Camillo Golgi - Penemu Metode Pengotoran Jaringan Saraf

Camillo Golgi
Camillo Golgi
Lahir:  
7 Juli 1843 Corteno, Kerajaan Lombardy-Venetia, Austria Empire

Meninggal:  
21 Januari 1926 (umur 82) Pavia, Italia

Kewarganegaraan: 
Kekaisaran Austria, Italia

Kebangsaan:  Italia
BIdang: Neuroscience
Institusi:  University of Pavia
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1906)
Camillo Golgi adalah seorang dokter Italia, ahli patologi, ilmuwan, dan pemenang Nobel. Beberapa struktur dan fenomena dalam anatomi dan fisiologi diberi nama untuknya, termasuk aparatus Golgi, para tendon organ Golgi, dan Golgi tendon refleks.

Camillo Golgi lahir 7 Juli 1843 di desa Corteno, di provinsi Brescia ( Lombardy ), bagian dari Kekaisaran Austria. Desa ini sekarang bernama Corteno Golgi untuk menghormatinya. Ayahnya adalah seorang dokter dan petugas medis kabupaten.


Pendidikan

Camillo belajar kedokteran di Universitas Pavia, di mana status Golgi sebagai mahasiswa intern di Institut Psikiatri yang dipimpin oleh Cesare Lombrosso (1835 – 1909). Ia juga bekerja di laboratorium penelitian patologi milik Giulio Bizzozero (1846-1901), seorang professor muda brilian dalam bidang ilmu jaringan atau histologi dan patologi dan Bizzozero yang telah memperkenalkan kepada Golgi ilmu dan penelitian dalam teknik pembuatan sample atau preparat jaringan hidup.

Golgi lulus pada tahun 1865, Ia banyak menghabiskan masa kariernya dengan meneliti sistem saraf pusat. Kemudian ikut melawan penjajah Negaranya selama lima tahun terakhir, sampai Italia memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1870.


Penelitian

Ketika bekerja sebagai kepala petugas kedokteran di sebuah rumah sakit jiwa, ia mencoba memasukkan logam pada jaringan saraf, terutama dengan logam perak (pengotoran perak atau silver staining). Ia menemukan sebuah metode pengotoran jaringan saraf yang akan mengotorkan beberapa sel secara acak. Hal ini membuatnya dapat mengamati jalur-jalur pada sel-sel saraf di otak untuk pertama kalinya. Ia menyebut penemuannya sebagai "reaksi hitam" (dalam bahasa Italia: reazione nera). Metode ini dikenal sebagai metode Golgi atau pengotoran Golgi. Alasan mengapa terjadi pengotoran acak masih belum dapat dijelaskan.
Hipokampus
Hipokampus dikotori dengan metode perak nitart.
Gambar oleh Golgi.
Pada reaksi hitam terjadi fiksasi partikel perak kromat pada membran neuron (sel saraf) yang disebut neurilemma dengan mereaksikan perak nitrat dengan kalium dikromat. Reaksi ini menghasilkan suatu zat hitam pada badan sel saraf, akson, dan dendrit.

Golgi juga menemukan organ sensorik tendon yang nantinya disebut reseptor Golgi. Ia mempelajari siklus hidup dari Plasmodium falciparum dan membandingkan masa demam yang terjadi pada pasien malaria dengan siklus hidup organisme ini. Dengan menggunakan teknik pengotorannya, Golgi berhasil mengidentifikasi sebuah bagian dalam sel pada 1898. Bagian itu sekarang dikenal sebagai benda Golgi.

Golgi dan Santiago Ramón y Cajal menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1906 untuk penelitiannya mengenai sistem saraf.


Karir

Golgi memulai karirnya sebagai seorang peneliti pada tahun 1869 karena terpengaruh oleh tulisan Lombrosso yang menyatakan bahwa penyakit mental dapat disebabkan oleh lesi atau melemahnya komponen organik pada jaringan sel syaraf pusat. Sejak saat itu, ia meninggalkan ilmu kejiwaan (psikiatri) yang dulu ditekuninya, dan lebih berkonsentrasi pada penelitian struktur jaringan sistem syaraf.

Pada pertengahan abad 19, teknik pembuatan preparat (sampel) jaringan hidup seperti Fiksasi, Hematoxylin, dan Carmine mulai diperkenalkan. Kendati demikian, teknik pembuatan preparat seperti ini tidak bisa diterapkan karena hasilnya tidak akurat. Juga tidak memuaskan untuk mengetahui struktur jaringan pada sistem syaraf yang memiliki struktur lebih kompleks dan sistem organisasi yang khas dan berbeda dengan jaringan lainnya.

Pada 1872, karena ada masalah keuangan, Golgi berhenti melakukan kegiatan penelitian dan menerima pekerjaan sebagai Kepala Pegawai Kesehatan di Rumah Sakit Chronically III , Abbiategrasso, dekat Pavia dan Milan. Di tempat ini, ia menyulap sebuah dapur kecil menjadi laboratorium yang seadanya untuk melanjutkan penelitiannya mengenai teknik pewarnaan jaringan syaraf yang baru.

Pada tahun 1873, Golgi mempublikasikan tulisan singkat di Gazzetta Medica Italiana yang berjudul “Struktur Otak Daerah Kelabu”. Ini adalah penemuan pertama reaksi gelap (reazione nera), yang diperoleh dari jaringan syaraf yang dikeraskan dengan potassium bikromat kemudian diisi dengan perak nitrat.

Penemuan teknik pewarnaan ini kemudian dinamakan sesuai namanya yaitu, “Pewarnaan Golgi” dan sampai saat ini masih digunakan untuk pewarnaan jaringan syaraf.

Pada 1875, ia mempublikasikan artikel mengenai bulbus olfaktorius. Dalam artikel ini, ia menggambarkan struktur syaraf yang divisualisasikan dengan teknik yang ia temukan pada 1885 untuk pertama kalinya. Golgi menyodorkan risalah anatomi organ syaraf pusat yang diilustrasikan dengan bagus sekali.

Pada tahun yang sama, ia kembali ke Pavia. Dan pada 1876 , ia ditunjuk sebagai profesor ahli histologi. Satu tahun kemudian, ia menikah dengan keponakan Bizozzero, Lina Aletti. Mereka tidak memiliki anak, dan mengadopsi keponakan Golgi, Carolina.

Pada 1900, ia pernah menjadi senator. Pensiun pada 1918 dan meninggal di Pavia pada 21 Januari 1926.

Sumber: en.wikipedia.org

Biografi Muhammad bin Ibrahim al-Fazari - Pentransmisi Angka Hindu

Muhammad bin Ibrahim al-Fazari
Muhammad bin Ibrahim al-Fazari 
Abu abdallah Muhammad bin Ibrahim al-Fazari (meninggal 796 atau 806) adalah seorang filsuf, matematikawan dan astronom  Muslim. Ia banyak menterjemahkan buku-buku sains ke dalam bahasa Arab dan Persia. Ia juga merupakan astronom muslim pertama yang membuat astrolobe, alat untuk mengukur tinggi bintang. Ia pernah mendapat tugas untuk menterjemahkan ilmu angka dan ilmu hitung, serta ilmu astronomi India yang bernama Sind Hind, oleh khalifah Al Mansyur dari Abbasiyah.

Ayahnya bernama Ibrahim Al-Fazari yang juga seorang astronom dan matematikawan. Beberapa sumber menyebut dia sebagai seorang Arab, sumber lain menyatakan bahwa ia adalah seorang Persia. Al Farazi menetap serta berkarya di Baghdad, Irak, ibu kota kekhalifahan Abbasiyah.

Muhammad bin Ibrahim al-Fazari bersama ayahnya, Ibrahim al fazari, merupakan seorang ahli matematika dan astronom di istana kekhalifahan Abbasiya, di era khalifah harun al Rasyid. Ia menyusun berbagai jenis penulisan astronomi.

Bersamaan dengan Ya’qub ibn Thariq dan ayahnya, ia membantu menterjemahkan teks astronomi India oleh Brahma gupta (abad 7 M), Brahma Sphuta Siddhanta, ke dalam bahasa Arab sebagai Az jiz ala Sini al Arab atau kitab Sindhind. Terjemahan ini dimungkinkan sebagai saran penting dalam tranmisi angka hindu dari India ke dalam Islam.

Dinasti Abbasiyah yang berkuasa saat itu memberikan peluang dan dukungan yang sangat besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan apalagi dalam bidang astronomi. Khalifah al-Mansyur adalah penguasa Abbasiyah pertama yang memberi perhatian serius dalam pengkajian astronomi dan astrologi.

Khalifah Harun al rasyid mengumpulkan dan mendorong cendekiawan muslim untuk menerjemahkan beragam literatur yang berasal dari Yunani, Romawi Kuno, India, hingga Persia. Al Farazi adalah salah satu astronom paling awal di dunia Islam. Beliau memegang peran penting dalam kemajuan ilmu astronomi di masa Abbasiyah.

Al-Fazari menerjemahkan beberapa literatur asing ke dalam bahasa Arab dan Persia. Bersama dengan beberapa cendekiawan lain, seperti Naubakht, dan Umar ibnu al-Farrukhan al-Tabari, beliau meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan di dunia Islam.


Pekerjaan al-Fazari

Khalifah Harun al rasyid menunjuk seorang ahli astronomi yang bernama Naubahkh untuk memimpin upaya penerjemahan. Khalifah menulis surat pada kaisar Bizantium agar mengirimkan buku-buku ilmiah untuk diterjemahkan, termasuk buku-buku tentang ilmu astronomi.

Mungkin sekitar tahun 790, Al-Fazari menterjemahkan banyak buku sience ke dalam bahasa Arab dan Iran. Ia ditasbihkan sebagai pencipta astrolabe pertama dalam dunia Islam. Bersamaan dengan Yaʿqub ub ibn Tariqia membantu menerjemahkan teks astronomi India oleh Brahmagupta, Sindhind., dalam bahasa Arab, Az-Zij ‛ala Sini al-‛Arab(Tables of the disks of the astrolabe).

Transmisi Angka Hindu
Transmisi Angka Hindu 
Penerjemahan ini kemungkinan merupakan awal dimana angka Hindu ditransmisi dari India ke Islam. Buku tersebut dibawa oleh seorang pengembara dan ahli astronomi India bernama Mauka ke Baghdad dan segera menarik perhatian kaum cendekia di sana.

Al-Fazari menunaikan tugas dengan baik, menurut Ehsan Masood dalam bukunya “Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern”, saat itu telah menguasai astronomi sehingga di bawah arahan khalifah langsung beliau mampu menerjemahkan dan menyadur teks astronomi India kuno yang sangat teknis tersebut. Kemudian beliau memberi judul Zij al Sinin al Arab (Tabel Astronomi Berdasarkan Penanggalan Bangsa Arab) pada karya terjemahannya tersebut.

Menurut Ehsan Masood, penerjemahan Sindhind sangat berharga. Bukan hanya karena wawasan astronominya tapi juga sistem penomoran India, Kalpa Aharganas dengan perhitungan tahun Hijriah Arab. Selain itu, karya al Farazi mencantumkan daftar negara-negara di dunia dan dimensinya berdasarkan perhitungan tabel. Hasil kerja Al Farazi melalui penerjemahan mengenalkan sistem penomoran tersebut ke dunia Arab.


Astrolab 

Contoh Asrolab
Contoh Asrolab
Astrolab planisferis merupakan mesin hitung analog pertama, difungsikan sebagai alat bantu astronomi untuk menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu. Astrolab menjadi instrumen paling penting yang pernah dibuat. Dengan desain akurat, astrolab menjadi instrumen penentu posisi pada abad pertengahan.

Astrolab merupakan model alam semesta yang bisa digenggam sekaligus jam matahari untuk mengukur tinggi dan jarak bintang. Chaucer dalam “Treatise in the Astrolabe” menyatakan bahwa Astrolab kemudian menjadi alat navigasi utama, hanya dalam beberapa bulan setelah ditemukan Astrolab oleh Al Farazi, kemajuan astronomi melejit cepat.

Astrolab memainkan peranan penting dalam pencapaian bidang astronomi oleh umat Muslim hingga masa-masa berikutnya. Seorang astronom bernama al Sufi berhasil memanfaatkannya dengan baik. Al Sufi mampu memetakan sekitar seribu kegunaan Astrolab dalam berbagai bidang yang berbeda seperti astronomi, astrologi, digunakan termasuk meramalkan posisi matahari, bulan, planet, dan bintang-bintang, navigasi. Dalam dunia Islam, Astrolabe digunakan untuk menemukan waktu matahari terbit dan naik dari bintang-bintang, untuk membantu jadwal (shalat).

Pada abad ke-13, karya ini ditemukan kembali oleh penjelajah dan ahli geografi Muslim bernama Yaqut al-Hamawi dan al-Safadi. Gairah dan kemauan para sarjana Muslim belajar dari tradisi ilmu lain serta dukungan penuh dari pemerintahan menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan ilmu pengetahuan di dunia Islam.


Sumber: 

Jacobus Henricus van 't Hoff - Kimiawan Fisika dan Organik Belanda

Jacobus Henricus van 't Hoff
Jacobus Henricus van 't Hoff
Lahir:  30 Agustus 1852 Rotterdam, Belanda

Meninggal:  1 Maret 1911 (umur 58) Steglitz dekat Berlin, Kekaisaran Jerman

Tempat tinggal:  Belanda. Kekaisaran Jerman

Kebangsaan:  Belanda
Bidang: Kimia fisik dan Kimia organik

Institusi: Veterinary College di Utrecht, University of Amsterdam, University of Berlin.

Alma mater:  Delft University of Technology, University of Leiden, University of Bonn, University of Paris, University of Utrecht.

Penasihat Doktor:  Eduard Mulder
Doktor siswa: Ernst Cohen
Siswa terkenal lainnya: Frederick G. Donnan
Dikenal:  Kinetika kimia, stereokimia
Penghargaan: Davy Medal (1893), Hadiah Nobel untuk Kimia (1901)
Jacobus Henricus van 't Hoff ialah kimiawan fisika dan organik Belanda dan pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1901.Dia terkenal karena penemuannya dalam kinetika kimia, kesetimbangan kimia, tekanan osmotik, dan kristalografi/stereokimia. Jacobus juga mendirikan bidang ilmu kimia fisika seperti yang kita kenal sekarang.


Biografi

Jacobus Henricus van 't Hoff lahir di Rotterdam, Belanda pada30 Agustus 1852 . Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Jacobus Henricus van 't Hoff, Sr, adalah seorang dokter, dan ibunya adalah Alida Kolff van' t Hoff. Saat kecil, Jacobus tertarik pada ilmu pengetahuan dan alam, dan sering mengambil bagian dalam kunjungan botani. Pada tahun-tahun awal sekolah, dia menunjukkan minat yang kuat dalam puisi dan filsafat. Ia menilai Lord Byron menjadi idolanya.

Jacobus mengawali pendidikan tingggi Pertamanya dengan kuliah di Delft University of Technology pada bulan September 1869, dan belajar sampai tahun 1871, ia lulus ujian terakhirnya pada 8 Juli dan memperoleh gelar dari teknolog kimia. Dia melewati semua program nya dalam dua tahun, meskipun waktu yang diberikan studi tiga tahun. Kemudian ia kuliah di University of Leiden untuk belajar kimia. Dia kemudian belajar di Bonn, Jerman dengan Friedrich Kekulé dan di Paris dengan CA Wurtz. Dia menerima gelar doktor di bawah Eduard Mulder di University of Utrecht pada tahun 1874.

Pada tahun 1878, Van 't Hoff menikah Johanna Francina Mees. Mereka memiliki dua anak perempuan, Johanna Francina (b. 1880) dan Aleida Jacoba (lahir 1882), dan dua putra, Jacobus Henricus van 't Hoff III (b. 1883) dan Govert Jacob (lahir 1889). Van 't Hoff meninggal pada usia 58, pada tanggal 1 Maret 1911, di Steglitz , dekat Berlin, akibat penyakit TBC.


Gagasan penting

van 't Hoff terkenal karena penerbitannya yang membuka zaman baru. Tesis kedoktorannya (1874) berjudul Bijdrage tot de Kennis van Cyaanazijnzuren en Malonzuur (Sumbangan pada Pengetahuan Asam Sianoasetat dan Malonat). Beberapa bulan sebelumnya, ia telah menerbitkan Voorstel tot Uitbreiding der Tegenwoordige in de Scheikunde gebruikte Structuurformules in de Ruimte (Usulan untuk Pengembangan Rumus Struktur Kimia Tiga Dimensi). Selebaran kecil ini, terdiri atas 12 halaman teks dan 1 halaman diagram, mendorong perkembangan stereokimia. Konsep "atom karbon asimetris", yang berhubungan dengan naskah ini, mendukung penjelasan pembentukan sejumlah isomer yang tak bisa dijelaskan dengan menggunakan rumus struktur saat itu. Ia juga sekaligus menekankan perhatian lebih pada hubungan antara aktivitas optik dan kehadiran atom karbon asimetris.

Namun gagasan revolusionernya ini baru diakui setelah karya-karyanya, pada 1875 Chimie dans l'Espace-nya (Kimia dalam Ruang) terbit; khususnya saat 2 tahun kemudian, setelah terjemahan Jermannya muncul, dengan pasal pendahuluan dari J. Wislicenus. Melalui Dix Années dans l'Histoire d'une Théorie (Sepuluh Tahun perjalanan Sejarah Sebuah Teori) ia dihargai walau di saat yang sama Joseph Le Bel telah mengemukakan gagasan ini, meski dalam bentuk yang lebih abstrak.


Sumbangan terbesar

Pada 1884, sejak terbitnya Études de Dynamique chimique (Kajian mengenai Dinamika Kimia), ia memasuki bidang kimia fisika untuk pertama kali. Sumbangan besarnya ialah mengenai pengembangan hukum termodinamika umum pada hubungan antara perubahan tekanan dan pemindahan kesetimbangan sebagai akibat variasi suhu. Pada volume tetap, kesetimbangan dalam sebuah sistem akan cenderung berubah dalam arah untuk melawan perubahan suhu yang ditentukan pada sistem ini. Demikian pula, penurunan suhu menyebabkan lepasnya panas sedangkan menaikkan suhu menyebabkan penyerapan panas. Selanjutnya asas kesetimbangan bergerak ini digeneralisasi pada (1885) oleh Henri Louis le Chatelier, yang memperluas asas ini dengan perubahan volume untuk perubahan tekanan yang dipaksakan; kini dikenal sebagai asas van 't Hoff-Le Chatelier.

Pada tahun berikutnya, 1885, diikuti dengan L'Équilibre chimique dans les Systèmes gazeux ou dissous à I'État dilué (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan yang Ditambah Air), yang berurusan dengan teori larutan yang ditambah air ini. Di sinilah ia menunjukkan bahwa "tekanan osmotik" dalam larutan yang dicairkan secukupnya sebanding terhadap konsentrasi dan temperatur penuh agar tekanan ini bisa diwakili dengan rumus yang hanya menyimpang dari rumus tersebut untuk tekanan gas yang dilambangkan dengan i. Ia juga menentukan nilai i dengan sejumlah cara, sebagai contoh dengan menggunakan tekanan uap dan hukum Raoult pada penurunan titik beku. Demikian van 't Hoff juga bisa membuktikan bahwa hukum termodinamika tak hanya sah buat gas, namun juga buat larutan cair. Hukum tekanannya, yang diberikan keabsahan umum oleh teori disosiasi elektrolisis Arrhenius (1884-1887) – orang asing pertama yang datang untuk bekerja dengannya di Amsterdam (1888) – dianggap sebagai yang terlengkap dan terpenting dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Pada saat ia di Berlin dari 1896 sampai 1905 ia terus sibuk pada masalah asal endapan samudera, dengan rujukan khusus yang dibentuk di Stassfurt. Pada kerja yang lebih luas ia dibantu khususnya oleh W. Meyerhoffer, yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam selama beberapa tahun. Kemungkinan ialah orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil, didapat di laboratorium, pada fenomena yang terjadi pada skala besar di alam. Hasil penyelidikan ambisius ini, kebanyakan diterbitkan di Laporan Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia, diringkaskan dengannya dalam karya 2 jilid Zur Bildung ozeanischer Salzablagerungen, 1905-1909.

van 't Hoff amat menghargai kekuatan imajinasi dalam kerja ilmiah, sebagaimana nyata dalam pidato pelantikannya pada pengambilan jabatan profesornya di Amsterdam: Verbeeldingskracht in de Wetenschap (Kekuatan Imajinasi dalam Sains), setelah studi biografi yang rumit, ia tiba pada kesimpulan bahwa para ilmuwan yang paling menonjol telah memiliki kualitas tingkat tinggi ini. Wilhelm Ostwald, yang membuat Zeitschrift für physikalische Chemie dengannya di Leipzig, ia bisa dianggap sebagai pendiri kimia fisika.


Penghargaan, dan peninggalan

Dari sejumlah medali ia sendiri menyebutkan Hadiah Nobel Kimia (1901) ialah titik kulminasi kariernya. Pada 1885 ia diangkat sebagai anggota Akademi Ilmiah Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tak dimasukkan pada 1880 karena jumlah suara yang tak mencukupi – bukti bahwa awalnya gagasannya tak banyak diterima di negerinya sendiri. Di antara medalinya yang lain ialah gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale (1901), Universitas Victoria Manchester (1903), Heidelberg (1908); Medali Davy dari Royal Society (1893), Medali Helmholtz dari Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia (1911); ia juga diangkat sebagai Chevalier de la Legion d'Honneur (1894), Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911). Ia juga anggota kehormatan Chemical Society, London (1898), Akademi Ilmiah Kerajaan, Gottingen (1892), American Chemical Society (1898), Académie des Sciences, Paris (1905).

Sumber:
en.wikipedia.org 
id.wikipedia.org 

Biografi Ernst Mach (1838-1916)

Ernst Mach (1838-1916)
Nama lahir: 
Ernst Waldfried Josef Wenzel Mach 

Tanggal lahir: 
8 Februari 1838 Brno, Moravia, Austria

Meninggal: 
19 Februari 1916 (umur 78) Munich, Kekaisaran Jerman

Tempat tinggal:  
Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria

Kewarganegaraan:  Austria
Bidang: Ahli fisika
Institusi: University of Graz, Charles University (Praha), University of Vienna
Alma mater:  University of Vienna

Penasihat Doktor:  Andreas von Ettingshausen

Doktor siswa: Heinrich Gomperz

Siswa terkenal ainnya: Andrija Mohorovicic

Dikenal: Bilangan Mach, Prinsip Mach, Gelombang kejut, Gelombang Mach, Efek refleksi Mach

Pengaruh:  Andreas von Ettingshausen, Gustav Fechner, Carl Ludwig.

Terpengaruh:  Lingkaran Wina, Ludwig Boltzmann, Pierre Duhem, Wolfgang Pauli, William James, Wilhelm Kienzl
Ernst Waldfried Josef Wenzel Mach adalah seorang fisikawan dan filsuf Austria, terkenal karena kontribusinya dalam fisika seperti nomor Mach dan studi gelombang kejut. Sebagai seorang filsuf ilmu pengetahuan, ia memiliki pengaruh besar pada positivisme logis, pragmatisme Amerika dan melalui kritiknya terhadap Newton, pendahulu dari teori relativitas Einstein.

Biografi

Ernst Mach lahir di Chrlice, Moravia, Austria pada 8 Februari 1838. Keluarga Mach hidup di daerah terpencil. Ayahnya, Johan mendalami sastra klasik dan tinggal dalam atmosfer keluarga yang sangat tertutup. Meski seorang individualis ekstrem, ayahnya sangat berpendidikan. Ayahnya beternak ulat sutera. Beda dengan ayahnya, ibu Mach lahir dari keluarga pengacara dan dokter yang menjadikan ibunya seorang pencinta musik dan puisi.

Sampai umur 14 tahun, pendidikan Mach ditangani langsung oleh ayahnya yang mengajarkan Mach ilmu sejarah, aljabar dan geometri. Baru saat Mach berumur 15 tahun Mach disekolahkan di sekolah umum di Vienna. Disinilah ia mulai tertarik pada ilmu pengetahuan. Kemampuan mach tergolong biasa-biasa saja namun kemampuan intelektualnya muncul saat masuk ke Universitas Vienna. Disana ia belajar matematika, fisika, filsafat dan sejarah. Semua mengantarkannya mendapatkan gelar doktor dalam bidang fisika pada tahun 1860

Setelah itu Mach ditawari posisi profesor (ahli bedah) di Universitas Salzburg. Namun Mach lebih memilih posisi sebagai profesor fisika di Universitas Graz tahun 1866. Di Universitas ini Mach banyak memfokuskan diri pada optik, bidang yang sangat ia gemari dan tekuni.

Pada tahun 1897, Mach menikahi Ludovica Marrusig. Mach meninggal dunia pada tanggal 19 Februari 1916 di Haar, Jerman.


Teknik Shadowgraph

Mach mendapatkan gelar professor di bidang fisika eksperimental di Universitas Prague pada tahun 1897. Selama 28 tahun di sana, Mach mempublikasikan lebih dari 100 paper teknik. Ia mempresentasikan papernya yang sangat revolusioner yaitu Photograpische Fixierung der durch Projektile in der Luft eingleiten Vorgange di Academy of Sciences di Vienna tahun 1887. Dalam papernya, Mach mempublikasikan fotografi pertama yang menunjukkan sebuah gelombang kejut (schok wafe) yang dibentuk oleh peluru yang melesat melewati batas kecepatan suara.

Fotografi Ernst Mach 
dari busur gelombang kejut 
sekitar peluru supersonik, 
pada tahun 1888.
Yang sangat menakjubkan dari pekerjaan yang dilakukan Mach adalah caranya menangkap fenomena gelombang kejut. Padahal waktu itu baik komputer maupun peralatan elektronik belum ada. Teknik sederhana namun inovatif yang digunakan Mach adalah teknik Shadowgraph. Prinsip ini memanfaatkan adanya perubahan temperatur dan kerapatan udara saat terbentuknya gelombang kejut. Segala properti udara beik temperatur maupun kerapatannya akan naik secara tiba-tiba saat melewati gelombang kejut yang terbentuk pada peluru yang melesat menembus kecepatan suara.

Teknik ini memanfaatkan pancaran cahaya yang diterima obyek lalu ditangkap oleh layar atau pelat film. Jika cahaya dipancarkan ke dalam aliran udara dimana peluru melesat dengan kecepatan supersonik, cahaya akan menabrak gelombang kejut yang terbentuk lalu dipantulkan atau dibelokkan. Hal ini menyebabkan terbentuk bayangan (shadow) pada pelat film. maka bayangan yang terbentuk adalah fenomena gelombang kejut yang terbentuk saat peluru melesat, melebihi kecepatan suara.

Teknik pengambilan foto gelombang kejut sebagai bukti nyata perpaduan antara aerodinamika supersonik dengan bidang optik kegemarannya. Perpaduan kedua ilmu tersebut menghasilkan teknik shadowgraph yang sekarang masih tetap dipakai.

Berkolaborasi dengan anak laki-lakinya, Ludwig, Mach terus bereksperimen tentang aliran udara supersonik. Anaknya sendiri menjadi doktor di bidang kedokteran. Tahun 1895 Mach diberi tempat kehormatan di Universitas Vienna dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Mach lalu pindah ke Vienna untuk memenuhi panggilan tersebut. Mach lebih memfokuskan diri pada filsafat. Tahun 1897, Mach menderita stroke yang menyerang tangan kanannya. Meskipun sempat pulih, secara resmi ia berhenti tahun 1901. Sejak saat itu hingga kematiannya 19 Februari 1916. Mach masih tetap menjadi pemikir, dosen dan penulis yang aktif.


Mengeritik Teori Newton

Semasa hidupnya, Mach banyak mengeritik teori Newton. Padahal pada akhir abad 19, para ilmuwan sedang nyaman-nyamannya dengan mekanika Newton. Menurut Mach, gaya sentrifugal dan coriolis bukan berasal dari  benda yang mengalami percepatan atau rotasi terhadap kerangka acuannya seperti yang dikemukakan Newton. Ia berpandangan bahwa sumber kedua gaya tersebut adalah distribusi massa dari seluruh alam semesta.

Keyakinannya didasarkan bahwa gaya gaya tersebut adalah yang kita rasakan. Jadi tidak mungkin berasal dari suatu benda fisik. Ide menarik Mach ini membangkitkan minat Einstein, bahkan jika ia tidak sharing dengan pandangan tersebut, ia akan mengambil sebagai teorinya sendiri. Mach hingga akhir hayatnya tidak pernah menerima pemikiran tentang fisika atom dan kuantum serta teori relativitas. Mach juga pernah menerima sejumlah kritik akibat suatu pernyataannya dari Vladimir Lenin yang belakangan menjabat sebagai pemimpin Uni Soviet.

Sumber:
id.wikipedia.org
en.wikipedia.org 

Biografi August Weismann (1834-1914)

August Weismann
Lahir: 
17 Januari 1834 Frankfurt am Main, Jerman

Meninggal:  
5 November 1914 (umur 80) Freiburg

Dikenal: teori plasma nutfah

Penghargaan: 
Darwin-Wallace Medal (Silver, 1908)

Ayah: Johann Konrad Weismann (b. 1804, d. 1880)

Ibu:
Elise Lübbren (b. 1803, d. 1850)

Istri: 
Marie Dorothea Gruber (m. 1867, empat anak perempuan, satu anak)

Anak: 
Julius Weismann (b. 1879)
    
Studi :
Medical School: Universitas Göttingen (1852-1856)

Scholar: Universitas Giessen
Profesor: Universitas Freiburg (1863-1912)

Penghargaan
Darwin Medal 1908

Buku:
Studi dalam Teori Descent (1882, biologi, 2 jilid.)
Esai pada Keturunan dan Masalah Biologi Kindred (1889, biologi)
Para plasma germinal: A Theory Keturunan (1893, biologi)
Teori Evolusi (1904, biologi)
Friedrich Leopold August Weismann adalah seorang ahli biologi evolusi berkebangsaan Jerman. Ernst Mayr menempatkannya sebagai ahli teori evolusi terpenting kedua abad ke-19 setelah Charles Darwin. Weismann menjadi Direktur Zoological Institute dan profesor pertama Zoologi di Universitas Freiburg.


Kehidupan awal

Weismann lahir sebagai seorang putra dari guru SMA, Johann (Jean) Konrad Weismann (1804-1880), lulusan bahasa kuno dan teologi, dan istrinya Elise (1803-1850), née Lübbren, putri dari dewan kabupaten dan walikota dari Stade, pada 17 Januari 1834 di Frankfurt am Main. Ia memiliki pendidikan borjuis abad ke-19 yang khas, menerima pelajaran musik dari usia empat tahun, dan mendapat pelajaran melukis dari Jakob Becker (1810-1872) di Frankfurter Städelsche Institut dari usia 14. guru pianonya adalah kolektor setia kupu-kupu dan memperkenalkannya kepada pengumpulan imago dan ulat. Seorang teman keluarga, Friedrich Wöhler (1800-1882), menganjurkan belajar kedokteran. Sebuah yayasan dari warisan ibu Weismann memungkinkan dia untuk mengambil studi di Göttingen. Setelah lulus tahun 1856, ia menulis disertasinya pada sintesis asam hipurat dalam tubuh manusia.


Karir

Setelah lulusa dari universitas, Weismann menjadi asisten di Städtische Klinik (klinik kota) di Rostock. Weismann berhasil menyerahkan dua naskah, satu tentang asam hipurat dalam herbivora, dan satu tentang kandungan garam dari Laut Baltik, dan memenangkan dua hadiah. Makalah tentang kandungan garam membuatnya menjadi seorang ahli kimia, karena ia merasa dirinya kurang dalam akurasi apothecarial.

Setelah kunjungan studi untuk melihat museum dan klinik Wina, ia lulus sebagai dokter dan menetap di Frankfurt dengan praktek medis pada tahun 1868. Selama perang antara Austria, Perancis dan Italia pada tahun 1859, ia menjadi Kepala Dinas Kesehatan di militer. Selama cuti dari tugas, ia berjalan melalui Italia Utara dan Kabupaten Tyrol. Setelah cuti di Paris, ia bekerja dengan Rudolf Leuckart di University of Giessen. Dia kembali ke Frankfurt sebagai dokter pribadi untuk mengusir Archduke Stephen dari Austria di Schaumburg Kastil 1861-1863.


Kontribusi untuk biologi evolusi

August Weismann mencoba untuk menerapkan teori Darwin dalam peristiwa genetika. Dia berpendapat bahwa evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

Weismann berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Ia membuktikan pendapatnya dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya. Hingga generasi ke-21, semua anak tikus yang dilahirkan dari keturunan kedua tikus tadi berekor panjang. Weismamn pun menyimpulkan bahwa:
  • Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungam tidak akan diwariskan ke generasi berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa teori evolusi Lamarck tidak benar.
  • Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen melalui sel kelam!n, atau evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

Teori plasma nutfah

Kontribusi utama August adalah teori plasma nutfah, yang menurut teori ini, pewarisan pada organisme mulitseluler hanya terjadi melalui sel nutfah seperti sel telur dan sel sperma. Sel-sel lainnya pada tubuh (sel somatik) tidak berfungsi sebagai agen pewarisan. Akibatnya adalah, sel nutfah yang memproduksi sel somatik tidak dipengaruhi oleh kemampuan baru apapun yang sel somatik dapatkan selama hidupnya. Informasi genetik tidak dapat diwariskan melalui plasma soma ke plasma nutfah ataupun dari generasi ke generasi. Ini disebut sebagai sawar Weismann.

Gagasan mengenai sawar Weismann ini berperan penting dalam sintesis evolusi modern. Menurut Weismann, proses mutasi acak yang terjadi pada gamet merupakan satu-satunya sumber perubahan pada makhluk hidup yang diseleksi oleh seleksi alam. Gagasan Weismann ini muncul sebelum karya Gregor Mendel ditemukan kembali.

August Weismann meninggal pada 5 November 1914 (umur 80) di Freiburg Jerman. Ia meninggalkan Istri, Marie Dorothea Gruber, empat anak perempuan, dan satu anak laki-laki, Julius Weismann. (Wikipedia)

Umar Khayam (1048-1131)

patung Umar Khayam
Umar Khayam (1048-1131)
Umar Khayam adalah tokoh matematika muslim yang terkenal, lahhir di Nishapur, Iran pada 18 Mei 1048 dan wafat pada 4 Desember 1131. Kendati ia lebih dikenal sebagai seorang penyair, namun Umar Khayyam memiliki kontribusi besar dalam bidang matematika, terutama dalam bidang aljabar dan trigonometri. Ia merupakan matematikawan pertama yang menemukan metode umum penguraian akar-akar bilangan tingkat tinggi dalam aljabar, dan memperkenalkan solusi persamaan kubus. Nama aslinya adalah Ghiyatsuddin Abulfatah 'Umar bin Ibrahim Khayyami Nisyaburi . Khayyam berarti "pembuat tenda" dalam bahasa Persia.


Sang Matematikawan 

Ketika hidupnya, Umar dikenal sebagai seorang matematikawan dan astronom yang memperhitungkan bagaimana mengoreksi kalender Persia. Pada 15 Maret 1079, Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar, seperti yang dilakukan oleh Julius Caesar di Eropa pada tahun 46 SM dengan koreksi terhadap Sosigenes, dan yang dilakukan oleh Paus Gregorius XIII pada Februari 1552 dengan kalender yang telah diperbaiki Aloysius Lilius (meskipun Britania Raya baru beralih dari Kalender Julian kepada kalender Gregorian pada 1751, dan Rusia baru melakukannya pada 1918).

Dia pun terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.


Sang astronom 

Umar Khayam berhasil dengan sangat akurat (mengoreksi hingga enam desimal di belakang koma) mengukur panjang satu tahun sebagai 365,24219858156 hari. Pekerjaan itu dilakukan pada tahun 1073, ketika Malik-Syah, penguasa Isfahan, mengundang Khayyam untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium, bersama-sama dengan sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya.

Ia terkenal di dunia Persia dan Islam karena observasi astronominya. Ia pernah membuat sebuah peta bintang (yang kini lenyap) di angkasa.


Umar Khayyam dan Islam 

Meski ada akhirnya ia terbukti seorang muslim, namun filsafat Umar Khayyam agak berbeda dengan dogma-dogma umum Islam. Tidak jelas apakah ia percaya akan kehadiran Allah atau tidak, namun ia menolak pemahaman bahwa setiap kejadian dan fenomena adalah akibat dari campur tangan ilahi. Ia pun tidak percaya akan Hari Kiamat atau ganjaran serta hukuman setelah kematian. Sebaliknya, ia mendukung pandangan bahwa hukum-hukum alam menjelaskan semua fenomena dari kehidupan yang teramati. Para pejabat keagamaan berulang kali meminta dia menjelaskan pandangan-pandangannya yang berbeda tentang Islam. Khayyam akhirnya naik haji ke Mekkah untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang muslim.


Omar Khayyám, Penulis dan Penyair

Omar Khayyám kini terkenal bukan hanya keberhasilan ilmiahnya, tetapi karena karya-karya sastranya. Ia diyakini telah menulis sekitar seribu puisi 400 baris. Di dunia berbahasa Inggris, ia paling dikenal karena The Rubáiyát of Omar Khayyám dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Edward Fitzgerald (1809-1883).

Orang lain juga telah menerbitkan terjemahan-terjemahan sebagian dari rubáiyátnya (rubáiyátberarti "kuatrain"), tetapi terjemahan Fitzgeraldlah yang paling terkenal. Ada banyak pula terjemahan karya ini dalam bahasa-bahasa lain.

Aneka ragam
  • Kehidupan Omar digambarkan dalam film tahun 1957 Omar Khayyam dibintangi oleh Cornel Wilde, Debra Page,Raymond Massey, Michael Rennie, dan John Derek.
  • Tampil sebagai salah satu tokoh utama dalam novel Samarcande oleh Amin Maalouf.
  • Hidupnya digambarkan oleh sutradara Iran-Amerika Kayvan Mashayekh dalam "The Keeper: the Legend of Omar Khayaam" yang diputar di independent theaters sejak Juni 2005
  • Sebuah kawah bulan Omar Khayyam dinamai sesuai dengan namanya pada  1970.
  • Sebuah asteroid 3095 Omarkhayyam dinamai sesuai namanya pada  1980.
Sumber:
Wikipedia
Berbagai sumber

Hermann von Fehling - Penemu Larutan Penguji Kandungan Glukosa

Hermann von Fehling
Hermann von Fehling 

Lahir: 
9 Juni 1812 Lübeck, Jerman

Meninggal: 
1 Juli 1885, Stuttgart, Jerman

Institusi: 
Universitas Heidelberg 

Dikenal karena:
-larutan Fehling, 
-Penyelidikan asam suksinat, 
-Persiapan fenil sianida, 
-Nitril sederhana dari seri aromatik. 
Hermann von Fehling adalah seorang kimiawan Jerman yang terkenal dalam mengembangkan larutan Fehling yang digunakan untuk menguji adanya kandungan glukosa. Larutan Fehling itu dikenal sebagai larutan tembaga sulfat dicampur dengan alkali dan kalium natrium tartrat (garam Rochelle). 

Hermann von Fehling lahir 9 Juni 1812 di Lübeck, Jerman. Dengan tujuan mengambil ilmu farmasi, ia memasuki Universitas Heidelberg sekitar tahun 1835. Setelah lulus ia pergi ke Gießen sebagai murid Justus von Liebig, dengannya, Fehling dapat memahami tentang komposisi paraldehid dan metaldehid. Pada tahun 1839, atas rekomendasi Liebig, ia diangkat menjadi kimiawan di politeknik di Stuttgart, posisi yang dipegangnya selama lebih dari 45 tahun.

Selain larutan Fehling, karya Fehling yang terkenal yaitu penyelidikan asam suksinat, persiapan fenil sianida (lebih dikenal sebagai benzonitril), dan nitril sederhana dari seri aromatik. Sebagian besar waktunya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang teknologi dan kesehatan masyarakat bukan dengan kimia murni. Dia adalah seorang kontributor Handwörterbuch dari Liebig, Friedrich Wöhler dan Johann Christian Poggendorff, serta Graham-Otto Textbook of Chemistry. Selama bertahun-tahun dia menjadi anggota panitia revisi Farmakope germanica.

Hermann von Fehling Meninggal pada 1 Juli 1885 di Stuttgart, Jerman. (Wikipedia)

Biografi Edwin Powell Hubble - Penggagas Hukum Hubble

Edwin Powell Hubble
Edwin Powell Hubble 
Lahir: 
November 20, 1889 Marshfield, Missouri
Meninggal: September 28, 1953 (umur 63) San Marino, California, AS
Tempat tinggal: AS
Kebangsaan: Amerika
Bidang: Astronomi
Lembaga: University of Chicago, Mount Wilson Observatory
Alma mater: University of Chicago, University of Oxford
Dikenal: Urutan Hubble
Terpengaruh: Allan Sandage
Penghargaan: Newcomb Cleveland Prize1924, Bruce Medal 1938, Franklin Medal 1939, Medali Emas dari Royal Astronomical Society 1940, Legion of Merit 1946
Edwin Powell Hubble adalah seorang astronom Amerika yang terkenal dengan "Hukum Hubble ". Yakni salah satu hukum dalam astronomi yang menyatakan bahwa pergeseran merah dari cahaya yang datang dari galaksi yang jauh adalah sebanding dengan jaraknya. Hukum ini pertama kali dirumuskan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929.

Teori "Hukum Hubble" telah ditemukan sebelumnya oleh Georges Lemaitre, seorang astronom Belgia yang mempublikasikan karyanya di jurnal. Masih banyak kontroversi seputar masalah ini dan beberapa berpendapat bahwa itu harus disebut sebagai " hukum Lemaitre" namun komunitas astronomi belum memakainya.

Hubble juga dikenal memberikan bukti substansial bahwa " nebula "sebenarnya galaksi di luar Bima Sakti. Hubble mendukung pergeseran Doppler interpretasi dari pergeseran merah diamati yang telah diusulkan sebelumnya oleh Slipher, yang menyebabkan teori ekspansi metrik ruang.

Biografi

Edwin Powell Hubble lahir di Missouri, Amerika Serikat, pada 29 November1889, dari pasangan Virginia Lee James (1864-1934) dan John Powell Hubble, seorang eksekutif asuransi, di Marshfield, Missouri, dan pindah ke Wheaton, Illinois, pada tahun 1900. Masa kecilnya dihabiskan di kota itu hingga umur 10 tahun ketika keluarganya berpindah ke Chicago, tempat dia menamatkan pendidikanya hingga jenjang sekolah menengah.

Minatnya pada dunia sains dan misteri pembentukan alam semesta terlihat dari hobi membaca buku-buku karangan Julius Verne, misalnya 20.000 Leagues Under the Sea dan From the Earth to the Moon, juga King Solomon’s Mineskarya Henry Rider Haggard.

Meskipun demikian, di masa mudanya di lebih dikenal sebagai atlet dari pada kegeniusannya. Tujuh kali dia menjadi juara dan sekali saja menduduki peringkat ketiga dalam sebuah kompetisi tingkat sekolah 1906. Pada tahun yang sama rekor lompat tinggi di Illnois berhasil dipecahkannya.

Ketika kuliah Hubble melanjutkan minatnya pada olahraga dengan berlatih basket dan tinju. Meskipun demikian, bukan berarti kuliahnya terabaikan dia lulus tepat waktu menjadi sarjana dalam bidang matematika dan astronomi di Universitas Chicago pada 1910. Kemudian, dia memilih melanjutkan kuliah hukum di Universitas Oxford, Inggris setelah memperoleh beasiswa Rhodes. Saat itu dia tidak berfikir untuk berkarir dalam bidang sains. Waktu tiga tahun dihabiskannya hingga memperoleh gelar Master of Arts.

Edwin Powell Hubble meninggal saat berusia 53 tahun, pada 28 September 1953 di San Marino, California.

Karir

Pada 1913, Hubble kembali ke AS dan memulai karirnya sebagai pengacara dengan membuka pelayanan hukum di Ouseville, Kentucky. Dia juga sempat menjadi guru sekolah menengah dan pelatih basket di New Albany, Indiana.

Kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah dia menyadari bahwa minatnya pada bidang astronomi jauh lebih besar. Oleh karena itu, dia kembali mendalami astronomi dan bergabung dengan Observatorium Yerkes di Universitas Chicago hingga memperoleh gelar doctor pada 1917.

Setelah menjalani wajib militer dalam Perang Dunia I, Hubble bekerja di Obsevatorium Mount Wilson di California. Disana dia banyak membuat rekaman astronomi menggunakan teleskop Hooker berdiameter 250 sentimeter. Dia membuktikan bahwa bintang-bintang variable terletak diluar galaksi kita dan menentukan adanya beberapa galaksi-galaksi lain selain Bimasakti yang kemudian berkembang sebagai konsep alam semesta.

Penelitian

Hubble juga membuat system kalsifikasi untuk berbagai galaksi yang berhasil diamati, mengaturnya satu-persatu berdasarkan jarak, bentuk, dan tingkat pencahayaanya, dengan memerhatikan menurunnya emisi cahaya galaksi, dia melihat bahwa galaksi-galaksi terebut bergerak saling menjauh dengan perbandingan jarak yang konstan. Semakin jauh suatu galaksi, semakin besar pula kecepatannya.

Dari sinilah dia mampu merumuskan Hukum Hubble pada 1929 yang dapat digunakan untuk memeperkirakan umur alam semesta. Dia mendapatkan hubungan tersebut linier dan menuliskannya dalam rumus yang menyatakan bahwa naiknya kecepatan berbanding lurus dengan jarak galaksi dan tetapan Hubble yang dia tentukan. Dengan mengukur tetapan Hubble, umur alam semesta dapat diperkirakan, yaitu 13-15 milliar tahun.

Dengan rumus Hubble itu dapat diperoleh bahwa semua galaksi itu pada awalnya menyatu di suatu titik. Pendapat inilah yang menjadi bukti kuat kebenaran Teori Ledakan Besar (Big Bang). Penemuan ini juga menunjukkan bahwa alam semesta mengembang atau bertambah luas.

Salah satu catatan menarik dari penemuan ini ada hubungannya dengan Albert Einstein. Pada 1917 Einstein memeperkenalkan Teori Relativitas Umum yang menghasilkan model alam semesta berdasarkan teorinya tersebut dan mengklaim bahwa ruang dipengaruhi gravitasi. Dengan demikian, seharusnya alam semesta bisa saja berkembang atau berkontraksi. Namun, dia menyatakan bahwa hal tersebut tidak wajar sehingga memperbarui teorinnya dan menyatakan bahwa alam semesta tetap dan tidak bergerak.

Dengan adanya temuan Hubble, Einstein menyadari dan mengatakan bahwa revisinya tentang teori alam semesta yang dibuatnya sendiri adalah kekeliruan terbesar dalam hidupnya. Dia sempat mengunjungi Hubble pada 1931 untuk berterima kasih. Temuan Hubble telah merevolusi bidang astronomi. Tidak hanya membuktikan adanya galaksi lain, dai berhasil menunjukkan bukti yang kuat bahwa alam semesta berkembang.

Edwin Hubble meninggalkan Mount Wilson pada 1942 untuk terlibat dalam Perang Dunia II, pada 1946, dia menerima penghargaan Medal of Merit atas jasanya yang besar terhadap masyarakat. Dia juga pada 1948 terpilih sebagai Honorary Fellow dari Queen’s Collage, Oxford atas kontribusinya yang kuar biasa bagi dunia astronomi.

Setelah Perang Dunia II

Setelah perang berakhir, Hubble kembali melanjutkan kegiatannya di Mount Wilson. Saat itu, dia mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan penelitian sehingga meyakinkan pengelola observatorium untuk memasang teleskop yang lebih besar agar dapat mempelajari alam semesta lebih baik.

Hubble sendiri ikut menentukan instrument pada desain Teleskop Hale berdiameter 500 sentimeter yang dipasang di observatorium Mount Palomar. Sebagai penghormatan, dia menjadi pemakai perdana alat tersebut. Saat itu ia mengatakan, “Saya berharap dapat menemukan sesuatu diluar dugaan”.

Teleskop luar angkasa Hubble
Teleskop luar angkasa Hubble
Rasa penasarannya terhadap misteri alam semesta dilanjutkan dengan penelitian baik pada observatorium di Mount Wilson maupun Mount Palomar. Belum juga selesei untuk menyiapkan beberapa malam pengamatannya, dia meninggal pada 28 September 1953 di San Marino, California.

untuk mengenang jasanya yang sangat besar dalam bidang astronomi. dibangunlah teleskop terbaik yang pernah dibangun di luar angkasa dan masih beroperasi sampai sekarang diberi nama Teleskop Ruang Angkasa Hubble (HST). Sejak diluncurkan tahun 1990, HST telah menghasilkan potret luar angkasa yang menakjubkan.


"Hukum Hubble"
KONSTANTA HUBBLE

Dalam ilmu astronomi, kita mengenal apa yang disebut sebagai hukum Hubble (Hubble’s Law). Hukum ini menyatakan bahwa pergeseran merah dari cahaya yang datang dari galaksi yang jauh adalah sebanding dengan jaraknya. Hukum ini pertama kali dirumuskan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929.

Kita sudah pernah belajar tentang efek pergeseran Doppler, dimana kenyataan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh memberikan sebuah gambaran tentang alam semesta yang mengembang yang apabila diekstrapolasikan ke waktu lampau akan berpangkal pada peristiwa sebuah dentuman besar (big bang) yang menandai terbentuknya alam semesta. Hubble membandingkan jarak ke galaksi dekat dengan pergeseran merah mereka, dan menemukan hubungan yang linear. Perkiraannya tentang suatu konstanta perbandingan ini dikenal dengan nama konstanta Hubble (dan sekarang juga dikenal sebagai “parameter Hubble” karena ternyata hal ini bukanlah sekedar konstanta, melainkan suatu parameter yang tergantung pada waktu yang menandakan perluasan alam semesta yang dipercepat), sebenarnya meleset dengan faktor 10.

Lebih jauh lagi, jika seseorang menggunakan pengamatan Hubble yang asli dan kemudian memakai jarak yang paling akurat dan kecepatan yang sekarang diketahui, ia akan memperoleh suatu grafik scatter plot yang acak tanpa hubungan yang jelas antara pergeseran merah dengan jarak. Sekalipun demikian, hubungan yang hampir linear antara pergeseran merah dan jarak dikuatkan oleh pengamatan setelah Hubble. Hukum ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

v = H0 D

dimana v adalah pergeseran merah, biasanya dinyatakan dalam km/s (kecepatan di mana galaksi menjauhi kita, untuk menghasilkan pergeseran merah ini melalui efek Doppler), H0 adalah parameter Hubble (pada pengamat, seperti dilambangkan dengan indeks 0), dan D adalah jarak sekarang dari pengamat ke galaksi, yang diukur dalam megaparsek: Mpc.

Kita dapat menurunkan hukum Hubble secara matematis jika ia menganggap bahwa alam semesta mengembang (atau menyusut) dan menganggap bahwa alam semesta adalah homogen, yang berarti bahwa semua titik di dalamnya adalah sama.

Selama sebagian besar dari paruh kedua abad ke-20, nilai dari H0 diperkirakan berada di antara 50 dan 90 km/s/Mpc. Nilai dari konstanta Hubble sudah merupakan topik kontroversi yang cukup lama dan pahit antara Gérard de Vaucouleurs yang menyatakan bahwa nilainya adalah 100 dan Allan Sandage yang menyatakan bahwa nilainya adalah 50. Proyek Hubble Key benar-benar melakukan perbaikan penting dalam menentukan nilai ini dan pada bulan Mei 2001 mempublikasikan perkiraanya sekitar 72+/-8 km/s/Mpc. Pada tahun 2003 satelit WMAP menyempurnakan lebih jauh menjadi 71+/-4, menggunakan cara yang sama sekali berbeda, berdasarkan pada pengukuran anisotropi pada radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik. Angka ini kemudian dikoreksi lagi pada Agustus 2006. Berdasarkan data dari Observatorium Sinar X Chandra, nilai konstanta hubble ditetapkan pada angka 70 (km/s)/Mpc, +2.4/-3.2.

Konstanta Hubble adalah “konstan” dalam arti bahwa konstanta ini dipercaya bisa dipakai untuk semua kecepatan dan jarak pada masa sekarang. Nilai dari H (yang biasa disebut sebagai parameter Hubble untuk membedakannya dengan nilai sekarang, konstanta Hubble) berkurang terhadap waktu. Jika kita menganggap bahwa semua galaksi mempertahankan kecepatannya relatif terhadap kita dan tidak mengalami percepatan atau perlambatan, maka kita memiliki D = vt dan oleh karena itu H = 1/t, di mana t adalah waktu sejak dentuman dahsyat (Big Bang). Rumus ini dapat digunakan untuk memperkirakan usia alam semesta dari H.

Namun pengamatan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa gerak galaksi dipercepat menjauhi kita, yang berarti bahwa H > 1/t (tetapi tetap saja berkurang terhadap waktu) dan perkiraan 1/H0 (antara 11 dan 20 milyar tahun) sebagai usia alam semesta adalah terlampau kecil.

Teleskop Hubble
Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang hitam/black hole, galaksi, bintang), dll. Hubble adalah teleskop angkasa yang berhasil menemukan Xena, planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya. Selain itu, Hubble juga bayak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di luar angkasa seperti; supernova, lahirnya bintang, tabrakan bintang, dll. Gambar sebuah galaksi raksasa tidak dikumpulkan dalam sehari saja. Galaksi Messier 101 (M-101) adalah salah satunya. Gambar galaksi ini merupakan gambar terbesar dan ter-detail dari sebuah galaksi spiral yang pernah dihasilkan oleh Hubble. Gambar galaksi ini terdiri dari 51 bagian. Pada misi kedua di bulan Februari 1997, astronot mengganti sebagian instrumen Hubble dan juga menambahkan selimut baru untuk menjaga Hubble agar tetap hangat. Advance Camera, dipasang pada tahun 2001. Kamera ini dapat mempertajam gambar dan memperlebar sudut pandang kamera. Setelah itu, Wide Field Camera 3, dan Cosmic Origins Spectrograph dipasang pada tahun 2003. Dua misi Hubble yang terakhir adalah pada tahun 2001 dan 2003. Hubble seharunya akan di non-aktifkan pada akhir tahun 2005. Tetapi, pada bulan Oktober 1997, NASA memutuskan untuk memperpanjang pengoperasian Hubble dari tahun 2005 ke 2010. Hubble akan digantikan oleh teleskop James Webb.

Teleskop angkasa Hubble adalah sebuah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi. Nama Hubble diambil dari nama ilmuwan terkenal Amerika, Edwin Hubble yang juga merupakan penemu hukum Hubble. Sebagian besar dari benda-benda angkasa yang telah berhasil diidentifikasi, adalah merupakan jasa teleskop Hubble.

Sejarah
Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan untuk membangun sebuh teleskop angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai menugumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai.

Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985. Hubble di'angkasakan' untuk pertamakalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal, Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi, pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger. Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia! Pada bulan Desember 1993, Pesawat Ulang-Alik Endeavor, dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya.

Ukuran
Teleskop: Ketebalan mencapai 13.1 meter (43.5 kaki), berdiameter 4.27 meter (14.0 kaki) dan memiliki berat 11,000 kilogram. Ukuran Hubble hampir sama dengan sebuah bus sekolah. Juga, perhatikanlah tabung oranye yang ada pada teleskop. Ini adalah sumber tenaga Hubble.
Lensa: Lensa primer teleskop Hubble, berdiameter 2.4 m (8 kaki), dan beratnya mencapai 826 kilogram. Lensa ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh lapisan tipis aluminum murni untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, lensanya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar lensa tidak cepat rusak.

Cara kerja
Pertama-tama, Hubble menangkap gambar, setelah diterima oleh teleskop, gambar tersebut akan diubah manjadi kode digital dan diradiasikan ke bumi dengan menggunakan antena yang mamiliki kemampuan mengirimkan data 1 juta bit per detik. Setelah kode digital diterima oleh stasiun di bumi, kode itu akan diubah menjadi foto dan spektrograf (sebuah instrumen yang digunakan untuk mencatat spektrum astronomikal).

Teleskop ini dapat berjalan 5 mil per detik. Hubble dapat berkeliling lebih dari 150 juta mil per tahun (± 241 juta kilometer)

Pengendalian Hubble
Sejak pertama kali dioperasikan, teleskop ini dikendalikan dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md.

Berbagai Sumber

Biografi Archibald Vivian Hill - Penemu Reaksi Biokimia dalam Otot

Archibald Vivian Hill
Archibald Vivian Hill
Lahir:  
26 September 1886 Bristol, Inggris

Meninggal
3 Juni 1977 (umur 90) Cambridge, Inggris

Kebangsaan:  
Inggris Raya

Bidang
Fisiologi dan biofisika

Institusi; 
Cambridge University, University of Manchester, University College, London
Alma mater:  Cambridge University

Penasehat akademik: 
Walter Morley Fletcher

Siswa Terkemuka: 
Bernard C. Abbott, Te-Pei Feng, Ralph H. Fowler, Bernard Katz

Dikenal: 
Kerja mekanik dalam otot, Model kontraksi otot, Pendiri biofisika, Persamaan Hill (biokimia)

Penghargaan: 
Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1922), Royal Medal (1926), Copley Medal (1948)

Catatan: Ia adalah ayah dari Polly Hill, David Keynes Hill, Maurice Hill, dan kakek dari Nicholas Humphrey.
Archibald Vivian Hill ialah fisiolog dan biofisikawan Inggris yang menerima (dengan Otto Meyerhof) Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 1922 untuk penemuan yang berkaitan dengan produksi panas dalam otot. Bersama dengan Hermann Helmholtz Hill dianggap sebagai salah satu pendiri biofisika.

Archibald Vivian Hill lahir di Bristol pada 26 september 1886. Pendidikan awal berada di Sekolah Blundell itu, Tiverton, dia memperoleh beasiswa ke Trinity College, Cambridge. Di sini ia belajar matematika dan mengambil study matematika Tripos, yang Ketiga Wrangler (1907).

Setelah lulus, ia didesak untuk mengambil fisiologi oleh gurunya, Dr (kemudian Sir) Walter Fletcher Morley.

Setelah mendapat beasiswa di Trinity pada tahun 1910, Hill menghabiskan musim dingin 1910-1911 di Jerman, bekerja dengan Bürker (yang mengajarinya tentang teknik observasi myothermic) dan Paschen (yang memperkenalkan galvanometer, yang ia gunakan untuk menginvestigasi).

Di Universitas Cambridge (1911-1914) Hill memulai pengamatannya pada termodinamika fisiologi otot dan jaringan syaraf. Ia sanggup menunjukkan bahwa oksigen diperlukan hanya untuk kesembuhan, tidak untuk kontraktil, fase aktivitas otot, meletakkan pendirian untuk penemuan rangkaian reaksi biokimia yang dibawa dalam sel otot yang membawa akibat dalam kontraksi.

Karir

Guru besar fisiologi di Universitas Manchester (1920-1923) dan University College, London (1923-1925), ia menjabat sebagai guru besar riset Foulerton Royal Society dari 1926 sampai pengunduran dirinya pada 1951. Karya tulisnya termasuk Aktivitas Otot (1926), Gerakan Otot pada Manusia (1927), dan Mesin Kehidupan (1927). Hill juga menurunkan lambang matematika-dikenal sebagai "persamaan Hill".

Prestasi dan penghargaan
  • Officer Order of the British Empire (1918)
  • Fellow dari Royal Society (1918)
  • Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1922)
  • Pada tahun 1926 ia diundang untuk memberikan Royal Institution Kuliah Natal pada Saraf dan Otot: Bagaimana Kita Rasakan dan Move.
  • Companion of Honour (1946)
  • Copley Medal dari Royal Society (1948)
Dr Hill adalah penulis makalah ilmiah, ceramah, dan buku, Aktivitas otot (1926), Gerakan otot pada manusia (1927); Mesin juga Hidup (1927), Dilema Etis Sains dan Tulisan-tulisan lain (1960), dan Karakter dan Ujian di Physiotogy (1965).

Kematian

Archibald Vivian Hill meninggal pada 3 Juni 1977 (umur 90) di Cambridge, Inggris.

Al Biruni - Ilmuwan yang Menguasai Beragam Ilmu

Al Biruni
Al Biruni
Lahir: 
4 September 973 M, Kath (sekarang Khiva), sekitar wilayah aliran Sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan) 

Meninggal: 13 Desember 1048 (75 tahun) di Ghazna 

Bidang: fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat.
Abu Rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni adalah seorang Persia yang menguasai beragam ilmu seperti; fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, dia memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu. Dia juga dikenal sebagai seorang guru yang sangat dikagumi para muridnya.

Al-Biruni lahir menjelang terbit fajar pada 4 September 973 M di kota Kath – sekarang adalah kota Khiva – di sekitar wilayah aliran Sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan). Sejarah masa kecilnya tak terlalu banyak diketahui. Dalam biografinya, Al-Biruni mengaku sama sekali tak mengenal ayahnya, hanya sedikit mengenal tentang kakeknya.

Pendidikan dan kemampuan

Al-Biruni mampu menguasai sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi, dan Suriah. Al-Biruni muda menimba ilmu matematika dan Astronomi dari Abu Nasir Mansur. Menginjak usia yang ke-20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya di bidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina – ilmuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa.

Al-Biruni tumbuh dewasa dalam situasi politik yang kurang menentu. Ketika berusia 20 tahun, Dinasti Khwarizmi digulingkan oleh Emir Ma’mun Ibnu Muhammad, dari Gurganj. Saat itu, Al-Biruni meminta perlindungan dan mengungsi di Istana Sultan Nuh Ibnu Mansur. Pada tahun 998 M, Sultan dan Al-Biruni pergi ke Gurgan di Laut Kaspia. Dia tinggal di wilayah itu selama beberapa tahun.

Menulis buku
Selama tinggal di Gurgan, Al-Biruni telah menyelesaikan salah satu karyanya yakni menulis buku berjudul The Chronology of Ancient Nations. Sekitar 11 tahun kemudian, Al-Biruni kembali ke Khwarizmi. Sekembalinya dari Gurgan dia menduduki jabatan yang terhormat sebagai penasehat sekaligus pejabat istana bagi penggati Emir Ma’mun. Pada tahun 1017 M, situasi politik kembali bergolak menyusul kematian anak kedua Emir Ma’mun akibat pemberontakan.

Khwarizmi pun diinvasi oleh Mahmud Ghazna pada tahun 1017 M. Mahmud lalu membawa para pejabat Istana Khwarizmi untuk memperkuat kerjaannya yang bermarkas di Ghazna, Afghanistan. AL-Biruni merupakan salah seorang ilmuwan dan pejabat istana yang ikut diboyong. Selain itu, ilmuwan lainnya yang dibawa Mahmud ke Ghazna adalah matematikus, Ibnu Iraq, dan seorang dokter, Ibnu Khammar.

Untuk meningkatkan prestise istana yang dipimpinnya, Mahmud sengaja menarik para sarjana dan ilmuwan ke Istana Ghazna. Mahmud pun melakukan beragam cara untuk mendatangkan para ilmuwan ke wilayah kekuasaannya. Ibnu Sina juga sempat menerima undangan bernada ancaman dari Mahmud agar datang dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya di istana Ghazna.

Meski Mahmud terkesan memaksa, namun Al-Biruni menikmati keberadaannya di Ghazna. Di istana itu, dia dihormati dan dengan leluasa bisa mengembangkan pengetahuan yang dikuasainya. Salah satu tugas Al-Biruni adalah menjadi astrolog isatana bagi Mahmud dan penggantinya.

Pergi ke India
Pada tahun 1017 M hingga 1030 M, Al-Biruni mendapat kesempatan untuk melancong ke India. Selama 13 tahun, sang ilmuwan Muslim itu mengkaji tentang seluk beluk India hingga melahirkan apa yang disebut indologi atau studi tentang India. Di negeri Hindustan itu, Al-Biruni mengumpulkan beragam bahan bagi penelitian monumental yang dilakukannya. Dia mengorek dan menghimpun sejarah, kebiasaan, keyakian atau kepecayaan yang dianut masyarakat di sub-benua India.

Selama hidupnya, dia juga menghasilkan karya besar dalam bidang astronomi lewat Masudic Canon yang didedikasikan kepada putera Mahmud bernama Ma’sud. Atas karyanya itu, Ma’sud menghadiahkan seekor gajah yang bermuatan penuh dengan perak. Namun, Al-Biruni mengembalikan hadiah yang diterimanya itu ke kas negara.

Sebagai bentuk penghargaan, Ma’sud juga menjamin Al-Biruni dengan uang pensiun yang bisa membuatnya tenang beristirahat serta terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Dia juga berhasil menulis buku astrologi berjudul The Elements of Astrology. Selain itu, sang ilmuwan itu pun menulis sederet karya dalam bidang kedokteran, geografi, serta fisika. Al-Biruni wafat di usia 75 tahun tepatnya pada 13 Desember 1048 M di kota Ghazna. Untuk tetap mengenang jasanya, para astronom mengabadikan nama Al-Biruni di kawah bulan.

Sumbangan pada ilmu pengetahuan

Astronomi - Will Durant memaparkan tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang astronomi, ”Dia telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasi tabel astronomi untuk Sultan Ma’sud,”. Selain itu, Al-Biruni juga telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere. Al-Biruni juga menegaskan bahwa bumi itu itu berbentuk bulat. Al-Biruni tercatat sebagai astronom yang melakukan percobaan yang berhubungan dengan penomena astronomi. Dia menduga bahwa Galaksi Milky Way (Bima Sakti) sebagai kupulan sejumlah bintang. Pada 1031 M, dia merampungkan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang berjudul Kitab Al-Qanun Al Mas’udi.

Astrologi - Dia merupakan ilmuwan yang pertama kali membedakan istilah astronomi dengan astrologi. Hal itu dilakukannya pada abad ke-11 M. Dia juga menghasilkan beberapa karya yang penting dalam bidang astrologi.

Ilmu Bumi - Al-Biruni juga menghasilkan sejumlah sumbangan bagi pengembangan Ilmu Bumi. Atas perannya itulah dia dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Dia juga memberi kontribusi signifikan dalam kartografi, geografi, geologi, serta mineralogi.

Kartografi - Kartografi adalah ilmu tentang membuat peta atau globe. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah studi tentang proyeksi pembuatan peta.

Geodesi dan Geografi - Pada usia 17 tahun, Al-Biruni sudah mampu menghitung garis lintang Kath Khawarzmi dengan menggunakan ketinggian matahari. ”Kontribusi penting dalam geodesi dan geografi telah dibuat disumbangkan Al-Biruni. Dia telah memperkenalkan teknik mengukur bumi dan jaraknya menggunakan triangulasi,” papar John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam MacTutor History of Mathematics.

Geologi - Al-Biruni juga telah menghasilkan karya dalam bidang geologi. Salah satunya, dia menulis tentang geologi India.

Mineralogi - Dalam kitabnya berjudul Kitab al-Jawahir atau Book of Precious Stones, Al-Biruni menjelaskan beragam mineral. Dia mengklasifikasi setiap mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.

Metode Sains - Al-Biruni juga berperan dalam memperkenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Salah satu contohnya, dalam Kitab al-Jamahir dia tergolong ilmuwan yang sangat eksperimental.

Optik - Dalam bidang optik, Al-Biruni termasuk ilmuwan yang pertama bersama Ibnu Al-Haitham yang mengkaji dan mempelajari ilmu optik. Dialah yang pertama menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara.

Antropologi - Dalam ilmu sosial, Biruni didapuk sebagai antropolog pertama di dunia. Ia menulis secara detail studi komparatif terkait antropologi manusia, agama, dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, serta Asia Selatan. Dia dipuji sejumlah ilmuwan karena telah mengembangkan antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metodelogi yang canggih dalam studi antropologi.

Psikologi Eksperimental - Al Biruni tercatat sebagai pelopor psikologi eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu.

Sejarah - Pada usia 27 tahun, dia menulis buku sejarah yang diberi judul Chronology. Sayangnya buku itu kini telah hilang. Dalam kitab yang ditulisnya Kitab fi Tahqiq ma li’l-Hind atau Penelitian tentang India, Al-Biruni telah membedakan antara menode saintifik dengan metode historis.

Indologi - Dia adalah ilmuwan pertama yang mengkaji secara khusus tentang India hingga melahirkan indologi atau studi tentang India.

Matematika - Dia memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan matematika, khususnya dalam bidang teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri dan lainnya.


Akhir hayat

Al-Biruni wafat di usai 75 tahun pada13 Desember 1048 di Ghazna. Untuk mengenang jasanya, pada astronom mengabadikan nama Al-Biruni di kawah bulan.

Al Biruni adalah Ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M yang merupakan sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.

Ia dikenal juga dengan ‘Bapak Geodesi’. Di era keemasan Islam, Al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Selain itu ia juga ‘antropolog pertama’ di seantero jagad, salah satu pelopor metode saintifik eksperimental yang memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik. Al-Biruni juga tercatat sebagai seorang perintis psikologi eksperimental. Dia juga merupakan saintis pertama yang mengelaborasi eksperimen yang berhubungan dengan fenomena astronomi.

Karya-karya Al-Biruni:
  • Ketika berusia 17 tahun, dia meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude maksima matahari.
  • Ketika berusia 22, dia menulis beberapa hasil kerja ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, "Kartografi", yang termasukmetodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.
  • Ketika berusia 27, dia telah menulis buku berjudul "Kronologi" yang merujuk kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh beliau (sekarang tiada lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah.
  • Beliau membuat penelitian radius Bumi kepada 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16).

Sumbangannya pada bidang matematika:
  • Aritmatika teoritis and praktis
  • penjumlahan seri
  • Analisis kombinatorial
  • kaidah angka 3
  • Bilangan irasional
  • teori perbandingan
  • definisi aljabar
  • metode pemecahan penjumlahan aljabar
  • Geometri
  • Teorema Archimedes
  • Sudut segitiga

Hasil keryanya selain bidang matematika yaitu:
  • Kajian kritis tentang ucapan orang India, apakah menerima dengan alasan atau menolak (bahasa Arab تحقيق ما للهند من مقولة معقولة في العقل أم مرذولة) - sebuah ringkasan tentang agama dan filosofi India
  • Tanda yang Tersisa dari Abad Lampau (bahasa Arab الآثار الباقية عن القرون الخالية) - kajian komparatif tentang kalender dari berbagai budaya dan peradaban yang berbeda, dihubungkan dengan informasi mengenai matematika, astronomi, dan sejarah.
  • Peraturan Mas'udi (bahasa Arab القانون المسعودي) - sebuah buku tentang Astronomi, Geografi dan Keahlian Teknik. Buku ini diberi nama Mas'ud, sebagai dedikasinya kepada Mas'ud, putra Mahmud dari Ghazni.
  • Pengertian Astrologi (bahasa Arab التفهيم لصناعة التنجيم) - pertanyaan dan jawaban model buku tentang matematika dan astronomi, dalam bahasa Arab dan bahasa Persia
  • Farmasi - tentang obat dan ilmu kedokteran

Referensi
Biografi Al-Biruni 
Al-Biruni Ilmuwan Pendiri Tiga Ilmu 
Wikipedia