Max Planck - Pencetus Teori Kuantum

Max Planck
Max Planck
Nama lahir
Max Karl Ernst Ludwig Planck 

Tanggal lahir: 
23 April, 1858 

Tempat lahir: 
Kiel, Duchy of Holstein 

Meninggal :
4 Oktober 1947 (umur 89) Göttingen, Lower Saxony, Jerman 

Kebangsaan: 
Jerman 

Bidang: 
Fisika 

Lembaga: 
University of Kiel 
University of Berlin 
University of Göttingen 
Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft 

Alma mater: 
Ludwig Maximilian 
University of Munich 

Penasihat Doktor: 
Alexander von Brill 

Doktor siswa: 
Gustav Ludwig Hertz 
 Erich Kretschmann 
Walther Meissner 
Walter Schottky 
Max von Laue 
Max Abraham 
Moritz Schlick 
Walther Bothe 
Julius Edgar Lilienfeld 

Siswa terkenal lainnya: 
Lise Meitner 

Dikenal: 
Konstanta Planck 
Planck postulat 
Hukum radiasi badan hitam Planck 

Penghargaan terkemuka: Penghargaan Nobel dalam Fisika (1918) 
Hadiah Goethe (1945) 

Istri: 
Marie Merck (1887-1909) Marga von Hösslin (1911-1947)
Max Karl Ernst Ludwig Planck, adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak dilihat sebagai penemu teori kuantum, yang membuatnya memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1918.

Planck membuat banyak kontribusi untuk teori fisika, tetapi terkenal pada perannya sebagai pencetus teori kuantum. Teori ini merevolusi pemahaman manusia dari proses atom dan subatom, seperti teori relativitas Albert Einstein merevolusi pemahaman ruang dan waktu. Mereka merupakan ilmuwan teori-teori dasar fisika abad ke-20.

Biografi  

Max Karl Ernst Ludwig Planck lahir di Kiel, Schleswig-Holstein, Jerman, 23 April1858, ia berasal dari keluarga intelektual. Ayah buyut dan kakeknya adalah profesor teologi di Göttingen ; ayahnya, Johann Julius Wilhelm Planck adalah seorang profesor hukum di Kiel dan Munich.

Ibunya (istri kedua ayahnya), Emma Patzig. Max Planck adalah anak ke-6 dalam keluarga. Pada tahun 1867 keluarganya pindah ke Munich, dan Planck terdaftar di sekolah Maximilians gimnasium, di sana ia diasuha oleh Hermann Müller, seorang ahli matematika yang mengajarinya astronomi dan mekanik serta matematika. Dari Müllerlah Planck pertama kali belajar prinsip konservasi energi. Planck lulus awal, pada usia 17.

Planck memulai karier fisikanya di Universitas München pada tahun 1874, lulus pada tahun 1879 di Berlin. Dia kembali ke München pada tahun 1880 untuk mengajar di universitas itu, dan pindah ke Kiel pada 1885. Di sana ia menikahi Marie Mack pada tahun 1886. Pada tahun 1889, dia pindah ke Berlin, di mana sejak 1892 dia menduduki jabatan teori fisika.

Pada 1899, dia menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan konstanta Planck, dan, sebagai contoh, digunakan untuk menghitung energi foton. Juga pada tahun itu, dia menjelaskan unit Planck yang merupakan unit pengukuran berdasarkan konstanta fisika dasar. Satu tahun kemudian, dia menemukan hukum radiasi panas, yang dinamakan Hukum radiasi badan hitam Planck. Hukum ini menjadi dasar teori kuantum, yang muncul sepuluh tahun kemudian dalam kerja samanya dengan Albert Einstein dan Niels Bohr.

Dari tahun 1905 sampai 1909, Planck menjabat sebagai kepala Perkumpulan Fisikawan Jerman (Deutsche Physikalische Gesellschaft).

Istrinya meninggal pada tahun 1909, dan satu tahun kemudian dia menikahi Marga von Hoesslin. Pada tahun 1913, dia menjadi kepala Universitas Berlin. Untuk dasar dari fisika kuantum, dia diberikan penghargaan Nobel bidan fisika pada tahun 1918. Sejak tahun 1930 sampai 1937, Planck adalah kepala Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (KWG, Persatuan-Kaisar-Wilhelm untuk peningkatan dalam sains).

Selama Perang Dunia II, Planck mencoba meyakinkan Adolf Hitler untuk mengampuni ilmuwan Yahudi. Anak Planck, Erwin, dihukum mati pada 20 Juli, 1944, karena pengkhianatan dalam hubungan dengan pencobaan pembunuhan Hitler. Setelah kematian Planck pada 4 Oktober 1947 di Göttingen, KWG diubah namanya menjadi Max-Planck-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (MPG, Persatuan-Max-Planck untuk Peningkatan dalam Sains).

Teori Kuantum Max Planck

Pada tahun 1900 Max Planck mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.
rumus Teori Kuantum - Max Planck
Salah satu fakta yang mendukung kebenaran dari teori kuantum Max Planck adalah efek fotolistrik, yang dikemukakan oleh Albert Einsteinpada tahun 1905. Efek fotolistrik adalah keadaan di mana cahaya mampu mengeluarkan elektron dari permukaan beberapa logam (yang paling terlihat adalah logam alkali) (James E. Brady, 1990).

Susunan alat yang dapat menunjukkan efek fotolistrik ada pada gambar 1.1. Elektrode negatif (katode) yang ditempatkan dalam tabung vakum terbuat dari suatu logam murni, misalnya sesium. Cahaya dengan energi yang cukup dapat menyebabkan elektron terlempar dari permukaan logam.

Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif (anode) dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian tersebut.
tabung vakum Teori Kuantum Max Planck
Percobaan Efek Fotolistrik Memperlihatkan susunan alat yang menunjukkan efek fotolistrik, Seberkas cahaya yang ditembakkan pada permukaan pelat logam akan menyebabkan logam tersebut melepaskan elektronnya. Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian tersebut. Sumber: General Chemistry, Principles & Structure, James E. Brady, 5th ed, 1990.

Einstein menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang energinya sebanding dengan frekuensi cahaya. Jika frekuensinya rendah, setiap foton mempunyai jumlah energi yang sangat sedikit dan tidak mampu memukul elektron agar dapat keluar dari permukaan logam. Jika frekuensi (dan energi) bertambah, maka foton memperoleh energi yang cukup untuk melepaskan elektron (James E. Brady, 1990). Hal ini menyebabkan kuat arus juga akan meningkat. Energi foton bergantung pada frekuensinya.

 rumus einstein - Efek Fotolistrik



dengan:
h = tetapan Planck (6,626 × 10–34 J dt)
c = kecepatan cahaya dalam vakum (3 × 108 m det–1)
λ = panjang gelombang (m)

Sumber:
Wikipedia

Johannes Kepler - Penemu Hukum perputaran Planet

Johannes Kepler
Johannes Kepler
Lahir: 
27 Desember 1571 Weil der Stadt near Stuttgart, Germany 

Meninggal: 
15 November 1630 (umur 58) Regensburg, Bavaria, Germany 

Tempat tinggal: 
Baden-Württemberg; Styria; Bohemia; Upper Austria 

Bidang: 
Astronomy, astrology, mathematics and natural philosophy

Institusi: 
University of Linz 

Alma mater: 
University of Tübingen 

Dikenal atas: 
Kepler's laws of planetary motion Kepler conjecture
Johannes Kepler adalah seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, adalah seorang astronom Jerman, matematikawan dan astrolog. Dia paling dikenal melalui hukum gerakan planetnya. Dia kadang dirujuk sebagai "astrofisikawan teoretikal pertama", meski Carl Sagan juga memanggilnya sebagai ahli astrologi ilmiah terakhir.

Johannes Kepler lahir pada tahun 1571 di Weil der Stadt, sebuah kota kecil di pinggiran Hutan Hitam Jerman. Meskipun keluarganya miskin, beasiswa dari para bangsawan lokkal memungkinkan Johannes mendapatkan pendidikan yang baik. Ia mempelajari teologi di Universitas Tüubingen, sesuai niatnya untuk menjadi rohaniwan Lutheran. Tetapi, kejeniusannya di bidang matematika mendapat pengakuan. Pada tahun 1594, ketika seorang guru matematika di SMU Lutheran di Graz, Austria, meninggal dunia, Kepler menggantikannya. Sewaktu berada di sana, ia menerbitkan karya besarnya yang pertama, Cosmographic Mystery(Misteri Kosmografis).

Awal Astronomi Modern
Diperlengkapi dengan tabel-tabel pengamatan gerakan planet yang disusun oleh Brahe, Kepler mempelajari gerakan kosmis dan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang ia lihat. Kesanggupannya yang luar biasa untuk bekerja dibuktikan oleh ke-7200 perhitungan rumit yang ia rampungkan sewaktu mempelajari tabel-tabel pengamatan tentang Mars.

Mars adalah plaanet yang pertama-tama menarik perhatian Kepler. Setelah dengan saksama mempelajari tabel-tabel itu, tersingkaplah bahawa Mars mengorbit matahari tetapi bukan dalam lingkaran sempurna. Satu-satunya bentuk orbit yang cocok dengan pengamatan itu ialah bentuk elips (lonjong) dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Akan tetapi, Kepler sadar bahwa kunci untuk menyibakkan rahasia langit bukanlah Mars, melainkan planet Bumi. Kepler membayangkan dirinya sedang berdiri di Mars dan melihat ke Bumi. Ia menghitung kecepatan gerakan bumi bervariasi dan berbanding terbalik dengan jaraknya matahari.

Kepler mengerti bahwa matahari bukan sekadar pusat dari tata surya. Matahari juga berfungsi seperti sebuah magnet, berputar pada porosnya dan memengaruhi gerakan planet-planet. Bagi Kepler, semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diaturoleh serangkaian hukum yang beragam. Apa yang telah ia pelajari dari Mars dan Bumi pasti berlaku juga atas semua planet. Jadi, ia menyimpulkan bahwa setiap planet mengitari matahari dalam orbit elips pada kecepatan yang bervariasi sesuai dengan jaraknya dari matahari.

Hukum Kepler tentang Gerakan Planet

Pada tahun 1609, Kepler menerbitkan buku New Astronomy (Astronmi Baru), yang diakui sebagai buku astronomi modern yang pertama dan salah satu buku terpenting yang pernah ditulis tentang subjek itu. Mahakarya ini memuat dua hukum Kepler yang pertama tentang gerakan planet. Hukumnya yang ketiga diterbitkan dalam buku Harmonies of the World (Keharmonisan Dunia) pada tahun 1619, sewaktu ia tinggal di Linz, Austria. Tiga hukum ini mendefinisikan dasar-dasar gerakan planet: bentuk orbit planet yang mengitari matahari, kecepatan gerakan planet, dan hubungan antara jarak sebuah planet dari matahari dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran.

Pengenalan Tiga Hukum Kepler Secara Umum

1. Hukum I Kepler
Gambaran orbit planet sesuai hukum I Kepler
Pada hukum persamaannya, Kepler menjelaskan tentang bentuk lingkaran orbit planet. Bunyi hukum ini sebagai berikut.

“Lintasan setiap planet mengelilingi matahari merupakan sebuah elips dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya."

2. Hukum II Kepler
hukum kepler 2Hukum kedua Kepler menjelaskan tentang kecepatan orbit planet.

“Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.”

Garis AM akan menyapu lurus hingga garis BM, luasnya sama dengan daerah yang disapu garis Cm hingga DM. Jika tAB = tCD. Hukum kedua ini juga menjelaskan bahwa dititik A dan B planet harus lebih cepat dibanding saat dititik C dan D.

3. Hukum III Kepler
Pada hukum ketiganya Kepler menjelaskan tentang periode revolusi planet. Periode revolusi planet ini dikaitkan dengan jari-jari orbit rata-ratanya.

“Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari.”

Hubungan di atas dapat dirumuskan secara matematis seperti persamaan berikut.
hukum kepler 3
 Pengakuan

Hukum-hukum Kepler akhirnya diakui. Kira-kira 70 tahun kemudian, Isaac Newton menggunakan karya Kepler sebagai dasar untuk hukumnya tentang gerakan dan gravitasi. Dewasa ini, Kepler diakui sebagai salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa—tokoh yang turut menyeret astronomi keluar dari Abad Pertengahan ke zaman modern.

Pada tahun 1627, ia menerbitkan buku Rudolphine Tables (Tabel-Tabel Rudolphine), yang ia anggap sebagai karya utamanya di bidang astronomi. Johannes Kepler meninggal pada bulan November 1630, di Regensburg, Jerman.

Tulisan karya Kepler
  • Mysterium cosmographicum (Misteri Kosmmografis) (1596)
  • Astronomiae Pars Optica (Bagian Optik dari Astronomi) (1604)
  • De Stella nova in pede Serpentarii (Tentang Bintang Baru di Kaki Ophiuchus) (1604)
  • Astronomia nova (Astronomi Baru) (1609) Dioptrice (Dioptre) (1611)
  • Epitome astronomiae Copernicanae (diterbitkan dalam tiga bagian dari 1618-1621)
  • Harmonice Mundi (Keharmonisan Dunia) (1619)
  • Tabulae Rudolphinae (Tabel-Tabel Rudolphine) (1627)
  • Somnium (Mimpi) (1634) - dianggap prekursor kepada fiksi ilmiah.

Edward Jenner - Mengembangkan Penelitian Vaksin Cacar

Edward Jenner
Edward Jenner
Lahir: 
17 Mei 1749 Berkeley, Gloucestershire 

Meninggal: 
26 Januari 1823 (umur 73) Berkeley, Gloucestershire 

Tempat tinggal: 
 Berkeley, Gloucestershire 

Kebangsaan:  
Inggris 

Bidang: 
 Pengobatan / operasi, sejarah alam 

Alma mater: 
 St George, University of London University of St Andrews 

Pembimbing akademik: 
John Hunter 

Dikenal atas: 
Vaksin cacar ; Vaksinasi
Edward Jenner adalah seorang dokter Inggris dan ilmuwan dari Berkeley, Gloucestershire, yang merupakan pelopor vaksin cacar, vaksin pertama di dunia. Ia disebut juga "Bapak imunologi ", karyanya telah banyak menyelamatkan umat manusia.

Kehidupan awal

Edward Jenner lahir pada 17 Mei 1749 di Berkeley, ia adalah anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Pendeta Stephen Jenner, adalah vicar dari Berkeley, yang membuat Jenner menerima pendidikan dasar yang kuat.

Edward Jenner sekolah di Wotton-under-Edge dan Cirencester. Pada usia 14 tahun ia magang selama tujuh tahun di Mr Daniel Ludlow, seorang ahli bedah dari Chipping Sodbury, South Gloucestershire, di sana ia mendapatkan pengalaman untuk menjadi seorang ahli bedah.

Pada tahun 1770, Edward Jenner magang di Rumah Sakit St George. Tahun 1773 Ia kembali ke desa asalnya dan menjadi dokter keluarga yang sukses di Berkeley.

Bersama dengan rekan-rekannya, Jenner membentuk Fleece Medical Society atau Gloucestershire Medical Society. Jenner menyumbangkan makalah pada angina pectori, ophthalmia, dan penyakit katup jantung dan mengomentari cacar sapi. Jenner juga dikenal atas penelitiannya tentang kehidupan burung Cuckoo.

Jenner juga dikreditkan dengan pemahaman maju angina pectoris.Dalam korespondensi dengan Heberden, ia menulis, "Berapa banyak hati harus menderita dari arteri koroner tidak mampu menjalankan fungsi mereka."

Jenner menikahi Catherine Kingscote (meninggal 1815 akiobat TBC ) pada bulan Maret 1788.

Pemberitaan dan percobaan vaksin pertama

Pada 1765, Dr John Fewster menerbitkan makalah di London Medical Society yang berjudul "Cacar sapi dan kemampuannya untuk mencegah cacar", namun ia tidak melakukan penelitian lebih lanjut.

Pada tahun 1770, setidaknya lima peneliti di Inggris dan Jerman (Sevel, Jensen, Jesty 1774, Rendell, Plett 1791) berhasil menguji vaksin cacar sapi pada manusia terhadap cacar. Sebagai contoh, seorang petani dari kabupaten Dorset, Benjamin Jesty berhasil memvaksinasi dan menginduksi kekebalan dengan cacar sapi kepada istri dan kedua anaknya selama epidemi cacar pada tahun 1774. 20 tahun kemudian Jenner memahami prosedur tersebut. Jenner mungkin telah menyadari prosedur Jesty dan keberhasilan.

Jenner berasumsi bahwa:
Sudah diketahui sebelumnya bahwa pemerah susu umumnya kebal terhadap cacar, Jenner menduga bahwa nanah yang diterima pemerah susu dari cacar sapi (semacam penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia) melindungi mereka dari cacar.

Percobaan Jenner, vaksin kepada manusia

Pada tanggal 14 Mei 1796, Jenner menguji hipotesis dengan inokulasi ( menyuntik) James Phipps  seorang anak berumur delapan tahun yang merupakan anak dari tukang kebun Jenner. anak tersebut diberi nanah dari cacar sapi yang diambil dari tangan Sarah Nelmes, seorang pemerah susu yang telah mengidap cacar sapi. Phipps adalah kasus ke-17 yang dijelaskan dalam makalah pertama Jenner pada vaksinasi .

Jenner menginokulasi Phipps pada kedua lengannya hari itu, kemudian Phipps mengalami demam, namun tidak terjadi infeksi. Kemudian, ia menyuntikkan Phipps dengan bahan variolous, metode rutin imunisasi pada waktu itu. Tidak ada penyakit yang diikuti.

Donald Hopkins telah menulis, "kontribusi unik Jenner adalah bukan karena ia menginokulasi beberapa orang dengan cacar sapi, tapi ia kemudian terbukti [oleh tantangan berikutnya] bahwa mereka kebal terhadap cacar. Selain itu, ia menunjukkan bahwa cacar sapi efektif mnnginokulasi dari orang ke orang, bukan hanya langsung dari sapi. Jenner berhasil menguji hipotesis pada 23 mata pelajaran tambahan.

Jenner melanjutkan penelitian dan melaporkan ke Royal Society. Setelah revisi dan penyelidikan lebih lanjut, ia mempublikasikan penemuannya pada 23 kasus. Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku itulah yang jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum dan berkembang luas. Sesudah itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi.

Pada tahun 1840, pemerintah Inggris melarang variolation - penggunaan cacar untuk menginduksi kekebalan - dan memberikan vaksinasi cacar sapi secara gratis. Keberhasilan penemuan segera menyebar ke seluruh Eropa dan seluruh dunia

Akhir hayat

Jenner ditemukan dalam keadaan ayan pada tanggal 25 Januari 1823, dengan bagian sisi kanannya lumpuh. Dia tidak pernah sepenuhnya pulih dan akhirnya meninggal karena stroke kedua pada tanggal 26 Januari 1823 saat berusia 73 tahun. Dia meninggalkan satu putra dan satu putri, anak tertuanya telah meninggal karena tuberkulosis pada usia 21.

Ratusan tahun sejak momentum keberhasilan Jenner, vaksin telah digunakan untuk terapi berbagai penyakit. Louis Pasteur mengembangkan teknik vaksinasi pada abad ke-19 dan mengaplikasikan penggunaannya untuk penyakit anthrax dan rabies. Dengan vaksin pula, bebrapa penyakit besar yang melanda umat manusia dapat dikontrol atau dibatasi penyebarannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat beberapa jenis vaksin pertama yang digunakan manusia, yaitun cacar pada 1798, rabies (1885), pes (1897), difteri (1923), pertusis (1926), tuberkolosis (1927), tetanus (1927), dan yellow fever (1935).

Setelah Perang Dunia ke II, pengembangan vaksin mengalami percepatan. Vaksin polio suntik pertama diaplikasikan pada manusia pada 1955, lalu polio oral (1962), campak (1964), mumps (1967), rubella (1970), dan hepatitis B (1981).

WHO pun mencanangkan beberapa program vaksinasi dengan target eradikasi penyakit. Untuk cacar, penyakit yang sejak awal mencatat sejarah vaksinasi, kasus terakhir terjadi di Somalia pada 1977. Sementara penyakit polio, ditargetkan WHO teradikasi 2000. meski target ini tidak sepenuhnya tercapai tetapi eradikasi hampir dikatakan berhasil.

Joseph Lister, 1st Baron Lister - Penemu Antiseptik untuk Pembedahan

Joseph Lister, 1st Baron Lister
Joseph Lister, 1st Baron Lister  

Lahir:
5 April 1828 Upton, Ess3x

Meninggal
10 Februari 1912 (umur 84) 
Walmer, Kent

Kebangsaan: Inggris Raya
Bidang: Obat

Lembaga: 
University of Glasgow 
University of Edinburgh 
King College London

Alma mater
King College of London

Dikenal atas: Teknik bedah steril
Joseph Lister, 1st Baron Lister dikenal sebagai Sir Joseph Lister. Ia adalah seorang ahli bedah dan pelopor bedah antiseptik asal Inggris. Dengan menerapkan kemajuan mikrobiologi Louis Pasteur, ia mempromosikan ide operasi  steril  saat bekerja di Glasgow Royal Infirmary. Lister berhasil memperkenalkan karbol (sekarang dikenal sebagai fenol) untuk mensterilkan instrumen bedah dan untuk membersihkan luka yang menyebabkan penurunan infeksi pasca operasi dan membuat operasi lebih aman bagi pasien.

Awal kehidupan dan pendidikan

Lister lahir pada tanggal 5 April 1828 di Upton, Ess3x. Ia putra  dari Joseph Jackson Lister, pelopor lensa objek achromatic untuk mikroskop.

Saat remaja, Lister sekolah di Grove House Tottenham School, untuk belajar matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa. Saat di sekolah, ia merupakan pembaca bahasa Perancis dan Jerman yang fasih, yang merupakan bahasa utama penelitian medis.

Setelah lulus sekiolah menengah ia melanjutkan ke University College London. Pada awalnya Ia belajar botani dan memperoleh gelar sarjana seni pada tahun 1847. Dia terdaftar sebagai mahasiswa kedokteran dan lulus dengan penghargaan sebagai Sarjana Kedokteran, kemudian memasuki Royal College of Surgeons pada usia 26. Pada tahun 1854, Lister menjadi  asisten dan teman ahli bedah James Syme di University of Edinburgh, Edinburgh Royal Infirmary di Skotlandia.

Pada tahun 1867, Lister memperjuangkan penggunaan asam karbol sebagai antiseptik sehingga karbol menjadi bahan yang pertama banyak digunakan sebagai antiseptik dalam operasi. Dia kemudian meninggalkan Quaker, bergabung dengan Gereja Episkopal Skotlandia, dan akhirnya menikahi putri Syme, Agnes.

Penemuan Antiseptik

Tahun 1861 dia jadi ahli bedah di rumah sakit Kerajaan Glasgow, kedudukan yang dijabatnya selama delapan tahun. Di rumah sakit ini Lister mendapat tugas di blok baru barak operasi. Di sini dia dikejutkan oleh tingginya angka kematian. Infeksi serius seperti kelumpuhan bagian anggota badan karena kekurangan penyaluran darah merupakan kejadian umum setelah operasi berlangsung.

Lister mencoba menjaga agar barak senantiasa dalam keadaan bersih, namun angka kematian masih tetap tinggi. Banyak dokter menganggap uap udara tak sehat yang keluar dari tanah "miasmas" (noxious vapors) yang berada di sekitar rumah sakitlah yang menjadi penyebabnya. Pendapat ini tidak memuaskan Lister.

Pada tahun 1865 Lister membaca sebuah makalah yang diterbitkan oleh kimiawan Perancis, Louis Pasteur yang pembusukan dan fermentasi makanan disebabkan oleh mikroorganisme yang ada di udara. Pasteur menyarankan tiga metode untuk menghilangkan mikro-organisme yang merusak yakni dengan: filtrasi, paparan panas, atau paparan kimia. Lister memahami kesimpulan Pasteur dengan bereksperimen sendiri dan memutuskan untuk menggunakan temuannya untuk mengembangkan teknik "antiseptik" untuk luka. dari ketiga metode yang pasteur sarankan,  Lister bereksperimen dengan yang ketiga.

Friedlieb Runge (1797-1867) menemukan "creosote", yang kemudian diolah menjadi Carbolik acid (asam karbol). Meskipun Runge tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana dekomposisi terjadi, namun asam karbol telah digunakan untuk mengobati kayu yang digunakan untuk menghubungan kereta api dan kapal untuk melindungi kayu dari pembusukan. Kemudian digunakan untuk mengobati limbah di Inggris, Belgia dan Belanda. Bahan kimia yang sama juga digunakan untuk melawan parasit dan mengurangi bau selama wabah kolera dan wabah ternak.

Carbolik acid (asam karbol) yang ditemukan oleh Friedlieb Runge, dicoba Lister dengan menyemprotkannya pada instrumen, sayatan bedah, dan pakaian. Lister menemukan bahwa larutan asam karbol yang diseka pada luka sangat mengurangi kejadian gangren, infeksi. Pada bulan Agustus 1865, Lister merendam sepotong benang yang dicelupkan dalam larutan asam karbol untuk diseka ke luka dari seorang anak sebelas tahun di Glasgow Infirmary, yang telah menderita patah tulang. Setelah empat hari, ia  menemukan bahwa tidak ada infeksi yang berkembang pada luka tersebut, dan enam minggu dia kagum karena tulang anak itu telah menyatu kembali. Hasil percoban Lister tentang antiseptik dalam pembedahan diterbitkan dalam The Lancet dalam serangkaian 6 artikel, berjalan dari bulan Maret sampai Juli 1867.

Ia memerintahkan ahli bedah di bawah tanggung jawabnya untuk memakai sarung tangan bersih dan mencuci tangan mereka sebelum dan setelah operasi dengan 5% larutan asam karbol. Instrumen juga dicuci dalam larutan yang sama dan asisten disemprotkan dalam ruang operasi. Salah satu saran tambahan adalah untuk berhenti menggunakan bahan-bahan alami berpori dalam pembuatan pegangan instrumen medis.

Pada tahun 1869 Lister meninggalkan Glasgow, kembali ke Edinburgh sebagai pengganti Syme sebagai Profesor Bedah di University of Edinburgh dan terus mengembangkan metode peningkatan antisepsis dan asepsis. Ketenarannya telah menyebar pada saat itu, dan tak kurang dari 400 orang sering datang untuk mendengar kuliahnya. S

Akhir hayat

Lister pensiun dari praktek setelah istrinya meninggal pada tahun 1892 di Italia. Lister meninggal pada 10 Februari 1912 di Walmer, Kent pada usia 84. Setelah upacara pemakaman di Westminster Abbey, ia dimakamkan di Pemakaman West Hampstead, London.

Yum Soemarsono - Penemu Helikopter asal Indonesia

Yum Soemarsono
Yum Soemarsono 

Lahir: 
10 Desember 1916, Soko, Purworejo, 
Jawa tengah, Indonesia

Meninggal: 
5 Maret 1999 Bandung, Indonesia
Dikenal: Penemu helikopter

Rancangan: 
Rotor Stabilizer
RI-H (1948)
YSH (1950)
Seomarcopter(1954)
Kepik (1964)

Pendidikan kedirgantaraan:
California, AS
Kursus desain helikopter 
Stanford University

Pekerjaan:
Tentara angkatan udara Indonesia
Pilot helikopter pribadi 
Presiden Soekarno 1963,
Pilot penyemprot 
hama tebu dan kelapa 1965 - 1972
Letkol (pur) Yum Soemarsono (10 Desember 1916, Soko, Purworejo, Indonesia - 5 Maret 1999 Bandung, Indonesia) adalah seorang ilmuwan, tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dikenal sebagai bapak helikopter Indonesia. Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter lainnya, dia mengembangkan helikopter sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi.

Yum Soemarsono lahir di Soko, Purworejo pada tanggal 10 April 1916. Beliau adalah anak desa yang mulai tertarik dengan pesawat terbang ketika sering melihat pesawat terbang lalu-lalang di Lapangan Terbang Tidar, Magelang. Walaupun dikenal sebagai perancang helikopter tapi beliau tidak banyak mengenyam pendidikan tinggi, beliau menekuni dunia helikopter secara mandiri. Helikopter rancangannya pada saat itu tidak memiliki bentuk seperti helikopter yang dilihat sekarang, namun memiliki dan menerapkan prinsip kerja helikopter.

Pengetahuan tentang teknologi, Soemarsono dapatkan dari lembaran stensilan karangan seorang ilmuwan Belanda, Ir. Oyen, tahun 1940 tentang aerodinamika dan sebuah gambar dari majalah Popular Science bekas pada tahun 1939.


RI-H

Dengan pengetahuan aerodinamika seadanya, Ia dan teman-temannya berhasil merancang helikopter pertama yang diberi nama RI-H pada tahun 1948. Namun helikopter ini tidak sempat diterbangkannya karena lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia tanggal 19 Desember 1948.


YSH

Pada tahun 1950, Yum Soemarsono, Soeharto dan Hatmidji berhasil merancang Helikopter kedua yang di beri kode YSH, yang merupakan singkatan dari ketiganya yakni, Yum Soeharto Hatmidji. Helikopter ini berhasil melayang setinggi 10 cm di lapangan Terbang Sekip Yogyakarta. Namun sayangnya YSH mengalami kerusakan akibat jatuh dari truk saat diangkut ke Lapangan Kalijati, Yogyakarta.

Berkat prestasinya tersebut, pada tahun 1951 Beliau diberi beasiswa dari Hiller untuk belajar terbang di California, AS. Selain belajar menerbangkan helikopter, Beliau juga mengambil kursus desain helikopter di Stanford University. Di sini Beliau juga menunjukkan kepiawaian perhitungan desain rotor blade-nya, yang cuma berbeda satu inci dari rotor blade rancangan Wayne Wiesner, kepala biro desain Pabrik Hiller.


Seomarcopter

Rotor Stabilizer RI-H (1948) YSH (1950) Seomarcopter(1954) Kepik (1964)
Helikopter ketiganya ia rancang pada tahun 1954 dengan nama Seomarcopter. Helikopter ini berhasil terbang di ketinggian 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 pk. Penerbangan Helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat. Pada tanggal 10 April 1954, Soermarkopter berhasil terangkat dari permukaan tanah setinggi 1 kaki. Pada tahun 1955 Beliau kembali ke tanah air dengan mengantongi lisensi rating penerbang helikopter hiller, bell, sikorsky, dan Mi-4.


Kepik

Pada bulan Maret 1964 Beliau mengalami kecelakaan saat menguji coba helikopternya yang ke-empat yang diberi nama Kepik. Kecelakaan ini menyebabkan beliau kehilangan tangan kirinya dan sekaligus menewaskan asistennya, Dali. Nama kepik sendiri adalah nama pemberian Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno.

Kehilangan tangan kirinya membuatnya menemukan suatu alat yang dinamakan throttle collective device untuk mengganti tangan kirinya yang putus, sehingga penerbang cacat masih mampu menerbangkan helikopter. Alat ini digunakan untuk mengangkat dan memutar collective, salah satu kemudi yang terletak pada sisi kiri penerbang. Semula hanya didesain untuk helikopter jenis Hiller, namun kemudian dikembangkannya untuk dipakai pada helikopter Bell 47G dan Bell 47J2A, hadiah dari Solichin GP.

Yum Soemarsono
Meski alat ini kemudian diminati oleh pabrik helikopter Bell di Amerika Serikat, tidak ada kejelasan selanjutnya mengenai pengembangan alat ini dan sekaligus juga hak patennya. Pada bulan Juni 1990 Beliau diundang ke Paris untuk mendemonstrasikan throttle collective device, lengan buatannya itu untuk menerbangkan helikopter BELL 47-G.

Pada tahun 1963 Soemarsono sempat menjadi pilot helikopter pribadi Presiden Soekarno. Dari tahun 1965 sampai tahun 1972 beliau bekerja sebagai pilot penyemprot hama tebu dan kelapa. Ketika berhasil memperbaiki dan menerbangkan kembali helikopter Bell 47-J-2A yang kemudian diberi nama Si wallet, nama Yum Soemarsono kembali dikenal publik.

Yum Soemarsono meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 1999 di Bandung. Yum Soemarsono, Nurtanio Pringgoadisuryo, Wiweko Soepono dan R.J Salatun, adalah perintis kedirgantaraan di Indonesia. Bila Nurtanio melakukan upaya merintis dalam bidang pesawat bersayap tetap, maka Yum Soemarsono adalah perintis dibidang helikopter.

Saran untuk dibaca: "Sejarah penemuan helikopter"

Louis Daguerre - Penemu Proses Fotografi Daguerreotype

Louis Daguerre
Louis Daguerre

Nama lahir: 
Louis-Jacques-Mandé Daguerre 

Tanggal lahir: 
18 November 1787 

Tempat lahir: 
Cormeilles-en-Parisis, 
Val-d'Oise, Prancis

Meninggal
10 Juli 1851 (umur 63) 
Bry-sur-Marne, Prancis

Dikenal: 
Penemuan Daguerreotype
Louis-Jacques-Mandé Daguerre (Perancis: [dagɛʁ] adalah seorang seniman dan fotografer Perancis, diakui sebagai penemu Proses Fotografi Daguerreotype. Ia dikenal juga sebagai salah satu bapak fotografi. Selain terkenal sebagai fotografer, dia juga seorang pelukis ulung dan pengembang  teater diorama.

Daguerre lahir di Cormeilles-en-Parisis, Val-d'Oise, Perancis pada tanggal 18 November 1787. Dia magang dalam arsitektur, desain teater, dan lukisan panorama dengan Pierre Prevost, pelukis panorama pertama Perancis. Ia menjadi seorang desainer terkenal untuk teater karena kemahirannya dalam ilusi teater, kemudian ia menciptakan diorama yang dibuka di Paris pada bulan Juli 1822.

Pada tahun 1829, Daguerre bermitra dengan Nicéphore Niépce, seorang penemu yang telah menghasilkan heliograph pertama di dunia tahun 1822 dan foto kamera permanen pertama empat tahun kemudian. Niépce meninggal dunia pada 1833, tetapi Daguerre terus bereksperimen sampai menghasilkan sistem praktis untuk fotografi yang dikenal dengan daguerreotype.

Daguerre mempulikasikan temuannya pada tahun 1839 dengan memamerkan pelat tembaga berlapis perak yang menampilkan bayangan sebuah jalan di Paris dimana terdapat gambar orang yang tidak dikenal yang merupakan orang pertama yang difoto. Kemudian Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis yang mengumumkan prosesnya pada 9 Januari tahun itu. Paten Daguerre diambil alih oleh Pemerintah Perancis, dan pada tanggal 19 Agustus 1839 Pemerintah Perancis mengumumkan penemuan itu merupakan hadiah "sumbangan untuk dunia".

Sebagai penghargaan, Pemerintah Perancis menghadiahkan uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Daguerre meninggal pada 10 Juli 1851 di Bry-sur-Marne, 12 km (7 mil) dari Paris. Sebuah monumen menandai kuburannya di sana.
Nama Daguerre adalah salah satu dari 72 nama yang tertulis di menara Eiffel.

Proses Fotografi Daguerreotype

Boulevard du Temple, foto Daguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839
Boulevard du Temple, foto Daguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839
Daguerreotype merupakan metode membuat foto yang pertama di publikasikan di dunia. Metode ini diciptakan pada tahun 1834 oleh Louis dan Niepce. Gambar yang dihasilkan sistem Daguerrotype terbuat dari amalgam atau campuran perak dan mercury. Uap mercury yang dihasilkan dari kolam air raksa yang telah dipanaskan digunakan untuk mengembangkan pelat tembaga dengan lapisan perak tipis yang digulung di dalam kontak.

Namun hasil gambar sistem Daguerrotype mudah terhapus oleh udara maupun jari, sehingga dilakukan diruang tertutup dan hasilnya dimasukkan kedalam bingkai kaca. Hasil gambarnya dapat disalin kembali dengan redaguerrotype aslinya. Louis kembali melanjutkan penelitiannya dengan melakukan eksperimen bahan kimia dan proses mekanik dalam merekam gambar dengan melapisi pelat tembaga dan perak.

Pada tahun 1835, ia telah menemukan cara mengembangkan hasil foto selama 30 menit, sehinggga dapat memperbaiki gambar yang dihasilkan. Cara tersebut mampu mencegah penggelapan pelat perak yang digunakan. Pada tahun 1837, ia berhasil menyempurnakan dari proses eksposur hingga fiksasi.

Gregor Mendel - Penggagas Teori Genetika Moderen

Gregor Mendel
Gregor Mendel
Nama lahir
Johann Mendel 

Tanggal lahir
20 Juli 1822 

Tempat lahir
Heinzendorf bei Odrau, Kekaisaran Austria (sekarang Hynčice, Republik Ceko) 

Meninggal
6 Januari 1884 (umur 61 tahun) Brno (Brunn), Austria-Hungaria(sekarang Republik Ceko) 

Kebangsaan: 
Kekaisaran Austria-Hongaria 

Bidang:
Genetika 

Lembaga: 
Abbey St Thomas 

Alma mater: 
Universitas Olomouc University of Vienna 

Dikenal: 
Menciptakan ilmu genetika
Gregor Johann Mendel adalah ilmuwan yang meraih ketenaran sebagai pendiri ilmu genetika modern. Ia lahir tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Meskipun selama berabad-abad para petani sudah mengetahui bahwa dari persilangan hewan dan tumbuhan dapat diketahui sifat tertentu seperti yang diinginkan, namun hasil percobaan Mendel pada kacang yang dilakukannya antara tahun 1856 dan 1863 menghasilkan banyak aturan keturunan yang sekarang disebut sebagai hukum keturunan/pewarisan Mendel.

Mendel bekerja dengan tujuh karakteristik tanaman kacang: tinggi tanaman, bentuk polong dan warna, bentuk biji dan warna, dan posisi bunga dan warna. Dengan warna biji, ia menunjukkan bahwa ketika kacang kuning dan kacang hijau dibiakkan bersama-sama maka keturunan mereka selalu kuning. Namun, pada generasi berikutnya kacang hijau muncul kembali pada rasio 1:3. Untuk menjelaskan fenomena ini, Mendel menciptakan istilah "resesif "dan" dominan "mengacu pada ciri-ciri tertentu. (Dalam contoh sebelumnya, kacang hijau adalah resesif dan kacang polong kuning yang dominan.) Ia menerbitkan karyanya pada tahun 1866, menunjukkan tindakan tak terlihat "faktor"-sekarang disebut gen sebagai faktor penentu sifat keturunan.

Makna mendalam dari karya Mendel tidak diakui sampai abad ke-20. namun dengan ditemukannya kembali hukum-hukum Mendel oleh Erich von Tschermak, Hugo de Vries, Carl Correns, dan William Jasper Spillman yang berhasil memverifikasi beberapa temuan eksperimental Mendel, mengantarkan era genetika modern.

Biografi
Johann Mendel lahir 20 Juli 1822, Heinzendorf bei Odrau, Kekaisaran Austria (sekarang Hynčice, Republik Ceko). Dia diberi nama Gregor ketika ia bergabung dengan para biarawan Augustinian. Ia merupakan putra dari Anton dan Rosine (Schwirtlich) Mendel, dan memiliki satu kakak, Veronika, dan satu yang lebih muda, Theresia. Mereka tinggal dan bekerja di sebuah peternakan yang telah dimiliki oleh keluarga Mendel selama 130 tahun. Sejak masa kecil Mendel bekerja sebagai tukang kebun dan belajar perlebahan . Saat usia muda ia menghadiri gimnasium di Opava, di sana dia sempat berhenti selama 4 bulan karena sakit. Dari 1840-1843, ia belajar filsafat praktis dan teoritis seerta fisika di Universitas Olomouc Fakultas Filsafat.

Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru, tetapi gagal dan mendapat angka terburuk dalam biologi. Selanjutnya Mendel belajar ke Universitas Wina, dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi, tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn.

Mendel memulai studinya pada keturunan menggunakan tikus. Dia berada di Abbey St Thomas tetapi uskupnya tidak suka salah satu biarawannya mempelajari hewan, sehingga Mendel beralih ke tanaman. Mendel juga dibesarkan di sebuah rumah lebah yang dibangun untuk dia. Ia juga mempelajari astronomi dan meteorologi, mendirikan 'Austria Meteorological Society' pada tahun 1865. Sebagian besar karya-karyanya diterbitkan terkait dengan meteorologi

Percobaan pada hibridisasi tanaman

Gregor Mendel, yang dikenal sebagai "bapak genetika modern", terinspirasi oleh kedua profesornya di Universitas Olomouc (Friedrich Franz & Johann Karl Nestler) dan rekan-rekannya di biara (misalnya, Franz Diebl) untuk mempelajari variasi dalam tanaman, dan dia melakukan penelitian di biara dengan 2 hektar (4,9 hektar) kebun percobaan. Dalam penelitiannya Mendel memfokuskan pada tanaman. Setelah percobaan awal dengan tanaman kacang polong, Mendel menetap pada mempelajari tujuh sifat yang tampaknya mewarisi sifat independen lainnya: bentuk biji, warna bunga, biji mantel warna, bentuk polong, warna polong mentah, lokasi bunga, dan tinggi tanaman. fokus awalnya pada bentuk benih yang baik. Antara 1856 dan 1863 Mendel membudidayakan dan menguji 29.000 tanaman kacang (yaitu, Pisum sativum). Studi ini menunjukkan bahwa satu dari empat tanaman kacang memiliki ras resesif alel, dua dari empat yang hybrid dan satu dari empat ras yang dominan. Eksperimen membawanya untuk membuat dua generalisasi, para Hukum Segregasi dan Hukum Independen Assortment, yang kemudian dikenal sebagai Hukum Warisan/keturunan Mendel.

Mendel mempresentasikan makalahnya, Versuche über Pflanzenhybriden ( Percobaan pada Tanaman Hibridisasi ), pada dua pertemuan dari Natural History Society of Brno di Moravia pada 8 Februari dan 8 Maret 1865. Hal ini diterima baik dan menghasilkan laporan di beberapa surat kabar lokal. Ketika kertas Mendel diterbitkan pada tahun 1866 di Verhandlungen des naturforschenden Vereins Brünn, terlihat sebagai dasar dari hibridisasi daripada warisan dan memiliki dampak yang kecil dan dikutip sekitar tiga kali selama tiga puluh lima tahun ke depan. Menurut Jacob Bronowski (The Ascent of Man), peneliti terkenal seperti Charles Darwin tidak menyadari kertas Mendel. hasil penelitian Mendel yang saat itu banyak dikritik, sekarang dianggap sebagai sebuah karya.

Kehidupan setelah percobaan kacang

Setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan kacang polong, Mendel beralih ke bereksperimen dengan lebah madu untuk memperpanjang karyanya tentang hewan. Dia menghasilkan strain hibrida namun gagal untuk menghasilkan gambaran yang jelas tentang keturunan mereka karena kesulitan dalam mengendalikan perilaku lebah ratu. Dia juga menggambarkan spesies tanaman baru, yang dilambangkan dengan singkatan penulis botani "Mendel".

Pada tahun 1868 ia diangkat sebagai kepala biara dan sebagian besar karya ilmiahnya berakhir, Mendel meninggal pada tanggal 6, 1884, pada usia 61 tahun, di Brno, Moravia, Austria-Hungaria (sekarang Republik Ceko), dari kronis nephritis. Setelah kematiannya, kepala biara berhasil membakar semua dokumen dalam koleksi Mendel, untuk menandai diakhirinya sengketa perpajakan.

Penemuan kembali karya Mendel

Pada awalnya komunitas ilmiah menolak Karya Mendel, dan tidak diterima hingga kematiannya. Namun Hasil penelitian Mendel diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda, Carl Correns dari Jerman dan Erich von Tschermak dari Austria. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel.

Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Pada tahun itu juga, William Bateson, ilmuwan berkebangsaan Inggris, menemukan kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan. Di penghujung tahun, Mendel mendapat sambutan meriah dan penghargaan atas karya-karya yang dilakukan selama masa hidupnya.

Percobaan Hibridisasi

Pada tahun 1854, Mendel memulai percobaan hibridisasi nya. Dia fokus pada asal-usul variabilitas tanaman. Dia menguji kemurnian varietas yang dipilih dari Pisum dan kemudian mulai percobaan dengan pembuahan buatan. Data eksperimen Mendel menggambarkan bahwa ia telah menguji 28.000 tanaman Pisum selama tahun 1856-1863.

Biografi William Harvey - Penemu Peredaran Darah dan Fungsi Jantung

William Harvey
William Harvey
Lahir: 
1 April 1578 Folkestone, Inggris 

Meninggal : 
 3 Juni 1657 (umur 79) Roehampton 

Kebangsaan: 
Inggris 

Bidang: 
Obat, Anatomi 

Penasihat Doktor: 
Hieronymus Fabricius 

Dikenal: 
Sirkulasi sistemik
William Harvey adalah dokter yang mendeskripsikan sistem peredaran darah yang dipompakan sekeliling tubuh manusia oleh jantung. Hal tersebut merupaka pengembangan dari gagasan René Descartes, ia mendeskripsi tentang Tubuh Manusia, bahwa arteri dan vena ialah pipa yang mambawa makanan ke seluruh tubuh. Namun sebenarnya ia hanya mengembangkan gagasan ilmu kedokteran muslim awal khususnya karya Ibnu Nafis, yang telah menyusun asas arteri dan vena besar di abad ke-13.

Kehidupan awal dan pendidikan

William Harvey lahir pada tanggal 1 April 1578 di Folkestone, Inggris. Ayah William, yakni Thomas Harvey, adalah Jurat dari Folkestone di mana ia menjabat di kantor walikota tahun 1600. William dilahirkan di Folkestone, Inggris.

Pendidikan awal Harvey dilakukan di Folkestone, di sana ia belajar bahasa Latin. Ia kemudian masuk ke Sekolah Raja (Canterbury ). Harvey tinggal di Sekolah Raja selama lima tahun, setelah itu ia bergabung dengan Gonville dan Caius College di Cambridge pada 1593.

Harvey lulus sebagai Bachelor of Arts (BA) dari Caius pada tahun 1597. Dia kemudian melakukan perjalanan ke Italia melalui Perancis dan Jerman untuk masuk ke University of Padua, pada tahun 1599.

Selama belajar di sana, ia berkenalan dengan Fabricius dan membaca Fabricius ' De Venarum Ostiolis. Harvey lulus sebagai Doctor of Medicine pada usia 24 tahun dari University of Padua pada tanggal 25 April 1602.

Setelah lulus dari Padua, Harvey segera kembali ke Inggris di mana ia memperoleh gelar Doctor of Medicine dari University of Cambridge pada tahun yang sama. Setelah ini, Harvey membuktikan dirinya di London , bergabung dengan College of Physicians pada tanggal 5 Oktober 1604.

Beberapa minggu setelah pengakuannya, Harvey menikahi Elizabeth Browne, "putri Lancelot Browne Dr Physic ". Mereka tidak punya anak.

Ia menjadi dokter di Rumah Sakit St.Bartholomew di London (1609-43) dan anggota Royal College of Physicians.

Model baru peredaran Darah 

William Harvey dikenal sebagai penemu peredaran darah dan fungsi jantung setelah menerbitkan bukunya yang terkenal yakni An Anatomical Treatise on the Movement of the Heart and Blood in Animals (Gerak otomatis anatomi jantung dan darah binatang) terbit tahun 1628.

Pada mulanya buku Harvey tersebut banyak ditolak oleh dokter, mereka menolak pendapat bahwa darah dalam tubuh manusia secara tetap berputar dalam saluran pada sistem yang tetap, dan jantung menyediakan tenaga untuk mengalirkan darah itu.

Harvey pertama-tama menyusun pendapat tentang sirkulasi darah itu dengan jalan membuat perhitungan secara arithmatik yang sederhana. Dia memperkirakan bahwa jumlah darah yang dipancarkan oleh tiap denyut jantung sekitar 2 ons. Karena jantung berdenyut 72 kali per menit, penjumlahannya dapat disimpulkan sekitar 540 pon darah dipancarkan tiap jam ke dalam aorta. Tetapi, jumlah yang 540 pon melebihi jumlah berat badan seorang manusia normal, bahkan jauh melebihi jumlah berat badan itu sendiri. Karena itu jelas buat Harvey bahwa darah yang sama secara tetap berputar lewat jantung. Sesudah merumuskan hipotesa ini, sembilan tahun lamanya dia pergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dan melakukan penyelidikan teliti untuk menentukan perincian peredaran darah.

Dalam bukunya, Harvey menyatakan bahwa arteri membawa darah dari jantung sedangkan vena membawa darah kembali ke jantung. Karena ketiadaan mikroskop, Harvey tidak dapat melihat kapiler, urat darah terkecil yang membawa darah dari arteri terkecil ke vena, tetapi dengan persis dia menyimpulkan adanya itu. (Kapiler diketemukan oleh biolog Itali Malpighi, beberapa tahun sesudah matinya Harvey). Harvey juga menandaskan bahwa fungsi jantung ialah memompa darah ke dalam arteri.

Embriologi

Pada akhir karier, Harvey mengadakan penelitian dalam embriologi, ia menulis On the Generation of Animals (De Generatione) pada tahun 1651. Ia mendukung teori Aristoteles bahwa embrio terbentuk secara berangsur-angsur dan tak memiliki ciri-ciri dewasa dalam tahap awal. Ia juga memiliki hipotesis tentang adanya telur mamalia, dan membedah lusinan kijang di taman perburuan raja dengan harapan menemukannya, walau ia gagal melakukannya.

Kritik atas karya Harvey

Gagasan Harvey akhirnya diterima selama masa hidupnya. Karyanya diserang, khususnya oleh Jean Riolan dalam Opuscula anatomica (1649) yang memaksa Harvey membela diri dalam Exercitatio anatomica de circulatione sanguinis (juga pada tahun 1649) di mana ia membantah bahwa posisi Riolan berlawanan dengan seluruh fakta pengamatan. Harvey tetap dianggap sebagai dokter unggul, ia merupakan dokter pribadi James I (1618-25) dan Charles I (1625-47) dan lektor Lumleian pada Royal College of Physicians (1615-56). Belakangan Marcello Malpighi bahwa gagasan Harvey pada struktur anatomi benar; Harvey telah tidak bisa membedakan kerja jaringan kapiler dan hanya dapat berteori pada bagaimana transfer darah dari arteri ke vena terjadi.

Walau begitu, karya Harvey memiliki pengaruh yang kecil pada prakter kedokteran umum saat itu — blood letting, gagasan berdasar teori Galen yang salah, terus menjadi praktik terkenal (dan terus begitu juga setelah gagasan Harvey diterima).

Alexander Fleming - Penemu Penisilin

Alexander Fleming
Sir Alexander Fleming, 
FRSE, FRS, FRCS(Eng) 
Lahir: 
06 Agustus 1881 Lochfield, Ayrshire, Skotlandia 

Meninggal : 
11 Maret 1955 (umur 73) London, Inggris 

Kewarganegaraan: Inggris Kebangsaan: Skotlandia Bidang: Bakteriologi, Imunologi

Alma mater
Royal Institution Polytechnic 
St Mary Hospital Medical School 
Imperial College London 

Dikenal atas: Penemuan penisilin 

Penghargaan: 
Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran (1945)
Alexander Fleming adalah seorang ahli biologi, farmakolog dan ahli botani dari Skotlandia. Dia menulis banyak artikel tentang bakteriologi, imunologi, dan kemoterapi. Penemuannya yang paling terkenal adalah enzim lisozim pada tahun 1923 dan penisilin, yaitu sejenis antibiotik yang dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum pada tahun 1928. Bersama dengan Howard Florey dan Ernst Boris Chain menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1945.

Biografi

Alexander Fleming lahir pada 6 Agustus 1881 di peternakan Lochfield dekat Darvel  diAyrshire, Skotlandia. Dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya yang seorang petani, Hugh Fleming (1816-1888) menikah dengan Grace Stirling Morton(istri kedua) (1848-1928), putri seorang petani. Ayahnya meninggal ketika ia masih berumur tujuh tahun. Ia bersekolah di Loudoun Moor School dan Darvel School. Selanjutnya ia mendapat beasiswa selama dua tahun di Kilmarnock Academy, sebelum pindah ke London. Di London ia bersekolah di the Royal Polytechnic Institution. Mengikuti saran dari sepupunya, pada tahun 1903, setelah empat tahun bekerja di kantor pelayaran, ia mendaftar di sekolah medis; St Mary's Hospital Medical School di Paddington. Ia lulus dengan MBBS degree pada tahun 1906.

Penemuan penisilin yang tidak disengaja

Setelah Perang Dunia I, Fleming aktif mencari agen anti-bakteri, setelah melihat begitu banyaknya kematian yang diakibatkan oleh penggunaan antiseptik, Ia berpendapat bahwa Antiseptik bekerja dengan baik di permukaan, tetapi luka yang dalam cenderung membuat bakteri anaerob berlindung dari agen antiseptik, dan antiseptik tampaknya menghapus agen menguntungkan yang diproduksi oleh tubuh yang melindungi pasien, dan tidak ada apa pun untuk menghilangkan bakteri yang berada di luar jangkauan. Sir Almroth Wright sangat mendukung temuan Fleming, tetapi meski demikian, selama perang berlangsung, kebanyakan dokter  terus menggunakan antiseptik bahkan dalam kasus-kasus di mana hal ini memperburuk kondisi pasien.

Pada 1927, Fleming menyelidiki sifat-sifat staphylococci. Pada 3 September 1928, Fleming kembali ke laboratoriumnya setelah menghabiskan liburan pada bulan agustus bersama keluarganya. Sebelum berangkat, ia telah menumpuk semua kultur staphylococci di bangku di sudut laboratoriumnya. Saat kembali, Fleming menemukan satu kultur yang terkontaminasi dengan jamur, dan koloni stafilokokus yang mengelilingi jamur telah hancur, sedangkan koloni staphylococci lainnya yang letaknya jauh dalam keadaan normal.

Fleming menunjukkan kultur yang terkontaminasi pada mantan asistennya Merlin Price, yang mengingatkannya, "Itulah cara Anda menemukan lisozim . "  Fleming menumbuhkan cetakan dalam kultur murni dan menemukan bahwa itu menghasilkan zat yang membunuh sejumlah penyakit yang disebabkan bakteri. Dia mengidentifikasi cetakan sebagai Penicillium genus, dan setelah beberapa bulan menyebutnya "cetakan jus", pada tanggal 7 Maret 1929 substansi itu dinamai penisilin. Laboratorium tempat Fleming menemukan dan menguji penisilin dipertahankan sebagai the Alexander Fleming Laboratory Museum di Rumah Sakit St Mary, Paddington.

Ia meneliti efek anti-bakteri yang positif pada banyak organisme, dan melihat bahwa itu mempengaruhi bakteri seperti staphylococcus dan banyak lainnya Gram-positif patogen yang menyebabkan demam berdarah, pneumonia, meningitisdan difteri, tetapi tidak tipus demam atau demam paratifoid, yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif, untuk itu ia mencari obat pada saat itu.
Fleming menerbitkan penemuannya pada tahun 1929, di British Journal of Experimental Pathology, tetapi sedikit perhatian diberikan untuk artikelnya.

Produksi masal oleh Howard Florey dan Ernst Boris Chain

Fleming melanjutkan penyelidikannya, namun ia berpendapat bahwa budidaya Penicillium cukup sulit, dan setelah tumbuh bahkan lebih sulit untuk mengisolasi agen antibiotik.
penisilin
Fleming kesulitan dalam memproduksinya dalam jumlah masal, dia berpendapat penisilin tidak akan penting dalam mengobati infeksi. Fleming juga menjadi yakin bahwa penisilin tidak akan bertahan cukup lama dalam tubuh manusia (in vivo) untuk membunuh bakteri secara efektif. Fleming akhirnya meninggalkan penisilin. namun, Howard Florey dan Ernst Boris Chain di Radcliffe Infirmary di Oxford mencoba untuk meneliti lebih dalam, dan berhasil memproduksi secara massal penisilin, dengan dana dari pemerintah AS dan Inggris. Mereka mulai memproduksi massal setelah pemboman Pearl Harbor. Pada tahun 1944, terdapat cukup penisilin yang telah dihasilkan untuk mengobati semua luka-luka pasukan Sekutu.

Pemurnian dan stabilisasi

Di Oxford, Ernst Boris Chain dan Edward Abraham menemukan cara untuk mengisolasi dan mengkonsentrasi penisilin. Abraham adalah orang pertama yang mengusulkan struktur penisilin yang benar. Tak lama setelah tim mempublikasikan hasil pertama pada tahun 1940, Fleming menelepon Howard Florey mengatakan bahwa ia akan berkunjung dalam waktu dekat. Ketika Chain mendengar bahwa Fleming akan datang, ia mengatakan, "Ya Tuhan! Saya pikir ia sudah mati."

Norman Heatley menyarankan mentransfer bahan aktif penisilin kembali ke air dengan mengubah keasaman. Hal tersebut menghasilkan cukup obat untuk mulai menguji pada hewan. Ada banyak orang yang terlibat dalam tim Oxford, dan seluruh Sekolah terlibat dalam produksinya.

Setelah tim mengembangkan metode pemurnian penisilin menjadi bentuk stabil  efektif pertama pada tahun 1940, beberapa uji klinis pun terjadi, dan keberhasilan mereka yang luar biasa menginspirasi tim untuk mengembangkan metode untuk memproduksi massal dan distribusi massa pada tahun 1945.

Kematian

Alexander Fleming meninggal pada tanggal 11 Maret 1955 akibat serangan jantung dalam usia 73 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Katedral St Paul, London.

Biografi René Descartes - Bapak Filsafat Modern

Rene Descartes
René Descartes
Lahir
31 Maret 1596 La Haye, Perancis 

Meninggal : 
31 Maret 1596 (umur -54) Stockholm, Swedia 

Kebangsaan: 
Perancis Tradisi: Rasionalisme 

Era: 
Filsafat abad ke-17

Wilayah: 
Filsafat Barat 

Agama: 
Katolik 

Sekolah:
Cartesianisme, rasionalisme,fondasionalisme, pendiri Cartesianisme 

Kepentingan utama: 
Metafisika, epistemologi, matematika

Gagasan penting: 
Cogito ergo sum, metode keraguan, sistem koordinat Cartesian, dualisme Cartesian, argumen ontologis bagi keberadaan Tuhan, mathesis universalis, folium dari Descartes.
René Descartes adalah seorang filsuf dan matematikawan  Perancis (Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin), dan penulis yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Belanda. Dia dijuluki "Bapak Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern". Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641).

Awal 

Rene Descartes lahir  31 Maret 1596 La Haye Touraine-Prancis dari sebuah keluarga borjuis. Ketika ia berusia satu tahun, ibunya Jeanne Brochard meninggal. Ayahnya Joachim adalah anggota dari Parlement of Brittany di Rennes, Parlemen Inggris dan memiliki tanah yang cukup luas (borjuis). Ketika ayah Descartes meninggal dan menerima warisan ayahnya, ia menjual tanah warisan itu, dan menginvestasikan uangnya dengan pendapatan enam atau tujuh ribu franc per tahun.


Rene bersekolah di Universitas Jesuit di La Fleche dari tahun 1604-1612, yang tampaknya telah memberikan dasar-dasar matematika modern. Pada tahun 1612, dia pergi ke Paris, namun kehidupan sosial di sana dia anggap membosankan, dan kemudian dia mengasingkan diri ke daerah terpencil di Prancis untuk menekuni Geometri, nama daerah terpencil itu Faubourg. Teman-temannya menemukan dia di tempat perasingan yang ia tinggali, maka untuk lebih menyembunyikan diri, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi tentara Belanda (1617).

Ketika Belanda dalam keadaan damai, dia tampak menikmati meditasinya tanpa gangguan selama dua tahun. Tetapi, meletusnya Perang Tiga Puluh Tahun mendorongnya untuk mendaftarkan diri sebagai tentara Bavaria (1619). Di Bavaria inilah selama musim dingin 1619-1690, dia mendapatkan pengalaman yang dituangkannya ke dalam buku Discours de la Methode (Russel, 2007:733). Descartes adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.

Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir.

Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: Je pense donc je suis. Keduanya artinya adalah:

"Aku berpikir maka aku ada". (Ing: I think, therefore I am) Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta sistem koordinat Kartesius, yang memengaruhi perkembangan kalkulus modern.

Ia juga pernah menulis buku sekitar tahun 1629 yang berjudul Rules for the Direction of the Mind yang memberikan garis-garis besar metodenya. Tetapi, buku ini tidak komplet dan tampaknya ia tidak berniat menerbitkannya. Diterbitkan untuk pertama kalinya lebih dari lima puluh tahun sesudah Descartes tiada. Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang anatomi dan fisiologi, dia melakukan penjajakan secara terpisah-pisah. Dia bergumul dalam bidang-bidang yang berdiri sendiri seperti optik, meteorologi, matematika, dan pelbagai cabang ilmu lainnya.

Sedikitnya ada lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan pikiran Eropa: (a) pandangan mekanisnya mengenai alam semesta; (b) sikapnya yang positif terhadap penjajakan ilmiah; (c) tekanan yang, diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan; (d) pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis; dan (e) penitikpusatan perhatian terhadap epistemologi.

Karya Filsafat

Pengetahuan yang Pasti

Karya filsafat Descrates dapat dipahami dalam bingkai konteks pemikiran pada masanya, yakni adanya pertentangan antara scholasticism dengan keilmuan baru galilean-copernican. Atas dasar tersebut ia dengan misi filsafatnya berusaha mendapatkan pengetahuan yang tidak dapat diragukan. Metodenya ialah dengan meragukan semua pengetahuan yang ada, yang kemudian mengantarkannya pada kesimpulan bahwa pengetahuan yang ia kategorikan ke dalam tiga bagian dapat diragukan.
  1. Pengetahuan yang berasal dari pengalaman inderawi dapat diragukan, semisal kita memasukkan kayu lurus ke dalam air maka akan tampak bengkok.
  2. Fakta umum tentang dunia semisal api itu panas dan benda yang berat akan jatuh juga dapat diragukan. Descrates menyatakan bagaimana jika kita mengalami mimpi yang sama berkali-kali dan dari situ kita mendapatkan pengetahuan umum tersebut.
  3. Logika dan Matematika prinsip-prinsip logika dan matematika juga ia ragukan. Ia menyatakan bagaimana jika ada suatu makhluk yang berkuasa memasukkan ilusi dalam pikiran kita, dengan kata lain kita berada dalam suatu matriks.
Dari keraguan tersebut, Descrates hendak mencari pengetahuan apa yang tidak dapat diragukan. Yang akhirnya mengantarkan pada premisnya Cogito Ergo Sum (aku berpikir maka aku ada). Baginya eksistensi pikiran manusia adalah sesuatu yang absolut dan tidak dapat diragukan. Sebab meskipun pemikirannya tentang sesuatu salah, pikirannya tertipu oleh suatu matriks, ia ragu akan segalanya, tidak dapat diragukan lagi bahwa pikiran itu sendiri eksis/ada.

Pikiran sendiri bagi Descrates ialah suatu benda berpikir yang bersifat mental (res cogitans) bukan bersifat fisik atau material. Dari prinsip awal bahwa pikiran itu eksis Descrates melanjutkan filsafatnya untuk membuktikan bahwa Tuhan dan benda-benda itu ada.

Ontologi Tuhan dan Benda

Berangkat dari pembuktiannya bahwa pikiran itu eksis, filsafatnya membuktikan bahwa Tuhan ada dan kemudian membuktikan bahwa benda material ada.
Descrates mendasarkan akan adanya Tuhan pada prinsip bahwa sebab harus lebih besar, sempurna, baik dari akibat. Dalam pikiran Descrates ia memiliki suatu gagasan tentang Tuhan adalah suatu makhluk sempurna yang tak terhingga. Gagasan tersebut tidak mungkin muncul/disebabkan oleh pengalaman dan pikiran diri sendiri, karena kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak sempurna dan dapat diragukan sehingga tidak memenuhi prinsip sebab lebih sempurna dari akibat. Gagasan tentang Tuhan yang ada dalam kepala (sebagai akibat) hanya bisa disebabkan oleh sebuah makhluk sempurna yang menaruhnya dalam pikiran saya, yakni Tuhan.

Setelah membuktikan adanya Tuhan, Descrates membuktikan bahwa benda material itu eksis. Ia menyatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan ketidakmampuan untuk membuktikan bahwa benda material itu sejatinya tidak ada. Bahkan Tuhan menciptakan manusia untuk memiliki kecenderungan pemahaman bahwa benda material itu eksis. Apabila pemahaman benda material eksis hanya merupakan sebuah matriks kompleks yang menipu pikiran manusia, itu berarti Tuhan adalah penipu, dan bagi Descrates, penipu ialah ketidaksempurnaan. Padahal Tuhan ialah makhluk yang sempurna, oleh karena itu Tuhan tidak mungkin menipu, sehingga benda material itu pastilah ada.

Metafisika

Bagi Rene Descrates, realitas terdiri dari tiga hal. Yakni benda material yang terbatas (objek-objek fisik seperti meja, kursi, tubuh manusia, dan sebagainya), benda mental-nonmaterial yang terbatas (pikiran dan jiwa manusia), serta benda mental yang tak terbatas (Tuhan).
Ia juga membedakan antara pikiran manusia dan tubuh fisik manusia. Pembagian ini juga mengantarkannya pada pembagian keilmuan. Realitas material sebagai ranah bagi keilmuan baru yang dibawa Galileo dan Copernicus, realitas mental bagi keilmuan dalam bidang agama, etika, dan sejenisnya.

Namun, dualismenya ini juga yang kerap kali menjadi kritikan bagi berbagai filsuf lainnya seperti Barkley misalnya. Problem utama dari dualisme tersebut ialah bagaimana pikiran dan tubuh berinteraksi satu sama lainnya. serta terjebak dalam pilihan ekstrem, baginya benda hidup selain manusia (contoh:hewan) tidak memiliki pikiran dan jiwa, sehingga hanya dipandang sebagai bentuk material sama halnya seperti mesin.

Warisan Matematika
    Rene Descartes - matematika
  • Salah satu warisan Descartes 'paling abadi adalah pengembangan tentang Cartesian atau analitik geometri, yang menggunakan aljabar untuk menggambarkan geometri.
  • Karya Descartes memberikan dasar untuk kalkulus dikembangkan oleh Newton dan Gottfried Leibniz , yang menerapkan kalkulus untuk masalah garis singgung, sehingga memungkinkan evolusi pada cabang matematika modern.
  • Descartes menemukan bentuk awal dari hukum kekekalan mekanik momentum (ukuran gerak suatu objek), dan dibayangkan sebagai yang berkaitan dengan gerak dalam garis lurus, dibandingkan dengan gerakan melingkar sempurna, seperti Galileo yang telah melakukan berbagai persiapan itu.
  • Descartes juga membuat kontribusi untuk bidang optik . Dia menunjukkan dengan menggunakan konstruksi geometris dan hukum refraksi (juga dikenal sebagai hukum Descartes 'atau lebih umum hukum Snell, yang menemukannya 16 tahun sebelumnya) bahwa radius sudut dari pelangi adalah 42 derajat (yaitu, sudut subtended di mata di tepi pelangi dan sinar lewat dari matahari melalui pusat pelangi adalah 42 °).
  • Ia juga secara independen menemukan hukum refleksi.
Kematian

René Descartes meninggal pada 11 Februari 1650 di Stockholm, Swedia. Penyebab kematiannya adalah pneumonia, akibat terbiasa bekerja di tempat tidur sampai tengah hari, Kurangnya tidur bisa mengancam sistem kekebalan tubuhnya. Pada tahun 1991, seorang sarjana Jerman menerbitkan sebuah buku tentang pertanyaan ini.

Di sisi lain, ia mungkin telah dibunuh. Pada 1663, para Paus menempatkan karya-karyanya pada Indeks Buku Terlarang. Jenazahnya dibawa ke Perancis dan dimakamkan di Biara Saint-Germain-des-Pres di Paris. (Wikipedia)