Abd al-Rahman al-Sufi - Pembuat Atlas Bintang Pertama

Abd al-Rahman al-Sufi - Pembuat Atlas Bintang Pertama

karya Abd al-Rahman al-Sufi
Konstelasi Sagitarius dari
The Depiction Celestial Constellation.
'Abd al-Rahman al-Sufi adalah seorang astronom Muslim Persia yang juga dikenal sebagai 'Abd ar-Rahman as-Sufi, atau 'Abd al-Rahman Abu al-Husain,' Abdul Rahman Sufi, 'Abdurrahman Sufi dan di barat dikenal sebagai Azophi. Kawah bulan Azophy dan planet kecil as-Sufi diambil dari namanya.


Biografi

Abd ar-Rahman bin Umar al-sufi Abul Husayn lahir di Rayy Persia pada tanggal 14 Muharram 291 H/5 Desember 903 M. Beliau hidup di bawah pemerintahan Adud al-Dawla. Bahkan beliau tinggal di istana raja yang bertempat di Isfahan, Persia. Pada masanya beliau dikenal sebagai seorang astronom cemerlang dan merupakan salah satu cendikiawan kebanggaan sang maharaja di antara "tiga bintang". Dua lainnya adalah al-Farisi seorang ahli tata bahasa dan Ibnu al-Alam seorang pakar tentang tabel-tabel astronomi.

Pekerjaan beliau adalah menerjemahkan dan memperluas karya-karya astronom Yunani, terutama "Almagest" dari Ptolemaios, serta melakukan  koreksi terhadap daftar bintang Ptolemy. Bahkan beliau mendapat posisi sebagai penterjemah utama Astronomi Helenistik yang telah berpusat di Alexandria ke dalam bahasa Arab. Hal terbesar yang beliau lakukan adalah menghubungkan nama-nama bintang menurut penelitian yunani dan bangsa arab, serta rasi bintangnya.

Abd ar-Rahman bin Umar al-sufi Abul Husayn wafat pada tanggal 13 Muharram 376 H/25 Mei 986 M, di Shiraz, Iran.

Karya Terkenal

Karya as-Sufi yang paling terkenal adalah Kitab al-Kawakib ats-Tsabit al-Musawwar, sebuah katalog bintang yang dibuat berdasarkan pengamatannya sendiri. Katalog ini merupakan atlas bintang pertama yang membahas tentang nebula pada rasi Andromeda, sekaligus atlas bintang paling penting karena mengungkap sejumlah perubahan yang dialami beberapa bintang utama dalam waktu sepuluh abad. As-Sufi mendedikasikan buku yang ditulisnya sekitar tahun 965 (355 H) ini kepada Buyld Emir Adud al-Dawla.

Kitab al-Kawakib ats-Tsabit al-Musawwar adalah salah satu manuskrip berilustrasi paling tua yang mengupas beberapa temuan Ptolomeus. Ilustrasinya dibuat begitu menarik untuk menggambarkan konstelasi atau tatanan bintang yang terlebih dahulu telah disusun oleh Utarid bin Muhammad. Namun, ada pula sumber lain yang menyebutkan bahwa Kitab al-Kawakib ats-Tsabit al-Musawwar adalah buku terjemahan dari sejumlah naskah ilmiah Yunani, seperti Almagest karya Ptolomeus. Jika keduanya dibandingkan, karya astronomi Yunani yang penuh simbol-simbol astronomi memang hampir mirip dengan tatanan bintang dalam buku karya as-Sufi tersebut. Namun jika diperhatikan lebih seksama, terlihat bahwa ilustrasi tatanan bintang tersebut berwujud figur tokoh terkemuka yang dibentuk dari rangkaian sejumlah titik merah. Kini, manuskrip awal karya as-Sufi tersebut masih tersimpan di Perpustakaan Bodleian, setelah sebelumnya disalin, diilustrasi kembali, dan dikaligrafi oleh salah satu putra as-Sufi (1009 - 1010).

Selain karya di atas, masih banyak karya as-Sufi yang diilustrasi kembali dengan gaya dan judul yang berbeda sesuai perkembangan zaman. Sebuah teks dan terjemahan kata pengantarnya pernah diterbitkan oleh Caussin de Parceval dengan judul Notices at Extraits, sedangkan oleh H.C.F.C. Schjellerup dengan judul Description des Etoiles Fixes par Abd al-Rahman as-Sufi (St. Petersburg, 1874). Pada tahun 1953, naskah yang sama diterbitkan dalam bahasa Arab, setelah manuskripnya yang berada di Paris disunting terlebih dahulu oleh M. Nazamuddin.

As-Sufi juga pernah menulis sebuah buku pegangan tentang astronomi dan astrologi, serta sebuah risalah tentang astrolobe. Selain menulis, as-Sufi juga pernah membuat sebuah peta bumi dari bahan perak. Ia mempersembahkan peta ini untuk Raja Adud al-Dawla. Kini, peta tersebut tersimpan di Perpustakaan Istana Dinasti Fatima di Kairo.


Beberapa perjuangan beliau yang lain diantaranya:
  1. Mengidentifikasi "The Large Magellanic Cloud" yang pada waktu itu hanya bisa dilihat di daerah Yaman. Dan baru bisa dilihat di daratan eropa setelah pelayaran Magellan di abad ke-16.
  2. Beliau merupakan pengamat pertama perihal galaxy andromeda pada tahun 964 M.
  3. Meneliti perihal eliptika pesawat yang cenderung terhadap ekuator langit.
  4. Perhitungan yang sangat akurat perihal perhitungan masa tahun tropis.
  5. Beliau mengamati dan menggambarkan bintang-bintang, posisinya, besarnya bahkan sampai warnanya. Untuk setiap rasi beliau menyediakan dua gambar. Satu gambar terlihat dari bagian luar dan satu gambar yang lain terlihat dari bumi.
  6. As-Sufi juga merupakan seorang yang paling pertama yang mendeskripsikan lebih dari 1000 perbedaan astrolabe, seperti: astronomi, navigasi, survey, ketepatan waktu, kiblat dan lain sebagainya. Dan masih banyak lagi hasil hasil perjuangan beliau yang belum bisa disebutkan.
  7. Beliau merupakan salah seorang astronom yang sangat terkenal. Salah satu karya beliau yang menjadi masterpiece adalah Kitab Suwar al-Kawakib al-Thabita dan dalam bahasa inggrisnya berjudul Fixed Star (antara tahun 903 dan 986). Buku ini mendeskripsikan perihal tata letak bintang-bintang yang selalu pada posisinya.
Menurut sumber Islam dan Muslim Art, bahwa kitab astronom ini merupakan terjemahan dan adaptasi dari sejumlah naskah-naskah ilmiah unani semisal "Almagest" dari Ptolemaios, "Farnese Atlas" dan "Phenomena" nya Aratus. Di dalam buku ini disajikan pula dalam bentuk penampilan figur atau tokoh-tokoh terkemuka yang ditandai dengan titik-titik merah sebagai tanda bintang-bintang.

Manuskrip awalnya masih bisa kita temukan di perpustakaan bodleian. Manuskrip itu disalin, diilustrasi dan dikaligrafi oleh putranya sendiri pada tahun 1009-1010. Teks dan terjemahan kata pengantarnya pernah diterbitkan oleh Caussin de Perceval, dengan judul "Notices at Extraits" juga oleh H.C.F.C. Schjellerup dengan judul "Description des etoiles par Abd Al-Rahman as-Sufi", St. petersburg 1874.

Karya-karya lainnya yang masih ada, antara lain berupa sebuah buku pegangan (handbook) tentang astronomi dan astrologi. Adapula sebuah risalah mengenai penggunaan astrolabe. Sebuah peta bumi terbuat dari perak buatannya yang dipersembahkan kepada sang raja Adud Dawla juga telah dimuseumkan dalam perpustakaan Istana Dinasti Fatima di Kairo.

Sumber:
Abd al-Rahman al-Sufi
Biografi Abdul Rahman As-Sufi: Ilmuwan Muslim Penulis Buku Astronomi 
Biografi Abd ar-Rahman As-Sufi
Read More
Richard Kuhn - Penemu agen saraf mematikan "Soman"

Richard Kuhn - Penemu agen saraf mematikan "Soman"

Richard Johann Kuhn
Richard Kuhn
Lahir: 
3 Desember 1900 Wina, 
Austria-Hongaria 

Meninggal:  
1 Agustus 1967 (umur 66) 
Heidelberg, Jerman Barat

Kebangsaan: 
Jerman, Austria

Bidang:
Kimia

Penghargaan: 
-Nobel Kimia (1938), 
-Hadiah Goethe (1942)

Richard Kuhn adalah biokimiawan Jerman-Austria yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1938 untuk pekerjaannya pada karotenoid dan vitamin.


Kehidupan awal

Richard Kuhn lahir pada 3 Desember 1900 Wina, Austria-Hongaria, di sana dia mengikuti sekolah dasar dan sekolah menengah. Minatnya dalam mempelajari kimia muncul lebih awal namun ia memiliki banyak kepentingan dan memutuskan terlambat untuk belajar kimia. Antara tahun 1910 dan 1918 ia menjadi teman sekolah dari Wolfgang Pauli yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika tahun 1945. Awal tahun 1918, Kuhn menghadiri kuliah di University of Vienna di bidang kimia. Dia selesai studi kimia di University of Munich dan menerima gelar doktor pada tahun 1922 dengan Richard Willstätter untuk karya ilmiah tentang enzim.

Setelah lulus, Kuhn melanjutkan karir ilmiah pertama di Munich, kemudian di ETH Zurich dan dari tahun 1929 dan seterusnya di Universitas Heidelberg, di mana ia menjabat sebagai kepala departemen kimia mulai tahun 1937. Pada tahun 1928 ia menikah dengan Daisy Hartmann dan  memiliki dua putra dan empat putri.


Penelitian

Daerah studi Kuhn meliputi: investigasi masalah teoritis kimia organik (stereokimia dari alifatik dan senyawa aromatik; poliena sintesis dan cumulenes, konstitusi dan warna, keasaman hidrokarbon), serta bidang yang luas dalam biokimia (karotenoid, flavin,vitamin dan enzim). Secara khusus, ia melakukan pekerjaan penting pada vitamin B 2 dan vitamin B 6 antidermatitis.

Pada tahun 1929 ia menjadi Kepala Institut Kimia, mendirikan Kaiser Wilhelm Institute for Medical Research (yang, sejak 1950, telah berganti nama menjadi Institut Max Planck untuk Penelitian Medis di Heidelberg ). Tahun 1937 ia juga mengambil alih administrasi Institut ini.

Selain tugas-tugas tersebut ia juga menjabat sebagai Professor of Biochemistry di University of Heidelberg, dan selama satu tahun ia berada di University of Pennsylvania, Philadelphia sebagai Profesor Riset untuk fisiologis kimia.

Richard Kuhn dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1938 untuk "pekerjaannya pada karotenoid dan vitamin," tetapi penghargaan tersebut  tidak dapat diterimnya sampai Perang Dunia II (1949). Kuhn juga dikreditkan atas penemuan mematikan "agen saraf Soman" pada tahun 1944.

Kuhn adalah editor Justus Liebigs Annalen der Chemie dari 1948.

Richard Kuhn meninggal pada tahun 1967 di Heidelberg, Jerman, saat berusia 66 tahun. (Wikipedia)
Read More
Hans Christian Ørsted - Peneliti Hubungan Antara Lstrik dan Magnetisme

Hans Christian Ørsted - Peneliti Hubungan Antara Lstrik dan Magnetisme

Hans Christian Ørsted
Hans Christian Ørsted
Lahir: 14 Agustus 1777 Rudkøbing, Denmark
Meninggal: 9 Maret 1851 (umur 73) Copenhagen, Denmark
Kebangsaan: Denmark
Bidang: fisika, kimia
Lembaga:  University of Copenhagen
Almamater: University of Copenhagen (Ph.D) (1799) 
Dikenal untuk: Penemuan elektromagnetik 
Pengaruh: Immanuel Kant
Penghargaan: Copley Medal (1820)
Hans Christian Ørsted adalah seorang ahli fisika dan kimia Denmark, yang dipengaruhi pemikiran Immanuel Kant. Pada 1820 ia menemukan hubungan antara listrik dan magnetisme dalam eksperimen yang sangat sederhana. Ia menunjukkan bahwa kawat yang dialiri arus listrik dapat menolak jarum magnet kompas.

Pada tahun 1824, Ørsted mendirikan Selskabet untuk Naturlærens Udbredelse (SNU), masyarakat untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang ilmu-ilmu alam. Dia juga pendiri organisasi pendahulunya yang akhirnya menjadi Denmark Meteorologi Institut dan Patent & Trademark Office Denmark.

Unit magnetisme oersted dinamai menurut namanya.


Pendidikan dan karir

Ørsted lahir pada 14 Agustus 1777 di Rudkøbing, Denmark. Sebagai anak muda, Ørsted mengembangkan minatnya dalam ilmu sambil bekerja untuk ayahnya, yang dimiliki apotek. Ia dan saudaranya Anders menerima sebagian besar pendidikan awal mereka melalui belajar-sendiri di rumah, pada tahun 1793 mereka pergi ke Kopenhagen untuk mengikuti masuk ujian University of Copenhagen, kedua saudara tersebut unggul secara akademis. Tahun 1796 Ørsted diberi kehormatan dalam estetika dan fisika. Dia meraih gelar doktor pada tahun 1799 untuk disertasi berdasarkan karya-karya Kant berjudul "The Architectonics Alam Metafisika".


Bertemu Johann Wilhelm Ritter

Pada tahun 1801 Ørsted menerima wisata beasiswa dan hibah publik yang memungkinkan dia untuk menghabiskan tiga tahun perjalanan di seluruh Eropa. Di Jerman ia bertemu Johann Wilhelm Ritter, seorang ahli fisika yang mempercayai adanya hubungan antara listrik dan magnet. Hal ini masuk akal untuk Ørsted karena ia percaya pada ide-ide Kantian tentang kesatuan alam dan hubungan yang mendalam ada di antara fenomena alam.

Dari hasil percakapan mereka, Ørsted tertarik untuk belajar fisika. Ia menjadi profesor di University of Copenhagen pada tahun 1806 dan melanjutkan penelitian dengan arus listrik dan akustik. Di bawah bimbingannya Universitas mengembangkan program fisika dan kimia yang komprehensif dan mendirikan laboratorium baru.


Inspirasi baterai galvanik

Pada tahun 1800, Alessandro Volta menemukan baterai galvanik yang menginspirasi Ørsted untuk berpikir tentang sifat listrik dan untuk melakukan eksperimen listrik pertamanya. Antara tahun 1800-1803, ia berkunjung ke Jerman, Prancis dan Belanda untuk kuliah. Pada tahun 1812 dia kembali mengunjungi Jerman dan Perancis  setelah menerbitkan panduan yang disebut Videnskaben om Naturens Almindelige dan Forste Indledning til den Almindelige Naturlære (1811). Di Berlin ia menulis esai yang terkenal tentang identitas pasukan kimia dan listrik di mana ia pertama kali menyatakan hubungan yang ada antara magnet dan listrik. Di Paris bersama Marcel de Serres, ia menerjemahkan esai dalam bahasa latin.

The Royal Society of London memberinya Copley Medal dan Akademi Perancis memebrinya 3.000 franc emas. Usia Ørsted saat membuat penemuan besar adalah 43 tahun. Ia mendirikan Royal Polytechnic Institute pada tahun 1829, di sana ia menjadi direktur pertamanya.


Elektromagnetisme

Sebuah jarum kompas dengan kawat,
menunjukkan 
ditemukannya efek Oersted.
Pada 21 April 1820, saat masih kuliah, Ørsted menemukan hubungan antara listrik dan magnetisme dalam eksperimen yang sangat sederhana. Ia menunjukkan bahwa kawat yang dialiri arus listrik dapat membelokkan arah jarum magnet utara kompas.

Ørsted menjelaskan, interpretasi awal adalah bahwa efek magnetik memancar dari semua sisi kawat yang membawa arus listrik, seperti halnya cahaya dan panas. Tiga bulan kemudian ia mulai penyelidikan lebih intensif dan tidak lama kemudian iapun menerbitkan temuannya, yang menunjukkan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet melingkar seperti mengalir melalui kawat. Penemuan ini bukan karena kebetulan, karena Ørsted telah mencari hubungan antara listrik dan magnet selama beberapa tahun. Simetri khusus fenomena itu mungkin salah satu kesulitan yang menghambat penemuan.

Ørsted bukanlah orang pertama yang menemukan bahwa listrik dan magnetisme itu berkaitan. Ia didahului oleh seorang Italia Gian Domenico Romagnosi yang merupakan orang pertama yang menemukan hubungan antara listrik dan magnet, sekitar dua dekade sebelum Ørsted melakukan 1.820 penemuan elektromagnetisme. Percobaan Romagnosi menunjukkan bahwa arus listrik dari tumpukan volta bisa membelokkan jarum magnetik. Penelitiannya dipublikasikan di dua surat kabar Italia dan sebagian besar diabaikan oleh komunitas ilmiah.

Pada 1822, Ørsted  terpilih sebagai anggota asing dari Royal Swedish Academy of Sciences .


Kontribusi

Pada 1825, Ørsted membuat kontribusi yang signifikan terhadap kimia dengan memproduksi aluminium untuk pertama kalinya. Namun sebelumnya paduan aluminium-besi telah dikembangkan oleh ilmuwan Inggris dan penemu Humphry Davy, Ørsted adalah yang pertama untuk mengisolasi elemen melalui pengurangan aluminium klorida.

Pada tahun 1829, Ørsted mendirikan Den Polytekniske Læreanstalt ('College of Advanced Technology') yang kemudian berganti nama menjadi Technical University of Denmark (DTU).

Ørsted meninggal di Kopenhagen pada tahun 1851, berusia 73, dan dimakamkan di Pemakaman Assistens di kota yang sama. (sumbre: wikipedia)
Read More
George Emil Palade - Bapak Biologi Sel Modern

George Emil Palade - Bapak Biologi Sel Modern

George Emil Palade
George Emil Palade
(gambar dari: ucsdnews.ucsd.edu)
Lahir: 19 November, 1912 Iaşi, Rumania
Meninggal: 7 Oktober 2008 (umur 95) Del Mar, California, USA
Kewarganegaraan: Amerika Serikat dan Rumania
Kebangsaan: Rumania
Bidang: Biologi sel
Almamater: Carol Davila School of Medicine
Siswa Terkemuka: Günter Blobel 
Dikenal untuk: Ribosom, Rough ER
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1974) dan AS National Medal of Science (1986). 
George Emil Palade adalah ahli biologi sel Amerika Serikat kelahiran Rumania yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 1974 bersama dengan Albert Claude dan Christian de Duve. Penghargaan itu diberikan untuk inovasi dalam mikroskop elektron dan fraksinasi sel yang bersama-sama meletakkan dasar-dasar molekuler, biologi sel modern . Penemuan yang paling menonjol menjadi ribosom dari retikulum endoplasma - yang pertama kali ia dijelaskan pada tahun 1955.


Pendidikan dan karir

George Emil Palade lahir pada November 19, 1912 di Iaşi , Rumania ; ayahnya adalah seorang profesor filsafat di universitas dan ibunya adalah seorang guru sekolah tinggi. George Palade menerima gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Bukares, Rumania. Ia menjadi anggota staf pengajar di fakultas itu hingga tahun 1945 saat ia datang ke Amerika Serikat untuk studi pascadoktoral. ia bergabung dengan Albert Claude di Rockefeller Institute for Medical Research pada tahun 1946 dan diangkat sebagai profesor pembantu di sana pada tahun 1948; - naik dari profesor pembantu menjadi profesor dan Kepala Bagian hingga 1973 saat ia pindah ke Universitas Yale sebagai guru besar dan Kepala Bagian Biologi Sel. Ia menjadi peneliti senior dan penasihat dekan pada tahun 1983. Pada tahun 1990, ia pindah ke Universitas California, San Diego sebagai Residen Profesor Kedokteran, dan Dekan Urusan Ilmiah.

Ia adalah anggota National Academy of Sciences dan American Academy of Arts and Sciences. Ia menerima sejumlah gelar kehormatan dan penghormatan, yang termasuk Penghargaan Nobel tahun 1974 (diterima bersama Albert Claude dan Christian de Duve), dan National Medal of Science, AS pada tahun 1986.


Penelitian

Saat di Rockefeller Institute for Medical Research, Palade menggunakan mikroskop elektron untuk mempelajari organisasi internal struktur sel seperti ribosom, mitokondria, kloroplas, aparatus Golgi, dan lain-lain. Penemuannya yang paling penting dilakukan saat menggunakan strategi eksperimental dikenal sebagai analisis pulsa-mengejar . Dalam percobaan Palade dan rekan-rekannya mampu mengkonfirmasi hipotesis yang ada bahwa jalur sekretorik ada dan bahwa Rough ER dan Golgi aparatus fungsi bersama-sama.

Dia fokus pada tubuh Weibel-Palade (storage organel unik untuk endothelium, mengandung faktor von Willebrand dan berbagai protein) yang digambarkan bersama-sama dengan ahli anatomi Swiss, Ewald R. Weibel.


Kematian

George Emil Palade meninggal pada 7 Oktober 2008 saat berumur 95 tahun di Del Mar, California, USA. Palade meninggalkan seorang istri Marilyn Farquhar, seorang ahli biologi sel di University of California, San Diego. Sumber: (Wikipedia)
Read More
Al-Farabi (870-950)

Al-Farabi (870-950)

lukisan Al-Farabi (870-950)
Al-Farabi (870-950)
Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi atau yang lebih dikenal dengan Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama lain Abu Nasir al-Farabi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi , juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir. 870.

Ayahnya seorang opsir tentara Turki keturunan Persia, sedangkan ibunya berdarah Turki asli. Sejak dini ia digambarkan memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari. Pada masa awal pendidikannya ini, al-Farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmatika dasar.

Al-Farabi muda belajar ilmu-ilmu islam dan musik di Bukhara, dan tinggal di Kazakhstan sampai umur 50. Ia pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun.

Setelah kurang lebih 10 tahun tinggal di Baghdad, yaitu kira-kira pada tahun 920 M, al Farabi kemudian mengembara di kota Harran yang terletak di utara Syria, dimana saat itu Harran merupakan pusat kebudayaan Yunani di Asia kecil. Ia kemudian belajar filsafat dari Filsuf Kristen terkenal yang bernama Yuhana bin Jilad.

Tahun 940M, al Farabi melajutkan pengembaraannya ke Damaskus dan bertemu dengan Sayf al Dawla al Hamdanid, Kepala daerah (distrik) Aleppo, yang dikenal sebagai simpatisan para Imam Syi’ah. Kemudian al-Farabi wafat di kota Damaskus pada usia 80 tahun (Rajab 339 H/ Desember 950 M) di masa pemerintahan Khalifah Al Muthi’ (masih dinasti Abbasiyyah).


Biografi 

Al-Farabi lahir di Wasij, sebuah dusun kecil di kota Farab, Propinsi Transoxiana, Turkestan, sekitar tahun 870. Dia berasal dari keluarga bangsawan-militer Turki.Al-Farabi melewatkan masa remajanya di Farab. Di kota yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’iyah inilah al-Farabi menerima pendidikan dasarnya. Dia digambarkan “sejak dini memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari.” Pada masa awal pendidikannya ini, al-Farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmetika dasar.Setelah menyelesaikan studi dasarnya,

al-Farabi pindah ke Bukhara untuk menempuh studi lanjut fiqh dan ilmu-ilmu lanjut lainnya. Pada saat itu, Bukhara merupakan ibu kota dan pusat intelektual serta religius dinasti Samaniyah yang menganggap dirinya sebagai bangsa Persia. Pada saat al-Farabi di Bukhara, Dinasti Samaniyah di bawah pemerintahan Nashr ibn Ahmad (874-892). Munculnya Dinasti ini menandai munculnya budaya Persia dalam Islam. Pada masa inilah al-Farabi mulai berkenalan dengan bahasa dan budaya serta filsafat Persia. Juga di Bukhara inilah al-Farabi pertama kali belajar tentang musik. Kepakaran al-Farabi di bidang musik dibuktikan dengan karyanya yang berjudul Kitab al-Musiqa al-Kabir atas permintaan Abu Ja’far Muhammad ibn al-Qasim, Wazir Khalifah al-Radhi tahun 936.Sebelum dia tenggelam dalam karir filsafatnya, terlebih dahulu dia menjadi seorang qadhi. Setelah melepaskan jabatan qadhinya, al-Farabi kemudian berangkat ke Merv untuk mendalami logika Aristotelian dan filsafat. Guru utama al-Farabi adalah Yuhanna ibn Hailan. Di bawah bimbingannya, al-Farabi membaca teks-teks dasar logika Aristotelian, termasuk Analitica Posteriora yang belum pernah dipelajari seorang Muslim pun sebelumnya di bawah bimbingan guru khusus. Dari fakta ini diyakini bahwa al-Farabi telah menguasai bahasa Siria dan Yunani ketika belajar kitab-kitab Aristoteles tersebut karena kitab tersebut baru diterjemah ke dalam bahasa Arab pada tahun-tahun setelah al-Farabi mempelajarinya dalam bahsa aslinya.

Setelah dari Merv, bersama gurunya ia berangkat ke Bagdad sekitar tahun 900. Pada masa kekhalifahan al-Muqtadir (908-932), bersama gurunya ia berangkat ke Konstantinopel untuk lebih memperdalam filsafat. Tapi, sebelumnya ia sempat singgah beberapa waktu lamanya di Harran. Pada rentang tahun 910-920 ia kembali ke Bagdad dan di sana ia menemui Matta ibn Yunus, seorang filosof Nestorian, telah memiki reputasi yang tinggi dalam bidang filsafat dan mampu menarik minat banyak orang dalam kuliah-kuliah umumnya tentang logika Aristotelian. Segera ia bergabung menjadi murid Matta. Akan tetapi, kecemerlangan al-Farabi dengan singkat mampu mengatasi reputasi gurunya dalam bidang logika.

Pada akhir tahun 942, ia pindah ke Damaskus karena situasi politik Bagdad yang memburuk. Dia sempat tinggal di sana selama dua tahun dimana waktunya siang hari digunakan untuk bekerja sebagai penjaga kebun dan malam hari dihabiskan untuk membaca dan menulis karya-karya filsafat. Dengan alasan yang sama, ia pindah ke Mesir untuk pada akhirnya kembali lagi ke Damaskus pada tahun 949. Selama masa tinggal di Damaskus yang kedua ini al-Farabi mendapat perlindungan dari putra mahkota penguasa baru Siria, Saif al-Daulah (w. 967). Dalam perjumpaan pertamanya, Saif al-Daulah sangat terkesan dengan al-Farabi karena kemampuannya dalam bidang filsafat, bakat musiknya serta penguasaannya atas berbagai bahasa. Kehidupan sufi asketik yang dijalaninya membuatnya ia tetap berkehidupan sederhana dengan pikiran dan waktu yang tetap tercurah untuk karir filsafatnya. Akhirnya, pada bulan Desember 950, ia meninggal dunia di tempat ini (Damaskus) pada usia delapan puluh tahun.


Kontribusi

Al-Farabi - Kitab al-Musiqa
Ilustrasi dari Kitab al-Musiqa al-Kabir.
Gambaran dari alat musik, disebut shahrud
Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Meskipun kemungkinan besar ia tidak bisa berbahasa Yunani, ia mengenal para filsuf Yunani; Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan baik. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab al-Musiqa. Selain itu, ia juga dapat memainkan dan telah menciptakan bebagai alat musik.

Al-Farabi dikenal dengan sebutan "guru kedua" setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat.

Dia adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu.

Al-Farabi hidup pada daerah otonomi di bawah pemerintahan Sayf al Dawla dan di zaman pemerintahan dinasti Abbasiyyah, yang berbentuk Monarki yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Ia lahir dimasa kepemimpinan Khalifah Mu’tamid (869-892 M) dan meninggal pada masa pemerintahan Khalifah Al-Muthi’ (946-974 M) dimana periode tersebut dianggap sebagai periode yang paling kacau karena ketiadaan kestabilan politik.

Dalam kondisi demikian, al-Farabi berkenalan dengan pemikiran-pemikiran dari para ahli Filsafat Yunani seperti Plato dan Aristoteles dan mencoba mengkombinasikan ide atau pemikiran-pemikiran Yunani Kuno dengan pemikiran Islam untuk menciptakan sebuah negara pemerintahan yang ideal (Negara Utama).


Buah Pemikiran

Karya - Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian yakni: Logika, Ilmu-ilmu Matematika, Ilmu Alam, Teologi, Ilmu Politik dan kenegaraan, Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).

Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah islam. Filsafat politik Al-Farabi, khususnya gagasannya mengenai penguasa kota utama mencerminkan rasionalisasi ajaran Imamah dalam Syi'ah.


Pemikiran tentang Asal-usul Negara dan Warga Negara

Menurut Al-Farabi manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain, maka manusia menjalin hubungan-hubungan (asosiasi). Kemudian, dalam proses yang panjang, pada akhirnya terbentuklah suatu Negara. Menurut Al-Farabi, negara atau kota merupakan suatu kesatuan masyarakat yang paling mandiri dan paling mampu memenuhi kebutuhan hidup antara lain: sandang, pangan, papan, dan keamanan, serta mampu mengatur ketertiban masyarakat, sehingga pencapaian kesempurnaan bagi masyarakat menjadi mudah. Negara yang warganya sudah mandiri dan bertujuan untuk mencapai kebahagiaan yang nyata, menurut al-Farabi, adalah Negara Utama.

Menurutnya, warga negara merupakan unsur yang paling pokok dalam suatu negara. yang diikuti dengan segala prinsip-prinsipnya (mabadi) yang berarti dasar, titik awal, prinsip, ideologi, dan konsep dasar.

Keberadaan warga negara sangat penting karena warga negaralah yang menentukan sifat, corak serta jenis negara. Menurut Al-Farabi perkembangan dan/atau kualitas negara ditentukan oleh warga negaranya. Mereka juga berhak memilih seorang pemimpin negara, yaitu seorang yang paling unggul dan paling sempurna di antara mereka.

Negara Utama dianalogikan seperti tubuh manusia yang sehat dan utama, karena secara alami, pengaturan organ-organ dalam tubuh manusia bersifat hierarkis dan sempurna. Ada tiga klasifikasi utama:
  1. Pertama, jantung. Jantung merupakan organ pokok karena jantung adalah organ pengatur yang tidak diatur oleh organ lainnya.
  2. Kedua, otak. Bagian peringkat kedua ini, selain bertugas melayani bagian peringkat pertama, juga mengatur organ-ogan bagian di bawahnya, yakni organ peringkat ketiga, seperti : hati, limpa, dan organ-organ reproduksi. 
  3. Organ bagian ketiga. Organ terbawah ini hanya bertugas mendukung dan melayani organ dari bagian atasnya.

Al-Farabi membagi negara ke dalam lima bentuk, yaitu:
  1. Negara Utama (Al-Madinah Al-Fadilah): negara yang dipimpin oleh para nabi dan dilanjutkan oleh para filsuf; penduduknya merasakan kebahagiaan.
  2. Negara Orang-orang Bodoh (Al-Madinah Al-Jahilah): negara yang penduduknya tidak mengenal kebahagiaan.
  3. Negara Orang-orang Fasik: negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan, tetapi tingkah laku mereka sama dengan penduduk negara orang-orang bodoh.
  4. Negara yang Berubah-ubah (Al-Madinah Al-Mutabaddilah): pada awalnya penduduk negara ini memiliki pemikiran dan pendapat seperti penduduk negara utama, namun kemudian mengalami kerusakan.
  5. Negara Sesat (Al-Madinah Ad-dallah): negara yang dipimpin oleh orang yang menganggap dirinya mendapat wahyu dan kemudian ia menipu orang banyak dengan ucapan dan perbuatannya.

Pemikirannya Tentang Pemimpin

Dengan prinsip yang sama, seorang pemimpin negara merupakan bagian yang paling penting dan paling sempurna di dalam suatu negara. Menurut Al Farabi, pemimpin adalah seorang yang disebutnya sebagai filsuf yang berkarakter Nabi yakni orang yang mempunyai kemampuan fisik dan jiwa (rasionalitas dan spiritualitas).

Disebutkan adanya pemimpin generasi pertama (the first one – dengan segala kesempurnaannya (Imam) dan karena sangat sulit untuk ditemukan (keberadaannya) maka generasi kedua atau generasi selanjutnya sudah cukup, yang disebut sebagai (Ra’is) atau pemimpin golongan kedua. Selanjutnya al-Farabi mengingatkan bahwa walaupun kualitas lainnya sudah terpenuhi , namun kalau kualitas seorang filsufnya tidak terpenuhi atau tidak ambil bagian dalam suatu pemerintahan, maka Negara Utama tersebut bagai “kerajaan tanpa seorang Raja”. Oleh karena itu, Negara dapat berada diambang kehancuran.

Sumber:
Al-Farabi 
Berbagai sumber
Read More
Peter Joseph William Debye

Peter Joseph William Debye

Peter Debye
Lahir: 24 Maret 1884 Maastricht, Belanda
Meninggal: November 2, 1966 (umur 82) Ithaca, New York, USA
Kewarganegaraan: Belanda / Amerika Serikat
Bidang: Fisika , Kimia
Lembaga: Universitas Zürich (1911-1912), University of Utrecht (1912-1914), University of Göttingen (1914-1920), ETH Zürich (1920-1927), University of Leipzig (1927-1934), University of Berlin. Cornell University (1940-1950)
Almamater: RWTH Aachen, University of Munich
Penasihat Doktor: Arnold Sommerfeld
Mahasiswa doktoral: Lars Onsager, Paul Scherrer, Raymund Sanger, Franz Wever, George K. Fraenkel, Fritz Zwicky
Dikenal untuk: Model Debye, Debye relaksasi, Suhu Debye
Penghargaan: Rumford Medal (1930), Lorentz Medal (1935) , Nobel Kimia (1936), Willard Gibbs Penghargaan (1949), Max Planck Medal (1950), Priestley Medal (1963), National Medal of Science (1965)
Petrus Josephus Wilhelmus Debije adalah kimiawan dan fisikawan Belanda-AS. Setelah menjadi warganegara AS, ia mengubah namanya secara resmi menjadi Peter Joseph William Debye. Peter Debye menerima Penghargaan Nobel dalam Kimia tahun 1936 untuk sumbangannya pada struktur molekul, khususnya untuk karyanya pada momen dipol dan difraksi sinar X.

Peter "Pie" Debije lahir 24 Maret 1884 di Maastricht, Belanda. Setelah menempuh pendidikan di sekolah setempat ia mulai belajar di Universitas Aachen Aachen, Jerman, sekitar 30 km dari Maastricht (1901). Ia mempelajari matematika dan fisika klasik, dan pada 1905 mendapatkan gelar dalam teknik elektro. Pada 1907 ia menerbitkan artikel pertamanya, sebuah solusi matematis yang bagus untuk masalah yang melibatkan arus kisaran. Di Aachen ia belajar dengan fisikawan teoretis Arnold Sommerfeld, yang kemudian menyatakan bahwa penemuan terpentingnya ialah Peter Debye.

Pada 1906 Sommerfeld menerima pengangkatan di München dan Debije diangkat sebagai asistennya. Ia mendapatkan gelar PhD dengan disertasi tentang tekanan radiasi pada 1908. Pada 1910 ia menurunkan hukum radiasi Planck dengan menggunakan cara yang diakui Max Planck lebih sederhana daripada caranya.

Saat Albert Einstein menjadi profesor di Praha pada 1911, Debije mendapatkan gelar profesor dari Zürich. Diikuti dengan kepindahannya ke Utrecht pada 1912, Göttingen pada 1913, kembali ke Zurich pada 1920, ke Leipzig pada 1927 dan ke Berlin pada 1934, di mana ia menjadi direktur bagian fisika di Institut Kaiser Wilhelm. Pada 1935 ia dianugerahi Medali Lorentz. Dari 1935 hingga 1937 ia adalah pimpinan Deutsche Physikalische Gesellschaft.


Kehidupan pribadi

Pada 1913 ia menikah dengan Mathilde Alberer, yang dengannya ia mempunyai seorang putera (Peter Paul Rupprecht, lahir 1916) dan seorang puteri (Mathilde Maria, lahir 1921). Peter kelak menjadi fisikawan dan bekerja sama dengan ayahnya dalam beberapa penelitiannya.


Sumbangan ilmiah
  • Sumbangan utama pertamanya ialah penerapan konsep momen dipol ke distribusi muatan dalam molekuler asimetris. Ia mengembangkan persamaan yang menghubungkan momen dipol pada suhu, konstanta dielektrik, relaksasi Debye, dll. Momen dipol diukur dengan debye yang dinamai menurut namanya.
  • Pada 1912 ia mengembangkan teori Albert Einstein tentang panas spesifik hingga suhu rendah.
  • Pada 1913 ia mengembangkan teori Niels Bohr tentang struktur atom, memperkenalkan orbit elips, sebuah konsep yang juga diperkenalkan oleh Arnold Sommerfeld.
  • Pada 1914-1915 ia menghitung pengaruh suhu pada difraksi sinar X pada benda padat kristal bersama Paul Scherrer.
  • Pada 1923 bersama dengan asistennya Erich Hückel, ia mengembangkan teori Svante Arrhenius pada konduktivitas elektron dalam larutan elektrolit. Meski sebuah perbaikan dibuat untuk persamaan Debye-Hückel pada 1926 oleh Lars Onsager, teori ini tetap dianggap sebagai langkah ke depan dalam pemahaman kita mengenai larutan elektrolit.
  • Pada 1923 ia juga mengembangkan teori untuk menjelaskan efek Compton; perubahan frekuensi sinar X saat berinteraksi dengan elektron.
  • Pada 1936 Debije menerima Penghargaan Nobel dalam Kimia.

Wafat

Peter Debye meninggal pada  2 November 1966 (umur 82) di Ithaca, New York, USA. (Sumber: Wikipedia)
Read More
Giovanni Battista Venturi - Penemu Efek Venturi

Giovanni Battista Venturi - Penemu Efek Venturi

Giovanni Battista Venturi
Giovanni Battista Venturi adalah seorang fisikawan, cendekiawan, diplomat, sejarawan berkebangsaan Italia. Dia adalah penemu efek Venturi, yang dijabarkannya di tahun 1797 dalam karyanya yang berjudul "Recherches Experimentales sur le Principe de la Communication Laterale du Mouvement dans les Fluides applique a l'Explication de Differens Phenomenes Hydrauliques", diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1837 oleh Thomas Tredgold dengan judul "Experimental Inquiries Concerning the Principle of the Lateral Communication of a Motion in Fluids," dalam buku Tracts on Hyraulics. Berkat penemuannya namanya menjadi eponim untuk beberapa karya seperti tabung Venturi, meter aliran Venturi dan pompa Venturi.


Efek venturi 

Efek venturi
Tekanan di "1" lebih tinggi daripada di "2" karena
laju fluida di "1" lebih rendah daripada di "2".
Efek venturi adalah penurunan tekanan fluida yang terjadi ketika fluida tersebut bergerak melalui pipa menyempit. Kecepatan fluida dipaksa meningkat untuk mempertahankan debit fluida yang sedang bergerak tersebut, sementara tekanan pada bagian sempit ini harus turun akibat pemindahan energi potensial tekanan menjadi energi kinetik.

Giovanni Battista Venturi lahir 15 Maret 1746 di Bibbiano, Italia, di provinsi Reggio Emilia, Giovanni hidup sejaman dengan Lagrange dan Laplace, dan berguru kepada Lazzaro Spallanzani. Dia diangkat menjadi pendeta di tahun 1769 ketika Ia masih berumur 23 tahun, dan di tahun yang sama diangkat menjadi guru ilmu logika di sekolah tinggi keagamaan Reggio Emilia, sebuah sekolah tempat Ia dahulu mendapatkan pendidikan formal. Di tahun 1774 dia menjadi profesor ilmu geografi dan filsafat di Universitas Modena. Selanjutnya dia diangkat menjadi matematikawan kerajaan, insinyur negara, dan auditor di bawah naungan kerajaan Modena.

Dia adalah yang pertama untuk memperhatikan pentingnya Leonardo da Vinci sebagai seorang ilmuwan, bukan hanya sebagai seniman, di 1797 buku, Essai sur les ouvrages fisiko-mathématiques de Léonard de Vinci.

Sebagai seorang insinyur dia bertanggungjawab menangani konstruksi jembatan, pembetulan saluran air, mengalirkan air untuk ladang, dan membentuk peraturan untuk konstruksi bendungan. Di tahun 1786 dia menjadi guru besar di Universitas Modena, di sini dia mengorganisir laboratorium, melengkapi laboratorium tersebut dengan instrumen berkualitas. Pada masa ini dia mahir menyelesaikan proyek taman sejarah Modena, yang ditinggalkan oleh perancang sebelumnya Girolamo Tiraboschi.

Giovanni Battista Venturi meninggal di Reggio Emilia pada bulan April 1822, pada usia tujuh puluh enam. (sumber: Wikipedia)
Read More
Elias Magnus Ries - Pendiri Taksonomi Jamur Modern

Elias Magnus Ries - Pendiri Taksonomi Jamur Modern

Elias Magnus Ries
Elias Magnus Fries
Lahir: 15 Agustus 1794 Femsjö
Meninggal: 8 Februari 1878 (umur 83) Uppsala
Kebangsaan: Swedia
Bidang: Mikologi, Botani
Institusi: Lund University (1814-1834), Uppsala University (1834-1878)
Alma mater: Lund University
Dikenal karena: Pendiri taksonomi jamur modern, Penulis abbrev. (Botani) P.
Elias Magnus Fries adalah seorang ahli mikologi dan botani Swedia. Ia dikenal sebagai bapak Pendiri taksonomi jamur modern. Elias Magnus Fries lahir pada 15 Agustus 1794 di Femsjö ( Hylte Municipality ), Småland. Ia anak dari seorang pendeta di sana. Ia memperoleh pengetahuan luas tentang tanaman berbunga dari ayahnya.


Karir

Pada tahun 1811 dia memasuki Universitas Lund dan mengambil gelar doktor pada tahun 1814. Pada tahun yang sama dia juga diangkat menjadi guru asosiasi dalam bidang botani tumbuhan tingkat rendah (Jamur). Pada tahun 1834 dia diangkat menjadi profesor di Universitas Uppsala. Dia juga menjabat direktur dari Universitas Uppsala Botanical Garden. Pada 1821, dia terpilih menjadi pendamping untuk Royal Swedish Academy of Sciences.


Karya

Karya yang paling penting bagi dunia biologi modern adalah “Mycologicum Systema”(1821-1832), Fungorum Elenchus (1828), Monographia Hymenomycetum Sueciae (1857 dan 1863) dan Hymenomycetes Europaei (1874).

Fries dianggap sebagai bapak pendiri taksonomi modern jamur. taksonomi jamurnya dipengaruhi oleh Goethe dari Jerman. Dia menggunakan warna spora dan susunan hymenophore (pori-pori, insang, gigi dll) sebagai karakteristik taksonomi utama pada jamur.

Ketika dia meninggal, The Times berkomentar: "Karya-karyanya sangat banyak, terutama pada jamur dan lumut, memberikan manfaat mengenai kelompok-kelompok tanaman tersebut untuk dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi pangan dan industri.

Elias Magnus Fries meninggal pada 8 Februari 1878 (umur 83) di Uppsalam, Swedia. (Sumber: Wikipedia)
Read More
Abu Al-Qasim Salmah Bin Ahmad Al-Majriti

Abu Al-Qasim Salmah Bin Ahmad Al-Majriti

Al-Majriti
Abu al-Qasim Salmah bin Ahmad al-Majriti adalah seorang matematika dan astronomi muslim dari Andalusia (Spanyol). Ia ikut serta dalam penerjemahan Planispherium karya Ptolemeus, mengoreksi terjemahan Almagest, memperbaiki tabel astronomi dari Al-Khwarizmi, menyusun tabel konversi kalender Persia ke kalender Hijriah, serta mempelopori teknik-teknik geodesi dan triangulasi.

Al-Majriti lahir pada tahun 950 di kota Madrid, Spanyol. Ia dikenal sebagai pakar matematika andalusia. Ia menulis banyak buku tentang ilmu matematika dan teknik. Ia mencoba menggabungkan matematika, teknik, dan astronomi dalam sebuah buku yang membahas tentang alat pengukur ketinggian benda langit yang berjudul Astrolabe.


Astronomi

Selain pakar matematika, al-Majriti mempunyai ketertarikan yang luar biasa pada ilmu perbintangan. Al-Majriti berpendapat bahwa ilmu astronomi akan membuat manusia memahami peredaran planet dan bintang. Sehubungan dengan itu, al-Majriti banyak melakukan penelitian dan pengamatan terhadap benda-benda langit. Seperti ilmuwan lain pada masa itu, al-Majriti juga tertarik mempelajari beberapa buku karangan para ilmuwan sebelumnya, termasuk ilmuwan Yunani.

Setelah melakukan sejumlah penetilian, al-Majriti mengkaji buku Almagest karya Ptolomeus yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Arab. Ia lalu memberi komentar dan penjelasan terhadap buku tersebut. Beliau juga memberikan sejumlah koreksi terhadap naskah perbintangan Yunani itu. Selainal-Majriti juga memiliki keahlian dan kemampuan membuat jadwal waktu dan perbintangan. Adapun perhitungan yang dikaji al-Majriti dengan jadwal waktu sholat, tahun baru Islam, awal bulan Ramadhan, dan lain-lain.


Koreksi terhadap karya ilmuwan lain

Prestasi al-Majriti dalam ilmu astronomi adalah ia mengoreksi kalender buatan al-Khwarizmi. Al-Majriti menerapkan perhitungan matematika untuk melakukan pengamatan bintang dan mengenalkan table astronomi yg di buat cedekiawan Muslim yg bernama Al-Khawarizmi kedunia pengetahuan Barat Kristen.

Al-Majriti menulis sebuah risalah matematika yg berjudul Al-Mutamalat dalam risalah ini, ia menjelaskan mengenai penerapan matematika dalam penjualan dan pejaka, penggunaan al-jabar, operasi dan geometri dan ilmu hitung.

Keahliannya dalam bidang astronomi menuntun Al-Majriti menuliskan risalah pada bidang itu. Risalah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Joan Hispalensis dan john dari Savilla. Ia pun menulis sebuah komentar tentang Planisphaerium Ptolemeus.

Rudolp dari Beruges, kemudian menerjemahkan karya Al-Majriti tersebut. Pada 979 Masehi, Al-Majriti melakukan observasi astronomi. Melalui hasil observasinya itu, ia melakukan revisi table astronomi yg sebelumnya di buat oleh AL-Khawarizmi.

Al-Majriti mengedit dan mengoreksi table itu, dan disesuaikan kembali dengan tahun Hijriyah. Ia sempat pula mengenalkan trigonometri, terutama penggunaan sinus dan tangent. Selain itu, ia membuat ringkasan karya ilmuwan ternama lainnya, Al-Battani, yg berjudul ziij.


Bidang pendidikan

Meskipun namanya dikenal sebagai seorang astronom, tapi al-Majriti juga mempelajari sejarah klasik, arkeologi, dan kehidupan sosial masyarakat. Ia tertarik meneliti masalah masyarakat disekitarnya. Sebagai bentuk kepeduliannya dibidang pendidikan, al-Majriti membangun sebuah sekolah besar, yang kemudian menjadi pusat keilmuwan. Salah Satu Murid sekolah tersebut adalah al-Zahrawi yang berprofesi sebagai ahli bedah di arab. Al-Zahrawi mendapat bantuan berupa sejumlah alat kedokteran dari al-Majriti. Selain al-Zahrawi, al-Majriti juga mempunyai sejumlah murid yang hebat, seperti Ibnu Khaldun. Al-Majriti adalah seorang ilmuwan yang sangat mendukung para intelektual muda mempelajari ilmu modern demi kemajuan sesama manusia.


Ekologi

Selain bidang pendidikan, bidang lain yang juga menarik perhatian al-Majriti adalah ekologi atau ilmu tentang lingkungan. Al-Majriti sangat peduli terhadap alam semesta dan kelestariannya. Ia mempelajari keanekaragaman makhluk hidup dan menulis buku tentang lingkungan hidup.


Kimia

Al-Majriti juga mengkaji ilmu kimia. Salah satu karyanya di bidang ini adalah Rutbatul Hkm fil Kimiyya. Buku tersebut menjadi referensi paling penting tentang sejarah kimia Andalusia. Tulisan lainnya adalah Ghayatul Hakim fis Simiyya, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin pada abad XIII dan langsung terkenal di Eropa. Para ilmuwan Arab dan Eropa menyebut kehebatan al-Majriti sejajar dengan al-Razi dan Ibnu Sina. Namun, masing-masing mempunyai kemampuan khusus sendiri. Di kemudian hari, sebuah buku berjudul at-Tashrif bin Matsabatil Mausu'atil Ilmiyyah dijadikan tolok ukur kesuksesan al-Majriti. Setelah mendedikasikan diri di dunia ilmu pengetahuan selama bertahun-tahun.

Al-Majriti meninggal dunia pada tahun 1007 (397 H). (Sumber: wikipedia.org)
Read More
Nicolas Leblanc - Menemukan Cara Pembuatan Soda Dari Garam Biasa

Nicolas Leblanc - Menemukan Cara Pembuatan Soda Dari Garam Biasa

Nicolas Leblanc
Lahir: 6 Desember 1742 Ivoy-le-Pré, Prancis
Meninggal: 16 Januari 1806 (umur 63) Paris, Prancis. Bunuh Diri
Kebangsaan:  Prancis
Bidang: kimia, fisika
Dikenal dalam:  soda, garam dapur
Nicolas Leblanc adalah seorang kimiawan dan ahli bedah Perancis yang menemukan cara pembuatan soda dari garam biasa.


Biografi

Leblanc lahir pada 6 Desember 1742 di Ivoy le Pré, Cher, Prancis. Ayahnya adalah seorang pejabat minor pada hasil karya besi, meninggal pada 1751. Leblanc dikirim ke Bourges untuk hidup dengan Dr Bien, seorang kerabat dekat. Di bawah pengaruh walinya, Leblanc mengembangkan minat dalam kedokteran. Ketika Bien meninggal pada 1759, Leblanc terdaftar di École de Chirurgie (College of Surgeons) di Paris untuk belajar kedokteran.

Lulus dengan gelar master, Leblanc membuka praktek medis. Dia menikah pada 1775, dan empat tahun kemudian memiliki anak pertama. Membuka praktek medis ternyata tidak cukup untuk membiayai hidup keluarganya, sehingga pada 1780 ia menerima posisi sebagai dokter pribadi di rumah tangga Louis Philip II, Duke of Orléans.

Nicolas Leblanc meninggal pada16 Januari 1806 (umur 63) di Paris, Prancis.


Proses  Leblanc

Pada 1775, Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis menawarkan hadiah untuk "proses pembuatan abu soda yang dapat dihasilkan dari garam". Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis ingin mempromosikan produk yang sangat membutuhkan banyaknya natrium karbonat dari natrium klorida murah.

Pada tahun 1791, Nicolas Leblanc berhasil memproduksi natrium karbonat dari garam dengan 2-langkah proses:
Pada langkah pertama, natrium klorida dicampur dengan konsentrasi asam sulfat pada suhu 800-900 ° C ; gas hidrogen klorida berevolusi, meninggalkan sodium sulfat padat.
Pada langkah kedua, natrium sulfat dihancurkan, dicampur dengan arang dan batu kapur kemudian dipanaskan di dalam tungku.

Penghargaan itu diberikan kepada Nicolas Leblanc untuk proses yang menggunakan garam laut dan asam sulfat sebagai bahan baku. Kemudian pabrik (miliknya sendiri) telah beroperasi dan memproduksi 320 ton abu soda per tahun. Sekarang proses ini sudah dianggap usang dan digantikan oleh"proses Solvay" yang sangat menguntungkan dan nyaman.


Hari-hari terakhir

Dua tahun kemudian pabrik itu disita oleh pemerintah revolusioner Perancis, yang menolak untuk membayar hadiah uang yang telah Leblanc dapatkan sepuluh tahun sebelumnya.

Pada tahun 1802 Napoleon kembali menghidupkan pabrik Leblanc, tapi saat itu Leblanc tidak mampu menjalankannya. Dia melakukan bunuh diri dengan tembakan ke kepala pada tahun 1806.


Warisan

William losh mengunjungi Paris untuk mempelajari proses Leblanc. Pada tahun 1807, losh, Wilson dan Bell membuka karya alkali pertama di Inggris yang menggunakan proses Leblanc, di Walker, Newcastle upon Tyne. (sukmber: Wikipedia)
Read More
Gottfried Wilhem - Penggagas Kalkulus dan Biner

Gottfried Wilhem - Penggagas Kalkulus dan Biner

Gottfried Wilhem Leibniz
Gottfried Wilhem Leibniz atau kadangkala dieja sebagai Leibnitz atau Von Leibniz adalah seorang filsuf Jerman keturunan Sorbia dan berasal dari Sachsen. Ia terutama terkenal karena faham Théodicée bahwa manusia hidup dalam dunia yang sebaik mungkin karena dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Sempurna. Faham Théodicée ini menjadi terkenal karena dikritik dalam buku Candide karangan Voltaire.

Selain seorang filsuf, ia adalah ilmuwan, matematikawan, diplomat, fisikawan, sejarawan dan doktor dalam hukum duniawi dan hukum gereja. Ia dianggap sebagai Jiwa Universalis zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad ke-17 dan ke-18. Kontribusinya kepada subyek yang begitu luas tersebar di banyak jurnal dan puluhan ribu surat serta naskah manuskrip yang belum semuanya diterbitkan.


Pendidikan

Leibniz lahir 1 Juli 1646 di Kekaisaran Romawi Suci. Leibniz adalah anak seorang profesor filsafat moral, Friedrich Leibniz warganegara Jerman. Ibu Leibniz adalah Catharina Schmuck, anak seorang pengacara. Ayah Leibniz meninggal, saat Leibniz masih berusia 6 tahun dan dia dibesarkan oleh ibunya. Nilai moral dan religius memegang peran penting dalam kehidupan dan falsafah hidupnya, barangkali merupakan turunan dari ayahnya. Setelah sekolah, Leibniz mulai mempelajari buku-buku peninggalan ayahnya, teristimewa buku-buku tentang metafisik dan theologi dari penulis-penulis Katholik maupun Protestan.

Leibniz tidak puas dengan sistem (filsafat) Aristoteles dan berusaha mengembangkan ide-idenya. Tahun 1661, saat umur 15 tahun (tergolong jenius), dia masuk universitas Leipzig dengan jalur minat hukum. Dua tahun kuliah di bidang hukum ternyata tidak menarik hatinya dan waktunya lebih banyak digunakan untuk membaca buku-buku filsafat, meski akhirnya dia lulus dalam bidang hukum pada tahun 1663 sebelum pergi ke Jena.

Di Jena, di bawah bimbingan matematikawan sekaligus filsuf terkemuka, Erhard Weigel, dia mulai memahami pentingnya pembuktian matematika terhadap logika dan filsafat. Weigel percaya bahwa bilangan adalah konsep paling dasar dari alam semesta dan ide-ide ini memberi pengaruh sangat mendalam bagi Leibniz.


Penemuan 

Untuk memberi impresi kepada Huygens, Leibnez memamerkan hasil-hasil penemuannya. Salah satu yang disebutkan adalah mesin penghitung yang dikatakannya jauh lebih hebat dibanding buatan Pascal, yang hanya dapat menangani tambah dan kurang; sedangkan mesin buatan Leibniz dapat menangani perkalian, pembagian dan menghitung akar bilangan. Di bawah bimbingan Huygens, dengan cepat Leibniz menemukan jati dirinya. Dia lahir sebagai seorang matematikawan. “Pelajaran” dari Huygens sempat tertunda beberapa bulan saat Leibniz harus bertugas di London sebagai Atase. Ketika di London, Leibniz bertemu dengan para matematikawan Inggris sambil memamerkan hasil-hasil karyanya. Seorang teman, matematikawan Inggris memperlihatkan hiperbola Mercator kepadanya - salah satu bukti mengapa Newton juga menemukan kalkulus, dimana kemudian hal ini memicu dirinya untuk menemukan kalkulus.


Perselisihan Leibniz dan Newton

Newton memulai ide tentang kalkulus pada tahun 1660-an, tetapi karya-karya tersebut tidak diterbitkan selama hampir 20 tahun. Tidak ada yang mengetahui secara jelas, apakah Leibniz pada usia 33 tahun menemukan karya-karya “terpendam” Newton pada saat melakukan kunjungan ke London, karena pada saat itu pula dia sedang mengembangkan kalkulus, meski dengan versi sedikit berbeda dari versi Newton, di mana temuan ini selalu diperdebatkan orang. Keduanya memang pernah saling berkirim surat pada tahun 1670-an, sehingga sulit ditentukan siapa mempengaruhi siapa. Teori yang mereka kemukakan memberikan hasil akhir yang sama, namun notasi dan falsafah dasarnya - sangatlah berbeda.


Kalkulus

Newton tidak menyukai perubahan yang sangat kecil (infinitesimal) menuju ke tidak terhingga karena dianggapnya hanya “remah-remah.” Notasi os – dari Newton, pada persamaan-persamaan tentang perubahan (fluxion), karena sekali waktu os beroperasi seperti halnya bilangan nol dan terkadang seperti bukan bilangan nol.

Perbedaan yang sangat kecil, lebih kecil dari bilangan positif yang dapat anda beri nama tetapi tetap lebih besar dari nol. Bagi matematikawan jaman itu, hal tersebut adalah konsep yang sangat aneh. Newton malu dengan persamaan-persamaan tersebut sehingga hal ini tetap disembunyikan rapat-rapat. Ternyata os pada perhitungan hanyalah ‘batu loncatan’ menuju penyelesaian suatu perhitungan.

Sebaliknya, Leibniz memperhatikan perubahan kecil ini, dan tetap terpakai dalam semua perhitungannya; akhirnya derivatif y terhadap x bukanlah merupakan nisbah bebas bilangan maha kecil ini dari perubahan (fluxion) yº/xº, tapi nisbah bilangan maha kecil dy/dx. Kalkulus Leibniz, dengan dy dan dx dapat dimanipulasi seperti layaknya angka biasa. Alasan ini kiranya dapat menjawab pertanyaan mengapa para matematikawan lebih suka menggunakan notasi kalkulus Leibniz daripada notasi kalkulus Newton. Pada diferensial Leibniz ada “larangan” apabila terjadi 0/0, hal ini harus dihindari, dimana hal ini tidak terdapat pada fluxion Newton.

Newton tetap bersikeras bahwa kalkulus adalah temuannya, namun Leibniz menyatakan bahwa dia mengembangkan kalkulus versinya sendirinya. Keduanya saling tuduh bahwa lainnya adalah seorang plagiat. Komunitas matematika Inggris mendukung Newton dan menarik diri dari komunitas matematikawan benua Eropa yang mendukung Leibniz. Akibatnya, Inggris mengadopsi notasi fluxion Newton daripada mengadaptasi notasi diferensial Leibniz yang lebih “hebat.” Akibatnya cukup fatal, kelak, pengembangan kalkulus di Inggris menjadi jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Polemik tentang penemu kalkulus terus berlanjut. Sampai akhirnya, akhir tahun 1713, Leibniz mengeluarkan pamplet anonim, Charta Volans, yang menjelaskan posisinya sekaligus mengungkapkan kesalahan Newton dalam memahami derivatif kedua atau derivatif yang lebih besar lagi. Kesalahan ini juga diungkapkan oleh Johann Bernoulli.

Tahun 1673, Leibniz menyempurnakan notasi-notasi kalkulus versinya dan pada tahun 1675, dia menulis manuskrip dengan menggunakan notasi: ?f(x)dx untuk pertama kalinya. Tahun 1676, menemukan notasi: d(xn) = nxn?¹ dx untuk integral dan pangkat n, dimana sejak tahun ini pula dia menghabiskan sisa hidupnya di Hanover, kecuali pergi untuk kunjungan-kunjungan ilmiah.


Menelaah Biner (binary)

Tahun 1679, Leibniz pertama kali mengenalkan sistem bilangan berbasis dua (biner). Berawal dari korespondensi dengan Pere Joachim Bouvet, seorang jesuit dan misionaris di Cina. Lewat Bouvet ini, Leibniz belajar I Ching (sudah ada 5000 SM), heksagram (permutasi garis lurus dan garis patah yang sebanyak 6 susun) yang terkait dengan sistem bilangan berbasis dua. Yin dan yang pada heksagram yang dilambangkan garis putus dan garis lurus digantikan dengan angka 0 dan angka 1. Hasilnya heksagram dikonversi menjadi bilangan biner. Sistem bilangan ini – kelak, menjadi fondasi revolusi komputer.

Ada versi lain yang mengatakan bahwa Leibniz mengemukakan teori penciptaan alam semesta dari kehampaan (void) lebih dari sekedar Tuhan/0 dan kehampaan/0.

Istilah matematika Liebniz dalam biner ini tergolong sangat kontroversial, barangkali pengaruh latar belakang keluarga dan pendidikannya sangat besar. Begitu pula sikapnya terhadap bilangan imajiner (i atau v-1). Dia sebenarnya memahami bahwa bilangan i akhirnya mengungkapkan hubungan antara nol dan bilangan tidak terhingga.


Mesin penghitung Leibniz

Mesin penghitung Leibniz
Mesin penghitung Leibniz
Tahun 1667, Leibniz tinggal di Frankfurt, bekerja pada Boineburg yang menjabat sebagai Sekretaris masyarakat alkimia Nurenburg. Di sini, selama bertahun-tahun, Leibniz terlibat dengan berbagai poyek yang terkait dengan sains maupun politik. Leibniz memulai membuat mesin penghitung, dimana pada tahun 1673 ditemani keponakan Boineburg, dihadapan Royal Society (Inggris), guna mendemontrasikan mesin penghitung yang belum selesai. Mesin penghitung versi Leibniz merupakan penyempurnaan dari mesin penghitung ciptaan Pascal. Blaise Pascal menemukan mesin penjumlah pada tahun 1642 dan pada tahun 1673, Leibniz menemukan mesin yang dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian.

Tahun 1678 – 1679, dia terlibat proyek pengeringan air yang mengenangi pertambangan di gunung Harz dengan menggunakan tenaga angin dan tenaga air untuk mengoperasikan pompa. Proyek ini gagal karena kekuatiran para pekerjanya, bahwa mesin-mesin ini mampu menggantikan pekerjaan mereka. Disiplin ilmu geologi pertama kali muncul, yaitu saat Leibniz merangkum hasil kompilasi atas pengamatannya di gunung Harz. Dia juga mengemukakan hipotesis-hipotesis bahwa bumi terbentuk dari materi yang awalnya berbentuk cairan.

wilhelm Goottfred Leibniz meninggal 14 November, 1716 (umur 70) di Hanover, Kekaisaran Romawi Suci.

Sumber:
Gottfried Leibniz
wilhelm Goottfred Leibniz
Read More
Biografi Charles Scott Sherrington - Peneliti Reflek Otot

Biografi Charles Scott Sherrington - Peneliti Reflek Otot

Charles Scott Sherrington
Sir Charles Scott Sherrington
Lahir:  27 November 1857 Islington, London, Inggris

Meninggal: 4 Maret 1952 (umur 94) Eastbourne, Suss3x, Inggris

Kebangsaan:  Inggris Raya

Bidang: Fisiologi, patologi, histologi, neurologi, bakteriologi

Alma mater: Ipswich School, Royal College of Surgeons of England, Gonville dan Caius College, Cambridge

Penasehat akademik: Michael Foster, John Newport Langley

Doktor siswa: John Farquhar Fulton, John Carew Eccles, Alfred Fröhlich 

Pengaruh: Johannes Müller, Thomas Ashe, WH Gaskell, David Ferrier, Rudolf Virchow

Terpengaruh: Sir John Eccles, Ragnar Granit, Howard Florey, EM Tansey, Archibald Bukit, Wilder Penfield.

Penghargaan: Royal Medal (1905), Copley Medal (1927), Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1932)
Sir Charles Scott Sherrington adalah seorang neurofisiologi (fisiolog saraf), histolog, bakteriolog , dan ahli patologi asal Inggris, pemenang Nobel dan presiden Royal Society pada awal tahun 1920 . Ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran dengan Edgar Adrian, 1st Baron Adrian, pada tahun 1932 untuk pekerjaan mereka pada fungsi neuron. Sebelum karya Sherrington dan Adrian diterima secara luas, diketahui bahwa terjadi aktivitas refleks terisolasi dalam lengkung refleks. Sherrington menerima hadiah untuk menunjukkan bahwa refleks memerlukan aktivasi terintegrasi dan menunjukkan persarafan timbal balik otot (Hukum Sherrington).


Pendidikan dan karir

Sherrington belajar kedokteran di Universitas Cambridge, dan lulus pada tahun 1885. Kemudian ia melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straßburg di bawah F. Goltz.

Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di Brown Institution, bagian kedokteran hewan di Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik pada tahun 1936, kemudian menulis karya-karya bernafaskan puisi, sejarah, dan filsafat.


Penelitian

Pada tahun 1891, Sherrington diangkat sebagai pengawas dari Brown Institute for Advanced Fisiologis dan Penelitian patologis dari University of London, sebuah pusat untuk penelitian fisiologis dan patologis manusia dan hewa. Sherrington berhasil bekerja pada distribusi segmental dorsal tulang belakang dan akar ventral, ia memetakan sensorik dermatom, dan pada tahun 1892 menemukan bahwa otot spindle memprakarsai refleks stretch. Lembaga ini memungkinkan Sherrington untuk belajar banyak hewan, baik kecil maupun besar. The Brown Institute memiliki cukup ruang untuk bekerja dengan primata besar seperti kera.

Pekerjaan pertama Sherrington sebagai pengajar penuh setelah Holt diangkat sebagai Profesor Fisiologi di Liverpool pada tahun 1895, menggantikan Francis Gotch.  Sherrington mengadakan penelitian pada belahan otak buinatang seperti kucing, anjing, monyet, dan kera, dia menemukan bahwa refleks harus mempertimbangkan kegiatan terpadu dari total organisme, bukan hanya hasil dari kegiatan yang disebut refleks-busur yamng merupakan konsep yang berlaku umum. Di sana ia melanjutkan karyanya pada refleks dan persarafan timbal balik. Makalah pada subjek yang disintesis ke dalam kuliah Croonian tahun 1897.

Sherrington menunjukkan bahwa eksitasi otot itu berbanding terbalik dengan penghambatan kelompok otot yang berlawanan. Sherrington melanjutkan karyanya pada persarafan timbal balik selama tahun di Liverpool. Tahun 1913, Sherrington mampu mengatakan bahwa "proses eksitasi dan inhibisi dapat dipandang sebagai kutub yang berlawanan. Karya Sherrington pada persarafan timbal balik adalah kontribusi penting untuk pengetahuan dari sumsum tulang belakang.
Box of microscope slides
Box of microscope slides carrying the plaque:"Sir Charles Sherrington's Histology Demonstration Slides: St Thomas's Hospital: 1886–1895; Liverpool University: 1895–1915; Oxford University: 1914–1935"
Sementara di Oxford, Sherrington terus membuat ratusan mikroskop slide dalam kotak khusus berlabel "Sir Charles Sherrington's Histology Demonstration Slides". Serta slide demonstrasi, kotak berisi slide yang mungkin berhubungan dengan terobosan asli seperti lokalisasi kortikal di otak; slide yang sezaman seperti Angelo Ruffini dan Gustav Fritsch ; dan slide dari rekan-rekannya di Oxford seperti John Burdon Sanderson- - pertama Waynflete Ketua Fisiologi - dan Derek Denny-Brown ., yang bekerja dengan Sherrington di Oxford (1924-1928))


Pensiun

Charles Sherrington pensiun dari Oxford pada tahun 1936. Ia kemudian pindah ke kota Ipswich, di mana ia membangun sebuah rumah. Di sana, ia terus melakukan hubungan korespondensi dengan murid dan orang lain dari seluruh dunia. Dia juga terus bekerja pada puitis, sejarah, dan kepentingan filosofisnya. Ia menjadi Presiden Museum Ipswich tahun 1944 sampai kematiannya.

Kematian Sherringto disebabkan oleh gagal jantung pada usia 94 tahun. Berbicara tentang kondisinya, Sherrington mengatakan "usia tua tidak menyenangkan kita tidak bisa melakukan hal-hal untuk diri sendiri."  arthritis yang menempatkan Sherrington di sebuah panti jompo pada masa sebelum kematiannya.

Charles Sherrington meninggal pada 4 Maret 1952 (umur 94) di Eastbourne, Suss3x, Inggris.


Kehidupan pribadi

Pada tanggal 27 Agustus 1891, Sherrington menikahi Ethel Mary Wright (d.1933). Wright adalah putri dari John Ely Wright dari Preston Manor, Suffolk, Inggris. Sherrington dan Wright memiliki satu anak, seorang putra bernama Carr ER Sherrington yang lahir pada tahun 1897.


Prestasi dan penghargaan

1899 Baly Gold Medal of the Royal College of Physicians of London
1905 Royal Medal of the Royal Society of London
1922 Knight Grand Cross of the Most Excellent Order of the British Empire
1924 Order of Merit
1932 Nobel Prize for Physiology or Medicine

Pada saat kematiannya Sherrington menerima gelar Doktor honoris causad dari 22 universitas: Oxford, Paris, Manchester, Strasbourg, Louvain, Uppsala, Lyon, Budapest, Athens, London, Toronto, Harvard, Dublin, Edinburgh, Montreal, Liverpool, Brussels, Sheffield, Bern, Birmingham, Glasgow, dan University of Wales.

Sumber: (Wikipedia)
Read More
Banu Musa Bersaudara Perancang Air Mancur

Banu Musa Bersaudara Perancang Air Mancur

Kitab al-Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik Muhammad bin Musa bin Shakir Banu Musa, (800 - 873), adalah seorang astronom dan matematikawan dari Baghdad. Banu Musa bersaudara merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir yang bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma'mun. Pada saat Musa ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda dalam lingkungan kekhalifahan.

Musa memercayakan anak-anaknya untuk dibimbing oleh Ishaq bin Ibrahim al-Mus'abi, mantan gubernur Baghdad. Dalam bidang pendidikan, ia menitipkan anak-anaknya kepada Yahya bin Abu Mansur. Seorang cendekiawan yang bergiat di Bayt al-Hikmah.

Kitab al-Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik merupakan hal bernilai yang ditinggalkan Banu Musa bersaudara. Melalui kitab ini, mereka memberikan warisan berguna bagi perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.


Banu Musa Bersaudara

Banu Musa bersaudara hidup pada abad ke-9. Mereka adalah ilmuwan yang sangat aktif berkegiatan di Bayt al-Hikmah, Baghdad, Irak. Ini merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan perpustakaan dan penerjemahan beragam ilmu pengetahuan.

Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara. Yang pertama adalah Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873. Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. Kemudian, ada juga Ahmad bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873.

Ahmad memiliki keahlian khusus di bidang teknik dan mekanik. Selain itu, juga ada Al-Hasan bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 810-873. Dia pun memiliki keahlian yang sangat dikuasainya, yaitu bidang rekayasa dan geometri.


Merancang pembuatan air mancur

Dalam kitabnya, Banu Musa bersaudara menciptakan rancangan pembuatan air mancur dalam beragam teknik dan trik. Mereka menerapkan beragam prinsip geometri dan fisika untuk membuat air mancur. Kitab tersebut juga memuat tujuh model atau rancangan air mancur.

Rancangan pertama mengenalkan bentuk dasar yang ditemukan dalam semua air mancur. Rancangan lainnya menunjukkan pembuatan air mancur yang lebih rumit. Tentu, itu memerlukan ketelitian dan kemampuan teknik yang lebih tinggi.

Dalam kitabnya itu, Banu Musa bersaudara misalnya memberi penjelasan mengenai pembuatan air mancur yang bentuk pancaran airnya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain secara periodik.

Banu Musa bersaudara juga menguraikan, setiap air mancur memiliki tunas yang menjadi tempat pipa-pipa membentuk air mancur yang memancar dan memiliki bentuk yang unik. Biasanya, dalam tunas itu terdapat dua kompartemen.

Pada bagian bawah, tekanan air terakumulasi sebelum air tersebut dilepaskan melalui pipa yang ada di kompartemen atas. Bentuk air mancur yang memancar keluar tergantung bagaimana kompartemen atas diatur.

Paling tidak, terdapat tiga bentuk dasar air yang memancar keluar dari sebuah air mancur, yaitu bentuk lili, perisai, dan tombak. Air mancur lainnya merupakan bagian dari rancangan hebat yang bisa memasukkan dua bentuk pancaran air mancur dalam sebuah tunas.

Pada air mancur jenis ini, dua bentuk pancaran air mancur bisa terbentuk secara bersamaan. Ada pula pancaran air mancur yang berubah secara periodik, misalnya berubah dari sebuah tombak ke sebuah perisai, kemudian kembali lagi ke pancaran air berbentuk tombak.

Untuk membuat pancaran air yang keluar bergantian dan berbentuk seperti tombak dan perisai, diperlukan pengaturan yang sangat cermat dan teliti. Pengaturan harus seimbang dengan memerhatikan prinsip-prinsip fisika.

Keseimbangan bertindak sebagai sebuah saklar yang menentukan bagaimana air dari kanal utama didistribusikan ke setiap bak. Salah satu bak difungsikan untuk memancarkan air dalam bentuk tombak, sedangkan bak yang satunya untuk memancarkan air dalam bentuk perisai.

Bak ini ditempatkan pada air mancur dan tersembunyi dari pandangan publik. Bak tersebut berfungsi sebagai akumulator tekanan. Dengan demikian, bak tersebut menyediakan pasokan air yang cukup dan tekanan untuk menciptakan efek air mancur yang diinginkan.

Dalam sebuah rancangan, Banu Musa bersaudara mendesain sebuah bak yang menentukan bentuk air yang keluar. Selanjutnya, mereka merancang air mancur dengan roda gerigi dan katup canggih yang memungkinkan bentuk pancaran air berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

Penemuan cara pembuatan air mancur oleh Banu Musa bersaudara memberikan efek besar bagi kemajuan arsitektur Islam. Sebab, air mancur itu sangat berguna untuk mempercantik taman dengan meletakannya di antara pepohonan atau dalam sebuah kolam yang indah.

Dalam berbagai catatan sejarah Islam, terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media air dalam rancangan sebuah taman. Pun, memanfaatkan media air untuk memperindah ruangan, baik di rumah, masjid, istana, maupun taman umum.

Sayangnya, hanya ada sedikit naskah sejarah yang menyebutkan dan mengisahkan keberadaan air mancur pada masa kekhalifahan al-Ma'mun. Bahkan, Banu Musa bersaudara tak banyak pula menuliskan bagaimana setiap perangkat yang mereka temukan digunakan.


Karya-karya Banu Musa Bersaudara

Buah pemikiran Banu Musa bersaudara tak sebatas pada rancangan air mancur. Mereka menorehkan sejumlah rancangan dalam Kitab al-Hiyal. Mereka juga menemukan sejumlah mesin otomatis dan alat mekanik lainnya.

Beberapa penemuan lainnya yang berhasil diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya adalah:
  • Katup, mesin yang bisa diprogram, seruling otomatis, perangkat trik mekanik, lampu badai, lampu otomatis, tekanan diferensial, dan masker gas. 
  • Banu Musa bersaudara juga menemukan sebuah alat yang dikenal sebagai alat musik mekanik paling awal. Alat musik ini disebut sebagai hydropowered organ, kemudian sering digunakan dan diproduksi hingga pertengahan abad ke-19. 
  • Alat musik penemuan mereka lainnya disebut seruling otomatis yang merupakan salah satu mesin yang bisa diprogram untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, Banu Musa bersaudara juga meninggalkan karya-karya mereka dalam bidang matematika.
  • Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola merupakan salah satu risalah matematika paling terkenal dari karya Banu Musa bersaudara. Dalam kitab ini, mereka membahas masalah yang dipikirkan Archimedes, ahli matematika, fisika, dan astronomi dari Yunani. 
  • Archimedes membahas pengukuran lingkaran pada bola dan silinder. Di sisi lain, Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir, yang berusia paling tua di antara tiga bersaudara itu, juga dikenal sebagai perintis astrofisika dan mekanika langit. 
  • Abu Ja'far Muhammad, dalam bukunya, memberikan penjelasan tentang gerakan bola. Dalam buku tersebut, dia juga menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi.
  • Karya Abu Ja'far Muhammad lainnya adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik. Ia mengungkapkan adanya gaya tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.
  • Sementara itu, Ahmad ibn Musa ibn Shakir, adik Abu Ja'far Muhammad,  yang ahli mekanik, menuliskan karya tentang perangkat mekanik. Sedangkan, Al-Hasan ibn Mu-sa-ibn Sha-kir yang berusia paling muda dan ahli geometri menuliskan karya tentang elips.
(sumber: Republika)
Read More
Henrich Focke - Pengembang Sistem Propulsi Poros Turbo Helikopter

Henrich Focke - Pengembang Sistem Propulsi Poros Turbo Helikopter

Henrich Focke
Henrich Focke adalah seorang perintis penerbangan dari Bremen, Jerman. Ia juga merupakan pendiri perusahaan Focke-Wulf. Dia dikenal karena telah dikembangkan sistem propulsi poros turbo yang digunakan untuk sebagian besar helikopter di dunia.


Biografi

Henrich Focke Lahir di Bremen pada 8 Oktober 1890, Focke belajar di Hanover, di sana ia berteman dengan Georg Wulf tahun 1911. Pada tahun 1914, ia dan Wulf mendaftar ke dinas militer, dan Focke ditangguhkan karena masalah jantung, namun akhirnya direkrut menjadi seorang resimen infanteri. Setelah ditugaskan di bagian depan Timur, ia dipindahkan ke Imperial German Army Air Service.

Focke lulus pada tahun 1920 sebagai Dipl-Ing (MS) dengan perbedaan. Pekerjaan pertamanya adalah dengan Perusahaan Francke Bremen sebagai perancang sistem air-gas. Pada saat yang sama ia melanjutkan eksperimen aeronautika, ia dan Wulf membangun mesin baru A VII dari A VI.

Focke-Wulf dan Focke-Achgelis

Pada tahun 1923, dengan Wulf dan Dr Werner Naumann, Focke mendirikan Focke-Wulf Flugzeugbau GmbH-. Wulf meninggal dalam kecelakaan tahun 1927 di F19 "Ente" canard monoplane.

Pada tahun 1930 Focke ditawari posisi di Danzig Institute of Technology, suatu kehormatan yang ia tolak. Pada tahun 1931 kota Bremen ia diberikan gelar Profesor. Pada tahun yang sama, Focke-Wulf bergabung dengan  perusahaanAlbatros Flugzeugwerke.

Focke-Wulf mendirikan Juan de la Cierva 's C.19 dan C.30 autogyros di bawah lisensi dari tahun 1933, dan Focke terinspirasi olehnya untuk merancang helikopter praktis pertama di dunia, Focke-Wulf Fw 61, yang pertama terbang pada tanggal 26 Juni tahun 1936 oleh Hanna Reitsch di Stadion Balai Deutschland pada 1930-an.
Helikopter yang sukses terbang pertama dilakukan oleh jenis Fock Wulf FW-61 berotor ganda yang didesain oleh Professor Heinrich Focke pada tahun 1933-1934. Helikopter ini melakukan terbang perdananya pada 26 Juni 1936 dan ditenagai oleh mesin Siemens-Halske Sh 14A bertenaga 160 hp. Heli ini diterbangkan oleh Ewald Rohlfs. Heli ini mencatat rekor terbang sejauh 122,35 km dan lama terbang satu jam 20 menit 49 detik. Pada waktu lain ia terbang hingga ketinggian 3427 meter dan rekor kecepatan 122 km/jam.
Pada tahun 1936 Focke digulingkan dari perusahaan Focke-Wulf oleh tekanan pemegang saham. Meskipun alasan nyata adalah bahwa ia dianggap "politis tidak dapat diandalkan" oleh rezim Nazi ada alasan untuk percaya itu sehingga kapasitas produksi Focke-Wulf yang dapat digunakan untuk menghasilkan Bf 109 pesawat. Perusahaan ini diambil alih oleh AEG , tapi segera setelah ini Kementerian Udara yang telah terkesan dengan helikopter Fw 61, menyarankan bahwa Focke mendirikan sebuah perusahaan baru yang didedikasikan untuk pengembangan helikopter dan mengeluarkan dia dengan persyaratan untuk desain yang baik mampu membawa 700 kg (1.500 lb) payload.
Focke-Wulf Fw 61
Focke-Wulf Fw 61 helikopter praktis, fungsional pertama.
Pertama kali terbang pada tahun 1936. dikenal juga sebagai Fa 61
Pada 27 April 1937 Focke mendirikan perusahaan Focke-Achgelis dengan Gerd Achgelis, dan mulai bekerja mengembangkan di Delmenhorst pada tahun 1938. Perusahaan baru membangun eksperimental Fa 225 menggunakan pesawat dari DFS 230 glider dan rotor dari Fa 223 Proyek lain. adalah Fa 330 layang-layang dengan rotor, mampu digunakan oleh kapal selam, kemudian digunakan sebagai spotter diderek. Itu disimpan dalam wadah kedap air di dek dari U-boat dan digunakan selama perang. Sebuah versi layang-layang bertenaga akan menjadi Fa 336 dalam tahap desain ketika perang berakhir dan dibangun di Perancis pasca-perang untuk pengujian.

Focke kemudian memproduksi helikopter transportasi Fa 223, dan merancang Fa 224, 266 Fa, Fa 269, 283 Fa, Fa 284, dan Fa 336 selama Perang Dunia II. Hanya sebagian besar Fa 223 Drache ("Naga") helikopter benar-benar diproduksi, tapi prototipe rekor kecepatan helikopter baru dari 182 km / h (113 mph) dan menempuh rekor 8,8 m / s (1.732 ft / min) pada tahun 1940. Model selanjutnya digunakan sebagai transportasi pasukan gunung, penyelamatan, dan pemulihan pesawat jatuh. Helikopter ini memiliki senapan mesin, dan bisa membawa satu atau dua bom  tapi Drache tidak pernah digunakan untuk pertempuran.

Menjelang akhir Reich Ketiga Focke mulai bekerja pada desain Focke Rochen, juga dikenal sebagai Schnellflugzeug.


Pascaperang

Pada 1 September 1945 Focke menandatangani kontrak dengan perusahaan Perancis SNCASE dan membantu dalam pengembangan helikopter penumpang SE-3000 mereka, yang didasarkan pada Focke-Achgelis Fa 223 "Drache" dan yang pertama terbang pada tahun 1948.

Pada tahun 1950, ia bekerja sebagai desainer dengan Automobile Company (Norddeutsche Fahrzeugwerke) dari Wilhelmshaven,  Jerman Utara.

Pada tahun 1952, Focke dan anggota lain dari mantan tim desainnya dipekerjakan oleh Brasil Centro Técnico Aeroespacial (CTA).

Ketika bekerja di CTA Focke juga mengembangkan BF-1 Beija-Flor (hummingbird) dua-seater helikopter cahaya dari tahun 1954, yang melakukan penerbangan pertama di Sao Jose dos Campos pada tanggal 22 Januari 1959. BF-1 adalah serupa di desain untuk the Cessna CH-1 , dengan 225 hp mesin Kontinental E225 di hidung dan tiang rotor berjalan secara vertikal antara tempat duduk depan. Struktur terbuka tubular baja boom ekor membawa sepasang permukaan ekor dan ekor rotor kecil. BF-2 ini dikembangkan dari ini dan pertama kali terbang pada tanggal 1 Januari 1959, dan melakukan kampanye penerbangan-pengujian diperpanjang sampai itu rusak dalam sebuah kecelakaan. Diperkirakan bahwa pekerjaan lebih lanjut pada Beija Flor kemudian ditinggalkan.

Focke kembali secara permanen ke Jerman pada tahun 1956 dan mulai mengembangkan helikopter tiga-seater bernama "Kolibri" ("burung") di Borgward perusahaan di Bremen, dengan penerbangan pertama berlangsung pada tahun 1958. Ketika bekerja di Borgward Focke mengatur angin terowongan di hanggar bekas di Bremen pusat; terowongan angin ini ditemukan kembali pada tahun 1997 dan saat ini pusat dari sebuah museum yang ditujukan kepadanya.

Setelah Borgward runtuh pada tahun 1961, Focke menjadi seorang konsultan insinyur dengan Vereinigte Flugtechnische Werke dari Bremen dan Deutsche Forschungsanstalt für Luft-und Raumfahrt. Focke dianugerahi Ludwig-Prandtl-Cincin dari Deutsche Gesellschaft für Luft-und Raumfahrt (German Society for Aeronautics dan Astronautics) untuk "kontribusi luar biasa di bidang teknik penerbangan" pada tahun 1961.

Focke meninggal di Bremen pada 25 Februari 1979. (Sumber: Wikipedia)
Read More