukan tentara Prancis.

Kalangan sejarawan menafsirkan kesaksian Joinville itu. Menurut para sejarawan, proyektil yang dijelaskan Joinville itu pastilah mengandung bubuk mesiu. Kehebatannya mampu membuat kocar-kacir pasukan tentara Salib. Lembaga Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) dalam publikasinya mengenai sejarah roket juga mengakui teknologi militer dunia Islam di abad ke-13 M.

Pasukan tentara Muslim melengkapi persenjataannya dengan roket yang ditemukannya sendiri. Saat Perang Salib VII mereka menggunakannya untuk melawan pasukan Prancis yang dipimpin Raja Louis IX. Dua dasawarsa berikutnya Raja Louis mencoba kembali menyerang Tunisia.
Namun, dendamnya itu justru berakhir dengan kematian baginya. Pasukan Muslim dibawah kekuasaan Dinasti Mamluk dengan mesiu dan senjatanya kembali membuat kocar-kacir tentara Salib. Sejarawan Inggris, Steven Runciman dalam bukunya A History of the Crusades menuturkan bahwa mesiu digunakan secara besar-besaran pada 1291 M di akhir Perang Salib.

Sejak itu, persenjataan militer menggunakan mesiu secara besar-besaran Pada tahun 1453 M, Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki juga mampu menaklukkan kepongahan Konstantinopel dengan mesiu dan meriam raksasa. Dalam empat risalah berbahasa Arab disebutkan pada perang Ayn Jalut di Palestina pada tahun 1260 M antara tentara Islam sudah menggunakan meriam kecil yang bisa dijinjing saat bertempur melawan Mongol.
rumus kimia kalium nitrat

Kalium nitrat
Senyawa kimia kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen. Senyawa ini tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO₃.
Rumus: KNO3
Titik lebur: 334 °C
Titik didih: 400 °C
Massa molar: 101,1032 g/mol
Nama IUPAC: Potassium Nitrate
Kepadatan: 2,11 g/cm³
Larut dalam: Air, Gliserol, Amonia

Meriam dan mesiu digunakan dalam peperang di abad pertengahan untuk menakuti kuda-kuda dan pasukan kavaleri musuh. Selain menggunakan mesiu untuk persenjataan, pada era itu juga digunakan untuk membuat mercon. Dinasti Mamluk dalam perayaan-perayaan di abad ke-14 M, dilaporkan biasa menampilkan atraksi petasan. Istilah petasan sudah disebutkan dalam harraqat al-naft or harraqat al-barud.

Bertrandon de la Brocquiere, seorang penjelajah asal Prancis terperangah melihat pertunjukan petasan ketika tiba di Beirut pada tahun 1432 M. Saat itu, penduduk Beirut tengah bersuka cita merayakan hari Idul Fitri. Brocquiere mengaku baru pertama kali melihat pertunjukan mercon. Pada era itu bangsa Prancis belum mengenal dan melihat mercon.

Pada waktu itula, Brocquiere kemudian mencoba mempelajari rumus dan resep rahasia pembuatan mercon. Ia lalu membawa rumus-rumus yang diperolehnya ke Prancis. Sementara itu, untuk pertama kalinya mercon dikenal di Inggris pada tahun 1486 M ketika Henry VII menikah. Sejak era kekuasaan Ratu Elizabeth I, mercon dan kembang api mulai populer. (sumber: suara media)
Read More
Bambang Widiatmoko - Penemu Alat Pencacah Sinar Laser, Pendeteksi Tsunami & Pemilik 30 Paten

Bambang Widiatmoko - Penemu Alat Pencacah Sinar Laser, Pendeteksi Tsunami & Pemilik 30 Paten

ilustrasi
Ilustrasi
Dr. Bambang Widiatmoko M.Eng adalah Penemu Optical Frequency Comb Generator (OFCG), yakni pembangkit sisiran frekuensi optik. Selain itu Ia merupakan peneliti kelahiran Boyolali tahun 1965 yang telah menghasilkan karya bermanfaat bagi masyarakat dan diakui dunia internasional. Bambang Widiatmoko 13 tahun belajar di Tokyo Institute of Technology, Jepang, untuk program S-2 hingga doktor itu mencatatkan 30 paten di Jepang. Kebanyakan berbasis laser. Karya terbesar Bambang adalah Optical Frequency Comb Generator (OFCG).


Penemuan OFCG

Sinar laser dapat dipecah menggunakan alat temuan Bambang. Temuan tersebut dinamakan Optical Frequency Comb Generator (OFCG), yakni pembangkit sisiran frekuensi optik. Ini alat pencacah sinar laser yang lazim digunakan di perusahaan berbasis fiber optik. Temuannya itu juga telah dipakai berbagai industri komunikasi di Jepang. Berkat temuannya tersebut Bambang diberi penghargaan berupa medali Anugerah Habibie dari The Habibie Center (THC), yayasan yang bergerak di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bambang dinilai sangat berjasa sebagai peneliti teknologi, khususnya ilmu rekayasa. Dulu para peneliti sama sekali tak terpikir bagaimana mencacah sinar laser menjadi ribuan sinar baru. Sebab, memecah sinar adalah pekerjaan sulit. Bila satu sinar yang dipancarkan perlu satu transmitor, kalau memancarkan banyak sinar, tentu juga perlu banyak transmitor.

Bambang berhasil menciptakan alat pencacah sinar laser yang hanya sebesar jari kelingking sebagai produk dasar. Kemudian Bambang menyempurnakan temuannya agar bisa diproduksi secara masal. Ide Bambang membuat pemancar sinar tersebut disempurnakan dan ukurannya menjadi sebesar kotak P3K. Bambang Widiatmoko terinspirasi oleh tiga peraih Nobel Fisika tahun 2005. Mereka adalah Roy J. Glauber, peneliti Harvard University; John L. Hall, peneliti University of Colorado, dan Theodor W. Hansch, fisikawan Max Planck dari Institut fur Quantenoptik Garching, Jerman. Dua nama terakhir merupakan karib Bambang dalam melaksanakan riset-riset fisika. Ketika masih di Jepang, Bambang memproduksi masal alat ciptannya tersebut. Bahkan, dia juga mendirikan perusahaan ventura bernama Optocomb. Bambang menggandeng dua sahabatnya. Alat yang dipasarkan itu berseri BK625SM. BK merupakan gabungan inisial Bambang (B) dan Kourogi (K). Kourogi adalah karib Bambang di Jepang.


Alat pendeteksi Tsunami

Selain OFCG Bambang Widiatmoko pernah juga menghasilkan karya besar lain, yakni pendeteksi tsunami berbasis laser. Alat itu kini sudah dimanfaatkan di Jepang. Ditanam di dasar laut perairan Jepang. Prinsipnya, begitu tanda-tanda tsunami muncul, alat yang ditanam tadi akan mengirimkan informasi sinar laser ke stasiun di pinggir pantai. dengan Alat pendeteksi Tsunami ini, semua orang di daratan bisa mengantisipasinya.

Alat pendeteksi Tsunami temuan Bambang tak mudah hilang, seperti kasus alat pendeteksi tsunami di beberapa pantai di Indonesia. Kalau tak dihantam ombak, berita yang muncul dicuri nelayan yang usil.

Bentuk alat ini seperti tongkat yang ditanam di dasar laut. Berbeda dengan alat opendeteksi tsunami lain yang diapungkan dengan buoy. Apabila, buoy hilang dihantam ombak, lenyaplah alat tersebut.

Alat pendeteksi Tsunami ini pernah ditawarkan ke Bappenas pada tahun 2004, namun sebelum ada jawaban terjadilah tsunami di Aceh. Hingga kini, alat Bambang juga masih belum di pakai di Indonesia. Alat tersebut justru populer di Jepang.


Alat penghancur jarum suntik

Selain menemukan pendeteksi tsunami berbasis laser, Bambang telah menciptakan alat penghancur jarum suntik. Setelah menyuntik pasien, dokter tidak perlu membuang jarumnya ke tempat sampah. Cukup dimasukkan ke alat buatan Bambang, jarum akan melebur menjadi serbuk. Bakteri yang menghuni jarum tadi dipastikan mati. Di luar negeri banyak dibuat alat serupa, namun banyak suster ketakutan, sebab alat itu memancarkan api.


Sumber:
Read More
Irène Joliot-Curie - Penemu Radioaktivitas Buatan

Irène Joliot-Curie - Penemu Radioaktivitas Buatan

Irène Joliot-Curie
Irène Joliot-Curie
Lahir: 12 September 1897 Paris, Prancis

Meninggal: 17 Maret 1956 (umur 58) Paris, Prancis

Tempat Tinggal: Paris, Prancis

Kewarganegaraan: Prancis

Kebangsaan: Perancis, keturunan Perancis dan Polandia

Bidang: Kimia

Alma mater: Sorbonne

Penasihat Doktor: Paul Langevin

Mahasiswa doktoral: anak-anaknya (lihat di bawah)

Penghargaan: Hadiah Nobel untuk Kimia (1935)

Pasangan Hidup: Frédéric Joliot-Curie (1900-1958)

Anak Anak: Hélène Langevin-Joliot (b. 1927) dan Pierre Joliot (b. 1932)
Irène Joliot-Curie adalah seorang ilmuwan Perancis, putri dari Marie Curie dan Pierre Curie dan istri Frédéric Joliot-Curie. Bersama dengan suaminya, Joliot-Curie dianugerahi Hadiah Nobel untuk kimia pada tahun 1935 untuk penemuan mereka radioaktivitas buatan. Kedua anak-anak dari Joliot-Curie, Hélène dan Pierre juga merupakan ilmuwan terhormat.

Penelitian Irene berkisar di seputar partikel-partikel alpha yang dipancarkan oleh unsur polonium yang radioaktif. Polonium, elemen yang ditemukan oleh Marie Curie di tahun 1898, adalah unsur radioaktif yang sangat sering digunakan para peneliti saat itu untuk mempelajari inti atom. Kegunaannya sebagai bahan penelitian disebabkan oleh karena polonium hanya memancarkan satu jenis radiasi: partikel-partikel alpha (inti atom Helium). Biasanya mereka meletakkan polonium dekat bahan atau unsur lain yang tidak radioaktif dan mempelajari berbagai partikel yang terkeluarkan dari bahan tersebut.


Kehidupan

Curie lahir di Paris, Perancis pada 12 September 1897. Ia memulai pendidikannya saat berusia 10 tahun di pendidikan tradisional, dan setelah satu tahun orang tuanya menyadari bakat matematika yang jelas dan memutuskan bahwa kemampuan akademik Irène yang membutuhkan lingkungan yang lebih menantang. Marie bergabung dengan sejumlah guru terkemuka Perancis, termasuk fisikawan Perancis Paul Langevin untuk membentuk " The Koperasi ", pertemuan pribadi dari beberapa akademisi paling terkenal di Perancis. Kurikulum Koperasi bervariasi dan mencakup tidak hanya prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan penelitian ilmiah, tetapi mata pelajaran yang beragam seperti Cina dan patung dan dengan penekanan besar ditempatkan pada ekspresi diri dan bermain.

Pengaturan ini berlangsung selama dua tahun setelah Curie kembali masuk lingkungan belajar yang lebih ortodoks di College Sévigné di pusat kota Paris 1912-1914 dan kemudian ke Fakultas Ilmu di Sorbonne , untuk menyelesaikan nya Baccalaureate . Studinya di Fakultas Ilmu terganggu oleh Perang Dunia I.

Selain minatnya pada sains sudah terlihat dari kecil dan keahliannya memikirkan solusi masalah dengan tenang dan mendalam seperti ayahnya, didikan ibunya berperan pula. Marie tidak senang dengan sistem pelajaran Perancis yang kaku kala itu. Dia tidak setuju anak murid harus berada di sekolah lama-lama dan kerjanya menghapal saja tanpa aktivitas fisik dan praktek laboratorium. Akhirnya, dengan beberapa koleganya sesama profesor Marie membuat sekolah koperasi sendiri. Masing-masing profesor mengajarkan satu atau dua mata pelajaran. Marie mengajarkan anak-anak profesor tersebut fisika eksperimen. Sekolah ini hanya bertahan dua setengah tahun, tapi Irene tetap diajarkan matematika oleh ibunya setelah itu.

Ketika Perang Dunia I meletus, Irene bekerja sebagai radiolog. Dia membantu memasang dan mengajarkan cara memakai mesin sinar X kepada para tenaga pembantu medis di rumah sakit-rumah sakit militer. Dia percaya dengan bantuan foto sinar X, ahli bedah dapat dengan cepat menolong serdadu yang terluka di medan perang. Kiprahnya selama perang menjadikan dia seorang yang berkepribadian kuat. Dalam hidupnya di kemudian hari, Irene tidak pantang menyerah melawan penyakit TBC yang dideritanya selama 20 tahun, ketika pada saat yang bersamaan menjadi seorang ibu, periset kimia dan tokoh publik yang berpengaruh. Yang disayangkan hanya satu. Dia mendapatkan dosis radiasi yang sangat besar karena sering menggunakan mesin sinar X, menyebabkan kematiannya yang dini karena penyakit leukemia.


Menikah

Setelah perang, Irene kembali dekat dengan ibunya dan bekerja di Radium Institute sambil menamatkan kuliahnya. Tidak berapa lama setelah Irene meraih S3, seorang perwira bernama Frederick Joliot datang dan melamar kerja di tempat Irene meneliti. Keduanya bertemu dan berkenalan. Walau Irene dan Fred memiliki kepribadian yang berlawanan, keduanya sadar mereka memiliki beberapa kesamaan. Pada tahun 1926, mereka pun menikah.


Penelitian

Di labotarium mereka bekerja menggunakan polonium (memproduksi dan mempersiapkannya untuk menjadi alat penelitian). Pada saat itu, dunia sains belum mengerti benar struktur inti atom. Belum ada yang mengerti dan menemukan netron. Ketika Irene mengandung anak keduanya, dia mencoba memecahkan masalah yang ditemukan oleh fisikawan Jerman Walther Bothe. Bothe telah membombardir elemen berilium (unsur metalik yang ringan) dengan partikel-partikel alpha polonium. Yang keluar dari berilium adalah pancaran radiasi yang sangat kuat sehingga bisa menembus timah sampai setebal 2 cm. Mulanya dia berpikir dia menemukan tipe baru sinar gamma.

Pasangan Juliot-Curie mengulang percobaan yang dilakukan oleh Bothe. Mereka membombardir lilin parafin (yang kaya akan proton) dengan partikel-partikel alpha polonium. Lilin ini mengeluarkan proton-proton dengan kecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya. Mereka pun mengambil kesimpulan yang salah bahwa ini sinar gamma.

Ernest Rutherford, ketika membaca artikel Joliot-Curie tidak percaya kalau itu sinar gamma. "Sinar gamma tidak memiliki massa dan tidak dapat membuat partikel yang berat bergerak secepat itu," komentarnya. James Chadwick yang bekerja di laboratorium Rutherford mengulang percobaan yang sama. Tapi kali ini Chadwick mengerti apa yang terjadi dan menemukan netron. Rutherford terkenal sangat gencar mempromosikan anak-anak didik dan asistennya untuk mendapatkan hadiah Nobel. Untuk penelitian yang dilakukan Chadwick, dia berseru, "Saya ingin Jim yang mendapatkan Nobel. Tidak berbagi dengan siapapun!" James Chadwick akhirnya dianugerahkan Nobel Fisika.

Pasangan Joliot-Curie sebenarnya telah membuktikan keberadaan netron, tapi tidak dapat menjelaskannya. Sayangnya kejadian ini bukan yang terakhir kalinya mereka melewatkan kesempatan untuk mendapatkan hadiah Nobel.

Setelah netron ditemukan, fisikawan Enrico Fermi melihat kegunaannya sebagai alat peneliti inti atom. Netron adalah partikel yang tidak memiliki muatan. Jika netron dengan kecepatan tinggi dapat menembus inti atom, ia dapat mengeluarkan proton. Pasangan Joliot-Curie pun mengikuti jejak Fermi mempelajari inti atom dengan memborbardir inti atom unsur-unsur yang lain dan melihat jejak-jejak partikel yang dikeluarkan memakai Wilson cloud chamber. Hasil eksperimen-eksperimen yang mereka lakukan memberikan petunjuk bahwa ada satu lagi partikel subatomik yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Partikel ini bermuatan positif, tapi beratnya sama dengan elektron (positron). Lagi-lagi Fred dan Irene menebak dengan salah partikel ini. Ketika ilmuwan C.D. Anderson dari Amerika melakukan percobaan yang sama, dia menebak dengan benar dan mendapatkan hadiah Nobel. Pasangan Joliot-Curie sebenarnya telah membuktikannya adanya antimatter, tapi sayangnya mereka tidak dapat menjelaskannya.

Beberapa waktu setelah itu, mereka meletakkan polonium di dekat lempengan tipis aluminium dan mengharapkan nukleus hidrogen yang keluar. Tetapi malah netron dan positron yang keluar. Ketika mereka melaporkan hasil eksperimen ini di Konferensi di Belgia pada bulan Oktober 1933, pernyataan mereka ini ditolak oleh Lise Meitner. Meitner mengaku melakukan percobaan yang sama, tapi tidak menemukan netron. Banyak yang hadir lebih percaya Meitner ketimbang Joliot-Curie. Pasangan tersebut sempat kecewa memang. Tapi Niels Bohr dan Wolfgang Pauli yang juga hadir memberikan semangat kembali ke mereka berdua.

Mereka akhirnya kembali ke Paris di tahun 1934 untuk mengulang percobaan yang sama. Pada mulanya mereka mengasumsi inti aluminum mengeluarkan netron dan positron pada saat yang bersamaan. Untuk mengecek hipotesa ini, Fred menarik lempengan aluminum agak jauh dari polonium dan mengecek dengan Geiger Counter. Netron memang berhenti keluar, tapi dia heran ketika partikel-partikel positron masih terdeteksi oleh Geiger Counter yang dia pegang. Dia bergegas memanggil istrinya untuk menunjukkan apa yang terjadi.

Inti aluminium telah menyerap partikel-partikel alpha dari polonium, mengeluarkan netron-netron dan dalam proses tersebut, dalam waktu yang singkat, berganti jadi fosfor. Fosfor ini fosfor buatan, jadi tidak stabil. Oleh karena itu intinya mengeluarkan positron dan akhirnya berubah lagi menjadi elemen silikon yang stabil. Mereka berhasil menemukan radioaktif buatan.

Untuk hasil penelitiannya ini, pasangan Joliot-Curie dinominasikan untuk penghargaan Nobel Fisika di tahun 1934, tapi tidak dapat. Mereka akhirnya berhasil meraih Nobel Kimia tahun 1935. Nobel Kimia mereka merupakan Nobel ketiga untuk keluarga Curie. Ketika suami adik Irene, Eve, seorang diplomat bernama Henry R. Labouisse, menerima Nobel Perdamaian atas nama UNICEF (organisasi PBB untuk anak-anak) pada tahun 1965, total Nobel untuk keluarga Curie menjadi empat.


Kematian

Selama Perang Dunia II Joliot-Curie terjangkit tuberkulosis dan dipaksa untuk menghabiskan beberapa tahun masa penyembuhan di Swiss. Kepedulian terhadap kesehatannya sendiri bersama-sama dengan penderitaan meninggalkan suami dan anak-anak di wilayah pendudukan Perancis adalah sulit untuk melahirkan dan dia membuat beberapa kunjungan berbahaya kembali ke Perancis, penahanan abadi oleh pasukan Jerman di perbatasan Swiss lebih dari satu kali. Akhirnya, pada tahun 1944 Joliot-Curie dinilai terlalu berbahaya bagi keluarganya untuk tetap di Perancis dan dia mengambil anak-anaknya kembali ke Swiss.

Pada tahun 1956, setelah masa penyembuhan akhir di Pegunungan Alpen Prancis, Joliot-Curie dirawat di rumah sakit Curie di Paris, di mana dia meninggal pada tanggal 17 Maret pada usia 58 akibat leukemia.

Referensi:
Read More
Biografi Thabit Ibn Qurra - Astronom, Matematikawan, dari Harran (Turki)

Biografi Thabit Ibn Qurra - Astronom, Matematikawan, dari Harran (Turki)

 Ilustrasi dari lukisan
 Thabit Ibn Qurra
Thabit (Tsabit) Ibnu qurra Ibnu Marwan al-Sabi al-Harrani  atau yang lebih dikenal dengan nama Thabit Ibn Qurra adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Harran (Turki sekarang) yang menguasai ilmu matematika, astronomi dan mekanika. Selain itu, karena keahliannya dalam bahasa ia juga telah menerjemahkan sejumlah besar karya-karya dari Yunani ke Arab. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia.

Di antara tulisan Thabit sejumlah besar masih ada, sementara beberapa dintaranya sudah hilang. Sebagian besar buku-buku yang ada matematika, diikuti oleh astronomi dan kedokteran. Buku-buku telah ditulis dalam bahasa Arab tetapi beberapa di Syria. Pada Abad Pertengahan, beberapa buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard dari Cremona. Dalam abad terakhir ini, sejumlah buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa dan diterbitkan.

Dia melanjutkan pekerjaan dari Banu Musa bersaudara dan kemudian anaknyadan cucunya melanjutkan tradisi ini, bersama dengan anggota lain dari grup. Buku aslinya serta terjemahannya diselesaikan pada abad ke-9 memberikan pengaruh yang positif pada pengembangan penelitian ilmiah berikutnya.


Biografi

Thabit Ibn Qurra lahir di Harran (Turki sekarang) pada tahun 836 M. Di barat dikenal dengan nama Thebit .Namanya menunjukkan bahwa dia  adalah anggota dari sekte Sabian/Sabi'ah.

Matematikawan Muslim besar Muhammad Ibn Musa Ibn Shakir, terkesan dengan pengetahuannya tentang bahasa, dan menyadari potensi untuk berkarir ilmiah, maka tidak salah bila Shakir memilih Tsabit untuk bergabung dengan kelompok ilmiah di Baghdad yang sedang dilindungi oleh khalifah Abbasiyah.

Tsabit menempuh pendidikan di Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Di sana, ia belajar di bawah Banu Musa bersaudara yang terkenal. Dengan pengaturan ini Thabit memberikan kontribusi untuk beberapa cabang ilmu pengetahuan, khususnya matematika, astronomi dan mekanika, selain menerjemahkan sejumlah besar karya-karya dari Yunani ke Arab. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia. Kemudian, ia dilindungi oleh Khalifah Abbasiyah al-Mu'tadid. Setelah karir yang panjang, Thabit meninggal di Baghdad pada tahun 901.


Kontribusi

Kontribusi besar Thabit terletak dalam matematika dan astronomi. Tsabit merupakan salah satu penerus karya al-Khawarizmi. Beberapa karyanya diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Latin, khususnya karya tentang Kerucut Apollonius.

Tsabit meninggalkan karya berharga yaitu penentuan luas bumi yang masih dipakai hingga saat ini. Ia juga penemu jam matahari (Mazawil asy-Syamsiyyah).


Bidang Matematika

Dia berperan penting dalam memperluas konsep tradisional geometri menjadi aljabar geometri dan beberapa teori yang di usulkannya menyebabkan perkembangan geometri non-Euclidean, spherical trigonometri, kalkulus integral dan bilangan real. Dia mengkritik sejumlah elemen teorema Euclid dan perbaikan penting yang diusulkan. Ia menerapkan beberapa aspek aritmatika terminologi kebesaran geometri, dan belajar dari bagian kerucut, khususnya parabola dan elips. Sejumlah perhitungannya bertujuan untuk menentukan permukaan dan volume dari berbagai jenis tubuh dan merupakan, pada kenyataannya, proses kalkulus integral, sebagaimana yang dikembangkan kemudian.

Karya orisinal Archimedes yang diterjemahkannya berupa manuskrip berbahasa Arab, yang ditemukan di Kairo. Setelah diterjemahkan, karya tersebut kemudian diterbitkan di Eropa. Pada tahun 1929, karya tersebut diterjemahkan lagi dalam bahasa Jerman. Adapun karya Euclides yang diterjemahkannya berjudul On the Promises of Euclid, on the Propositions of Euclid dan sebuah buku tentang sejumlah dalil dan pertanyaan yang muncul jika dua buah garis lurus dipotong oleh garis ketiga. Hal tersebut merupakan salah satu bukti dari pernyataan Euclides yang terkenal di dunia ilmu pengetahuan. Selain itu, Tsabit juga pernah menerjemahkan sebuah buku geometri yang berjudul Introduction to the Book of Euclid.

Buku Elements karya Euclides merupakan sebuah titik awal dalam kajian ilmu geometri. Seperti yang dilakukan para ilmuwan muslim lain, Tsabit bin Qurrah pun tidak mau ketinggalan mengembangkan dalil baru tersebut. Ia mulai mempelajari dan mendalami masalah bilangan irasional. Dengan metode geometri, ia ternyata mampu memecahkan soal khusus persamaan pangkat tiga. Sejumlah persamaan geometri yang dikembangkan Tsabit bin Qurrah mendapat perhatian dari sejumlah ilmuwan muslim, terutama para ahli matematika. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Abu Ja’far al-Khazin, seorang ahli yang sanggup menyelesaikan beberapa soal perhitungan dengan menggunakan bagian dari kerucut. Para ahli matematika menganggap penyelesaian yang dibuaat Tsabit bin Qurrah sangat kreatif. Tentu saja, hal tersebut disebabkan Tsabit bin Qurrah sangat menguasai semua buku karya ilmuwan asing yang pernah diterjemahkannya.

Tsabit bin Qurrah juga pernah menulis sejumlah persamaan pangkat dua (kuadrat), persamaan pangkat tiga (kubik), dan beberapa pendalaman rumus untuk mengantisipasi perkembangan kalkulus integral. Selain itu, ia melakukan sejumlah kajian mengenai parabola, sebelum kemudian mengembangkannya. Dalam bukunya yang berjudul Quadrature of Parabola, ia menggunakan bentuk hitungan integral untuk mengetahui sebuah bidang dari parabola.


Bidang Astronomi

Dalam astronomi dia adalah salah satu dari para reformis awal pandangan Ptolemic. Ia menganalisis beberapa. masalah yang berkaitan dengan gerakan matahari dan bulan dan menulis risalah pada jam matahari.

Ia pernah bekerja di Pusat Penelitian Astronomi yang didirikan oleh Khalifah al-Ma’mun di Baghdad. Selama bekerja di sana, Tsabit meneliti gerakan sejumlah bintang yang disebut Hizzatul I’tidalain, yang ternyata mempengaruhi terjadinya gelombang bumi setiap 26 tahun sekali. Sejak 5000 tahun yang lalu, para ahli perbintangan Mesir telah menemukan sebuah bintang yang bergerak mendekati Kutub Utara, yang disebut Alfa al-Tanin. Pada tahun 2100 nanti, bintang tersebut akan menjauhi Kutub Utara. Pada tahun 14000, akan muncul kembali sebuah bintang utara yang bernama an-Nasr. Bintang tersebut adalah bintang utara yang paling terang.

Tsabit juga memimpin sebuah penelitian pada masa pemerintahan Khalifah al-Rasyid. Tsabit mengukur luas bumi dengan menggunakan garis bujur dan garis lintang secara teliti. Penemuan Tsabit tersebut memberikan inspirasi pada para pelaut, seperti Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia yang dimulai dari Laut Atlantik. Berkat penemuan tersebut, para pelaut bisa memastikan kalau mereka tidak akan tersesat dan kembali ke tempat semula, yaitu Laut Atlantik. Penemuan penting Tsabit yang lain adalah jam matahari. Jam ini menggunakan sinar matahari untuk mengetahui peredaran waktu dan menentukan waktu shalat. Tsabit juga membuat kalender tahunan berdasarkan sistem matahari.

Buku karya Thabit Ibn Qurra tentang astronomi:
  • Mukhtasar fi Ilmin Nujum (Ringkasan Ilmu Astronomi)
  • Kitab fi Thabai`il Kawakib wa Ta`tsiriha (Buku tentang karakter bintang-bintang dan pengaruhnya)
  • Kitab fi Ibhthail Harakah fil Falakil Buruj (buku tentang gerakan bintang dan galaksi)
  • Kitab fi Tarkibil Aflak (Buku tentang susunan bintang)
  • Kitab fi Harakatil Falak (Buku tentang gerakan bintang)


Bidang Mekanika & Fisika

Di bidang mekanika dan fisika dia dapat diakui sebagai pendiri statika. Dia memeriksa kondisi kesetimbangan tubuh, balok dan tuas. Selain menerjemahkan sejumlah besar buku dirinya sendiri, ia mendirikan sebuah sekolah terjemahan dan mengawasi terjemahan dari sejumlah besar buku-bukudari Yunani ke Arab.

Referensi:
Thabit Ibn Qurra (Pendiri Ilmu Keseimbangan)
Sinan Ibn Tabit 
Tsabit bin Qurrah
Biografi Tsabit bin Qurrah: Ahli Geometri Islam Terbesar 
Read More
DR. Azhari Sastranegara - Ilmuwan Analisis Keamanan Struktur Terhadap Benturan

DR. Azhari Sastranegara - Ilmuwan Analisis Keamanan Struktur Terhadap Benturan

DR. Azhari Sastranegara
DR. Azhari Sastranegara adalah Doctor of engineering dari Tokyo Institute of Technology, Jepang sejak April 2005 yang merupakan produsen bearing dan komponen otomotif.  Beliau adalah seorang ilmuwan analisis keamanan struktur terhadap benturan.

DR. Azhari Sastranegara lahir di Majene, Sulawesi Barat 11 April 1976. Ia meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Effect of Transverse Impact on Energy Absorption of Column”—sempat menjadi asisten dosen di Tokyo Institute of Technology. Di kampus itu pula Azhari merampungkan pendidikan dari S-1 sampai S-3 (Ph.D).

Dia belajar di kampus itu setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, pada 1994. Modalnya: beasiswa Mitsui Bussan Indonesia Scholarship, yang menyeleksi peserta dari pelajar SMA se-Jawa dan Bali. Beasiswa itu cuma untuk menyelesaikan sarjana strata satu. Jadi, saat melanjutkan ke strata dua, “Saya kuliah sambil bekerja paruh waktu,” ujarnya. Pada program S-3 (Ph.D), ia kembali mendapatkan beasiswa—kali ini dari Moritani Scholarship dan Tsuji Asia Scholarship.

Setelah memperoleh gelar doktor, Azhari sempat ingin kembali ke Tanah Air. Namun, ia tak mendapatkan tempat untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya. “Jaringan kerja saya juga belum ada,” ujarnya. Dia pun memutuskan menimba ilmu di perusahaan Jepang, yang muatan penelitiannya banyak.


Penelitian

Salah satu riset DR. Azhari Sastranegara adalah tentang desain kemudi kendaraan yang aman. Dalam penelitian itu, tugasnya melakukan perhitungan apakah rancangan kemudi yang diajukan oleh bagian desain sudah memenuhi syarat keamanan ketika terjadi tabrakan. Dari aneka penelitian itu, Azhari dan timnya di NSK menghasilkan enam paten yang kini terdaftar di Japan Patent Office. (sumber: Tempo)
Read More
Glenn T. Seaborg - Penemu Sepuluh Unsur Transuranium

Glenn T. Seaborg - Penemu Sepuluh Unsur Transuranium

Glenn Theodore Seaborg
Glenn Theodore Seaborg 
Lahir: 19 April 1912, Ishpeming, Michigan

Meninggal: 25 Februari 1999 (umur 86) Lafayette, California

Kebangsaan: AS

Bidang: Kimia nuklir

Lembaga: 
University of California, Berkeley
Proyek Manhattan
AS Komisi Energi Atom
Alma mater
UCLA
University of California, Berkeley

Penasihat Doktor
George Ernest Gibson
Gilbert Newton Lewis

Mahasiswa doktoral
Ralph Arthur James
Joseph William Kennedy
Elizabeth Rauscher
Arthur Wahl
Kimberly Williams

Dikenal untuk: 
Kontribusiya sebagai bagian dari tim untuk sintesis, penemuan dan penyelidikan dari sepuluh unsur transuranium

Penghargaan
Nobel Kimia (1951)
Perkin Medal (1957)
Enrico Fermi Penghargaan (1959)
Franklin Medal (1963)
Willard Gibbs Penghargaan (1966)
Medali Priestley (1979) 
Vannevar Bush Penghargaan (1988) 
National Medal of Science (1991)
Glenn Theodore Seaborg adalah seorang ahli kimia Amerika yang terlibat dalam sintesis, penemuan dan penyelidikan dari sepuluh unsur transuranium yang membuatnya mendapatkan bagian dari hadiah nobel kimia tahun 1951. Hasil karyanya tersebut menyebabkan pengembangan tentang konsep aktinida dan susunan seri aktinida dalam tabel periodik unsur.

Seaborg menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai seorang pendidik dan ilmuwan peneliti di University of California, Berkeley, menjabat sebagai profesor. Antara tahun 1958 dan 1961 ia menjadi kanselir kedua universitas. Ia menyarankan sepuluh Presiden AS - dari Harry S. Truman ke Bill Clinton - kebijakan nuklir dan Ketua Komisi Energi Atom Amerika Serikat 1961-1971, ia mendorong untuk energi nuklir komersial dan aplikasi ilmu nuklir damai. Sepanjang karirnya, Seaborg bekerja untuk pengawasan senjata. Dia adalah seorang penandatangan Laporan Franck dan berkontribusi pada Uji Terbatas Ban Treaty, yakni Nuclear Non-Proliferation Treaty dan Comprehensive Test Ban Treaty . Dia adalah seorang advokat terkenal pendidikan sains dan pendanaan federal untuk penelitian murni. Menjelang akhir pemerintahan Eisenhower, ia adalah penulis utama Laporan Seaborg pada ilmu pengetahuan akademik, dan sebagai anggota Presiden Ronald Reagan 's Komisi Nasional Keunggulan dalam Pendidikan, dia adalah seorang kontributor kunci untuk 1983 laporan  "A Nation at Risk".

Seaborg adalah kepala sekolah atau co-penemu sepulu helements: plutonium, americium, curium, berkelium, californium, einsteinium, fermium, mendelevium, nobelium and Unsur 106, yang sementara ia masih hidup, bernama Seaborgium menghormatinya. Dia juga menemukan lebih dari 100 atom isotop dan dikreditkan dengan kontribusi penting untuk plutonium kimia, awalnya sebagai bagian dari Proyek Manhattan di mana dia mengembangkan proses ekstraksi yang digunakan untuk mengisolasi bahan bakar plutonium untuk bom atom kedua. Pada awal karirnya, dia adalah seorang pelopor dalam kedokteran nuklir dan menemukan elemen isotop dengan aplikasi penting dalam diagnosis dan pengobatan penyakit, terutama yodium-131, yang digunakan dalam pengobatan penyakit tiroid. Selain karya teoretisnya dalam pengembangan konsep aktinida, yang menempatkan seri aktinida bawah lantanida seri pada tabel periodik, ia mendalilkan adanya unsur super berat di transactinide dan seri superactinide.

Setelah berbagi Hadiah Nobel Kimia tahun 1951 dengan Edwin McMillan , ia menerima sekitar 50 gelar doktor kehormatan dan banyak penghargaan dan kehormatan lainnya. Daftar hal-hal yang dinamai Seaborg berkisar dari unsur atom untuk asteroid. Dia adalah seorang penulis produktif, menuliskan berbagai buku dan 500 artikel jurnal, sering bekerja sama dengan orang lain. Dia pernah tercantum dalam Guinness Book of World Records sebagai orang dengan banyak masukan terpanjang Who's Who in America. (sumber: Wikipedia)
Read More
Ibnu al-Nafis - Mendeskripsikan Peredaran Darah Dalam Tubuh Manusia

Ibnu al-Nafis - Mendeskripsikan Peredaran Darah Dalam Tubuh Manusia

Halaman pembukaan salah satu karya medis Ibn al-Nafis. Ini mungkin salinan yang dibuat di India pada abad ke-17 atau ke-18.
Halaman pembukaan salah satu karya medis Ibn al-Nafis. Ini mungkin salinan yang dibuat di India pada abad ke-17 atau ke-18.
Ibnu Nafis atau Ibn Al-Nafis Damishqui, merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242). Penggambaran kontemporer proses ini telah bertahan. Khususnya, ia merupakan orang pertama yang diketahui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru.  Ibnu Al-Nafis ketika itu mampu menggambarkan secara detail aliran darah mellaui paru-paru dan membentuk sistem sirkulasi darah.

Secara besar-besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan meninggal di Kairo (kini wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 77/78 tahun).

Ala-al-din abu Al-Hassan Ali bin Abi-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi ( bahasa Arab : علاء الدين أبو الحسن علي بن أبي حزم القرشي الدمشقي), atau yang dikenal sebagai Ibn al-Nafis ( bahasa Arab : ابن النفيس)  lahir di di Damaskus pada 1213. Dia hadir di Rumah Sakit Medical College ( Bimaristan Al-Noori) di Damaskus. Selain obat-obatan, Ibn al-Nafis belajar ilmu hukum, sastra dan teologi. Ia menjadi seorang ahli di Syafi'i sekolah hukum dan dokter ahli.

Pada tahun 1236, Al-Nafis pindah ke Mesir. Dia bekerja di Rumah Sakit Al-Nassri, dan kemudian di Rumah Sakit Al-Mansouri, di sana ia menjadi kepala dokter dan dokter pribadi  Sultan. Ketika ia meninggal pada 1288, ia menyumbangkan rumahnya, perpustakaan dan klinik ke Rumah Sakit Mansuriya.


Tulisan-tulisan

Yang paling tebal dari buku-bukunya adalah Al-Shamil fi al-Tibb, yang direncanakan menjadi sebuah ensiklopedia yang terdiri dari 300 volume, tapi tidak selesai karena beliau keburu wafat. Naskah ini terdapat di Damaskus.

Bukunya tentang oftalmologi sebagian besar merupakan karya asli beliau. Bukunya yang paling terkenal adalah "The Summary of Law" (Mujaz al-Qanun). Buku terkenal lainnya, mewujudkan kontribusi aslinya, adalah tentang efek diet kesehatan, berjudul Kitab al-Mukhtar fi al-Aghdhiya.

Al-Risalah al-Kamiliyyah fil Siera al-Nabawiyyah, diterjemahkan di Barat dengan judul Theologus Autodidactus, telah berpendapat untuk menjadi  teologis pertama.

Ia juga menulis sejumlah komentar pada topik hukum dan kedokteran. Komentarnya meliputi satu di buku Hippocrates, dan beberapa buku tentang Avicenna 's The Canon of Medicine. Selain itu, ia menulis sebuah komentar pada buku Hunayn Ibn Ishaq.


Penemuan sirkulasi paru

Pada tahun 1924, seorang dokter Mesir, Muhyo Al-Deen Altawi, menemukan naskah berjudul, " Commentary on Anatomy in Avicenna's Canon " di Perpustakaan Negara Prusia di Berlin, saat ia mempelajari sejarah Medicine Arab di Fakultas Kedokteran Universitas Albert Ludwig di Jerman. Script ini menerangkan secara rinci topik anatomi, patologi, dan fisiologi. Ini adalah deskripsi awal tentang sirkulasi paru.

Teori yang paling umum diterima dari kinerja jantung sebelum Al-Nafis adalah yang beraqsal dari Galen (abad ke-2). Galen  menerangkan bahwa darah mengalir dari bilik kanan jantung ke bilik kiri jantung melalui pori-pori yang terdapat pada katup jantung.

Dalam teorinya, Galen juga menyebutkan bahwa sistem pembuluh vena terpisah dari sistem pembuluh arteri, kecuali terjadi kontak antara keduanya melalui pori-pori.

Berdasarkan pengetahuan anatomi nya, Al-Nafis menyatakan bahwa:

"Darah yang berasal dari bilik kanan jantung pasti mengalir ke bilik kiri jantung, namun tidak ada penghubung antara kedua bilik tersebut. Katup jantung tidak berlubang dan berpori sama sekali. Selain itu, Ibnu Nafis juga menambahkan bahwa darah dari bilik kanan jantung mengalir melalui pembuluh arteri ke paru-paru. Proses selanjutnya adalah darah tersebut bercampur dengan udara dan mengalir melalui pembuluh vena ke bilik kiri jantung."

"Ibnu Nafis juga menyatakan bahwa nutrisi untuk jantung diekstrak dari pembuluh darah yang melalui dinding jantung."

"Darah dari bilik kanan jantung harus tiba di ruang kiri tetapi tidak ada jalur langsung antara mereka. Septum tebal jantung tidak berlubang dan tidak memiliki pori-pori terlihat. Darah dari bilik kanan harus mengalir melalui arteriosa vena ( arteri pulmonalis ) ke paru-paru, menyebar melalui substansinya, akan berbaur dengan udara, melewati arteria venosa ( vena paru ) dan menuju bilik kiri jantung dan ada membentuk spirit penting ... " 

Di tempat lain dalam bukunya, ia berkata:

"Jantung hanya memiliki dua ventrikel ... dan diantara keduanya sama sekali tidak ada pembukaan. Juga diseksi memberikan kebohongan ini untuk apa yang mereka katakan, sebagai septum antara dua rongga ini jauh lebih tebal daripada di tempat lain. Manfaat darah ini (dalam rongga kanan) naik ke paru-paru, bercampur dengan apa udara yang ada di paru-paru, kemudian melewati arteria venosa ke bilik kiri dari dua rongga jantung dan campuran yang dibuat semangat hewan. "

Dalam menggambarkan anatomi paru-paru , Al-Nafis mengatakan:

"Paru-paru terdiri dari bagian-bagian, salah satunya adalah bronkus, yang kedua, cabang-cabang arteria venosa,. dan yang ketiga, cabang-cabang vena arteriosa semuanya dihubungkan oleh daging berpori longgar "

Dia kemudian menambahkan:

"Kebutuhan paru-paru untuk arteriosa vena adalah untuk transportasi ke darah yang telah menipis dan menghangatkan di dalam hati, sehingga apa yang merembes melalui pori-pori cabang pembuluh menuju alveoli paru-paru dapat bercampur dengan udara di dalamnya dan menggabungkan dengan itu, komposit yang dihasilkan menjadi fit untuk menjadi semangat, ketika pencampuran ini terjadi di rongga kiri jantung. Campuran dibawa ke rongga kiri oleh arteria venosa. " 

Al-Nafis juga mendalilkan bahwa nutrisi untuk jantung diekstrak dari arteri koroner :

"pernyataan (Avicenna) bahwa darah yang ada di sisi kanan adalah untuk menyehatkan jantung tidak benar sama sekali, untuk makanan ke jantung adalah dari darah yang melewati pembuluh yang menembus tubuh hati. "


Komentar

Ibnu Nafis mengomentari Qanun fi al-Thibb, karya Ibnu Sina yang dituangkannya dalam sejumlah manuskrip yang ditulis terpisah. Komentar tersebut dilengkapinya pula dengan sejumlah perbaikan dan disusun berdasarkan pengelompokkan. Pada bagian ini, Ibnu Nafis juga menambahkan teori ciptaannya tentang sirkulasi darah, yakni The Lesser of Pulmonary Circulation of the Blood. Di kemudian hari, sejumlah komentar Ibnu Nafis diterjemahkan dalam bahasa Latin.

Dari sekian banyak karya Ibnu Nafis, teori The Lesser of Pulmonary Circulation of the Blood dianggap sebagai prestasinya yang paling penting dalam bidang kedokteran. Karya Nafis lainnya adalah Kitab al-Mukhtar fi al-Ahdyiya, yang mengupas tentang efek diet bagi kesehatan. Selain itu, ia juga menghasilkan sebuah karya berjudul Kitab al-Shamil fi al-Thibb, yang semula direncanakannya menjadi sebuah ensiklopedi yang terdiri dari tiga ratus jilid.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_al-Nafis
http://serunaihati.blogspot.com/2013/03/biografi-ibnu-nafis-muslim-ahli.html
Read More
Ahmad Nahavandi - Ilmuwan Iran

Ahmad Nahavandi - Ilmuwan Iran

Foto diambil dari naskah abad pertengahan oleh Qotbeddin Shirazi. Gambar menggambarkan model planet epicyclic.
Foto diambil dari naskah abad pertengahan oleh Qotbeddin Shirazi.
Gambar menggambarkan model planet epicyclic.
Ahmad bin Muhammad al-Nahavandi adalah seorang astronom Persia (sekarang Iran) dari dari abad ke-8 dan ke-9. Bila dilihat dari namanya maka dapat dipastikan bahwa beliau berasal dari Nahavand, yakni sebuah kota di Iran.

Nahavandi tinggal dan bekerja di Akademi Gundishapu, di Khuzestan, Iran. Yahya bin Khalid bin Barmak (meninggal pada 803AD) menyatakan bahw Ahmad Nahavandi telah membuat pengamatan astronomi sekitar tahun 800AD. Ahmad Nahavandi dan Masya bin Athari termasuk  astronom yang paling awal di era Islam yang berkembang pada masa pemerintahan al-Mansur, Khalifah kedua Abbasiyah.
Read More
Prof Dr Ir Ali Zum Mashar - Penemu Mikroba Penyubur Tanah

Prof Dr Ir Ali Zum Mashar - Penemu Mikroba Penyubur Tanah

Prof Dr Ir Ali Zum Mashar
Prof Dr Ir Ali Zum Mashar adalah seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Alumni S1 pertanian Unsoed Purwokerta Jawa Tengah, berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tanah. Berkat penemuannya tersebut, Mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan ini memperoleh penghargaan Hak kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.

Prof Dr Ir Ali Zum Mashar yang berhasil menemukan mikroba google, yang mampu menyuburkan berbagai macam tanah. Mikroba google yang telah dipatenkannya tersebut mampu mandiri mengembangkan tanah sehingga menjadi subur.

Mikroba yang diberi nama BIOP 2000Z ini mempunyai prinsip kerja yang cukup unik. Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah laytaknya mesin pencari Googel.


Cara kerja

Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi tanah-tanah tersebut terbilang cukup singkat. Jika dengan menggunakan metode konvensional, sebidang tanah bekas tambang membutuhkan waktu tak kurang 30 tahun untuk subur kembali, tak demikian jika menggunakan mikroba ‘google’ ini. Untuk tanah bekas tambang, hanya butuh 3 tahun untuk mengembalikan kondisi tanah menjadi subur kembali.

Penelitian ini sudah pernah diujicobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarnya, Kerengpangi yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali. Sedangkan untuk tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan mikroba sebanyak 8 liter per hektarnya, untuk mengembalikan kesuburan tanah hanya butuh waktu 3 sampai 4 bulan. Selain itu dengan pemakaian mikroba ini, juga dapat menghemat pemakaian pupuk.


Penemuan

Mikroba ‘google’ ini terjadi pada tahun 2000 di lahan gambut di Kalimantan. Dalam penelitian yang dilakukan Ali, pemakaian mikroba ini tidak menimbulkan efek samping, hanya meningkatkan kesuburan tanah.

Tak hanya menyuburkan tanah, beberapa pengujian telah membuktikan terdapat peningkatan produktivitas tanaman pertanian. Mikroba tersebut telah diuji di beberapa tanaman, antara lain adalah kedelai dan jagung.

Saat ini mikroba ini telah berhasil merambah pasaran dalam negeri dan luar negeri. Malaysia dan Australia turut mengimpor mikroba ‘google’. Saat ini, mikroba ‘google’ ini dipasarkan oleh PT Alam Lestari sebagai fabrikator induk.

Tak membutuhkan lama bagi Ali untuk mematenkan mikroba ‘google’ miliknya ini. Saat ini, mikroba ‘google’ telah mendapatkan empat lisensi paten dari WIPO, sebuah lembaga paten yang berdomisili di Swedia.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/10/30/4534/mahasiswa-ipb-temukan-mikroba-penyubur-tanah
Read More
Ahmed Hassan Zewail - Ilmuwan Muslim Peraih Nobel Kimia

Ahmed Hassan Zewail - Ilmuwan Muslim Peraih Nobel Kimia

Ahmed Hassan Zewail
Ahmed Hassan Zewail 
Lahir: 26 Februari 1946 Damanhour, Mesir

Kebangsaan: Mesir , Amerika

Bidang: Kimia , fisika

Lembaga: California Institute of Technology

Alma mater: Universitas Alexandria, University of Pennsylvania

Dikenal untuk: Femtochemistry (Femtokimia)

Karir
Linus Pauling bidang Fisika Kimia, Carlifornia Institute of Technology, Pasadena, 1990
Profesor Fisika Kimia, Caltech

Penghargaan: 
Peter Debye Award (1996), E. Bright Wilson Award (1997), Nobel Prize for Chemistry (1999), Order of the Nile (1999), E. O. Lawrence Award (1998), The Franklin Medal (USA) (1998), Tolman Award (1997), Wolf Prize (Israel) (1993), Albert Einstein World Award of Science (2006), Othmer Gold Medal (2009), Priestley Medal (USA) (2011), Davy Medal (2011)

Situs web : http://www.zewail.caltech.edu/
Dr. Ahmed Hassan Zewail ialah seorang tokoh pakar sains Mesir yang telah memenangkan Hadiah Nobel 1999 dalam bidang kimia. Dr. Zewail merupakan ilmuwan Muslim kedua setelah Prof. Abdus Salam dari Pakistan yang menerima penghargaan tersebut karena jasanya menemukan femtokimia, studi mengenai reaksi kimia melintasi femtoseconds.

Dr. Ahmed Hassan Zewail lahir pada tanggal 26 Februari 1946 di Damanhur, mesir. Sejak kecil Ia sangat menyukai matematika dan kimia. Orangtua dari Zewail memang menginginkannya menjadi seorang profesor sejak kecil. Selain menyukai pelajaran matematika dan kimia, dia juga hobi membaca dan menyukai musik.

Zewail merupakan tokoh pakar sains mesir yang juga seorang profesor Fisika dan Kimia di Caltech. Karya yang dibuatnya adalah sebuah penemuan Femtokimia yaitu sebuah studi mengenai reaksi kimia melintasi femtoseconds yang menggunakan teknik yang digunakan sebagai pendeskripsian reaksi pada tingkat atom yaitu dengan menggunaka teknik laser ultara cepat. Hasilnya dapat diamati sebagai bentuk kehebatan tinggi dari cahaya fotografi.

Menggunakan teknik laser ultracepat (terdiri dari cahaya laser ultrapendek), teknik ini memberikan deskripsi reaksi pada tingkat atom. Dapat dilihat sebagai bentuk kehebatan tinggi dari cahaya fotografi.


Fakta Menarik Dr. Ahmad Zewail
  • Ilmuwan kedua Muslim yang mendapat Hadiah Nobel dalam bidang kimia pada tahun 1999.
  • Ia dilahirkan pada 26 Februari 1946 di Mesir.
  • Orang tuanya begitu mengharapkannya menjadi seorang profesor. Malah sejak kecil, orang tuanya telah meletakkan tanda nama "Dr. Ahmed" di bilik bacaannya.
  • Selain membaca, beliau sangat menyukai musik.
  • Ia tidak menyukai Ilmu Sosial karena memerlukan seseorang itu mengingat sesuatu subjek sedangkan ia lebih suka bertanya "kenapa" dan "bagaimana".
  • Minatnya dalam bidang matematika dan kimia bermula sejak kecil. Ia pernah membuat beberapa buah alat uji kaji termasuk sebuah perlengkapan dari alat pembakar milik ibunya (yang digunakan untuk membuat kopi).
  • Bapak 4 orang anak itu memiliki 2 kewarganegaraan yaitu Mesir dan AS.
  • Ia memegang 2 jabatan profesor di Caltech yaitu Profesor Fisika dan Kimia.

Kehidupan pribadi

Ahmed Hassan Zewail menikahi dengan seorang ahli obat-obatan di universitas Carlifornia, Los Angeles (UCLA), Dema Zewail, dan menetap di San Marino, Carlifornia bersama ke empat anaknya. Zewail juga seorang mantan Linus Pauling di bidang Fisika Kimia pada tahun 1990 di Carlifornia Institute of Technology, Pasadena.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmed_Zewail
http://profil.merdeka.com/mancanegara/a/ahmed-hassan-zewail/
Read More
Sir John Douglas Cockcroft - Berhasil Memecahkan Inti Atom

Sir John Douglas Cockcroft - Berhasil Memecahkan Inti Atom

Sir John Douglas Cockcroft
John Cockcroft
Lahir: 27 Mei 1897 Todmorden, Inggris

Meninggal: 18 September 1967 (umur 70) Cambridge, Inggris

Kebangsaan: Inggris

Bidang: Fisika

Lembaga: Atomic Energy Research Establishment

Alma mater: Victoria University of Manchester, Manchester College of Technology, Universitas 

St. John, Cambridge

Penasehat akademik: Ernest Rutherford

Siswa Terkemuka: Ishfaq Ahmad

Dikenal untuk: Memisahkan atom

Pengaruh: Horace Lamb

Penghargaan: Hughes Medal (1938), Penghargaan Nobel dalam Fisika (1951), Royal Medal (1954), Faraday Medal (1955), Atom untuk Peace Award (1961)
Sir John Douglas Cockcroft adalah fisikawan Britania yang bersama dengan, Ernest Walton, memecahkan inti atom dan berperan penting dalam pengembangan tenaga nuklir. Untuk karya ini, mereka menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1951. Dia adalah Guru pertama Universitas Churchill dan dimakamkan di Paroki Kenaikan Burial Ground di Cambridge, bersama-sama dengan Elizabeth istri dan anaknya John, yang dikenal sebagai Timothy, yang meninggal pada usia dua tahun 1929.


Awal tahun

Cockcroft lahir di Todmorden, West Yorkshire, Inggris pada 27 Mei 1897.Ia anak tertua dari pemilik pabrik. Ia dididik di Sekolah Menengah Todmorden (1909-1914) dan belajar matematika di Victoria University of Manchester (1914-1915). Dia adalah seorang pemberi sinyal di Royal Artillery dari tahun 1915 sampai 1918. Setelah perang berakhir, ia belajar teknik elektroteknik di UMIST dari 1919 sampai 1920. Dia melakukan magang dengan Perusahaan Listrik Metropolitan Vickers. Dia kemudian pergi ke St. John College, Cambridge dan menerima gelar matematika pada tahun 1924, dan mulai melakukan penelitian dalam bimbingan Ernest Rutherford. Pada tahun 1929 ia terpilih sebagai Fellow dari Universitas St. John; pada tahun 1939, ia menjadi Profesor Jacksonian Filsafat.


Penelitian nuklir

Pada tahun 1928, ia mulai bekerja pada percepatan proton dengan Ernest Walton. Pada tahun 1932, mereka membombardir lithium dengan energi tinggi neutron, elektron dan proton berhasil ditransmutasi menjadi helium dan unsur-unsur kimia lainnya. Ini adalah salah satu eksperimen awal untuk mengubah inti atom dari satu unsur ke inti yang berbeda dengan cara buatan. Feat ini dikenal sebagai membelah atom.

Saat terjadi pecah Perang Dunia Kedua, ia mengambil jabatan Asisten Direktur Riset Ilmiah di Departemen Pasokan, bekerja pada radar. Pada tahun 1944, ia mengambil alih proyek Energi Atom Kanada dan menjadi Direktur Laboratorium Montreal dan Chalk River Laboratories, menggantikan Hans von Halban, yang dianggap sebagai risiko keamanan. Pada tahun 1946, ia kembali ke Inggris untuk mendirikan Atomic Energy Research Establishment (Aere) di Harwell, dituntut dengan mengembangkan program tenaga atom Inggris. Ia menjadi direktur pertama dari Aere. Bahkan ketika meninggalkan pos, ia terus terlibat dengan Harwell. Dia membuat Komandan Orde dari Kerajaan Inggris pada tahun 1944, gelar kebangsawanan pada tahun 1948, dan menciptakan Ksatria Komandan Order of the Bath pada tahun 1953.


Kehidupan pribadi

Cockcroft menikah dengan Eunice Elizabeth Crabtree (lahir 26 Oktober 1898, meninggal 4 Oktober 1989) pada tahun 1925 dan memiliki enam anak: John Haslam, yang dikenal sebagai Timothy, lahir 29 Januari 1927, meninggal 11 Oktober 1929; Joan Dorothea, yang dikenal sebagai Thea, lahir 5 Oktober 1932; Jocelyn, lahir 1 September 1934; Elisabeth Fielden, lahir 23 Februari 1936; Catherine Helena, lahir 17 Oktober 1939; dan Christopher Hugh John, lahir 14 Januari 1942.

Sir John Douglas Cockcroft meninggal di Churchill College, Cambridge, 18 September 1967; Ia dimakamkan di Paroki Kenaikan Burial Ground di Cambridge, di kuburan yang sama dengan istri dan anaknya John, yang dikenal sebagai Timothy. John R. Cockcroft adalah keponakan yang besar, terkenal di bidang kardiologi dan kekakuan arteri.


Pengakuan

Pada tahun 1951, Cockcroft, bersama dengan Walton, dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika untuk karyanya dalam penggunaan partikel dipercepat untuk mempelajari inti atom. Pada tahun 1959, ia menjadi Guru pertama Churchill College, Cambridge. Dia adalah presiden dari Institut Fisika, Masyarakat Fisika, dan Asosiasi Inggris untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan. Cockcroft menjabat sebagai kanselir dari Australian National University dari tahun 1961 sampai 1965. Dia menerima Amerika Atom untuk Peace Award pada tahun 1961. Ia menyampaikan Kuliah Rutherford Memorial pada tahun 1944. (Sumber: wikipedia)
Read More
Biografi Claude Bernard - Penggagas Eksperimen Buta

Biografi Claude Bernard - Penggagas Eksperimen Buta

Claude Bernard
Claude Bernard
Lahir: 12 Juli 1813 Saint-Julien

Meninggal: 10 Februari 1878 (umur 64) Paris

Kebangsaan: Perancis

Bidang: Fisiologi

Lembaga: Museum nasional d'Histoire naturelle

Dikenal untuk: Fisiologi

Pengaruh: François Magendie

Penghargaan: Copley Medal
Claude Bernard adalah seorang ahli fisiologi Perancis. Sejarawan. Bernard Cohen dari Universitas Harvard bernama Bernard "salah satu yang terbesar dari semua orang ilmu". Diantara banyak prestasi lainnya, ia adalah salah satu yang pertama yang menyarankan penggunaan eksperimen buta untuk menjamin objektivitas pengamatan ilmiah. Dia adalah orang pertama yang mendefinisikan istilah lingkungan intérieur, sekarang dikenal sebagai homeostasis.


Biografi

Bernard lahir tahun 1813 di desa Saint-Julien dekat Villefranche-sur-Saône. Ia menerima pendidikan awal di sekolah Jesuit kota itu, dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Lyon.

Pada tahun 1834, pada usia dua puluh satu, ia pergi ke Paris kemudian ia mengenal Saint-Marc Girardin, tapi para kritikus membujuk dia untuk mengadopsi sastra sebagai profesi, dan mendesak dia untuk meninggalkan studi obat. Bernard mengikuti saran ini, dan pada waktunya ia menjadi interne di Hôtel-Dieu de Paris. Dengan cara ini dia dapat berhubungan dengan fisiologi besar, François Magendie  yang menjabat sebagai dokter di rumah sakit. Bernard menjadi 'preparateur' (asisten lab) di College de France pada tahun 1841.

Pada tahun 1845, Bernard menikah dengan Marie Françoise "Fanny" Martin. Pada 1847 ia diangkat menjadi wakil-profesor Magendie itu di kampus, dan pada tahun 1855 ia berhasil sebagai profesor penuh.

Claude Bernard meninggal pada 10 Februari 1878,da dimakamkan di sebuah pemakaman umum - suatu kehormatan yang belum pernah diberikan oleh Perancis pada seorang Ilmuwan. Ia dikebumikan di Père Lachaise di Paris.


Pekerjaan

Claude Bernard menetapkan penggunaan metode ilmiah dalam kedokteran. Dia bersikeras bahwa semua makhluk hidup terikat oleh hukum yang sama seperti benda mati.

Karya pertama Claude Bernard yang penting adalah pada fungsi kelenjar pankreas, jus yang terbukti menjadi sangat penting dalam proses pencernaan; prestasi ini membuatnya memenangkan hadiah untuk fisiologi eksperimental dari Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis.

Penyelidikan kedua - mungkin yang paling terkenal - adalah pada fungsi glycogenic dari hati ; dalam perjalanan studinya ia tertuju pada kesimpulan, yang menerangkan tentang penyebab dari diabetes mellitus, bahwa hati, selain mengeluarkan empedu, adalah pusat dari sekresi internal, yang mempersiapkan gula dengan mengorbankan unsur-unsur darah melewatinya.

Sebuah penelitian ketiga menghasilkan penemuan sistem vaso-motor. Pada tahun 1851, sambil memeriksa efek yang dihasilkan pada suhu berbagai bagian tubuh dengan bagian saraf atau saraf milik mereka, ia melihat bahwa pembagian saraf simpatis servikal menimbulkan sirkulasi lebih aktif dan denyut lebih paksa arteri dalam bagian-bagian tertentu dari kepala, dan beberapa bulan kemudian ia mengamati bahwa eksitasi listrik dari bagian atas dari saraf terbagi memiliki efek sebaliknya. Dengan cara ini ia mendirikan keberadaan saraf vaso-motor, baik vaso-dilator dan vaso-pembatas.


Lingkungan interieur

Lingkungan intérieur adalah proses kunci yang Bernard kaitkan. Dia menulis, "Stabilitas lingkungan internal adalah kondisi untuk kehidupan yang bebas dan merdeka." Ini adalah prinsip yang mendasari apa yang kemudian disebut homeostasis, istilah yang diciptakan oleh Walter Bradford Cannon. Dia juga menjelaskan bahwa:

Tubuh makhluk hidup, meskipun telah membutuhkan lingkungan sekitarnya, adalah tetap relatif independen dari itu. Kemerdekaan ini yang  dimiliki organisme lingkungan eksternal, berasal dari fakta bahwa dalam makhluk hidup, jaringan yang sebenarnya ditarik dari pengaruh eksternal langsung dan dilindungi oleh lingkungan internal benar yang dibentuk, khususnya, dengan cairan yang beredar dalam tubuh.

Keteguhan dari lingkungan internal adalah kondisi untuk kehidupan yang bebas dan mandiri. Mekanisme yang memungkinkan adalah bahwa yang meyakinkan pemeliharaan, dalam lingkungan internal, semua kondisi yang diperlukan untuk elemen.

Keteguhan lingkungan mengandaikan kesempurnaan organisme sehingga variasi eksternal pada setiap kompensasi instan dan mencapai keseimbangan. Karena itu, jauh dari acuh tak acuh terhadap dunia luar, hewan yang lebih tinggi adalah sebaliknya dalam hubungan dekat dan bijaksana dengan itu, sehingga keseimbangannya hasil dari kompensasi yang berkelanjutan dan halus didirikan seolah-olah yang paling sensitif dari saldo.


Pembedahan makhluk hidup

Penemuan ilmiah Bernard dilakukan melalui pembedahan makhluk hidup, ia adalah pendukung utama di Eropa pada saat itu. Dia menulis:

Fisiologi adalah manusia biasa. Dia adalah orang yang terpelajar, seorang pria yang dimiliki dan diserap oleh ide ilmiah. Dia tidak mendengar teriakan binatang nyeri. Dia buta terhadap darah yang mengalir. Dia melihat apa-apa selain idenya, dan organisme yang menyembunyikan dari dia rahasia ia memutuskan untuk menemukan.

Bernard mempraktekkan pembedahan makhluk hidup yang membuat jijik istri dan putrinya. Dia sangat yakin bahwa kemajuan obat-obatan akan membenarkan penderitaan hewan tapi istrinya tidak yakin. Pasangan ini secara resmi dipisahkan pada tahun 1869 dan istrinya aktif berkampanye melawan praktek pembedahan makhluk hidup.

Istri dan putrinya yang bukan satu-satunya yang jijik oleh hewan percobaan Bernard. Dokter-ilmuwan George Hoggan menghabiskan empat bulan untuk mengamati dan bekerja di laboratorium Bernard dan merupakan salah satu dari beberapa penulis kontemporer untuk mencatat apa yang terjadi di sana. Ia kemudian pindah untuk menulis bahwa pengalamannya di laboratorium Bernard telah membuatnya "siap untuk melihat tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi bahkan umat manusia, binasa daripada meminta bantuan kepada sarana seperti menyimpannya."


Verifikasi dan pembantahan. Bernard menjelaskan apa yang membuat teori yang baik atau ilmiah buruk:
Teori hanya hipotesis, diverifikasi oleh banyak fakta. Mereka diverifikasi oleh sebagian fakta yang terbaik, tetapi kemudian mereka tidak pernah berakhir, tidak pernah benar-benar dipercaya. (Sumber: Wikipedia)
Read More
Ad-Din Muhammad bin Ma'ruf Taqi - Ilmuwan Muslim

Ad-Din Muhammad bin Ma'ruf Taqi - Ilmuwan Muslim

Ad-Din Muhammad bin Ma'ruf Taqi
Taqi ad-Din Muhammad ibn Ma'ruf ash-Shami al-Asadi adalah seorang Muslim yang telah menulis lebih dari sembilan puluh buku tentang berbagai mata pelajaran, termasuk astronomi, jam rekayasa, matematika, mekanika, optik dan filsafat alam. Pada 1574 tahun Sultan Ottoman Murad III mengundang Taqi ad-Dīn untuk membangun observatorium di Istanbul. Menggunakan pengetahuan yang luar biasa dalam seni mekanik, Taqi ad-Dīn membangun instrumen seperti armillary besar dan jam mekanik yang ia gunakan untuk mengamati Comet Besar pada tahun 1577. Ia juga menggunakan adalah bola langit dan bumi Eropa yang dikirim ke Istanbul pada pertukaran hadiah. Karya yang membuatnya terkenal di observatorium berjudul Pohon akhir pengetahuan [di akhir waktu atau dunia] di Kerajaan Spheres Revolving: The tabel astronomi dari Raja segala raja [Murad III] (Sidrat al -muntah al-Afkar fi malkūt al-falak al-dawār- al-zij al-Shāhinshāhi). Pekerjaan disiapkan sesuai dengan hasil pengamatan yang dilakukan di Mesir dan Istanbul dalam rangka untuk memperbaiki dan melengkapi Ulugh Beg Zij as-Sultani. 40 halaman pertama dari kesepakatan kerja dengan perhitungan, diikuti dengan diskusi jam astronomi, lingkaran surgawi, dan informasi tentang tiga gerhana yang ia amati di Kairo dan Istanbul. Untuk menguatkan data pengamatan gerhana lain di lokal lain seperti Daud ar-Riyyadi (Daud matematika), David Ben-Shushan Salonika.

Metode Taqi ad-Din menemukan koordinat bintang dilaporkan lebih tepat dibandingkan dengan sezamannya, Tycho Brahe dan Nicolas Copernicus. Brahe diduga telah menyadari pekerjaan Taqi ad-Din.

Pada 1551, Taqi al-Din menggambarkan turbin uap dengan aplikasi praktis dari berputar menyembur.


Biografi

Etnis Taqi ad-Din telah digambarkan sebagai orang Arab, Turki Ottoman dan Suriah. The Encyclopaedia of Islam tidak menyebutkan etnisitas, hanya memanggilnya, "..Astronom paling penting dari Turki  Ottoman".u

Taqi al-Din yang lahir pada 1526 M mengabdikan dirinya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kekhalifahan Turki Utsmani. Salah satunya mengabdi sebagai kepala observatorium. Dia meninggal di Istanbul pada 1585 M.

Pada era itu, tak ada ilmuwan di Eropa yang mampu menandingi kepakarannya. Hal ini bisa dipahami karena Taqi al-Din adalah ilmuwan multitalenta yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Dikenal sebagai astronom andal, ia juga termasyhur sebagai astrolog, insinyur, ahli fisika, pakar matematika, dokter, hakim Islam, ahli botani, filsuf, ahli agama, dan guru madrasah. Dunia ilmu pengetahuan modern juga mengakuinya sebagai ilmuwan yang sangat produktif.

Setidaknya, lebih dari 90 judul buku dengan beragam bidang kajian telah ditulisnya. Sayangnya, hanya tinggal 24 karya monumentalnya yang masih tetap eksis. Sederet penemuannya juga sungguh menakjubkan. Pencapaiannya dalam menemukan berbagai alat mendahului para ilmuwan Barat.

Dalam bukunya berjudul al-Turuq al-Samiyya fi al-Alat al-Ruhaniyya, sang ilmuwan serba bisa ini memaparkan cara kerja mesin uap air dan turbin uap air. Padahal, ilmuwan Eropa Giovani Branca baru menemukan tenaga uap air pada 1629 M.

Salah satu karya populer al-Din adalah pompa enam silinder yang menerapkan sistem monoblock. Temuan alat pada 1559 M ini kian melambungkan namanya sebagai ilmuwan yang disegani. Begitu pula dengan temuan jam yang akurasinya mumpuni. Jam alarm mekanik pertama merupakan buah karyanya.

Al-Din jugalah yang menemukan jam pertama dengan parameter menit dan detik. Pada 1556 M hingga 1580 M, sang ilmuwan telah menemukan alat untuk melihat antariksa, teleskop. Padahal,  teknologi ini baru dikenal peradaban Barat pada abad ke-17 M. Agar lebih dapat mendalami astronomi, dia mendirikan observatorium Istanbul pada 1577 M.

Kecemerlangan al-Din pada ilmu pengetahuan tak timbul dengan sendirinya. Sang ayah, Maruf Efendi, menjadi guru pertamanya. Dimulai dengan menekuni bidang keagamaan sebagai fondasi dasar semua ilmu, sang ayah lalu mengirimkannya untuk belajar ilmu pengetahuan umum di Suriah dan Mesir.

Dari sinilah, al-Din menimba ilmu matematika dari Shihab al-Din al-Ghazzi, sedangkan guru astronominya yang paling berpengaruh adalah Muhammad bin Abi al-Fath al-Sufi. Dari semua ilmu yang dipelajarinya, matematika menjadi bidang favoritnya. Kesukaannya kepada ilmu berhitung itu diungkapkan Taqi al-Din dalam kata pengantar beragam buku yang ditulisnya. Setelah menamatkan pendidikannya, ia menjadi guru madrasah di Damaskus.

Sekitar tahun 1550 M, ia bersama ayahnya bertandang ke Istanbul, Ibu Kota Pemerintahan Ottoman Turki. Selama berada di kota itu, al-Din menjalin hubungan dengan para ilmuwan Turki, seperti Chivi-zada, Abu al-Su`ud, Qutb al-Dinzada Mahmad, dan Sajli Amir. Tak lama kemudian, ia kembali ke Mesir dan mengajar di Madrasah Shayhuniyya dan Surgatmishiyya.

Pada masa itu, al-Din sempat kembali mengunjungi Istanbul meski hanya sebentar. Di sana, ia dipercaya mengajar di Madrasah Edirnekapi. Saat itu, Perdana Menteri Kerajaan Turki Utsmani dijabat Samiz Ali Pasha. Selama mengajar di Madrasah Edirnekapi, al-Din menggunakan perpustakaan pribadi Ali Pasha dan koleksi jamnya untuk penelitian.

Kepribadian al-Din yang hangat dan supel melempangkan jalan baginya untuk menjalin hubungan dekat dengan para ulama dan pejabat negara. Ketika Ali Pasha diangkat sebagai gubernur Mesir, al-Din kembali ke Negeri Piramida itu.

Di Mesir, ia diangkat menjadi hakim atau kadi serta mengajar di madrasah. Namun, ketertarikannya pada astronomi dan matematika tak pernah ditinggalkan. Terbukti, selama tinggal di Mesir, ia menorehkan sejumlah karya di bidang astronomi dan matematika.


Mendirikan observatorium

Pada era pemerintahan Sultan Selim II, sang ilmuwan kembali diminta mengembangkan bidang astronomi oleh seorang hakim di Mesir, Kazasker Abd al-Karim Efendi, dan ayahnya, Qutb Al-Din. Bahkan, Qutb al-Din menghibahkan kumpulan karya-karyanya beserta beragam peralatan astronomi. Sejak itulah, ia mulai konsisten mengembangkan astronomi dan matematika.

Pada saat bersamaan, al-Din resmi diangkat menjadi kepala astronom kesultanan (Munajjimbashi) Sultan Selim II pada 1571 M. Ia diangkat setelah wafatnya kepala astronom sebelumnya, Mustafa bin Ali al-Muwaqqit.

Pemerintahan Turki Utsmani mengalami perubahan kepemimpinan ketika Sultan Selim wafat. Tahta kesultanan kemudian diduduki Sultan Murad III. Kepada sultan yang baru, al-Din mengajukan permohonan untuk membangun observatorium yang baru. Dia menjanjikan prediksi astrologi yang akurat dengan berdirinya observatorium baru tersebut.

Permohonan itu akhirnya dikabulkan Sultan Murad III. Proyek pembangunan observatorium Istanbul dimulai pada 1575 M. Dua tahun kemudian, observatorium itu mulai beroperasi. Taqi al-Din menjabat sebagai direktur observatorium Istanbul. Sokongan dana yang besar dari Kerajaan Ottoman membuat observatorium itu bersaing dengan observatorium lain di Eropa, terutama observatorium Raja Denmark.

Tak berpangku tangan, di observatorium Istanbul yang dibangunnya, al-Din pun memperbarui tabel astronomi kuno peninggalan Ulugh Beg. Observatorium itu pun mampu menjelaskan tentang pergerakan planet, matahari, bulan, dan bintang.

Suatu saat, al-Din menyaksikan sebuah komet. Ia lalu memperkirakan munculnya komet itu sebagai pertanda kemenangan bagi pasukan tentara Turki Utsmani yang sedang bertempur. Namun, ternyata prediksinya meleset. Sultan pun memutuskan untuk menghentikan kucuran dana operasional bagi observatorium. Akibatnya, pada 1580 M, observatorium berhenti beroperasi.

Sejak saat itulah, Pemerintah Utsmani mengharamkan astrologi. Selain alasan agama, konflik politik juga menjadi salah satu pemicu ditutupnya observatorium itu. Meski begitu, astronomi bukanlah satu-satunya bidang yang dikembangkan al-Din. Ia juga berhasil menemukan berbagai teknologi serta karya dalam disiplin ilmu lainnya. Hingga kini, namanya tetap melegenda sebagai  ilmuwan serba bisa pada zamannya. n ed: wachidah handasah


Karya besar

Selama hidupnya, Taqi al-Din Muhammad Al Ma’ruf telah memberi kontribusi yang begitu besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peneliti senior pada Foundation for Science Technology and Civilization di Inggris Dr Salim Ayduz mengakui kehebatan al-Din. Dalam tulisannya berjudul Taqi al-Din Ibn Ma’ruf: A Bio-Bibliographical Essay, dia memaparkan secara perinci mahakarya sang ilmuwan. Berikut ini kontribusi al-Din bagi peradaban modern:


1. Peralatan observatorium
  • Sextant. Alat ini digunakan untuk mengukur jarak antar bintang. Sextant yang diciptakan al-Din diyakini sebagai capaian terbesar dalam bidang astronomi pada abad ke-16 M. Ia menggunakan alat itu untuk mengukur jari-jari lingkaran Planet Venus, seperti yang disebutkan Ptolemeus dalam bukunya, Almagest.
  • Dhat al-Awtar. Ini adalah penanda lama waktu malam dan siang, serta malam pada musim semi dan gugur.
  • Jam astronomi.  Ini adalah jam mekanik yang dibuatnya sendiri untuk observasi.

2. Matematika
  • Kitab al-Nisab al-Mutasha-Kkala fi- ‘l-Jabr wa-‘l-Muqa-Bala. Ini adalah buku yang mengupas tentang rasio dalam aljabar. Buku ini ditulis di Kairo.
  • Bughyat al-Tullab fi- `Ilm al-Hisab. Buku ini membahas tentang tujuan para pelajar mempelajari ilmu aritmatika.
  • Sharh Risalat al-Tajnis fi ‘l-Hisab. Karya ini berisi tentang klasifikasi dalam aritmatika.

3. Astronomi
Buah karyanya yang paling banyak adalah astronomi. Dalam bidang ini, Taqi al-Din menulis sederet buku, antara lain:
  • Rayhanat al-Ruh fi- Rasm al-Sa’at `ala Mustawa al-Suth. Berisi tentang sejarah penulisan astronomi pada periode Ottoman.
  • Jaridat al-Durar wa Khari-dat al-Fikar. Buku ini memuat tabel sinus dan tangen dalam pecahan desimal.
  • Treatise on the Azimuth of the Qibla (Risa-lat samt al-Qibla).

4. Mekanik
Di bidang mekanik, Taqi al-Din juga menulis sejumlah buku, di antaranya:
  • Al-Kawa-Kib al-Durriyya fi- Wadh’ al-Banka-mat al-Dawriyya. Buku ini membahas  pembuatan jam mekanik. Buku ini disusun di Nablus (sekarang Palestina) pada 1559 M. Dalam prakatanya, dia mengatakan, penulisan buku itu memanfaatkan perpustakaan pribadi Ali Pasha dan koleksi jam mekanik Eropa yang dimilikinya.
  • Al-Turuq al-Saniyya fi’l-Alat al-Ruhaniyya. Di sini, al-Din memaparkan cara kerja mesin uap air dan turbin uap air. Buku ini ditulis di Kairo pada 1551 M.
  • Risala fi- `Amal al-Mi-Zan al-Tabi’i. Membahas tentang berat dan cara pengukuran serta menjelaskan skala Archimides.

5. Optik
Diagram mata
Diagram mata
  • Dalam kitab Nur Hadaqat al-Ibsa-r wa-Nur Haqiqat al-Anzar, ia memaparkan tentang bagaimana mata melihat. Buku ini juga membahas tentang refleksi dan refraksi cahaya. Mengkaji pula hubungan antara cahaya dan warna. Buku ini didedikasikan al-Din khusus untuk Sultan Murad III.

6. Penglihatan

refleksi
Refleksi
Dalam dunia Yunani awal ada dua ide bersaing dari pandangan. ide yang satu mengatakan bila kita melihat benda maka sinar akan terpancar dari mata ke obyek, sedangkan ide yang lain mengatakan objek memancarkan cahaya dan mata kita hanya mengamati itu. Kedua belah pihak memiliki al;asan masing-masing namun Taqi al-Dīn mampu menunjukkan eksperimental cahaya yang berasal dari obyek dan kemudian dikumpulkan oleh mata kita.


7. Refleksi

Taqi mencatat bahwa sinar cahaya yang dipantulkan cermin akan menyebar dalam bentuk bulat. Dengan demikian, refleksi sinar adalah masalah geometris. Sudah ditemukan bahwa sudut sinar datang sama dengan sudut sinar pantul dan normal semua terletak pada bidang yang sama. Sinar cahaya yang dipancarkan juga akan memiliki warna yang sama dengan permukaan reflektif.


8. Refraksi

Pembiasan
Pembiasan
Seperti refleksi, refraksi telah dikenal tentang selama beberapa waktu. Meskipun demikian, masalah yang jauh lebih rumit yang diperlukan kerja lebih lanjut. Hal ini diketahui bahwa cahaya dibiaskan merambat di kulit bola sebanyak cahaya yang dipantulkan tidak dan bahwa hal itu juga mengambil warna dari bahan melalui yang bepergian. Hal ini juga diketahui bahwa jika sinar cahaya bepergian dan pergi dari satu media ke yang lain yang sudutnya akan membungkuk di manor terkait dengan kepadatan kedua bahan. Seperti refleksi sinar datang, sinar dibiaskan dan normal semua terletak pada tempat yang sama namun sudut bias selalu kurang dari sudut insiden. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah sinar tegak lurus yang tidak sebenarnya membiaskan. Taqi al-Dīn tidak menemukan bahwa meskipun "perbedaan antara sudut pembiasan sinar insiden yang berbeda kurang dari perbedaan antara sudut insiden."  Ia juga mencatat bahwa "rasio sudut insiden yang lebih besar untuk nya sudut refraksi lebih besar dari rasio sudut insiden kecil untuk sudut pembiasan nya. "  Ini cukup banyak masih aturan modern untuk optik dan Taqi al-Dīn bahkan mencoba untuk merumuskan hukum Snell meskipun ia tidak berhasil.

Sumber:
Read More